
Pagi harinya, mereka kembali berkumpul diruang khusus itu, namun kali ini mereka berkumpul bersama dgn Anastasia utk mendiskusikan apa yg mereka temukan. Suasana disana begitu hening, tdk ada yg bicara satupun, Anastasia duduk di kursi kebesaran nya dan yg lain duduk disofa yg disediakan disana. Ia hanya menatap semua yg ada disana datar.
Mereka pun sedikit gugup karena sikap dingin Anastasia kembali, kedua keluarga pun sama dgn yg lainnya. Apalagi Aria yg tdk menyangka putri nya bisa sedingin itu.
" Wah, sepertinya dia benar-benar marah. " Veronica melirik kearah Katania yg berdiri disamping kiri Anastasia dgn gugup.
Katania juga membalas tatapan dari Veronica yg melihat kearahnya, ia sangat gugup sekarang. Tdk seperti biasanya, padahal dia sudah bersama Anastasia cukup lama.
Tdk lama kemudian Cassandra masuk ke ruangan itu samabil mebawa sebauh leptop ditangannya. Ia berjalan kearah Anastasia dan berhenti tepat didepannya.
" Lady, kami sudah menemukan rekaman saat nyonya Clara diculik. " ucap Cassandra.
" Tunjukkan. " jawab Anastasia
Cassandra pun menaruh leptop nya didepan Anastasia, dan memutar video yg kemarin ia temukan. Wajah Anastasia semakin muram setelah melihat video itu, ia menhetuk-ngetuk meja di depannya terlihat berfikir.
" Hanya ini? " tanya Anastasia
" Rekaman itu berakhir saat mereka memasuki sebuah terowong, disana belum ada kamera apapun yg mengawasi. Tapi mungkin pengawal yg sebelumnya mengawal nyonya Clara tahu sesuatu. " jelas Cassandra.
" Biarkan mereka masuk. "
Cassandra pun langsung memberikan kode kpd Stev yg berdiri tdk jauh dari pintu, Stev pun membukakan pintu itu dan membiarkan dua pengawal itu masuk. Mereka berdua masuk dan berdiri didepan Anastasia sambil menunduk kan kepalanya, mereka tahu seberapa menyeramkan nya Lady mereka.
" Katakan semua yg kalian tahu. " ucap Damian berdiri di samping kanan Anastasia.
" Tuan, Lady. Sehari sebelum nyonya diculik, beliau sempat bertemu dgn seorang pria setelah beliau mengunjungi perusahaan. Mereka bertemu secara tdk sengaja, nyonya nampak mengenal pria itu, dan terkejut saat melihatnya. Tapi beliau juga terlihat ketakutan saat bicara dgn pria itu, dan kemudian nyonya terlihat marah dan membentak nya. " pengawal yg satu.
" Saat kami berjalan kearah nyonya, pria itu pun langsung pergi dari sana. Kami sempat bertanya kpd nyonya, tapi beliau bilang kalau dia hanya teman lamanya dan mereka sedikit memiliki kesalahan paham dan akhirnya berdebat. " pengawal yg lain.
" Seperti apa ciri-ciri nya? dan Siapa namanya? " tanya Aria yg curiga kpd seseorang.
" Dia pria yg berumur sekitar 45 tahun, berambut coklat dan bermata biru. Kalau tdk salah, nyonya menyebutnya.... "
" Ronald Akashia." potong Anastasia.
Semua orang dibuat terkejut dgn apa yg diucapkan Anastasia, bagaimana bisa pria itu ada sini? Dan bagaimana Anastasia bisa tahu? Bahkan Aria langsung berdiri dari duduknya saat mendengar nama pria itu, ia sangat mengenal orang yg pernah berusaha merebut istrinya itu.
" Harusnya aku tahu. " ucap Anastasia.
" Kau yakin, nana. Bagaimana mungkin dia ada di sini. " ucap Albert.
__ADS_1
" Katania, berkas berwarna biru. Rak ketiga sebelah kiri. "
Mendengar itu, Katania pun langsung mencari berkas yg diminta Anastasia. Setelah mendapatkan nya ia pun membukanya dan mulai membacanya.
" Ronald Akashia, merupakan adik dari Julian Alexander Akashia. Dia pernah mencoba mendekati nyonya Clara, dia juga seorang yg berpengaruh utk membuat keluarga itu maju. Dia memiliki koneksi di beberapa negara termasuk negara S, koneksinya adalah Black Eye. Dia selalu mengunjungi Leader mereka 3 kali dlm satu tahun, dan saat ini dia ada disini. " ucap Katania membaca berkas yg ada ditangannya.
Semua orang mendengar kan apa yg dibacakan oleh Katania dgn seksama, mereka tdk menyangka kalau pria itu punya koneksi dinegara S. Itu artinya dia selalu mengawasi Clara dan keluarga nya, tapi apa dia tahu tentang Anastasia yg telah kembali kpd mereka.
" Itu artinya dia dalang nya, dan yg menculik mamah Clara adalah Black Eye. " ucap Leo.
" Lalu, Kira-kira kemana dia membawa nyonya Clara? " tanya Ryuzen.
" Mereka tdk membawa mamah ke mana-mana, mamah ada di markas mereka. " ucap Anastasia
" Tunggu maksud mu, mereka menyekap mamah di markas mereka? " tanya Prensais.
Anastasia menyeringai mendengar itu, ia tahu persis apa yg diincar oleh Ronald Akashia. Karena itu ia yakin kalau mamahnya masih hidup, dan disekap oleh mereka.
" Tentu saja, mamah adalah tambang emas baginya. Dia pasti akan memberi syarat utk membebaskan mamah, dan mereka pasti akan menghalangi kalian utk bertemu dgn ku. " ucap Anastasia.
" Kenapa dia melakukan itu? " tanya Veronica bingung.
Mereka mengerti apa yg dimaksud Anastasia, jika Anastasia bertemu dgn keluarga kandung nya yg merupakan keluarga yg terpandang, ia bisa saja membuat keluarga Akashia jatuh.
Karena itulah dia tdk akan membuat Anastasia bertemu dgn keluarga aslinya.
Tapi bukan hanya itu yg ada dipikirkan Anastasia, ia juga tahu rahasia yg disembunyikan oleh pria itu. Yg bahkan tdk diketahui Julian yg seorang kepala keluarga.
" Lalu apa yg akan kita lakukan, nana? " tanya Damian.
" Hemm... Stev, Adrian, Cassandra. Bawa pasukan kalian dan tutup semua akses keluar masuk negara S, cari pria itu dan bawa kehadapan ku hidup-hidup. "
" Yes Lady. " Stev, Adrian, Cassandra kompak.
" Sisanya ikut aku, malam ini kita akan menghancurkan Black Eye yg sudah menyinggung kita. "
" Baik. " All.
" Aku juga ikut. " ucap Prensais.
" tdk. "
__ADS_1
Anastasia menolak ucapan Prensais, ia tdk mau mengambil resiko utk membahayakan keluarga nya lagi. Ia tdk bisa melihat hal itu, apalagi itu adalah markas musuh yg harus mereka lawan. Dia bisa saja kehilangan nyawanya.
" Aku akan tetap ikut, bahkan jika kau melarang ku. " ucap Prensais kukuh.
" Kami juga akan ikut. " ucap Albert dan Aria.
Anastasia mengernyitkan dahinya, ia tdk mengerti kenapa mereka harus ikut. Ia tahu jika mereka khawatir, tapi jika mereka ikut ia takut mereka terluka. Saat ia ingin menolak permintaan mereka, ia menghentikan nya ketika tangan Damian menyentuh pundaknya.
Ia pun berbalik kearah Damian tdk mengerti, ia melihat Damian yg menganggukkan kepalanya dan tersenyum kpdnya. Anastasia yg melihat itu mengerti apa yg Damian maksud, ia hanya tdk ingin mereka terluka, akhirnya ia hanya menghela nafas nya dan pasrah.
" Baiklah. " ucapnya pasrah.
Mereka bertiga pun senang karena Anastasia mengijinkan mereka ikut membantu, dan ia juga menyuruh Claudia, Violetta, Dan Sherly utk tetap tinggal agar mereka tetap aman.
Mereka pun kembali dgn urusan mereka masing-masing, tetapi tetap di monsion itu. Karena situasi saat ini yg masih belum terkendali, Anastasia melarang siapa pun keluar dari sana.
Kecuali Cassandra Stev dan Adrian beserta pasukan mereka yg ditugaskan utk menutup akses keluar masuk negara S.
Dan saat malam tiba mereka pun langsung bersiap utk menyerang Black Eye, Anastasia membawa beberapa senjata apai dan tentu saja katana kesayangan nya. Setelah siap dgn baju tempur dan senjata, ia pergi ke aula utk menemui yg lain.
" Semua sudah siap. " tanya nya.
" Siap Lady. " all.
" Kami juga siap. " ucap Damian. Ia berjalan masuk kesana diikuti oleh yg lainnya.
" Dimana kesayangan-kesayangan ku? " tanya Anastasia.
" Siapa yg kau sebuat kesayangan? " Damian terlihat cemburu dgn sebutan kesayangan itu.
Anastasia hanya tersenyum melihat itu, tdk lama kemudian beberapa mafioso nya masuk membawa dua ekor hewan yg disebut kesayangan oleh Anastasia. Iya siapa lagi kalau bukan Alfa dan Seth, dua hewan yg dimiliki Anastasia saat ini. Karena ia masih menunggu tambahan nya dari Leo dan pesanan nya kpd orang yg ia kirim utk mencarinya.
Kedua hewan itu langsung berlari kearah Anastasia dan mengelus-elus kepala mereka di kakinya, mereka seolah tahu jika Anastasia akan melakukan hal yg menyenangkan.
Sedangkan Aria, Albert dan Prensais terkejut melihat kehadiran kedua nya, apa lagi melihat mereka sangat dekat dgn Anastasia. Anastasia memang seperti ibu bagi kedua hewan itu, mereka jinak kpd Anastasia.
" Kalian tumbuh dgn baik, malam ini kita akan berburu. Kuharap kalian menyukai nya. " Anastasia mengelus kepala Alfa dan Seth.
Ia menyelamatkan keduanya dari pemburu liar saat mereka kecil dan merawat mereka dgn sangat baik. Sehingga ia mendapatkan kepercayaan dari keduanya.
Setelah semua persiapan selesai, mereka pun langsung berangkat menuju ke tempat markas dari Black Eye.
__ADS_1