Mafia Girl

Mafia Girl
eps 70


__ADS_3

***WARNING!!


EPS INI MENGANDUNG SEDIKIT UNSUR PSIKOPAT, JIKA ADA YG MERASA TDK NYAMAN DGN HAL INI BISA DI SKIP....!!


TERIMA KASIH!!


" Sepertinya kita tdk bisa berteman, sayang sekali. " ucapan Anastasia terdengar kecewa dgn jawaban dari Ronald, tapi wajahnya justru memperlihatkan ekspresi yg sebaliknya.


Ia pun berdiri dari duduknya dan menghampiri sebuah meja yg ditutupi kain di sebelah nya. Saat kain yg menutupi meja itu ditarik, mata Ronald langsung terbelalak melihatnya. Di atas meja itu terdapat berbagai alat yg sering Anastasia gunakan utk menyiksa tawanan nya, ia mengambil sebuah cambuk dan berjalan kembali ke arah Ronald.


" Sudah lama aku tdk melakukan ini, karena itu ayo kita berjuang bersama ya, paman. " ucap Anastasia.


" Tdk, ja.. Jgn lakukan itu. Kumohon ampuni aku. " ucap Ronald ketakutan.


" Tenang saja, paman. Ini tdk akan lama. "


Anastasia terus saja tersenyum bahagia ketika melihat ekspresi ketakutan Ronald. Sedangkan yg lainnya malah manatap Anastasia heran, ucapan dan ekspresi Anastasia saat ini tdk sesuai dgn tindakan nya.


" Tindakan nya tdk sesuai dgn apa yg ia katakan. " ucap Leo datar.


" Kau benar. " ucap Cassandra.


" Kalau begitu, ayo kita mulai. " ucap Anastasia.


Ia pun mulai mencambuki Ronald tanpa mempedulikan ucapan pria itu, tdk ada belas kasihan darinya utk orang yg pernah membuatnya menderita itu.


Setelah puas dgn mencambuki Ronald, ia pun membuang cambuk itu dan menggantinya menggunakan sebuah belati. Seperti biasa, dia langsung menyayat tubuh Ronald seperti korbannya sebelum nya. Melihat itu membuat orang-orang yg ada di sana bergidik ngeri karena melihat kekejaman Lady mereka.


Ronald hanya bisa berteriak kesakitan karena mendapatkan siksaan dari Anastasia, ia tdk bisa melakukan apa-apa karena kedua tangan dan kakinya diikat. Setelah berhenti menyayat tubuh Ronald, Anastasia pun berdiri dan sedikit menjauh dari nya.


" Hemm... Apa lagi ya? " ucapnya tdk merasa bersalah. " Oh, aku tahu. Adrian siram dia menggunakan air garam. " ucapnya.


" Baik Lady." jawab Adrian.


Adrian pun langsung mengambil air garam yg di suruh oleh Lady nya, dan menyiramkan nya kpd Ronald.


" Arrrggghhh.. " jeritan Ronald memenuhi ruangan itu, ketika rasa sakit ia rasakan ketika Adrian menyiramnya menggunakan air garam.


Tdk ada rasa kasihan dimata Anastasia, ia hanya menatap Ronald sambil terus tersenyum.


" Bagaimana? Mau mempertimbangkan tawaran ku kembali, paman? " tanya Anastasia.


" Tdk akan, Kau.. Kau iblis. " ucapnya.


" Haah... Kau keras kepala sekali. " ucap Anastasia.


" Lady.. "


Semua orang langsung berbalik ketika mendengar seseorang memanggil Anastasia, disana Stev yg berjalan masuk ke tempat mereka. Stev yg baru tiba di kediaman langsung datang ke sana ketika mendengar teriakan seseorang.


Ia sangat terkejut karena melihat Lady nya sedang melakukan eksekusi disana, tapi karena itu hal yg biasa ia lihat karena itu ia tdk terlalu mempertanyakan itu.

__ADS_1


" Ah, waktu yg tepat Stev. Bisa kau panaskan lempengan besi utk ku. " pinta Anastasia.


" Baik Lady. " jawab Stev, ia pun langsung pergi utk melakukan apa yg di minat Lady nya.


" Hei Anastasia, apa yg mau kau lakukan?! " tanya Ronald.


Anastasia sama sekali tdk menjawab pertanyaan itu, ia hanya tersenyum melihat Ronald yg ada di depannya.


" Adrian, bisa bawakan tang utk ku. Dan kalian lepaskan ikatannya. " ucap Anastasia.


Para mafioso Anastasia langsung melepaskan ikatan Ronald dan dan menahannya agar tdk kabur. Setelah mendapat apa yg ia minta kpd Adrian, Anastasia berjalan semakin mendekat kearah pria itu.


" A.. Apa yg akan kau lakukan?! " tanya Ronald lagi.


Lagi-lagi Anastasia tdk menjawab pertanyaan itu, Anastasia langsung menjepit kukunya menggunakan tang itu dan menariknya dgn kasar. Ronald hanya meringis ketika Anastasia mencabuti kukunya satu persatu, gadis itu bahkan tdk terlihat takut tapi malah terlihat bersemangat.


" Bagaimana rasanya? " tanya Anastasia.


Ronald tdk mampu menjawab nya, ia hanya bisa merasakan sakit yg teramat karena apa yg Anastasia lakukan. Setelah itu Stev pun datang dgn besi panas ditangannya.


" Lady. " panggil nya membuat Anastasia menoleh.


" Hemm... Taruh itu di perutnya Stev. " ucapnya.


" Baik. "


Stev pun menyuruh salah satu mafioso yg menahan Ronald utk membuka bajunya, setelah itu Stev langsung menekan besi panas itu di tubuh Ronald.


" Uhh... Sepertinya sangat menyakitkan. " ucap Jordan.


" Kau mau mencobanya? " tanya Damian.


" Tentu saja tdk. " tolaknya dgn cepat.


Tentu saja, siapa orang yg mau merasakan itu, hanya orang gila yg berpikir itu hal yg menyenangkan.


" Apa kak Nana Baik-baik saja, ya? " tiada Sherly.


" Kurasa tdk, dia sekarang benar-benar seperti seorang psico. " jawab Veronica.


" Setuju. " sahut Katania.


Mereka hanya bisa melihat apa yg Anastasia lakukan kpd pria itu, sejujurnya mereka juga merasa agak ngeri melihat itu. Tapi apa yg bisa mereka lakukan, mereka lah yg jangan melihat itu, jika mereka ingin keluar pun tdk akan ada yg melarangnya.


Ronald yg terlihat semakin tdk berdaya di sana, hanya bisa mengasihani nasibnya sekarang ditangan gadis itu. Harusnya dulu ia tdk memperlakukan nya dgn kejam, jika tdk ia mungkin bisa menerima bantuan dari nya saat ini.


" Paman, kau belum mati kan? " tanya Anastasia.


" Bunuh aku sekarang, Anastasia." pintanya.


" Baiklah, tapi mari kita bersenang-senang dulu sebentar. "

__ADS_1


Anastasia kembali mengambil belati nya dan memotong jari-jari tangan Ronald, ia juga merobek mulutnya dan juga mencungkil matanya. Setelah selesai dgn itu ia juga merobek perut Ronald dan mengeluarkan isinya.


" Ugh... Sepertinya aku tdk akan berselera makan saat ini. " ucap Leo ketika melihat itu.


" Sepertinya aku mau muntah.. " ucap Jordan.


" Sherly kau baik-baik saja? " tanya Cassandra yg khawatir karena Sherly melihat itu.


" Apa? " tanya balik Sherly, ia menutup matanya menggunakan kedua tangannya.


" Tdk ada. Jgn membuka matamu jika kau tdk mau melihat nya. "


" Baiklah. "


Apa yg Anastasia lakukan tdk mungkin dibayangkan oleh orang lain, gadis yg terlihat lembut seperti Anastasia tdk mungkin melakukan hal itu menurut yg lain. Tapi apa yg ada di depan mereka saat ini adalah sisi lain dari Anastasia, sisi iblisnya yg tdk ia perlihatkan kpd orang lain secara cuma-cuma.


Melihat bagaimana Ronald berakhir dgn tragis di tangannya, membuat mereka yakin jika tdk ada yg boleh membuatnya marah, jika mereka tdk mau berakhir seperti itu.


" Eh..? Apa paman sudah mati? " tanya Anastasia. " Paman? " panggil nya.


" Sepertinya dia benar-benar tdk sadar. " all.


" Kurasa otaknya bermasalah. " batin Veronica.


" Nana, dia sudah mati. " ucap Damian.


" Haah... " tdk percaya.


" Dia mati. " ulangnya.


Mendengar itu wajah Anastasia malah berubah seperti ingin menangis, itu membuat mereka bingung dgn hal itu.


" A... Ada apa kak? " tanya Leo.


" Padahal aku baru mulai, kenapa dia sudah mati? " tanya Anastasia yg berusaha menahan rasa kecewa nya.


Mendengar itu mereka seperti ditimpa oleh sebuah batu besar.


" Baru mulai, bukankah kau sudah melakukan nya dari tadi. " all.


" Dia benar-benar tdk waras. " batin Jordan.


" I... Iya sudah lah kak, lebih baik kita pergi ke kediaman utama saja. " ajak Jordan.


" Baiklah. Kalian bereskan mayat pria itu. " ucap Anastasia.


" Baik Lady. " ucap mafioso nya.


Anastasia pun pergi ke kediaman utama nya setelah membersihkan tangannya dari darah Ronald, bersama dgn yg lainnya.


Mereka masih belum percaya dgn apa yg Anastasia katakan saat itu, yg bilang kalau ia baru mulai. Jika itu sudah dikatakan baru saja pemanasan lalu apa eksekusi yg sebenarnya.

__ADS_1


Mereka penasaran tapi juga tdk mau mengetahuinya, mereka sudah cukup dgn yg baru saja Anastasia lakukan.


__ADS_2