Mafia Girl

Mafia Girl
#Pertemuan kembali


__ADS_3

Suasana riuh khas nightclub menyambut kedatangan Megan saat berada ditempat yang benar benar tidak ingin ia datang itu. Semua mata langsung saja tertuju ke arahnya dengan tatapan penuh kegaguman akan kecantikan Megan.Bibir seksi dengan lipbalm tipis merah mudanya,long dress yang berwarna senada dengan bibirnya,alis lentik di atas mata hijaunya,menambah kesan lebih pada dirinya.Apalagi dengan high heels hitam dengan tinggi 10 cm yang ia kenakan. Menjadikan dirinya benar benar seperti orang yang sudah sangat dewasa.Untuk rambut panjang bergelombangnya,ia biarkan tergurai kebawah untuk sedikit menutupi leher jenjangnya.


Pandangannya ia edarkan keseluruh sudut ruangan.Mencari cari dua orang lelaki yang mengajak atau lebih tepatnya lagi memaksa dirinya untuk datang ketempat itu.Tetapi nihil! Mereka sama sekali tidak ada disana.Ntahlah apakah mereka belum datang atau mereka benar benar tidak datang!Kalau benar,siap siap saja keduannya akan mendapatkan tinjuan dari tangan Megan hingga membuat mereka tak bisa menggerakan sendi sendi maupun tulang tulang mereka untuk selama beberapa hari!Semoga saja itu tidak benar benar terjadi!


Untuk saat ini,Megan tak ingin ambil pusing terlebih dahulu.Percuma juga ia kembali karena dirinya sudah sudah masuk ketempat ini.Sebenarnya ia bukan tidak mau datang ke tempat ini.Tapi sangat mau!Sudah lama sekali dirinya tidak menginjakkan kakinya ditempat semacam ini.Ia sangat merindukan semua suasana yang ada.Entah itu suara musik yang berdentum keras,pencahayaan yang membuatnya pusing,atau hal yang lainnya seperti,,,,Wine,Vodka dan semacamnya.


Itulah yang membuat Megan sendiri enggan untuk mendatangi tempat ini.Saat dirinya sudah terlanjur masuk,ia pasti akan keluar dengan waktu yang begitu lama.Bahkan tak jarang pula dirinya sampai keluar dengan keadaan yang sudah tak sadarkan diri! Atau dalam keadaan mabuk!


"Ck!".Decaknya yang sudah mulai malas. Megan menjulurkan tangannya dan menarik kursi yang berada di depan meja bartender. Langsung saja ia menarik kursi itu dan menjadikannya sebagai tempat duduk sekaligus tempat bertunggunya.


"Perlukah aku menyiapkan sesuatu untukmu?".Tanya seorang bartender lelaki yang berada di depan Megan.


Megan pun mengangguk."Siapkan beberapa gelas wine".Jawabnya dan langsung diangguki oleh bartender itu.


Bartender yang diketahui bernama Joy,yang terlihat dari nametag-nya itu segera membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam sebuah ruangan yang mungkin hanya khusus dimasuki oleh para pegawai saja.Selang beberapa menit,Joy kembali dengan sebuah nampan dan delapan gelas yang berisi wine diatasnya.

__ADS_1


Rasa senang menyelimuti wajah Megan


saat gelas gelas itu ditempatkan tepat di depannya.Warna merah yang sangat ia rindukan itu benar benar membuat hatinya terasa sangat senang!Tangannya pun meraih satu dari banyaknya gelas itu dan meminumnya dengan sekali tegukan.Tanpa meninggalkan noda sedikit pun di dalamnya.


Entah apa yang akan diucapkan oleh Delvin dan Anton saat mengetahui bahwa Megan telah bersenang senang lebih dulu sebelum mereka datang.Tapi tangan dan mulut Megan tak bisa berhenti saat rasa yang sangat ia rindukan selama beberapa bulan terakhir ini sudah memenuhi seisi perutnya.Untunglah wine hanya memiliki kadar alcohol yang rendah.Jadi ia tidak akan langsung dibuat mabuk.Tenang saja,karena Megan sendiri termasuk kedalam orang yang kuat minum!


Saat Megan hendak meneguk gelas terakhirnya,iapun menghentikan gerakannya itu saat tiba tiba saja ia merasakan kehadiran seseorang dengan aroma yang sangat memabukkan melebihi minuman yang ia pegang saat ini.Wangi parfumnya benar benar memenuhi seisi indra penciuman milik Megan.


"Butuh seseorang untuk menemani,nona?". Seru seorang lelaki yang sudah berdiri di samping tubuh Megan.Dan oh,,,!!Suaranya itu terdengar sangat seksi!


Megan mengalihkan pandangannya.Menatap intens pada lelaki yang juga sedang menatap kearahnya dengan keningnya yang terlihat mengkerut.


"Apakah kau benar benar melupakanku?". Tanyanya memastikan.Megan pun hanya mengangguk patuh sebagai jawaban.


"Dan bagaimana dengan mereka?".Ujarnya dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah sofa yang berada di sudut ruangan.Tepat pada tiga orang lelaki yang sudah benar benar dalam keadaan mabuk parah!

__ADS_1


Kedua mata Megan membulat sempurna saat sudah mengamati satu persatu para lelaki yang berada duduk bersebrangan dengannya itu.Ia mengalihkan pandangannya kembali pada lelaki yang masih menatap lekat ke arahnya itu.Sekarang Megan ingat, lelaki yang mengajaknya bicara itu adalah lelaki yang pernah ia temui di jalan saat ia sedang berolahraga.Lelaki yang memiliki netra coklat terang dengan banyak rahasia dan kepedihan didalamnya.


"Akhirnya kau ingat juga!".Ujarnya dengan sebuah helaan nafas.


Rasa tidak percaya kini hinggap di benak Megan.Apakah lelaki yang berada di pandangannya itu adalah lelaki yang sama dengan lelaki yang ia temui saat kemarin malam?Mereka memang memiliki wajah yang sama,tetapi dari sifat dan penampilan dari keduannya sangatlah berbeda.Bahkan sangat jauh berbeda.Dari penampilan yang tadinya urakan,kenapa bisa berubah drastis seperti ini?!


"Apakah benar kau adalah orang yang sama?". Megan memandangi lelaki yang berada di depannya dengan mata memicing.Mulai dari jas abu abu yang terpasang rapi,sepatu kulit yang masih nampak mulus,dan rambut licin yang disisir kebelakang.Lelaki ini tampak lebih dewasa dan bermartabat dari lelaki yang ia temui sebelumnya!


"Apakah kau meragukannya?".


"Tentu saja!Karena kau terlihat seperti orang yang sama sekali tidak bisa dipercaya". Megan hendak meminum wine pada gelas terakhirnya tetapi gelasnya itu langsung saja berpindah kepemilikan saat Megan benar benar tidak menggenggam barang yang seharusnya menjadi miliknya itu.


Megan menatap kesal pada lelaki itu. Apalagi dengan lancangnya lelaki itu langsung meneguk habis gelas terakhir milik Megan.


"Kenapa?Apakah ada masalah?".Tanyanya sambil menyimpan gelas yang sudah kosong itu ditempatnya tepat di atas meja.Megan memalingkan wajahnya sambil berucap 'Tidak!'.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu terima kasih untuk pembicaraan yang singkat ini.Tapi maaf aku harus pergi". Pamitnya segera."Dan satu lagi,tidak baik bagi seorang perempuan untuk minum sebanyak itu!".Ingatnya dengan nada sensual tepat di samping telinga Megan. Membuat sebuah getaran aneh pada keduannya saat sebuah hembusan angin seperti menelusuk keduannya.


Megan hendak mengangkat suaranya.Tetapi ia tidak melihat keberadaan lelaki itu. Matanya terus saja bekerja,berusaha mencari keberadaannya.Tetapi tetap,tidak ada!Ketiga lelaki yang tadinya terduduk di sofa sudut ruangan pun ikut pergi entah kemana.Dari ruangan yang tidak terlalu besar ini,kemana perginya mereka berdua?!


__ADS_2