
Setalah mereka pulang dari sekolah. Jordan, Leo, dan Sherly pergi utk pulang ke rumah orang tua mereka masing-masing. Anastasia pun juga kan pergi ke kediaman Chornelia tapi ia bersiap terlebih dahulu, ia tengah merias dirinya di depan cermin di kamar nya. Saat ia mendengar suara pintu kamarnya di ketuk.
Tok... Tok... Tok...
" Masuklah. " ucap Anastasia.
Tdk lemah kemudian masuklah Cavita ke dlm sana, ia pun berjalan menghampiri Anastasia.
" Nana, kau mau pergi?? " tanyanya.
" Hemm... Iya, aku akan mengunjungi orang tua ku. " ucap Anastasia.
" Benarkah, kalau begitu berhati-hati lah di jalan. "
Cavita langsung mengambil sisir di meja rias Anastasia dan membantu nya menyisir sambut panjang nya.
" Apa yg kau katakan, kau akan ikut dgn ku. " ucap Anastasia.
" Ehhh, kenapa jadi aku. " gerutu Cavita.
" Aku ingin memperkenalkan mu kpd mereka, kau hanya bertemu dgn kak Ren dan juga Sherly, tapi tdk orang tua ku. "
" Hemm... Baiklah jika itu mau mu. "
Utk sesaat hanya keheningan diantara mereka yg ada di sana, Cavita masih memikirkan apa yg akan pertama ia katakan tentang Sherly. Anastasia yg menyadari kalau sahabat nya itu merasa terganggu akan sesuatu pun bertanya.
" Ada apa?? Apa ada yg kau ingin tanyakan?? " tanya Anastasia.
Mendengar itu pun membuat lamunan Cavita buyar.
" Iya, itu.... soal Sherly. " ucapnya ragu.
Anastasia menaikan satu alisnya mendengar apa yg diucapkan Cavita.
" Ada apa dgn Sherly?? " tanyanya.
" Itu... Sherly.. Dia dibully. " ucap Cavita.
Anastasia menatapnya dari depan cermin sebentar, kemudian bangkit setelah Cavita selesai menyisir rambut nya dan menuju ke arah ia menaruh tasnya.
" Aku tahu. " ucapnya tenang sambil memasukkan beberapa barang ke dlm tas.
Apa yg diucapkan oleh Anastasia tentu membuat Cavita melongo. Ia tdk mengerti, jika Anastasia sudah tahu kalau kenapa tdk membantunya.
" Jgn salah paham, aku membiarkan nya karena ingin Sherly dewasa. Aku tdk bisa terus berada di sisinya kan. " ucap Anastasia yg lagi-lagi membuyarkan lamunan Cavita.
" Lalu, apa yg akan kau lakukan?? Apa kau tahu jika tadi Sherly jatuh dari tangga karena mereka?? " tanya Cavita.
__ADS_1
Mendengar itu Anastasia pun berhenti sejenak, ia berbalik dan menatap Cavita dgn tajam. Tentu saja yg di tatap merasa sedikit terkejut dan takut, tapi ia yakin itu karena Anastasia tdk mengetahui nya.
" Kau bilang apa?? " tanya Anastasia.
" Dia jatuh dari tangga. Saat itu Sherly melawan si pembully itu, karena ia tdk terima mereka mengatai dirimu akhirnya ia menampar salah satu dari mereka, yg kalau tdk salah namanya... Yuna.
Tepi saat ia ingin pergi meninggalkan mereka, orang yg bernama Merlia mengandung kakinya sehingga ia terjatuh di tangga. " jelas Cavita.
Anastasia nampak berpikir sebentar, ekspresi nya nampak tenang meski sebenarnya dia sangat marah.
" Kita balas mereka saat pesta sekolah 4 hari lagi. Akan ku buat mereka malu di depan banyak orang. " jawab Anastasia.
Cavita hanya mengiyakan ucapan sahabat nya, ia tahu benar kenapa dia melakukan itu. Dia pasti akan membongkar semua konspirasi mereka dan membuat mereka malu di depan umum.
" Kalau begitu ayo pergi, orang tua mu pasti sedang menunggu. " ajak Cavita.
Mereka pun akhirnya pergi bersama, Anastasia langsung mengemudi mobil yg telah disiapin di depan monsion dan pergi ke kediaman orang tua nya.
Namun saat dijalan dia menghentikan mobilnya sebenarnya di dekat toko buah-buah an.
" Tunggu di sini. " ucap Anastasia.
Ia pun langsung turun dari mobilnya dgn menggunakan kaca mata hitam dan masuk ke toko itu, tanpa mempedulikan orang-orang yg menatapnya kagum.
Di dlm toko itu ia berpapasan dgn perempuan yg tdk asing dgnnya, perempuan yg ia tahu sebagai sekretaris tunangan nya. Iya siapa lagi kalau bukan Siska.
Perempuan itu berdiri membelakangi nya sehingga tdk melihat kedatangan nya. Anastasia menyinggung kamu seringai di wajah nya, ia punya ide gila yg akan membuat perempuan itu pergi dari hidup Damian selamanya. Tapi pertama dia harus menyebarkan umpan terlebih dahulu.
" Nyonya, tolong bungkus kan beberapa apel, jeruk dan mangga utkku. " ucap Anastasia sopan.
" Tentu, mohon tunggu sebentar Nona. " ucap penjaga toko itu ramah.
Anastasia hanya mengangguk mengiyakan ucapan penjaga toko itu. Ia melihat Siska yg berdiri di samping nya sebentar, sebelum ia menyapa dan membuatnya memakan umpannya.
" Halo, Nona Siska. Lama tdk bertemu. " sapa Anastasia.
Mendengar ada yg menyapa nya, Siska pun berbalik.
" Halo... " ucapan nya terhenti ketika melihat siapa yg menyapanya.
Anastasia melihat kalau perempuan itu benar-benar kaget melihat nya, sudah pasti karena pembunuhan yg ia rencana kembali gagal utk kedua kalinya.
" Kau?!! Bagaimana kau bisa ada di sini?!! " tanya nya kaget.
" Kenapa?? Tentu saja membeli buah utk orang tua ku. " ucap Anastasia santai.
" Wanita ini, kenapa dia masih hidup?!! " batin Siska.
__ADS_1
Dia sangat kesal karena rencananya lagi-lagi gagal, dan lagi dia harus bertemu dgn Anastasia disana.
" Apa kau sering datang ke sini, nona Siska?? " tanya Anastasia basa basi dgn senyum misterius di wajah nya.
" Iya, seperti yg kau lihat. " jawab Siska ketus.
Anastasia hanya tersenyum melihat bahwa target nya mulai terpancing.
" Kau tahu nona Siska, sebenarnya aku sangat ingin membawa mu sekarang dan melemparkan mu ke kandang anak-anak(Alfa dan Seth) Ku sekarang. Kau pasti bertanya-tanya kan ke apa aku berkata seperti itu??. " ucap Anastasia dgn tatapan tajam.
Siska menelan ludahnya kasar, apa Anastasia sudah tahu jika dia yg merencanakan semua pembunuhan kpdnya. Ia jadi gugup dgn itu, apa lagi tatapan tajam dari Anastasia.
" A... Apa maksud mu? " tanyanya gugup.
" Tdk usah gugup seperti itu, nona Siska. Aku tdk akan menggigit mu, tapi jika aku vampir mungkin akan ku lakukan. Ngomong-ngomong aku sudah memperingatkan mu, jgn pernah dekati milikku kan?? " ucap Anastasia yg tiba-tiba berubah dingin.
Membuat Siska semakin gugup ketika mendengar itu.
" Asal kau tahu, aku tahu bahwa kau yg merencanakan pembunuhan itu kpdku. Orang-orang yg kau suruh mengatakan nya langsung kpdku, saat mereka memohon utk nyawa mereka. Aku bisa saja berpura-pura tdk tahu dan tdk melaporkan mu, asal kau jauhi milikku. " ucap Anastasia.
" Heh, jgn harap. Tuan Damian itu milikku, kau hanya orang luar yg masuk ke hidupnya. " ucap Siska dgn nada sombong.
Anastasia mentap datar perempuan itu, jelas sekali dia tdk menyadari situasi dan siapa yg ia hadapi. " Benar-benar disayangkan. " batin Anastasia. Ia pun kembali menyinggung kan seringai yg membuat Siska merinding.
" Membicarakan orang luar, dia itu kau tahu. Aku sudah mengenalnya dari kecil, jadi aku bukan orang luar. Aku jadi tunangan nya juga bukan aku yg meminta, tapi keluarga nya. Ingin tahu kenapa?? "
Siska hanya menatap nya tdk percaya, iyah itu sering terjadi ketika dia bilang sudah mengenal Damian sejak kecil kpd orang-orang seperti Siska.
" Karena mereka mencintai ku, mereka menganggap ku sebagai anak mereka sendiri. Dan kak Ian juga sangat mencintai ku, jadi ku sarankan kau pergi menjauh darinya. Jika kau tdk percaya, datang saja ke rumah nya dan ajukan lamaran. Kemudian kau jelek-jelekan aku karena sering kali bar, balapan liar, dan selalu pergi dgn laki-laki berinisial J,R,Z,S,J,J,A ( Damian dkk, Stev, Jeffry, Adrian). Mereka pasti langsung mengusir mu mentah-mentah. " ucap Anastasia dgn seringai dan tatapan merendahkan.
Anastasia melirik tangan Siska yg mengepal kuat di bawah sana, sudah pasti dia termakan umpannya. Tapi semua orang yg mengenal Anastasia tahu siapa yg dimaksud Anastasia, iya mereka orang yg selalu bersama dgn Anastasia dan Damian sih. Anastasia juga pernah memanggil mereka seperti itu di hadapan semua orang, jdi mereka tahu.
Pembicaraan mereka berakhir ketika penjaga toko yg sebelumnya dimintai Anastasia datang dgn sekantong buah yg di mintanya.
" Nona, ini buah yg anda minta. " ucapnya dgn senyum mengembang.
" Ah, Terima kasih, nyonya. Ini uangnya. " ucap Anastasia membalas senyum ramahnya.
" Terima kasih kembali, sering-sering datang ya nona cantik. "
" Astaga, Terima kasih. Tentu saya akan datang lagi. "
Ia pun berjalan tapi buka pergi keluar, sebaliknya menghampiri Siska yg masih diam di sana. Anastasia pun membisikkan sesuatu tepat di telinganya.
" Jika aku jadi kau, aku sangat malu mencoba merebut seseorang yg sudah pasti bukan milikmu. Tapi jika kau mu coba saja, aku akan menyambut tantangan mu dgn senang hati. Tapi kemudian jgn menyesal ketika tahu siapa aku dan kak Ian sebenarnya. " bisik Anastasia kpd Siska dgn nada dingin.
Membuat Siska yg mendengar itu merinding dibuatnya, ia pun pergi dari sana dgn senyum yg mengembang di wajahnya. Buka senang tapi labih ke meremehkan, ia berjalan dan kembali ke mobil nya.
__ADS_1
Saat ia kembali melaju ke kediaman keluarga nya, Anastasia tertawa dgn sangat senang karena berhasil membuat perempuan itu marah. Cavita yg melihat itu pun dibuat penasaran dgn apa yg terjadi di toko itu.
Saat Anastasia menceritakan nya, Cavita terlihat sangat merah karena ada yg berniat seperti itu kpd sahabat nya. Tapi akhirnya dia juga tertawa karena mendengar apa yg ada di pikiran Anastasia. Mereka pun terus melaju dan akhirnya sampai di kediaman Chornelia.