
Lima tahun sudah berlalu saat seorang gadis lemah dibawa oleh seorang pria yang benar benar tidak ia ketahui sedikit pun tentang identitasnya.Gadis yang sebelumnya lemah,kini telah berubah menjadi gadis tangguh dan mandiri.Kehidupannya yang dulu ia kubur dalam dalam.Dan hanya meninggalkan sebuah kenangan pahit di dalam hati gadis itu.
Megan Natalie gadis kecil itu sudah benar benar berubah dari yang dulu.Setelah ia diculik,kehidupannya benar benar lebih baik dari kehidupan yang ia rasakan dalam keluarganya yang lebih seperti neraka.Saat itu,ia disuruh atau lebih tepatnya lagi ia dipaksa untuk bergabung dengan sebuah kelompok yang bernama 'The Beast'.Megan pun menerimanya walaupun sedikit bimbang kala itu.Diusianya yang masih muda,ia hanya bisa menerima daripada ia hidup dijalanan dan tidak mempunyai uang sama sekali.
Karena dengan ia bergabung dengan kelompok rahasia itu,kehidupannya benar benar sangat terjamin.Apapun yang ia mau pasti akan segera ia dapatkan.Ditambah fasilitas mewah hasil pemberian pria yang membawanya saat itu.Tentu bukan cuma cuma ia mendapatkan semua itu.Sebelum ie menerima semua itu,dirinya harus menjalankan perintah yang awalnya benar benar mustahil untuk Megan lakukan.Karna tugas pertamanya yang hingga saat ini diakui oleh semua orang adalah,memimpin beberapa anggota mafia untuk membantai habis sebuah kelompok mafia yang menjadi musuh bebuyutan mereka.
Awalnya Megan ragu,walaupun saat itu ia sudah menyandang sabuk hitam ditangannya, tapi ia benar benar tidak sekalipun memegang sebuah senjata ditangannya.Hal itu membuat perasaannya semakin tak karuan.Tapi saat ditempat itu,dengan tubuh gemetarnya ia menghela nafas dalam dalam. Mengangkat senjatanya dan melayangkan sebuah peluru tepat di jantung musuhnya. Di misi pertamanya itu,ia membunuh puluhan orang dengan tanpa belas kasihan.Tubuh yang semula bergetar itupun sudah berubah menjadi tubuh yang hanya digerakan oleh pikiran.
Diusiannya yang kini telah mencapai 21 tahun, ia sudah menjadi seorang wanita yang sukses di dunia atas dan dunia bawah.Didunia atas,ia bekerja sebagai CEO yang sudah memiliki banyak cabang perusahaan dibeberapa negara dengan namanya yang sudah tak asing lagi dikalangan para pebisnis.Tetapi ia menyembunyikan wajah aslinya dari publik dan hanya mengirim orang kepercayaannya saja disetiap pertemuan.Untuk di Dunia bawah,namanya lebih dikenal dengan panggilan 'Nata' seorang mafia wanita termuda yang sekaligus memimpin para anggota mafia lainnya dikelompoknya. Dalam tugasnya,ia memakai topeng untuk menutup identitasnya.Sehingga orang orang tidak mengetahui,bahwa seorang wanita yang disegani didunia atas dan dunia bawah ternyata orang yang sama.
Megan menyalakan rokok yang berada di tangannya,ia menghisapnya dalam dalam sebelum ia membuka mulut dan mengeluarkan gumpalan asap di udara. Asap itupun berangsur menghilang dan akan muncul kembali saat Megan melakukan hal yang sama secara berulang ulang.Netra hijaunya ia sibukan menatap jalanan Kota New York yang ramai dari balkon apartemennya.Udara sejuk pun menerpa wajah cantiknya.Membuat rambut panjangnya menari nari diudara.
Dia terus melihat sekeliling,pada jalanan yang masih nampak ramai dilalui orang orang yang masih sibuk akan aktivitasnya.Saat pandangannya ia edarkan,tiba tiba matanya tertuju tepat didepan sebuah toko yang sedang dikunjungi banyak orang.Sebuah senyuman simpul pun tercetak disudut bibir Megan.Sebenarnya ia tidak benar benar tersenyum,ia hanya menyunggingkan bibirnya saja.Karena setelah kejadian itu,dirinya benar benar sudah berubah.Bahkan senyuman yang dulu selalu terpancar diwajahnya,kini sudah benar benar hilang dalam hidupnya.
Matanya itu tertuju pada seorang bocah lelaki yang berpakaian compang camping dibawah sana.Bocah itu nampak berbeda.Ia terlihat waspada akan keadaan sekitarnya dengan perasaan cemas yang bisa Megan lihat dari gelagatnya itu.Megan sudah tahu,benar benar sangat tahu apa yang akan dilakukan oleh bocah itu.Andai orang orang yang berada disana bisa lebih waspada,mereka juga bisa menebak dengan cepat yang akam bocah itu lakukan.Tapi sayang,mereka terlalu sibuk akan pembucaraan mereka yang terlihat membosankan itu.
Aku menyeringai saat bocah itu mulai menjalankan aksinya.Bocah itu berjalan mendekat pada seorang wanita yang sudah terlihat tua yang terlihat dari wajahnya yang sudah memiliki keriput dibeberapa bagian wajahnya.Wanita itu memakai perhiasan perhiasan glamor yang berada di beberapa bagian tubuhnya.Wanita itu menyimpan dompetnya kembali pada tas jinjingnya setelah membayar barang belanjaan.Saat wanita tua itu berbalik,bocah yang sedari tadi Megan perhatikan itu menabrak lengan wanita itu.Orang orang yang berada disana pasti menganggap hal itu adalah sebuah kecelakaan,tetapi tidak dengan Megan. Megan lagi lagi dibuat menyeringai saat bocah itu terlihat seperti sedang meminta maaf pada wanita didepannya,setelah pwmbicaraan yang panjang bocah itupun melanjutkan langkahnya kembali.Tapi ada yang terlewat dari pandangan semua orang yang ada disana,bahwa bocah itu sudah memegang barang berharga ditangannya yang ia ambil dari wanita yang tadi ia ditabraknya.
Sebuah kejadian masalalu pun tiba tiba saja melintas dikepala Megan.Ia ingat betul apa yang melintas di kepalanya itu.Sebuah masa lalu yang benar benar tidak akan pernah ia lupakan sekecil apapun kejadian itu.Saat itu, Megan kabur dari tempat pertama ia membuka matanya.Ia langsung saja berlari dengan keluar melalui jendela yang saat itu terbuka lebar.Ia berlari tak tentu arah ditempat yang benar benar asing di penglihatannya.Tiga hari penuh ia terus saja berada dijalanan dengan perut yang selalu saja berbunyi minta diisi.Tidak ada pekerjaan yang bisa ia lakukan selain mengemis dijalanan.Saat ia sudah benar benar lelah akan semua itu,sebuah ide pun muncul dalam benaknya.Baru saja ia memikirkan hal itu, tiba tiba sebuah keajaiban terlihat di pandangannya.Ia melihat seorang gadis yang seumuran dengannya baru saja keluar dari sebuah toko.Ia menyimpan dompet berwarna hijau itu kedalam saku celananya.Pertama, Megan tampak ragu melakukan hal itu.Tetapi tidak ada cara lain untuk bisa menyembuhkan rasa laparnya itu selain mendapat uang dan membeli makanan.
Hati Megan menyuruhnya agar tidak melakukan hal itu.Tapi pikirannya terus saja menyuruhnya untuk berjalan.Hingga akhirnya, Megan pun menabrak sengaja bahu gadis itu hingga membuat keduannya tersungkur di atas aspal.Setelah mengatakan maaf secara berulang ulang,Megan pun melanjutkan langkahnya tetapi tangannya sudah memegang erat barang yang sedari tadi ia incar.Sudah pasti,didalamnya terdapat lembaran uang yang bisa ia pakai untuk membeli makanan.
"Dasar,menggelikan!".Gumam Megan sesudah memutar kembali memori masa lalunya.Tentu saja ia berfikir seperti itu,karena ia sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua adalah salah satu rencana yang sudah disiapkan untuk dirinya oleh pria yang membawanya pada semua ini.
"Maaf nona,ada panggilan untuk anda".Ucap Wanda,asisten pribadi Megan yang dipilihkan oleh pria itu.
Megan pun mengangguk dan memberi isyarat agar asistennya itu membawakan handphone segera.Setelah membungkuk hormat,Wanda pun berjalan mendekat ke arah Megan dan memberikan handphone berwarna peach itu. Segera,Wanda pun segera beranjak dari tempatnya setelah mendapat isyarat tangan agar dirinya tidak mengganggu pembicaraan bosnya itu.
"Ada apa?Bisakah kau tidak mengangguku untuk hari ini saja?".Ujar Megan yang tampak kesal.Sedangkan lelaki yang berada disebrang sana hanya terkekeh melihat nada bicara yang keluar dari mulut Megan.
"Hei tenanglah,aku hanya ingin bertanya tentang kabarmu".Balasnya masih dengan kekehan kecilnya.Megan pun memutar matanya malas karena merasa jengah.
__ADS_1
"Cepat katakan!".Sahut Megan
"Baiklah maafkan aku,aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku akan berkunjung ke apartemenmu".Katanya
"Baiklah,aku tunggu".Setelahnya,Megan langsung mematikan panggilan itu secara sepihak.
Megan beranjak dari tempatnya,berjalan
pada sebuah ruangan yang memiliki pintu berwarna putih terang.Ia mendorong knop pintu secara perlahan dan hanya kegelapanlah yang menyelimuti ruangan itu.Hanya sebuah cahaya samar samar yang hinggap dibeberapa tempat.Sebelum ia masuk,iapun berujar dengan nada yang sedikit tinggi tetapi terkesan dingin dan datar.
"Wanda,jika ada yang datang suruh saja dia untuk menunggu sebentar".Tanpa mendapat jawaban lagi,Megan langsung saja masuk kedalam kamarnya.
>>>>>>>>
Setengah jam telah berlalu,Megan pun keluar dari dalam kamarnya dengan trop-cop dan celana jeans panjang yang ia kenakan.Tak lupa pula,dengan jaket kulit berwarna hitam yang ia genggam ditangannya.
"Haish,,,Tak ku sangka kau akan bersiap siap secepat ini".Helaan nafas kasar pun terdengar dari mulut seorang lelaki yang hampir seumuran dengan Megan.Lelaki itu terlihat tampan dengan setelan yang ia kenakan.
Keduannya pun keluar dari apartemen. Berjalan menuju ke arah lift dan langsung menekan tombol angka satu setelah mereka berdua berada di dalam.Tepat dimana lantai dasar berada.Cukup lama mereka berdiri hanya dalam keheningan.Tanpa ada pembicaraan yang mengiringi perjalanan mereka.
"Apakah kau sedang memikirkan sesuatu?". Tanya Gavin mencoba menebak suasana hati sahabatnya itu.Atau mungkin juga,keluarga.
"Tidak".Jawabnya singkat.Gavin hanya bisa mengangguk tanda menherti.Ia tahu betul bahwa suasana Megan saat ini benar benar jauh dari kata baik.
Flashback On
*Seorang gadis kecil itu berjalan menuruni anak tangga rumahnya dengan sangat terburu buru.Senyuman lebar pun tergambar jelas di wajahnya.Dengan kaki kaki mungilnya yang tak henti hentinya ia gerakan agar cepat sampai ke tempat tujuannya.Setelah berada dianak tangga terakhir,ia bisa melihat semua keluarganya sedang berkumpul dan sedang bersiap siap untuk pergi.
"Papa,apa mega boleh ikut?".Tanya Megan kecil yang saat itu usiannya baru menginjak sekitar 7 tahunan.
Semua mata pun tertuju pada Megan. Sangat jelas,mereka semua menampakan wajah tak senang akan kehadiran Megan saat itu.
__ADS_1
"Tidak boleh!".Teriak seorang gadis yang seumuran dengan Megan.Dia adalah Melan, saudara kembarnya.
"Tenanglah sayang,kau tidak boleh marah seperti itu".Ucap Vitya,Mamahnya.Iapun melemparkan tatapan tajam ke arah Megan.
"Pergilah!Kau tidak boleh imut".Ujar Beniq, Ayahnya.
Mendapat perlakuan seperti itu,Megan pun sedikit meringis.Hatinya benar benar sakit atas perlakuan keluarganya itu.Ia juga merasa aneh akan tingkah mereka yang berubah sejak beberapa bulan terakhir ini.
"Mengganggu saja!".Cibir sebuah suara yang Megan ketahui itu adalah suara Angga,Kakak laki lakinya.Megan pun dibuat sakit karena tidak biasanya Kakaknya itu bertingkah seperti itu.Yang ia ketahui,Kakaknya itu sangat menyayangi kedua adiknya.
"Sudahlah ayo Mah,Pah,Kak".Rengek Melan. Mereka pun mengangguk setuju dan melenggang pergi.Meninggalkan Megan dengan penuh kebingungan dalam benaknya. Sejak saat itulah,semuannya berubah. Keluarganya benar benar berubah!Tidak ada kehangatan dan cinta yang Megan dapatkan! Hanya ada kebencian dan tatapan tidak suka yang mereka keluarkan*!
Flashback Off
"Megan,Megan,are you okay?".Tanya Gavin sambil melambai lambaikan tangannya di depan wajah Megan.
Megan sedikit tersentak dibuatnya.Iapun menoleh pada asal suara yang terus terus memanggil manggil namanya sejak tadi. Megan mengangguk kecil sebagai jawaban.
"Yasudah,ayo kita turun".Ajaknya sambil melepas salbeltnya.Megan pun melakukan gerakan yang sama dan lekas keluar dari mobil.
Iapun mengambil nafas dalam dalam sambil menghirup udara yang sangat sejuk.Bulu kuduknya langsung saja berdiri karena desiran angin malam.Dengan segera,ia memakai jaket yang ia bawa.
"Lagi lagi,mimpi buruk yang tiba tiba datang kembali".Gumam Megan sambil menatap nanar pantulan dirinya di kaca spion mobil milik kavin.Megan berfikir sejenak,bagaimana keadaan keluarganya disana?Apakah mereka benar benar tidak mengakui Megan lagi sebagai keluarganya?Dan bagaimana wajah kembarannya saat ini?Apakah wajah mereka terlihat sama,atau berbeda?!
"Hei aku mengajakmu bukan hanya untuk melamun saja.Jadi cepatlah,aku masih ada pekerjaan lain setelah ini".Cibir Gavin
"Kalau tahu begitu,aku juga tidak akan ikut bersama mu".Jawab Megan dengan kesal dan berjalan lebih dulu masuk kedalam lestoran.
"Kau sungguh tidak sopan!Gini ginikan,aku Kakakmu".Sahut Gavin yang mulai menyamai langkahnya dengan Megan.
"Terserah!".Mendapat jawaban itu,Gavin langsung saja mencibikan bibirnya terus menerus hingga akhirnya Meganlah yang harus meminta maaf agar Kakak angkatnya itu tidak marah lagi kepadanya.Makan malam pun mereka jalankan hingga entah sampai pukul berapa.
__ADS_1