Mafia Girl

Mafia Girl
eps 83


__ADS_3

Setelah semua urusan di kantin selesai, Anastasia dkk pun langsung pergi utk bolos kelas, dan Sherly pergi ke toilet. Saat mereka berjalan ke taman itu mereka melewati lapangan basket, Vero dan yg lainnya asik dgn obrolan masing-masing dan Anastasia malah asik dgn lamunan nya. Sehingga mereka tdk menyadari ada bola yg mengarah kpdnya.


" Awas!! " teriak salah seorang pria yg sedang bermain basket di sana.


Mendengar teriakan itu otomatis membuat mereka sadar dgn itu, sedangkan Anastasia tetap berjalan dgn kepala kedepan, tdk melirik sedikit pun.


Vero dan yg lainnya pun sudah memperingatkan nya tentang bola yg mengarah kpdnya, tapi dia sama sekali tdk mendengar kan. Tepat sesaat sebelum bola itu mengenai kepala nya, Anastasia mengangkat salah satu tangannya dan menangkap bola itu dgn mudah.


Semua orang yg ada di lapangan itu tercengang melihat nya, pasalnya Anastasia sama sekali tdk melihat kearah bola itu dan terus menatap ke depan.


Anastasia terlihat menatap bola itu dgn seksama sambil terus berjalan, tanpa menghiraukan orang-orang yg melihatnya tdk percaya. Ketika ia sampai di ujung lapangan basket, ia melemparkan bola itu ke belakang dan masuk tepat ke dlm ring di ujung lainnya.


Tentu saja semua makhluk yg ada di sana semakin tercengang melihat itu, lagi-lagi Anastasia melakukan itu dgn tepat dan tanpa melihat ke arah mana bola itu harus di lempar kan. Ditambah jarak antara Anastasia dan ring di sebrang cukup jauh.


Setelah tersadar dari rasa kagumnya, Vero dan yg lainnya pun langsung mengejar Anastasia yg sudah dari tadi pergi meninggalkan mereka.


Sampai di taman mereka mulai sibuk dgn urusan masing-masing. Para pria sibuk dgn game online mereka, Cassandra dan Cavita sibuk dgn buku mereka, Katania dan Veronica sibuk dgn video drama mereka. Sedangkan Anastasia jgn di tanya, dia mh tidur di atas pohon tempat mereka berteduh.


" Lah, kok bisa kita kalah sih. Salah kau ini. " ucap Leo yg kalah bermain game.


" Hei, jika kalah main game itu introspeksi diri, mungkin situ gak pro mainnya Bukan malah nyalahin orang. " sahut Jordan kesal.


Mereka pun beradu mulut dgn hal sepele seperti itu, sedangkan Adrian dan Kriss hanya mentap mereka datar.


" Kuy lah, kita main berdua aja. " ajak Kriss.


" Oke. " sahut Adrian.


Pada akhirnya mereka pun malah main tanpa Leo dan Jordan karena sibuk beradu mulut.


" Ah elah, bisa diem gak. Mau tidur juga. " ucap Anastasia yg merasa terganggu.


" Dia duluan. " ucap Leo dan Jordan bersama sambil menatap ke atas, tampat Anastasia berada.


Anastasia semakin kesal karena mereka tdk kunjung menyelesaikan perdebatan mereka. Sebenarnya bukan hanya dia yg terganggu, tapi Cassandra dan Cavita yg sedang membaca pun ikut terganggu dgn suara mereka.


Tdk mau terus meladeni tingkah mereka yg seperti anak kecil, Anastasia pun labih memilih menanyakan apa yg lebih panting.


" Sherly dah datang belom? " tanya nya.


" Belum tuh, lama amat dah tu anak. " sahut Veronica yg masih fokus dgn film drama nya.


" Susul sana. " suruh Anastasia.


" Oke, aku susul dulu. Nitip bukunya Cas." ucap Cavita.


Cassandra hanya mengangguk kan kepalanya, setelah itu Cavita pun langsung pergi dari sana. Ia menyusuri koridor utk pergi ke toilet, tapi ia terhenti ketika mendengar suara seseorang di sebrang patahan lorong di depannya.

__ADS_1


Karena penasaran dia pun mengintip dari balik sana, dan apa yg ia lihat benar-benar mengejutkan. Di atas tangga telihat Sherly yg sedang di bully oleh Merlia dkk, dan dia hanya menundukkan kepalanya tanpa perlawanan.


" Sherly apa yg kau lakukan, bukannya kau bisa beladiri? Kenapa kau tdk banting aja itu empat nenek lampir. " batin Cavita.


Ia sempat ingin maju dan melabrak mereka, tapi ia urungkan dan malihat apa yg akan terjadi jika dia biarkan.


Sherly sendiri, dia memang sudah bisa melakukan beladiri, tapi ia masih ragu utk menggunakan nya. Bisa dibilang sifat lemah lembut nya masih belum yakin jika dia melakukan beladiri itu utk membuat mereka tdk mengganggunya.


Sedangkan Merlia dkk semakin senang karena Sherly tdk bisa melawan atau pun mengadukan mereka.


" Ayo, katakan apa yg kakak ja***g mu selalu lakukan. Apa dia selalu datang ke ber dan menggoda para pria disana? " tanya Yuna menghina, sedangkan Sherly masih diam dan menahan emosi nya.


" Sepertinya dia terlalu banyak menggoda para pria, sampai-sampai adiknya sendiri bingung ada berapa banyak, hahahahha.... " ucap Serena.


Sherly masih diam dan manunduk, meski sebenarnya dia sudah sangat ingin membuat mereka menjadi perkedel karena menghina kakaknya. Cavita pun ikut marah karena mereka menghina Sahabat nya itu, mau bagaimana pun juga dia tdk menerima itu.


" Arghhh.... ingin ku sobek mulut kotor nya itu. " batin Cavita kesal.


" Hei, katakan sesuatu. Apa kau bisu, hah? " ucap Merlia seraya mendorong Sherly hingga membentur tembok.


Sherly hanya meringis karena punggung nya terasa sakit setelah menghantam tembok dgn cukup keras.


" Sepertinya dia sama saja dgn kakak ja***g nya itu, wanita murah an. " ucap Talia.


" Hahaha.... Dasar dua ja***g si***n." ucap Merlia sambil tertawa keras.


" Siapa kalian berani mengatai kakakku seperti itu?? " tanya Sherly dgn menatap mereka dingin.


Mereka berempat pun terkejut dgn perubahan Sherly yg tiba-tiba itu, mereka tdk menyangka Sherly yg terkenal baik dan lembut itu bisa memperlihatkan ekspresi seperti itu.


" Minta maaf lah sekarang. " ucap Sherly.


" Heh, apa yg akan kau lakukan jika kami tdk mau, dasar ja***g!! " ucap Yuna kesal.


Ia pun mengangkat tangannya tinggi-tinggi hendak memukul Sherly, tapi tangannya di cekal dgn mudah oleh nya. Mereka semakin terkejut dgn itu, biasanya Sherly tdk akan melawan jika mereka membully nya, tapi sekarang....


" Kau sebut apa kakakku tadi?? " tanya Sherly.


" A.. Aku bilang kau dan kakak mu itu ja***g!! Kalian ja***g, wanita murahan!! " ucap Yuna semakin kesal dan sedikit takut disaat yg bersama an.


PLAK.....


Yg tdk di duga oleh mereka, Sherly berani melayangkan tamparan ke pipi Yuna. Membuat mereka membeku seketika melihat itu.


" Yess,, Good job Sherly. Seperti itu lah seharusnya, kau tdk boleh di tindas. " batin Cavita girang.


" Ini balasan karena telah menghina kakak ku. you *****. " ucap Sherly dingin.

__ADS_1


Yg membuat Yuna gemetar, sama seperti saat Anastasia menatapnya waktu itu. Sherly pun menghempaskan tangan Yuna dgn kasar dan berjalan melewatinya, ia tdk mau membuat keributan yg tdk perlu. Tapi Merlia yg kesal menghalangi kakinya dan membuat Sherly jatuh dari tangga.


BRUK....


" Akhh.... " rintih Sherly.


Cavita yg melihat itu tdk bisa lagi bersembunyi, ia pun langsung berlari menghampiri Sherly yg jatuh sambil berteriak kpd Merlia dkk.


" Dasar be****h, kalian tdk tahu malu!! Kemari dan hadapi aku jika berani!! " tantang Cavita.


" Kak Vita?? " ucap Sherly terkejut.


Merlia dkk yg melihat kalau salah satu dari Anastasia dkk datang dan melihat mereka melakukan itu, langsung berlari meninggalkan Cavita yg sedang membantu Sherly berdiri.


" Hei!! " panggil Cavita ketika mereka kabur.


" Sherly, kau tdk apa-apa?? " tanya Cavita khawatir.


" A.. Aku tdk apa-apa, kak. Terima kasih. " ucap Sherly.


" Bagaimana kau bisa di bully oleh orang seperti mereka, bukankah kau bisa beladiri?? "


" A.. Aku hanya tdk mau menggunakannya utk orang seperti mereka. "


Cavita semakin tdk mengerti dgn apa yg ada di pikiran Sherly, bukan kah seharusnya dia bisa mengatasi mereka dgn beladiri itu, tapi kenapa malah tdk digunakan.


" Tdk bisa seperti itu, aku akan memberitahu Nana. " ucap Cavita.


" Ti... Tdk, kak kumohon jgn beri tahu kak Nana. Dia pasti akan khawatir. " larang Sherly sambil menahan tangan nya.


" Tapi dia kakak mu, dia pantas tahu apa yg terjadi kpdmu, Sherly. "


" Tdk kak, biar aku yg menyelesaikan ini sendiri. Kumohon janji lah kpdku kau akan merahasiakan ini. "


Melihat Sherly yg memohon kpdnya, ia tdk bisa melakukan apa-apa. Ia hanya menghela nafasnya dan mengangguk pelan, meski dia mungkin tdk bisa menepati nya.


" Maaf Sherly, aku tdk bisa tdk memberi tahu ini kpd Nana. " batin Cavita.


Sherly yg melihat Cavita mengangguk langsung tersenyum senang, setidaknya dia bisa mengurangi apa yg Anastasia khawatir kan. Dgn begitu dia akan fokus utk rencana balas dendam nya.


" Oh iya, ngomong-ngomong kau kenapa lama sekali?? " tanya Cavita.


" Ouh itu, aku memindahkan tas kita semua ke mobil. Lagi pula kita pasti bolos sampai jam terakhir kan, jadi ku pindahkan saja agar bisa langsung pulang. " jelas Sherly tersenyum lebar.


" Astaga, kau sampai seperti itu. Kalau begitu ayo pergi ke taman, mereka pasti sedang menunggu kita. " ajak Cavita.


" Iya, ayo kak. "

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pergi ke taman berdua, dan saat sampai mereka sudah di serbu pertanyaan dari Cassandra, tentang kenapa mereka bisa lama sekali dan apa yg terjadi.


Meski begitu mereka hanya menjadi kan tas yg di pindahkan utk jadi alasan, setelah itu mereka pun kembali seperti biasa dan Anastasia yg masih tatap tidur di atas pohon sampai bel pulang berbunyi.


__ADS_2