
Tdk lama kemudian, Jeffry keluar dari ruang rawat Anastasia dgn wajah yg kusut, entah apa yg sudah terjadi kpdnya di dlm sana. Dan seperti biasanya, dia langsung diserbu oleh berbagai pertanyaan dari setiap makhluk hidup yg ada di sana.
" Jeffry, bagaimana keadaannya?. " tanya Katania.
" Dia hanya perlu istirahat, dan lagi kenapa dia bisa seperti itu. Bukankah sudah kubilang kalian tdk boleh membuat nya tertekan, apalagi sampai membuat emosinya tdk stabil. " omel Jeffry.
" Iya bukan salah kami, ini semua karena wanita si***n itu. " gerutu Veronica.
" Yg pasti kalian harus membuat nya merasa tenang. Jika dia terus menumpuk pikiran yg berlebihan dan emosi yg tdk stabil, kesehatan nya bisa drop kapan saja."
Semua orang yg ada disana semakin khawatir dgn kondisi Anastasia. Mereka tdk tahu apa yg sudah dialami oleh Anastasia sampai bisa membuat nya jadi seperti itu.
" Apakah separah itu? " tanya Clara yg semakin khawatir.
" Apakah ada cara utk menanganinya? " tanya Aria.
" Tentu saja tuan. Yg paling utama adalah membuatnya melupakan masalah yang ia hadapi utk sementara, membuatnya mengatasi traumanya tentang sesuatu, istirahat total, dan membuatnya merasa tenang dan aman. Dgn begitu kita bisa meminimalisir kemungkinan terburuk. " jelas Jeffry panjang lebar.
" Bagaimana jika kita mempercepat acara liburan kita, dgn begitu kita bisa mengalahkan pikiran Kak Nana utk sementara. " usul Jordan.
" Itu ide yg bagus. " ucap Ryuzen.
Semua orang menyetujui usulan Jordan, utk mengalihkan pikiran Anastasia. Setidaknya mereka bisa membuatnya bahagia utk beberapa waktu, sebelum Anastasia kembali memikirkan hal-hal yg ia rencana kan.
" Berapa lama kak Nana harus dirawat? " tanya Sherly.
" Sekitar satu sampai dua hari, utk memastikan keadaannya. " jawab Jeffry.
" Kalau begitu kita akan mempersiapkan nya setelah Nana keluar dari sini. " ucap Justic.
__ADS_1
" Ah, kalau tdk salah, dua hari lagi adalah ulang tahunnya kan. " ucap Claudia.
" Benar juga. " sahut Clara yg baru ingat.
" Kalau begitu kita liburan setelah merayakan ulang tahun kak Nana saja." ucap Leo. " Iya kan, kak? Kak Damian? "
Leo menjadi sibuk karena mencari-cari keberadaan Damian, begitu juga dgn orang-orang yg ada disana. Mereka baru menyadari kalu Damian tdk ada disana, bahkan tdk melihat nya pergi.
" Kemana dia? " tanya Albert.
" Apa kakak kabur ya? " ucap Violetta.
" Masa sih? " ucap Cassandra.
" Kalian tdk perlu mencarinya, dia sudah masuk utk melihat Nana beberapa menit yg lalu. " ucap Veronica.
" Haha... dasar, dia tdk mau menunggu lama utk melihat pujaan hatinya. " ucap Zaroon.
Clara dan Aria juga sama, tapi mereka bahagia karena ada yg memperhatikan Anastasia sampai seperti itu. Mereka yakin jika Damian bisa membahagiakannya.
" Lalu, tempat apa yg akan kita datangi nantinya? " tanya Prensais.
" Kita akan pergi kepulau pribadi milik nona, ia membelinya beberapa waktu yg lalu. Nona bilang dia tdk mau pergi ketempat yg banyak orang saat ini, jadi dia berencana akan membawa kita kesana. " ucap Adrian.
" Wow... dia sampai membeli sebuah pulau hanya utk liburan kita. Bagaimana jika kita mengajaknya pergi keluar angkasa, apa dia akan membeli sebuah roket. " canda Justic.
Mendengar hal itu membuat semua orang tertawa, siapa juga yg pergi keluar angkasa hanay utk berlibur. Tapi itu terdengar menarik bagi mereka jika benar-benar terjadi.
Sedangkan di dlm ruangan itu, Damian duduk disamping Anastasia dan menatapnya dgn tatapan sendu. Dia sungguh tdk tega melihat Anastasia seperti itu, ingin sekali dia langsung menghabisi orang-orang yg membuatnya seperti itu, tapi ia tdk ingin merusak rencana balas dendam Anastasia.
__ADS_1
" Nana, kenapa harus begini? padahal aku lebih suka saat melihat mu tersenyum. Hatiku sakit melihat mu seperti ini, tdk bisakah kau kembali seperti dulu? menjadi Nana kecilku yg manja dan periang. " ucap Damian lirih.
Ia mengelus pipi Anastasia dgn sayang, ia terus menatap Anastasia yg terbaring lemah dihadapannya. Sambil terus menggenggam erat tangan nya seolah takut kalau Anastasia tiba-tiba saja pergi dari hadapan nya.
" Apa yg harus kulakukan agar kau kembali seperti dulu. " ucapnya.
Lamunan Damian buyar ketika ia mendengar suara pintu terbuka, ia langsung melihat kearah suara itu dan melihat Aria yg tersenyum kearahnya. Aria berjalan dan menepuk pundak Damian, ia tahu apa yg Damian rasakan sekarang, saat ia melihat orang yg paling berharga bagi nya terbaring lemah dihadapannya.
" Kau pria yg baik Damian, Nana sangat beruntung memiliki mu disisinya. " ucap Aria.
" Terima kasih, pah. Aku juga sangat beruntung memiliki Nana disisiku. Bagiku dia adalah cahaya yg harus terus kujaga. " ucap Damian.
" Aku percaya padamu. Oh iya, Teman-teman mu memutuskan mempercepat acara liburan kalian, mereka akan membawa Nana dan kau pergi setelah merayakan ulang tahunnya. Bagaimana menurutmu? "
" Aku sih tdk masalah, pah. Lagi pula lebih cepat lebih baik. "
" Kalau begitu papah harus pulang terlebih dahulu, ada beberapa urusan yg harus ku selesaikan. orang tua mu juga akan pergi keluar kota dan kembali besok, bisakah kau menjaga Nana? "
" Tentu saja, pah. "
Aria merasa senang karena Damian dgn diandalkan utk menjaga Anastasia, ia merasa yakin kalau Damian adalah orang yg bertanggung jawab. Aria mengecup kening Anastasia singkat dan berpamitan kpdnya.
" Nana sayang, papah pulang dulu ya, maaf karena tdk bisa menemani mu, tapi Damian ada disini. " ucap Aria.
" Papah tdk perlu khawatir, aku pasti menjaga nana. " ucap Damian meyakinkan.
" Kalau begitu titip Nana ya, Teman-teman mu juga akan kembali setelah mengganti pakaian mereka. "
" Aku harap tdk mereka semua, jika tdk tempat ini bisa jadi sangat ribut. "
__ADS_1
Damian cengengesan saat mengatakan itu, ia sangat tahu jika teman-teman nya pasti akan membuat keributan jika semuanya berkumpul disatu tempat. Aria terkekeh mendengar ucapan Damian, tapi ia juga setuju dgn nya. setelah itu ia pun pergi dan meningkatkan Damian dan Anastasia disana.