Mafia Girl

Mafia Girl
eps 38


__ADS_3

BRAAKK....


Semua orang langsung menatap kearah asal suara itu, mereka terkejut karena Anastasia sudah bangun dan berdiri disana. Aria dan Clara pun bangkit berdiri dari duduknya, saat melihat Anastasia.


" Apa yg kalian bicarakan itu benar?. " tanya Anastasia.


" Nana kau... " ucap Damian kembali terpotong Anastasia.


" Apa yg kalian cerita kan itu benar?. " Anastasia menatap mereka dgn tatapan tajam dan air mata yg berlinang.


" Kau... mendengar nya?. " tanya prensais.


" Semuanya, dari awal sampai akhir. "


" Anastasia, sayang. Tolong maafkan ayah dan ibu, kami tdk bisa mempertahankan mu waktu itu. Tolonglah beri kami kesempatan utk menebusnya. " ucap Aria lirih.


" Tahukah kalian bagaimana aku hidup selama 17 tahun itu? Tahukah kalian penderitaan yg kudapatkan selama ketiadaan kalian?. "


Air mata terus membasahi pipinya mulusnya. Clara juga tdk kuasa menahan tangisnya lagi, ia tdk sanggup membayangkan apa yg telah dilalui putri kecilnya itu.


" Tdk, Anastasia tolong beri kami kesempatan menebusnya. Kami tahu ini salah kami karena tdk mempertahankan mu. " ucap Clara.


" Kak Anastasia, kami mohon beri kami kesempatan. " ucap Sherly.


" Anastasia aku... " ucap prensais.


BUGH.....


Sebelum prensais menyelesaikan kalimatnya, Anastasia lebih dulu memukul perutnya. Prensais pun meringis kesakitan karena mendapatkan pukulan yg keras dari Anastasia.


Semua orang yg ada disana juga terkejut dgn apa yg dilakukan Anastasia, mereka tdk menduga kalau Anastasia akan melakukan hal itu.


" Kenapa? Kenapa kalian tdk mencari ku?! Padahal kalian tahu aku ada disini!!. " Anastasia semakin menagis histeris.


" Anastasia... "


Lagi-lagi ucapan prensais terhenti karena Anastasia tiba-tiba memeluknya dgn sangat erat.

__ADS_1


" Kenapa? padahal... padahal aku datang kesini karena mencari kalian, tapi kalian tdk menemuiku. "


Anastasia menagis terisak dlm pelukan Prensais, prensais juga membalas pelukannya. Memberikan rasa nyaman dan aman bagi Anastasia.


" Maafkan kami, Anastasia. " ucao Prensais.


" Kenapa? padahal sudah berjanji akan melindungi ku. " ucao Anastasia


Prensais melepaskan pelukannya dan tersenyum kpd Anastasia, ia mengusap air mata yg membasahi pipi nya. Ia tdk menyangka kalau Anastasia datang utk menemui mereka dan dia mau menerima mereka.


" Maaf, aku pikir kau akan membenci kami karena keluarga itu. " ucap prensais.


" Bodoh!! " teriak Anastasia sambil menangis.


Anastasia memukuli prensais yg telah berpikir kalau ia membenci mereka. Ia tdk mungkin membenci seseorang tanpa mendengar kan alasan mereka terlebih dahulu.


Aria dan Clara yg mendengar kalau Anastasia tdk membenci mereka menjadi sangat senang. mereka menghampiri nya dan memeluk Anastasia dgn erat, Anastasia juga membalas pelukan mereka membuat mereka semakin bahagia.


Sherly juga ikut memeluk Anastasia saat orang tuamu melepaskan pelukan mereka, Dan hari ini berubah menjadi hari yg membahagiakan bagi Anastasia dan keluarganya. Teman-teman nya juga ikut bahagia karena Anastasia mendapatkan keluarga nya kembali.


" Huaaa... Seneng banget. Akhirnya Nana kecil kita bisa bahagia. " ucap Veronika.


" Wahahaha.... kita harus merayakan nya, lagi pula yg sebelumnya juga belum dirayakan. " ucao Justic.


" Setuju!!. " ucap mereka kompak.


" Hei, apa yg kalian bicara kan?. " tanya Anastasia.


" Jika keadaan mu sudah membaik, bagaimana jika kita pergi liburan bersama?. " tanya Jeffry.


" Terdengar sangat menyenangkan. " ucap Zaroon.


" Baiklah, tapi siapa yg akan bayar?. " tanya Anastasia.


" Tentu saja kau dan Damian. " ucap mereka kompak.


" Haah... "

__ADS_1


" Sudahlah, lagi pula mereka telah bekerja keras sebelum nya. " ucap Damian merangkul Anastasia.


" Lalu bagaimana dgn aku dan kak Ren, apa kami juga diajak? " tanya Sherly.


" Tentu saja, kalian juga ikut. " ucap Anastasia mengacak-acak rambut Sherly.


Sherly merasa sangat kesal karena Anastasia mengacak-acak rambutnya, tapi ia juga senang karena ia akan pergi berlibur dgn kakak dan teman-temannya.


Aria dan Clara juga ikut senang, apalagi saat melihat Anastasia yg akrab dgn kedua putra putri, mereka meski baru saja mengetahui nya. mereka juga bersyukur karena Anastasia mendapatkan teman-teman yg baik dan peduli kpdnya. Apalagi seorang tunangan seperti Damian yg tdk pernah bermain-main dgn wanita.


" Kalau begitu, tolong jaga Anastasia salama kalian berlibur nanti ya, tuan Damian. " ucap Aria.


" Tentu saja kami pasti menjaganya, dan tolong panggil saya dgn nama saja, tuan Aria. " ucap Damian tersenyum tulus.


" Kalau begitu, panggil kami ayah dan ibu juga, lagipula kau akan jadi menantu kami. " ucap Clara.


" Baiklah ayah, ibu. " ucao Damian.


" Karena semuanya sudah terselesaikan kami akan pamit dulu, Anastasia jika kau mau tinggallah bersama ayah dan ibu. Tapi jika kau tdk mau, kau bisa mengunjungi kami kapanpun. " ucap Aria.


" Iya ayah, jaga kesehatan kalian. " ucap Anastasia.


Aria dan Clara pun pergi meninggalkan mereka di sana.


" Jadi adik ipar, kapan mau akan menikah adik kecilku?. " tanya Prensais.


" Kakak... " ucap Anastasia malu.


Pertanyaan itu membuat wajah Anastasia memerah seperti tomat, Anastasia pun mencubit Prensais karena menanyakan hal seperti itu. Hal tersebut kembali mengundang gelak tawa dari orang-orang yg ada disana.


" Kakak ipar dtk perlu khawatir, aku pasti akan menikahi nana kecilku secepatnya. Tentu saja, setelah dia membalas kan dendamnya. " ucap Damian percaya diri.


Anastasia menatap Damian tdk percaya dgn apa yg dia ucapan, tapi ia juga sebagai karena Damian berniat serius dengannya.


" Kalau begitu kutunggu ya. " ucap Prensais.


" Ya, ya. tunggu saja sampai tahun depan, karena balas dendam nya tahu depan. " ucap Anastasia datar.

__ADS_1


" Apa!!. " ucap Damian dan prensais bersamaan.


Padahal mereka sudah ingin menggelar pesta pernikahan utk Anastasia. Belum sempat mereka mendengar penjelasan dari nya, ia sudah lebih dulu pergi meninggalkan mereka semua.


__ADS_2