
Kambali ke sekolah, setelah jam pelajaran berakhir, Vero dan yg lainnya langsung pergi ke UKS utk menjemput Sherly.
" Hemm.... Menurut kalian, kemana kak Nana pergi, ya? " tanya Jordan.
" Tdk tahu, tapi seperti dia benar-benar bosan di sini. " jawab Katania.
" Sudahlah kita jemput Sherly dulu. " ucap Leo.
Mereka pun sampai di depan pintu UKS, Cassandra langsung mengetuk pintu itu, dan keluarlah Sherly dari dlm sana.
" Kak Sandra, dimana kak Nana? " tanya Sherly.
" Entahlah, dia pergi saat jam pelajaran dimulai. " jawab Cassandra.
Sherly menghela nafas lega karena tdk ada Anastasia, jika ada dia pasti sudah bertanya berbagai macam hal tentang kenapa dia pergi ke UKS. Veronica mengernyitkan dahinya ketika menyadari perban di tangan Sherly, seingatnya waktu masuk sekolah tangannya tdk di perban begitu.
" Sherly, kenapa dgn tangan mu? " tanya Veronica.
Pertanyaan itu sontak membuat yg lainnya menyadari hal itu, mereka mulai mengajukan berbagai pertanyaan kpd Sherly.
" Ah, i.. ini itu... Waktu di toilet aku terjatuh karena lantai licin. " dustanya.
" Kau yakin hanya itu, kau tdk sedang membohongi kami kan? " tanya Leo.
" Iya, jgn khawatir. Lagi pula ini hanya luka ringan. "
" Kalau begitu ayo kita pulang. " ajak Adrian.
Mereka pun pergi dari sana dan pulang ke kediaman. Saat mereka sampai di monsion Anastasia, mereka juga melihat Anastasia dan Damian yg baru sampai dan pergi ke arah bangunan lain di sana.
" Kak Nana dan kak Damian mau ke mana? " tanya Jordan.
" Hemm.... Kalau tdk salah, itu tempat kita mengurung orang itu, kan. " ucap Adrian.
" Sepertinya Nana akan melakukan eksekusi di sana. " ucap Cassandra.
" Banar kah, aku mau lihat. " Leo yg antusias langsung berlari menyusul Anastasia pergi ke tempat itu.
Yg lainnya juga ikut kesana karena penasaran dgn apa yg akan Anastasia lakukan, Veronica sendiri meminta Sherly utk pergi ke monsion saja tapi dia malah menolak. Karena Sherly yg tdk mau mendengar kan ucapan nya, Veronica pun hanya pasrah dan membiarkan nya utk melihat.
Meski begitu Veronica meminta Sherly menyiapkan mentalnya ketika melihat apa yg ada di dlm sana, bagaimana pun Sherly tdk pernah melihat apa yg Anastasia lakukan setelah kejadian Kayli waktu itu. Ia yakin kalau eksekusi kali ini lebih mengerikan dari pada waktu itu.
" Kak Nana, Kak Damian. " panggil Leo.
__ADS_1
Anastasia dan Damian langsung menghentikan langkah mereka ketika mendengar panggilan itu, mereka menoleh dan melihat Leo dan yg lainnya menghampiri mereka.
" Ah, kalian sudah pulang. " ucap Anastasia.
" Iya, kami mau ikut kak, boleh kan? " tanya Leo.
" Terserah. "
Mereka pun kembali melangkah ke tempat pria itu ~ Ronald Akashia ~ berada.
" Bagaimana keadaan pria itu? " tanya Damian kpd mefioso yg menjaganya.
" Dia baik-baik saja, tuan. " ucap mafioso itu.
" Buka pintunya. "
Mafioso itu pun langsung membuka pintu itu utk Damian dan Lady mereka, beberapa ikut masuk ke sana utk berjaga-jaga jika mereka membutuhkan bantuan. Damian mesuk kesana diikuti yg lainnya, ia melihat pria itu diikat terlentang di tembok sana.
Pria itu langsung membuka matanya ketika mendengar suara pintu terbuka, ia melihat seorang pria dan beberapa orang yg masuk ke sana.
" Lama tdk bertemu, ya. Tuan Ronald Akashia. " sapa Damian.
" Kau.. Tuan Damian, apa maksud mu melakukan ini kpd ku?!" tanya Ronald.
" Apa?! "
Matanya terbelalak ketika melihat seorang gadis~Anastasia~ yg berjalan keluar dari belakang Damian, gadis yg ia cari selama ini. Gadis itu terus tersenyum kpdnya dan duduk di kursi di depannya, yg lainnya pun ikut duduk dikursi yg disediakan oleh mafioso Anastasia.
" Hai paman, lama tdk bertemu. Cuaca hari ini indah, ya. " sapa Anastasia dgn senyuman mengiringi.
" K.. Kau Apa yg kau lakukan? " tanyanya.
" Aku datang utk memberi mu penawaran." ucap Anastasia.
" Penawaran?"
" Iya, aku akan membantumu, mari kita berteman. "
Ronald tdk mengerti dgn perkataan Anastasia, tapi yg paling membuatnya terkejut adalah kenapa dia bisa ada di hadapan nya sekarang.
" Tapi sebelum itu, aku ingin menanyakan beberapa hal. " ucap Anastasia lagi.
" Haah... Apa yg kau ingin tanyakan, dan bisa kah kau melepaskan ku. Kau bertindak tdk sopanan kpd orang yg lebih tua. " ucap Ronald.
__ADS_1
" Yg ku lakukan hanya utk mengingatkan mu, bukankah itu juga yg kau lakukan kpdku dulu. Baiklah, mari ke pertanyaan nya saja. Paman, apa kau yg membunuh kakek lin? "
Wajah Ronald langsung menegang ketika mendengar pertanyaan itu, bagaimana gadis di depannya itu bisa tahu? Itu lah yg ia pikiran. Wajah panik Ronald Akashia membuat Anastasia yakin jika dia mengetahui sesuatu, karena itu lah ia tdk langsung mengeksekusi pria di depan nya itu.
Sedangkan yg lainnya juga terkejut karena pertanyaan yg dilontarkan oleh Anastasia. Tapi Ronald masih membisu ketika mendengar pertanyaan itu.
" Tdk usah berbohong, paman. Aku sudah tahu kau yg melakukan nya. Caramu saat memberikan perintah sangat hebat, bahkan tdk ada yg mencurigai mu. Kau melakukan nya utk keuntungan mu sendiri, kan? " ucap Anastasia.
" Apa yg kau maksud?! mana mungkin aku membunuh ayahku sendiri!! " bantah Roland sambil meninggikan suaranya.
" Baiklah, kita ganti pertanyaan nya. Paman, utk apa kau menangkap para gadis yg tdk punya keluarga? Apa kau menangkap mereka utk dijual? "
" A.. Apa yg kau bicarakan?! Kau pikiran aku menjual manusia, begitu?! "
Ronald semakin gugup dgn setiap pertanyaan dari Anastasia, jika dia tertangkap melakukan itu. Maka dia bisa saja ditangkap polisi karena menjual manusia utk di ambil organ nya, atau menjualnya ke rumah pe****r.
" Aku sudah pergi ke markas Black Eye, lo. Black Eye. Aku menemukan gadis-gadis muda yg sudah tdk memiliki keluarga disana, tentu saja dari yg ku dengar dari salah satu anak buah Black Eye, bahwa mereka akan di jual. Aku tdk marah, lo. Aku cuma mau memastikan. " ucap Anastasia.
" Utk apa kau memastikan hal itu?" tanya Ronald dgn kegugupan yg semakin bertambah.
" Paman, kau akan mendapatkan hukuman dan kemudian terlahir kembali. Dgn begitu kita bisa berteman." Anastasia tersenyum dgn senyuman yg mengerikan bagi Ronald.
Tubuhnya mulai gemeter karena menebak-nebak apa yg akan gadis itu lakukan. Jika ia mengingat lagi, apa gadis itu akan membalasnya karena apa yg dia lakukan dulu kpdnya? Jika benar apa yg membuat gadis itu bisa seberani ini utk melakukan nya.
" Jika kau mengambil nyawa orang yg tdk bersalah dan tdk menerima hukuman, maka orang yg terbunuh itu tdk akan tenang. " ucapnya lagi.
" A.. Apa yg akan kau lakukan? " Sekujur tubuh Ronald sekarang semakin gemeteran, ia tdk tahu apa yg dipikirkan gadis itu.
Sedangkan yg lainnya malah diam seolah mereka hanya melihat sebuah opera yg menyenangkan.
" Hemm... Aku bisa mencungkil mata mu. Membelah perutmu dan mengeluarkan organ dlm mu. Aku akan menyiksa mu sesuai jumlah orang yg kau bunuh, kalau kau sudah merasakan sakit dan menderita maka kau akan diampuni. " ucap Anastasia menyeringai.
" Ka... Kau sudah gila!!, kekuasaan apapun yg kau miliki sekarang kau tetep tdk akan bisa lepas dari hukum jika kau melakukan ini!! " ucap Ronald.
" Hemm... Bagaimana dgn mu sendiri? Kau sudah banyak melakukan kesalahan tapi hukum tdk menangkapmu. Lagi pula, aku tdk perlu khawatir. Saat ini kota ini milikku dan negara ini berada dlm kekuasaan ku, dan aku juga punya kak Ian di sisiku. Apa menurutku hukum disini berani menangkap Leader mafia no 1 dan 2 dunia? " Anastasia semakin menyeringai.
Ia sangat menikmati ekspresi putus asa dari pria dihadapannya itu, sudah lama ia ingin melakukan itu. Ketika ia mengingat bagaimana ia pernah memohon di bawah kakinya agar ia tdk menyiksanya, tapi apa yg pria itu dan keluarga nya lakukan.
" Ka.. Kau? Apa maksud mu? " tanya Ronald tdk percaya.
" Seperti yg kau dengar, jadi bagaimana menurutmu, apa kau akan menerima tawaran ku?" tanya Anastasia.
" Tdk sudi aku tunduk kpdmu, lebih baik kau melepaskan ku selagi kau punya kesempatan. " ucapnya.
__ADS_1
" Sepertinya kita tdk bisa berteman, sayang sekali. "