Mafia Girl

Mafia Girl
eps 113


__ADS_3

Besok paginya, semua anggota yg dipilih dari kedua kelompok berkumpul, para pemimpin mereka pun juga ikut berkumpul bersama didepan monsion yg luas. Hari ini adalah hari dimana mereka akan membawa kembali Lady mereka, juga adik dari tuan mereka.


" Bagaimana persiapan nya, Cas?? " tanya Damian.


" Mereka semua yg sudah kami pilih, sisanya akan ada di sini utk memastikan keamanan yg lain. " jawab Cassandra.


" Bagus, dgn begini kita bisa pergi dgn tenang. " ucap Justic.


" Baiklah, kita segera berangkat. " ucap Damian.


" Baik. " all.


Mereka semua menjawab dgn serentak, mengingat betapa bersemangat nya mereka karena akan menghajar orang yg berani menculik Lady mereka.


Kedua keluarga hanya bisa menunggu kabar baik dari Damian, mereka tdk bisa ikut karena tdk mau menjadi beban saat disana. Mereka hanya memandangi keberangkatan mereka dari teras monsion.


" Semoga mereka menemukan Nana kita. " ucap Clara.


" Jgn khawatir, Damian pasti akan membawanya kembali. " Aria mencoba menenangkan istrinya yg khawatir.


" Tentu saja. " jawab Clara.


" Aku malah kasihan kpd orang-orang yg akan mereka lawan. " ucap Albert.


Mendengar itu membuat mereka menatapnya tdk mengerti.


" Memangnya kenapa?? " tanya Claudia.


" Tentu saja, kau pasti tahu apa yg akan terjadi kan? "


" Aku bisa menebak apa yg akan terjadi. " sahut Sherly.


Akhirnya mereka pun mengerti dgn maksud Albert dan yg lain malah mengganti raut khawatir mereka dgn wajah datar.


" Dia pasti melakukan itu kan?? " tanya Claudia.


" Iya, sepertinya tdk akan ada yg menghalangi nya. " sahut Clara.


" Orang itu akan jadi salah satu korban nya, ya. " ucap Aria.


" Iya, begitulah. " sahut Albert.


" Salah sendiri dia yg memulai. " ucap Sherly.


Mereka pun menghela nafas secara bersamaan ketika membayangkan apa yg akan terjadi. Sedangkan bibi Mei, Lucas dan Diana yg sedari tadi mendengar kan malah tdk mengerti.


" Apa yg mereka bicarakan, ya?? " batin bibi Mei.


Mereka pun memilih masuk kedlm dari pada terus berada di luar, mereka terus ada di sana selama tiga minggu bukan tanpa alasan. Bukan hanya karena utk keamanan tapi juga karena mereka ingin mengetahui tentang pencarian Anastasia lebih jelas.


****


Disisi lain....


" Hoeekk.... Hoeekk.... "

__ADS_1


Anastasia memuntahkan semua isi perutnya dikamar mandi, pagi ini ia terbangun dgn perasaan tdk enak dan mual, kepalanya pun terasa sangat pusing.


Violetta yg sedang memakai pakaian nya pun langsung bergegas melihat keadaan kakak ipar nya itu. Dan saat ia membuka pintu nya, betapa terkejut nya ia melihat wajah Anastasia yg terlihat pucat.


" Kakak, kau tdk apa-apa?? " Violetta menghampiri Anastasia yg hampir jatuh.


" Tdk, Tdk apa-apa. " jawab Anastasia.


Violetta pun menuntun nya keluar kamar mandi dan memintanya utk berbaring di kasur. Violetta menjadi sangat khawatir dgn keadaan Anastasia yg saat ini.


" Kakak yakin, kau sangat pucat. "


" Iya, mungkin hanya masuk angin. "


" Kalau begitu kakak istirahat lah, biar aku yg menjaga kakak. "


Violetta pun menarik selimut utk menyelimuti tubuh Anastasia. Anastasia pun tersenyum dgn lembut kpdnya.


" Maaf ya, malah merepotkan mu. "


" Ya ampun, kakak. Sudah jgn pikiran itu dan istirahat, apa kakak mau dipanggil kan dokter?? "


" Tdk perlu, nanti juga sembuh. "


Violetta hanya mengangguk menurutinya, tdk lama kemudian ia melihat Anastasia yg sudah kembali tidur. Ia duduk di depan Anastasia tdk beranjak kemanapun, ia tdk ingin meninggalkan nya bahkan hanya utk pergi ke kamar mandi, setidaknya sampai dia bangun dari tidur nya.


" Mungkin kakak kurang tidur, ya. " gumamnya.


Ia ingat kalau mereka begadang sambil melihat bintang semalam. Lamunan nya pun buyar ketika ia mendengar seseorang mengetuk pintu kamar itu, ia jadi gelisah antara harus membuka pintu itu atau tdk.


Violetta melihat Anastasia yg masih beristirahat sejenak, kemudian memutuskan utk membuka pintu. Ia membukanya dgn perlahan dan menatap dgn waspada, saat pintu benar-benar terbuka dia melihat seorang pelayan yg mengetuk pintu itu.


" Nona Violetta, beliau bilang ingin menemui Nona Anastasia. " ucap pelayan itu.


" Ah, soal itu.. Bisa bilang padanya kalau Kakak tdk bisa menemuinya, kakak sedang beristirahat. " ucap Violetta dgn hati-hati dan gugup.


" Apa ada masalah?? " tanya pelayan itu.


" Emm... Soalnya kakak bilang dia masuk angin, mungkin karena semalam terlalu lama menikmati bintang-bintang dari balkon. "


" Baiklah, apa perlu saya penggail kan dokter?? "


" Kakak bilang tdk perlu, tepi kalau bisa tolong bawakan obat utk kakak minum nantinya. "


" Baiklah, kalau begitu saya permisi. "


" Tolong ya. "


Pelayan itu pun pergi meninggalkan nya, setelah itu Violetta menutup pintu itu dan kembali duduk di samping Anastasia.


****


Saat Damian dkk dan para anak buahnya sampai di pulau itu, mereka memilih mendarat di sisi lain pulau itu, jadi orang-orang Haris tdk akan langsung menyadari keberadaan mereka. Tapi tentu saja mereka langsung mencari tempat yg aman utk membuat rencana setelah melihat keadaan pulau itu.


" Bagaimana keadaan nya?? " tanya Veronica.

__ADS_1


" Sepertinya para anak buah orang itu menyadari kedatangan helikopter kita, tapi aku sudah menyuruh mereka utk bicara kalau mereka hanya sedang beristirahat sebentar. " ucap Katania.


" Memangnya itu akan membuat mereka percaya?? " tanya Justic.


" Setidaknya itu akan membuat mereka sibuk menanyai mereka, dan tdk menyadari kita. " ucap Cassandra.


" Bagaimana dgn para anggota yg menggunakan jalur laut?? " tanya Damian.


" Sebentar.. "


Katania memeriksa lokasi para anggota terlebih dahulu. Mereka memang membaginya dgn memisahkan para anggota dgn kapal laut, agar orang-orang dipulau tdk terlalu curiga.


" Mereka juga sudah tiba dgn menggunakan kapal yg lebih kecil. Cavita, Kriss dan Jordan yg memimpin mereka. Sedangkan kapal yg lebih besar berada cukup jauh dari sini, mereka pasti akan mengira kalau itu kapal nelayan. " ucap Katania.


" Bagus, bilang kpd Cavita utk mengepung markas mereka terlebih dahulu, dan tunggu tanda dariku utk menyerang. " sahut Damian.


" Baiklah. "


Mereka pun mencoba utk lebih dekat dgn markas musuh, dan melihat penjagaan yg cukup ketat disana.


" Jadi bagaimana sekarang?? " tanya Ryuzen.


" Vero. Kau, Zaroon dan Leo pergi cari dimana Nana dan Vio berada. Sisanya kita hajar orang-orang itu. " ucap Cassandra.


" Kau yakin?? " tanya Katania.


" Aku setuju, akan lebih baik jika ada yg menyelamatkan mereka selagi kita melawan mereka. " sahut Damian.


" Baiklah, apa kalian bisa menyelinap?? " tanya Veronica.


" Kau meremehkan kami, kak?? " tanya balik Leo dgn kesal.


Veronica hanya tertawa pelan, sifat mudah marah Leo tdk pernah hilang sampai sekarang.


" Tentu tdk, aku hanya bertanya. " ucapnya.


" Ya sudah, ayo pergi. " ajak Zaroon.


Mereka pun pergi menyelinap lebih dulu dan mencari keberadaan Anastasia serta Violetta. Sedangkan yg lain menunggu Cavita dan para anggota mengepung tempat itu.


" Bagaimana jika kita bagi dua saja?? " tanya Katania tiba-tiba.


" Maksudnya?? " Adrian balik bertanya.


" Aku, Cassandra, Stev dan Adrian menyerang lewat belakang. Dan kak Ren, Damian, Justic dan Ryu lewat depan. "


" Bukan ide yg buruk, lagi pula mereka sudah terkepung." sahut Stev.


" Baiklah, tapi berhati-hati lah. " ucap Prensais.


" Oke, kalau begitu kami pergi dulu. " ucap Cassandra.


Jadi semua nya sudah berada di tempat masing-masing, para anggota mereka juga sudah mengepung tempat itu. Damian pun memberikan kode utk melakukan penyerangan mereka, dimulai dari para penjaga yg ada di depan dan belakang, sementara Vero sedang menyelinap utk mencari keberadaan Anastasia dan Violetta bersama Zaroon dan Leo.


Penyerangan itu sudah pasti membuat keributan ditempat itu, semua penjaga jadi bersiap dgn perlawanan mereka. Haris yg mengetahui penyerangan itu pun menjadi geram dan tdk tinggal diam saja.

__ADS_1


__ADS_2