Mafia Girl

Mafia Girl
#selesai


__ADS_3

Pria berkumis tebal itu mulai menjulurkan tangannya.Dan hendak menarik topeng yang menutupi wajah Nata.Dengan cepat,Nata pun berbalik dan menendang pistol yang tadi di arahkan padanya.


"Sial!".Decaknya saat tidak melihat pistol lagi ditangannya.Sebelum melakukan hal yang lainnya,dengan cepat Nata mengarahkan tinjunya.Wajahnya langsung menyeringai saat sebuah retakan yang cukup keras.Pria itu mengeluarkan darah dari dalam hidungnya. Pria itu hendak melayangkan tinjunya tetapi dengan cepat Nata langsung saja menghindar.Nata membalas dengan sebuah tinjuan di depan perutnya.Dan langsung saja mengunci pergerakan lawannya.


Nata meraih pistol yang berada tak jauh dari tempatnya.Ia langsung saja menembakkan peluru pada pria yang sudah terlihat lemas diatas lantai.Di mengerang kesakitan saat beberapa peluru menusuknya dari arah belakang.Pria itu merangkak,berusaha menjauh dari Nata dengan darah yang sudah bercucuran sangat deras.Tetapi itu semua tak berlangsung lama,segera ia menutup matanya dan tergeletak dengan keadaan yang mengenaskan dan sudah tak bernyawa.


"Waahhh!!Kau sangat hebat Nat!".Puji Anton dengan wajah melongonya.Delvin pun berdiri disampingnya.Berjalan mendekat ke arah Nata.


"Berehentilah menatap ku seperti itu!". Kesal Nata sambil memberekan penampipannya.


"Baiklah maafkan aku.Habisnya kau tadi sangat hebat sekali!".Pujinya pagi.Tetapi tak mendapat gubrisan apapun dari Nata.


"Ohh ya,apa yang akan kita lakukan sekarang?".Tanya Delvin membuka suaranya. Pandangannya pun ia edarkan keseluruh ruangan yang terlihat sangat kacau.


"Bawa semua barang dan kita pergi". Jawab Nata sarkastik.Keduannya pun mengangguk dan segera melakukan apa yang Nata katakan.


Setelah 10 menit berlalu,semuannya pun keluar dari gudang dengan banyak karton yang mereka pegang.Langsung saja mereka memasukan barang itu kedalam bagasi mobil masing masing.Dengan segera,mereka semua menancap gas mobil.Mulai meninggalkan tempat itu.


Mobil Nata memimpin di depan.Dengan belasan mobil lainnya mengekor dibelakang. Perjalanan yang cukup panjang ini akan dilalui dengan kebanggan.Karena mereka telah berhasil menjalankan misi!


"Rumah tua".Ujar Nata pada sang pengemudi. Merasa mengerti,pengemudi itupun mengangguk.


Falshback On

__ADS_1


"Hei lihatlah di sangat menjijikan sekali". *Bisik sebuah suara saat seorang gadis kecil berjalan didepannya.


"Iya benar".Komentar teman disampingnya dengan nada tak suka.


Gadis kecil itu adalah Mega.Ia sedang berjalan menyusuri koridor sekolahnya dengan wajah tertunduk.Seragamnya terlihat sangat kusut dengan beberapa noda di beberapa tempat.Rambutnya ia ikat asal dengan sebuah sepatu sudah tidak layak pakai yang ia kenakan.


Umurnya saat itu baru berusia 8 tahun.Dan selama disekolah,tidak ada seorang teman pun yang mau berdekatan dengannya.Entah karena tak suka atau karena menganggap remeh pada Mega.Seluruh sekolahnya mengira bahwa ia berasal dari keluarga miskin.Setiap pertemuan orang tua pun, Mega hanya bisa membawa salah satu pembantu rumahnya.Walau begitu,Mega termasuk kedalam siswi terpintar di sekolahnya.


"Hei kau jelek,kemarilah!".Perintah sebuah suara saat berada di penghujung lorong. Mega mendongkakkan kepalanya.Dan melihat Melan,berada di depannya.Ia berdiri menghalangi jalan dengan kedua sahabatnya.


"A--ada apa?".Tanya Mega sedikit bergetar. Tetapi bukan sebuah jawaban yang ia terima. Namun sebuah tarikan kasar yang membawa nya secara paksa kedalam sebuah gudang.


"Kenapa kau memberikan jawaban yang salah padaku hah?!!Lihatlah nilaiku jadi jelek gara gara kau!".Bentaknya di dalam gudang.Untuk kedua sahabatnya,mereka sedang berjaga di diluar.


"T--Tapi bukankah itu tugasmu.Seharusnya kamu sendiri yang isi.Kalau aku mengisi semua pertanyaan dengan benar,maka guru akan curiga".Jelasnya dengan lembut agar tidak membuat Melan semakin marah.


Melan membungkukkan tubuhnya.Menatap tajam manik manik kembarannya yang sudah tampak berkaca kaca."Kau memang kembaranku,tapi aku sangat benci melihat wajahmu itu!".


Selepas mengatakan itu,Melan berlenggang menuju pintu.Sebelum ia benar benar menutup pintu itu dengan rapat,iapun berucap "Aku akan melaporkannya pada Mamah!". Ancamnya dan langsung menarik knop pintu. Mega langsung tersadar dari lamunannya. Ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.Saat ia hendak menarik knop pintu itu,pintu didepannya sama sekali tidak merespon.


"Melan tolong bukakan pintunya.Aku tidak mau dikurung disini!".Teriaknya sambil menggedor gedor pintu yang sudah terkunci dari luar.Tetapi nihil!Tak ada satupun sahutan dari luar.Berjam jam lamanya Mega berada di ruangan itu.Dengan teriakannya yang tidak didengar oleh siapapun.Ia sudah lelah!Benar benar lelah menjalani semuannya!Tapi,,,ia harus bisa bertahan untuk mendapat pengakuan kembali di dalam keluarganya*!


Falshback Off

__ADS_1


"Nata?Nata?Nata,,,are you okay?".Tanya Delvin sambil menepuk nepuk pipi orang yang namanya terus saja ia panggil.


"Aku baik baik saja".Ujarnya sambil menepis tepukan dipipinya itu.Ia langsung turun dari mobil dan menghirup oksigen sebanyak mungkin.Lagi lagi ia bermimpi dalam tidurnya!


"Apakah dia bermimpi lagi?".Bisik Anton yang masih berada dalam mobil.Ia bisa melihat bahwa suasana hati Megan saat ini sedang tidak baik.


"Sepertinya begitu!Sudahlah cepat kita susul dia!".Timpal Delvin yang langsung diangguki Anton.Keduannya pun turun dari mobil secara bersamaan.


Merasa sudah mulai merasa tenang dengan pikirannya.Megan berjalan menuju sebuah mansion di depan matanya.Di depan pintu, ia bisa melihat dengan jelas orang orang yang sudah menunggu kedatangannya.Wajah mereka tampak senang walau tidak memperlihatkan senyumannya.


"Bawa semua barang itu ke gudang dan untuk kalian bertiga ikut aku".Pria itupun berjalan lebih dulu.Dengan kedua tangannya yang ia simpan dibelakang tubuh.Menyusuri mansion yang tampak luas tetapi hanya berisi beberapa barang saja.


Mereka semua duduk disebuah sofa


didalam ruangan rahasia.Duduk di kursinya masing masing dengan membentuk formasi lingkaran.Hanya keheningan yang meneyelimuti.Dengan pandangan penuh tanya dari benak Megan,Delvin,maupun Anton.


"Apakah kita akan seperti ini terus?Aku sangat bosan!".Dengan santai Anton


berucap. Semua mata pun kini memandang ke arahnya.


"Dasar kau Anton!".Gumam Delvin dalam hati. Megan pun berlaku sama tetapi hanya melemparkan tatapan tak sukanya.


"Oke baiklah aku pergi sekarang!".Finalnya dan langsung saja beranjak dari tempat duduknya.Baru saja ia hendak memutar knop pintu,sebuah suara yang terdengar cukup berat keluar dari bibir pria yang mengajak mereka tadi.

__ADS_1


"Tunggu!".Ujarnya."Hari ini,kalian bertiga aku perintahkan untuk pergi keluar dan bersenang senang!".Pria itupun menyodorkan sebuah kartu limit diatas meja.


"Benarkah?!!".Sahut Delvin dan Anton yang sangat antusian dengan mata berbinar. "Aku menolak!!".Sahut Megan.Mereka bertiga berucap bersamaan.


__ADS_2