
Setelah keluar dari rumah keluarga Akashia, mereka keluarga dari sana dgn gembira. Vero dkk terus saja mengoceh tentang apa yg terjadi tadi, begitu pun dgn Sherly dan Cavita. Mereka benar-benar kelihatan sangat lega. Aneh memang, Anastasia yg mengalami semua itu tdk merasa terlalu lega atau bahagia, tapi kosong.
" Awalnya aku ingin membalas keluarga ini, sekarang semuanya berakhir. Setelah ini apa yg harus ku lakukan?? Apa tujuanku selanjutnya?? Aku tdk bahagia atau sedih, tapi sangat kosong. Tujuan ku saat ini sudah hilang. " batin Anastasia.
Anastasia berhenti di tengah-tengah jalan melewati taman depan keluarga Akashia, dia menatap kolam yg ada di sisi nya. " Apa yg harus ku lakukan selanjutnya?? " pikirnya.
Damian yg merasa Anastasia tdk mengikuti mereka berhenti, ia melihat Anastasia yg diam dan manatap kolam dgn pandangan kosong. Yg lain juga ikut berhenti bersama dgn Damian.
" Nana. " panggil Damian.
Lamunan Anastasia buyar ketika mendengar Damian memanggilnya, ia menoleh ke arah teman-teman nya yg menunggu sambil tersenyum kearahnya.
" Ayo pulang bersama, Nana. " ucap Vero dkk sambil mengulur kan tangannya.
Anastasia melebarkan matanya yg sedikit berkaca-kaca, akhirnya ia tahu apa jawaban dari pertanyaan nya barusan. " Ternyata begitu, ya. Tentu saja seperti itu, aku akhirnya mengerti. Selama ini tujuan ku bukan cuma itu saja. Tapi membuat keluarga yg bisa menerima ku, menjaga mereka, juga bersama dgn mereka selamanya. " batin Anastasia.
Damian pun ikut mengulurkan tangannya kpd Anastasia, mengajaknya pergi dari sana bersama mereka. Anastasia tersenyum dgn sangat manis, ia pun menggenggam tangan Damian dan berlari menyeretnya pergi.
" Ayo kenapa kalian diam sana. " ucapnya saat melewati teman-teman nya sambil menyeret Damian.
Mereka ikut berlari mengejar Anastasia dan Damian, mereka juga tertawa dgn sangat gembira, apa lagi Anastasia.
Di tempat Jordan dkk berada, mereka sudah melihat semuanya dgn sangat jelas. Mereka juga ikut terkejut dgn rekaman yg selama ini di sembunyikan Anastasia. Tapi akhirnya mereka bisa kembali dgn istirahat dgn tenang.
" Wuaaa...... Akhirnya selesai, pulang yuk. " ajak Jordan.
" Oke. " sahut Jeffry.
" Iya, lagipula tugas sudah selesai. " ucap Stev.
Mereka pun pergi dari sana, meninggalkan semua yg masih bingung dgn apa yg terjadi. Saat mereka keluar dari gedung itu Jordan tiba-tiba saja berhenti di sana.
" Hei, what's worng?? " tanya Jeffry.
Jordan tdk menjawab pertanyaan Jeffry, ia menatap dingin kekiri mereka. Stev dan Jeffry pun ikut menoleh ke sana, mereka melihat seorang perempuan yg tersenyum senang melihat Jordan.
" Jordan. " panggilnya dgn sangat senang.
" Siapa dia, Jordan?? " tanya Stev.
" Bukan siapa-siapa, ayo pergi. " sahut Jordan.
Mereka hendak pergi dari sana, tapi perempuan itu mencekal tangan Jordan dan menahan nya.
" Jordan, Jordan. Apa kau masih marah?? Aku kan sudah minta maaf, apa kau tdk bisa memaafkan ku?? " tanya perempuan itu dgn wajah sedih.
" Menurutmu?? " tanya Jordan dingin.
" Jordan, aku benar-benar minta maaf. Aku terpaksa melakukan nya, kau tahu kan ibuku harus di oprasi. "
Perempuan itu menunjukkan wajah memelas, agar Jordan bisa memaafkan nya dan menerimanya kembali. Tapi Jordan malah tertawa dan menatapnya dgn sinis.
" Pikirkan lagi perkataan mu, Keysha." ucap Jordan. " Kau bilang ibumu perlu di oprasi, padahal kau tahu aku bisa membantumu. Tapi apa yg kau lakukan, hah?? Kenapa kau tdk mengatakan nya padaku?? "
__ADS_1
Jordan terdengar kecewa mengatakan itu, entah apa yg terjadi di antara mereka Stev dan Jeffry tdk mau ikut campur.
" Tapi aku... "
" Tapi kau tdk mengatakan nya. " potong Jordan. " Kau malah pergi kepada orang lain utk membantumu. "
" Tapi aku tdk punya pilihan, Jordan. Pria itu mengancam akan menyakiti ibuku jika aku tdk melakukan nya. "
Perempuan yg bernama Keysha itu mulai menangis kpd Jordan, membuatnya terlihat menyedihkan.
" Kau tahu pasti aku bisa membuat pria itu mati jika aku ingin. " sahut Jordan.
" Hei kawan, kita harus pergi. Jika tdk kita bisa di kunci di luar. " potong Jeffry.
Jordan mengangguk dan hendak pergi, tapi key tetap menahannya agar tdk pergi.
" Key, lepaskan tangan ku. "
" Tdk, aku tdk akan melepaskan mu lagi. Aku mohon Jordan, aku mencintaimu. Tolong kembalilah padaku. " pintanya.
Sebelum Jordan kembali bersuara, sebuah mobil berhenti di sisinya, diikuti oleh beberapa mobil lain dibelakang nya. Saat kaca mobil dibelakang diturunkan, nampak lah Anastasia dan Damian di dlm sana.
Iyap, mereka sengaja ke sana karena tahu Jordan dkk belum pulang. Kaca depan pun ikut turun dan terlihat lah Ryuzen yg duduk di kursi pengemudi.
" Jordan, masuk. " suruh Ryuzen yg selalu dgn wajah dinginnya.
" Apa yg kakak lakukan di sini?? "
Anastasia melirik tangan Jordan yg masih di pegang oleh key, ia menyipitkan matanya melihat itu. Key pun masih diam karena terkejut melihat Anastasia disana.
" Jordan, ku peringatan kau utk menjauh dari perempuan itu. " ucap Anastasia datar.
" Anastasia?? " gumam Keysha.
" Kak Nana tdk perlu khawatir, aku tdk punya hubungan apapun dgn dia. " ucap Jordan.
" Bagus, kalau begitu masuk. "
Keysha masih enggan melepaskan tangan Jordan, tapi ia menatap Anastasia heran. Meski dia tahu kalau Anastasia sudah kembali dan membalas keluarga Akashia, tapi apa hubungannya dgn Jordan.
" Apa maksud mu, Anastasia?? Kenapa kau menyuruh Jordan pergi?? " tanya Keysha.
" Kau tdk dengar apa yg kakaknya katakan, kah. Dia menyuruh Jordan pulang, dan aku juga akan pulang. "
" Dia kakak Jordan. " ucap Keysha menatap Ryuzen. " Tapi kami belum selesai bicara!! "
" Tdk, kalian sudah selesai. Sekarang masuk. " ucap Ryuzen dingin.
" Tdk, kami belum selesai. Anastasia kau temanku tolong bantu aku. "
Anastasia tertawa sinis mendengar itu, benarkah teman. Itukan yg dipikirkan Keysha. Anastasia pun berubah menatap nya dingin.
" Setelah kau membantu Stella melempar ku ke ranjang orang lain, kau masih menganggap ku teman?? "
__ADS_1
" I.. Itu... "
" Pergilah dan jauhi Jordan serta orang-orang ku, atau kau ingin ku lempar kelaut seperti pria yg kalian suruh waktu itu. "
Jordan pun melepaskan tangan Keysha dan masuk ke dlm mobil, ia duduk di samping Ryuzen yg sedang mengemudi.
" Lah, terus kita gimana?? " tanya Jeffry.
" Kak Jeff, kak Stev. Kalian sama kami aja. " ucap Sherly di belakang Anastasia.
" Terus mobilnya?? " tanya Stev.
" Biar orang kita saja yg bawa. " sahut Anastasia.
Mereka hanya mengangguk dan akhirnya pergi menggunakan mobil yg dibawa Sherly dan Cavita. Meninggalkan Keysha yg menangis menyesali semua perbuatan nya dulu.
Saat mereka sampai di rumah, Anastasia melihat bibi Rin, Violetta, Diana dan Lucas menunggu kedatangan mereka. Diana pun langsung berlari dan memeluk Anastasia ketika dia turun dari mobilnya.
" Eh, Diana. Bukankah kau sudah janji tdk akan berlari seperti itu lagi. " ucap Anastasia.
" Diana sedih, kak Nana disakiti orang-orang jahat itu. " ucapnya sambil menangis.
Anastasia pun menghela nafas nya, harusnya dia bilang kpd bibi Rin harus membuat Lucas dan Diana tidur dulu sebelum melihat nya. Ia pun mengusap kepala Diana dgn lembut dan tersenyum.
" Diana jgn nangis, kak Nana kan baik-baik saja sekarang. Nah, ayo masuk, diluar dingin. " ucap Anastasia.
Ia pun menuntun Diana utk masuk ke dlm, ia tahu gadis kecil itu pasti takut melihat itu.
" Nana, apa kau benar-benar mengalami semua itu?? " tanya bibi Rin menangis seperti Diana.
" Iya bibi. "
" Astaga, kenapa kau tdk memberitahuku. "
" Tdk apa-apa, bibi. Semuanya sudah berakhir. "
" Kak Nana, tdk apa-apa?? " tanya Violetta.
" Hemm... Iya. "
" Kak Nana harus menyatakan padaku kalau ada yg mengganggu kak Nana lagi. Aku akan melindungi kak Nana. " ucap Lucas dgn wajah yg serius.
Membuat nya terlihat lucu dgn itu, Anastasia hanya tertawa kecil mendengar itu ia tahu Lucas pasti akan mengatakan itu.
" Maaf sekali, Lucas. " ucap Damian, ia merangkul Anastasia. " Tapi aku yg akan melindungi Nana kecilku. "
Ucapan Damian membuat Lucas kesal, wajahnya terlihat sangat lucu ketika sedang marah. Anastasia pun berjongkok dan memeluk Lucas dgn erat.
" Mm... Kenapa kau sangat lucu?? " tanya Anastasia.
" Kak... Kak Nana, jgn memeluk ku seperti itu. Aku sudah besar. " ucap Lucas, wajahnya berubah semerah tomat.
Dan sekarang giliran Damian yg mengeluh karena Anastasia memeluk Lucas seperti itu. Yg lainnya pun tertawa karena melihat tingkah Lucas, Damian dan Anastasia, mereka selalu saja saling menggoda satu sama lain. Akhirnya mereka pun masuk ke dlm, bibi Rin pun menginap di sana karena Anastasia tdk tega membiarkan bibi Rin pulang saat hari sudah larut.
__ADS_1