
Waktu itu Damian sedang berada diruang meeting, ia tengah membicarakan proyek yg sedang dikerjakan oleh Crawless Sky Comleny. Saat Damian mendapatkan telpon dari Stev, ia menghentikan rapat nya sejenak dan mengangkat telpon nya.
" Stev, ada apa kau menelpon ku?. " tanya Damian.
" Tu.. Tuan Damian, ini masalah Lady... " ucap Stev disebrang telpon dgn panik.
" Ada apa?. " Damian merasa bingung dgn suara Stev yg terdengar panik.
" Tuan, Lady tertembak. "
Braakk....
Damian menggebrak meja di depan nya saat mendengar kabar tentang Anastasia, wajahnya berubah merah padam karena menahan marah. Perubahan Damian membuat suasana dlm ruangan itu menjadi tegang, tdk ada yg berani bicara saat Damian terlihat seperti itu. Ryuzen juga merasa ada yg aneh setelah melihat perubahan dari sahabat nya.
" Dimana dia sekarang?. " tanya Damian antara khwatir dan marah kpd orang yg berani melukai Anastasia.
" Lady berada di Crystal Hospital. Tempat Jeffry bekerja. "
Damian langsung mematikan sambung telpon nya tanpa menjawab perkataan Stev, ia juga membubarkan rapat yg sedang berlangsung.
" Rapat hari ini cukup sampai disini, bubar. " ucap Damian dingin.
Ia langsung keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh Ryuzen, ia berjalan dgn cepat utk pergi ke parkiran, Ryuzen semakin heran dgn apa yg terjadi kpd Damian.
" Hei Damian, apa yg terjadi?. " tanya Ryuzen.
" Anastasia, dia tertembak. " ucap Damian.
" Apa!!. "
Ryuzen terbelalak mendengar apa yg diucapkan oleh Damian. Tapi melihat situasi Damian saat ini, ia percaya ini bukanlah lelucon. Mereka pun bergegas pergi menuju rumah sakit tempat Anastasia berada.
Saat sampai dirumah sakit, Damian dan Ryuzen langsung keluar dari mobil dan masuk kedlm rumah sakit. Disana mereka berpapasan dgn Vero dkk dan lainnya, mereka juga baru saja mendapatkan kabar dari Stev.
" Kalian juga kesini?. " tanya Damian.
" Kami khawatir dgn keadaannya, karena itu kami kesini. " jawab Cassandra.
__ADS_1
" Leo, apa ayah dan ibu sudah tahu?. "
" Mereka belum tahu, kak. Tapi pasti akan segera tahu. " ucap Leo.
" Sudahlah, kita masuk dulu dan lihat kondisinya. " usul Katania.
Mereka pun kembali berjalan menuju arah ruang gawat darurat, disana sudah ada Stev dan keluarga Chornelia. Arya juga baru saja tiba saat mendapatkan kabar dari Sherly, bahwa putri keduanya masuk rumah sakit. Damian langsung berjalan mendekati Stev utk menanyakan kondisi Anastasia.
" Stev, bagaimana keadaannya?. " tanya Damian.
" Lady sudah ditangani oleh Jeffry, tuan. Maaf, ini salah saya. Jika saja saya tdk ceroboh... " ucap Stev, ia menyalahkan dirinya sendiri karena tdk bisa menjaga Anastasia.
" Jgn menyalahkan dirimu sendiri, ini bukanlah salah mu. " ucap Damian menenangkan.
Stev hanya tersenyum kecut mendengarnya. Damian yg melihat itu mengerti dgn apa yg Stev alami, karena sebenarnya Damian juga takut, ia takut kalau akan kehilangan Anastasia lagi.
" Tuan Damian, senang bertemu dgn anda. Tapi sayang kita bertemu dgn keadaan seperti ini. " Prensais mencoba tersenyum saat menyapa Damian. Ia terkejut melihat Damian datang kesana.
" Saya juga merasa senang, saya tdk menyangka bisa melihat seluruh keluarga Chornelia disini. " Damian membalas sapaan dari prensais, ia memang terkejut saat melihat keluarga Chornelia disana.
" Iya ini situasi yg rumit, tapi kalau boleh tahu apa hubungan anda dgn Anastasia. " tanya Prensais.
" Anda tunangan Anastasia?. " Clara dan Aria tdk percaya dgn apa yg ia dengar.
Damian mengangguk mengiyakan ucapan Clara.
" Anda sendiri?. "
" Ah... " Prensais terdiam dan melihat keluarga nya sebentar, kemudian ia menghela nafasnya.
" Sepertinya tdk perlu ditutupi lagi, kami akan menjelaskan nya saat keadaan Anastasia sudah stabil. " ucao prensais.
Damian hanya menuruti apa yg Prensais katakan, ia tdk ingin memaksanya karena melihat raut kesedihan dari wajahnya. Bukan hanya Prensais tapi seluruhnya keluarga Chornelia menunjukkan wajah itu.
Tdk lama kemudian Seorang pria keluar dari ruang gawat darurat, ia adalah Jeffry. Dia dokter dirumah sakit itu, sekaligus dokter pribadi Darkness Angel. Bisa dibilang, ia dan Anastasia dkk adalah sahabat. Setelah Jeffry keluar, ia langsung diserbu berbagai pertanyaan dari Vero dkk dan Sherly.
" Jeffry, nana baik-baik saja kan?. " tanya Veronica.
__ADS_1
" Bagaimana kondisi, kak Anastasia?. " tanya Sherly
" Kapan dia akan sadar?. " tanya Cassandra.
" Apa lukanya buruk?. " tanya Katania.
Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu membuat kepala Jeffry menjadi pusing, ia tdk tahu harus menjawab pertanyaan yg mana terlebih dahulu.
" Wow, wow, tenang girls. Dia baik-baik saja, pelurunya sudah ku keluar kan. Kita hanya perlu menunggu ia sadar. " ucap Jeffry.
" Syukurlah. " ucao mereka berempat kompak.
Orang-orang yg ada disana juga merasa lega karena Anastasia baik-baik saja. Damian pun meminta Jeffry utk memindahkan Anastasia keruang VIP yg ada dirumah sakit ini. Mereka berkumpul di depan ruangan VIP Anastasia.
" Jadi sebenarnya bagaimana ini bisa terjadi?. " tanya Zaroon.
" Awalnya kami hendak kembali ke perusahaan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yg melaju kearah kami dgn kecepatan yg tinggi. Lady yg menyadari hal itu mendorong kami agar tdk tertabrak, tapi sesaat kemudian kami melihat Lady tertembak dibahu kirinya. " jelas Stev.
" Menurut kalian, siapa dalang nya?. " tanya Leo.
Pertanyaan itu membuat suasana disana menjadi hening karena memikirkan nya, Tiba-tiba saja Sherly angkat bicara.
" Apa mungkin wanita itu yg melakukan nya?. " tanya Sherly.
" Wanita mana yg kau maksud?. " tanya Justice.
" Itu loh kak, wanita yg tadi marah-marah gak jelas dikantor. "
" Saya rasa bukan, lagi pula wanita itu masih disana ketika kami meninggalkan tempat. " ucao Stev.
" Lalu kira-kira siapa musuhnya?. " tanya Jeffry.
" Dia itu punya banyak musuh, kau tahu kan siapa dia?. " ucap Jordan yg dibalas anggukan oleh orang-orang disana.
" Benar juga sih."
" Tapi sebelum itu, Aku ingin tahu apa yg ingin diucapkan oleh tuan prensais saat ini?. " ucap Damian.
__ADS_1
Mendengar itu membuat pandangan semua orang mengarah kpd Prensais dan keluarga nya. Melihat hal itu Prensais hanya bisa menghela nafas kembali sebelum memberitahu apa yg sebenarnya.
" Sebenarnya kami keluarga Anastasia, keluarga kandung nya. "