
Anastasia menatap wanita yg berani memotong ucapan nya dgn tatapan dingin, ia sama sekali tdk tertarik dgn apa yg dibicarakan oleh wanita itu. Alasan mengapa ia disisi juga karena Stev yg memintanya, tapi ia malah harus bertemu dgn orang yg tdk menyenangkan.
" Apa maksudmu, nona?. " tanya Anastasia dingin.
" Huh, betapa tdk tahu dirinya kau. Aku adalah kekasih dari prensais, karena itu kau harus pergi. " ucap Siera dgn sombong.
Anastasia mengernyit kan dahinya, kenapa ia harus bertemu dgn orang-orang yg menyebut mereka sebagai kekasih dari seseorang, memangnya ia peduli.
" Hei, dengar ya, nona. Aku kesini karena ingin bertemu dgn tuan prensais, bukan menggoda nya. Jadi kau tdk perlu khawatir, toh aku tdk perduli dia siapa. " ucap Anastasia malas.
" Cih, dasar sok baik. Bilang saja jika kau juga ingin memiliki prensais. " ucap Siera kesal.
" Sudah ku bilang aku tdk peduli, aku juga tdk mau berurusan dgn pe****r seperti dirimu. "
" Berani nya kau bicara seperti itu padaku!! apa kau tahu siapa aku, hah!? " bentak Siera emosi.
Karena ucapan Siera, mereka pun menjadi pusat perhatian, Para karyawan juga disana juga mulai membicarakan mereka. Anastasia sama sekali tdk peduli dgn apa yg diucapkan oleh orang-orang itu, yg ia inginkan adalah cepat-cepat menyingkirkan wanita dihadapannya.
Mendengar keributan itu, Clara dan Sherly pun menjadi penasaran. Mereka pun menghampiri kerumunan itu dan melihat apa yg terjadi, Clara melihat bahwa putri tercinta nya tengah beradu mulut dgn seorang wanita. Ia tdk ingin Anastasia menjadi sedih karena itu ia mencoba melerai mereka.
" Ada apa ini?. " tanya Clara.
Suara Clara membuat semua mata yg ada disana tertuju kpd nya, wanita itu juga terkejut karena Clara ada disana. Tapi ia mencoba memanfaatkan nya utk mengusir Anastasia.
" Ya ampun, nyonya Clara. Maaf sekali saya tdk tahu anda ada disini. Saya hanya mencoba membuat wanita penggoda ini pergi. " ucap Siera pira-pura baik.
" Siapa yg kau maksud wanita penggoda, nona. " tanya Clara.
" Tentu saja dia. " ucap Siera menunjuk Anastasia.
Anastasia tdk menanggapi ucapan dari Siera, ia hanya memasang wajah datar dan memperhatikan apa yg akan wanita itu lakukanlah. Clara yg mendengar hinaan dari wanita itu kpd putri nya sangat marah, tapi ia mencoba menahannya karena ia tdk mau membuat Anastasia merasa dimanfaatkan.
" Jaga bicara anda, nona. Dia datang bersama ku. " ucap Clara.
__ADS_1
Siera terkejut dgn apa yg diucapkan oleh Clara, bagaimana bisa Anastasia datang bersama nya.
" Maksud anda apa, nyonya?. " tanya Siera.
" Kak itu datang bersama kami, dia telah membantu kami dan dia juga memiliki urusan disini. " ucap Sherly angkat suara.
" Nyonya Clara, nona Sherly, jgn terlalu percaya dgn penampilan luarnya. Dia adalah wanita yg tdk tahu malu. " ucap Siera memprovokasi.
" Siapa kau berani mengkritik ku seperti itu?. " ucap Anastasia dingin.
Tatapan tajam nya tdk luput dari penglihatan orang-orang yg ada disana, membuat mereka gugup saat melihat Anastasia.
" Aku adalah nona pertama keluarga Arian, dan juga pewaris perusahaan Arian Comleny. " ucap Siera dgn bangganya.
" Lalu kenpa jika kau Nona muda keluarga Arian?. "
Ucap seseorang yg berjalan kearah kerumunan itu, para karyawan pun langsung membuka kan jalan utk nya. Dia adalah Prensais CEO Diamond Comleny.
" Ibu, Sherly, kenapa kalian tdk menghubungi ku jika mau kemari, aku bisa meminta seseorang utk menjemput kalian. " ucap prensais.
" Prensais, akhirnya kau menemuiku. " ucap Siera bergelayut manja ditangan Prensais.
" Kak, kau mengenal wanita itu?. " tanya Sherly.
" Biar ku tebak, dia kekasih mu?. " ucap Anastasia dgn datarnya.
" Bukan, dia bukan siapa-siapa. " ucap Prensais datar.
Sebenarnya ia terkejut karena melihat Anastasia ada di perusahaan nya, terlebih lagi ia dikelilingi oleh para karyawan nya dan sedang beradu mulut dgn wanita yg selalu mengejar-ngejarnya
" Prensais, kenapa kau bicara seperti itu?. " tanya Siera.
" Karena kita memeng tdk punya hubungan apa-apa, Siera. " ucap Prensais.
__ADS_1
Siera kesal karena prensais tdk pernah membalas cintanya, padahal ia sudah mencintai nya sejak dulu. Ia juga pernah mengungkapkan perasaan nya, tapi ia ditolak oleh prensais.
" Kenapa kau tdk pernah menerima ku? Apa karena wanita murahan itu, kau tdk pernah memandang ku?. " ucap Siera frustasi.
" Siera, jaga bicara mu. Apa kau tahu siapa dia?. " bentak prensais.
" Memangnya siapa dia, hah?!."
" Nona..."
Tiba-tiba saja Stev muncul dibalik orang-orang yg ada disana, mereka penasaran kenapa Stev memanggilnya nona. Mereka tahu jika Stev adalah wakil CEO dari perusahaan Anastasia, tapi mereka tdk mengenali Anastasia.
" Nona, maaf karena tdk menjemput anda. " ucap Stev sedikit membungkukan tubuhnya.
" Lupakan. " ucap Anastasia datar.
" Siapa kau? kenapa kau memanggil wanita murahan itu dgn sebutan,nona?. " tanya Siera.
" Maaf nona, tolong jaga bicara anda. " ucap Stev mengepalkan tangannya, ia tdk Terima Lady nya dihina.
" Memangnya kenapa?. " ucap Siera meninggikan suaranya.
" Sepertinya aku harus memperkenalkan diriku terlebih dahulu. " ucap Anastasia menyeringai. " Aku Anastasia Zaffrina Chelsea Chornelia, CEO dari perusahaan CA Corps. " lanjut nya.
Semua orang terbelalak mendengar apa yg baru saja Anastasia ucap kan, mereka tdk menyangka kalau gadis yg semuda itu adalah CEO perusahaan, yg bisa langsung berada di peringkat tiga perusahaan paling berpengaruh dlm waktu setengah tahun itu. Tapi yg paling membuat mereka tercengang adalah nama Anastasia yg sama dgn seluruh keluarga Chornelia.
Wajah Siera berubah pucat setelah mendengar hal itu, ia tdk tahu bahwa wanita yg ia hina adalah CEO perusahaan besar, dia tambah nama Anastasia sama dgn keluarga orang yg ia cintai.
" Ba... Bagaimana nama mu bisa sama dgn nama keluarga Prensais?. " tanya Siera gugup.
" Mana ku tahu, ibuku yg memberi nama itu. " ucap Anastasia malas.
" Kau jgn bercanda. kau pikir dgn menyebutkan nama yg bukan tentu milik mu bisa membuatku takut, apa lagi dgn mengaku sebagai orang lain, bisa membuatku percaya!." ucap Siera tdk percaya.
__ADS_1
" Terserah. " ucap Anastasia datar.
" Wanita murahan, kau pikir kau pantas bersanding dgn ku. Apa keluarga mu tdk mengajar kan mu tentang rasa malu!." ucap Siera menghina.