
" Kalau begitu baiklah. Sebagian ganti hukuman nya, pergilah ke negara K. Mata-matai keluarga Akashia, dan jgn kembali sampai aku mengijinkannya. Jika tdk, maka keluarga mu juga akan mendapatkan akibatknya. " ucap Anastasia dingin.
" Ba.. baik nona. " ucap Gray
Ia merasa lega karena Anastasia tdk membunuhnya, setidaknya ia masih bisa bertemu dgn keluarga nya. Ia berjanji akan setia kpd Anastasia karena telah memeberikannya kesempatan.
" Baiklah mari kita mulai, nona Kayli. " ucap Anastasia dgn seringai nya.
" Veronica, cambuk dia. "
" Dimengerti. " Veronica memang sudah dari tadi ingin menghajar wanita itu.
Veronica mengambil sebuah cambuk, ia berjalan kearah Kayli dgn senyuman yg mengerikan. Ia pun mulai mencambukinya, Kayli berteriak kesakitan karena Veronica terus mencambukinya tanpa ampun. Setelah cukup lama Anastasia pun menghentikan Veronica.
" Berhenti. " ucap Anastasia.
Veronica pun menghentikan cambukan nya, dan mundur beberapa langkah. Anastasia bangkit berdiri dan menghampiri Kayli, wanita itu terlihat sangat mengerikan. Luka cambuk diseluruh tubuhnya dan pakaian yg ia pakai juga robek karenanya.
" Apa kau mengerti apa kesalahan mu, nona Kayli? " tanya Anastasia.
" Kau, wanita iblis. Bisa-bisa nya kau terlihat begitu gembira saat melihat seseorang disiksa. " teriak Kayli.
" Hahahaha.... Iya aku iblis, seperti yg kau ucapan aku adalah iblis. Dan asal kau tahu aku berubah menjadi iblis karena dunia ini. " ucap Anastasia kembai tertawa menyeramkan.
Anastasia pun mengambil sebuah belati, ia menggoreskan nya ke wajah Kayli. Ia juga menyayat lengan kali sampai darahnya pun terciprat ke wajahnya. Anastasia semakin tersenyum ketika melihat Kayli berteriak dan menangis karena kesakitan, tdk ada belas kasihan sedikitpun.
Membuat semua orang yg ada disana merinding dan takut kpdnya, Anastasia pun membuang belati itu ketika selesai dgn Kayli. Ia pun mengakhiri pertunjukan kali ini dgn sangant cepat, ia mengarahkan pistolnya ke kepala Kayli.
" Ada kata-kata terakhir? " tanya Anastasia.
__ADS_1
Kayli hanya diam saja setelah mendengar ucapan Anastasia, ia tdk bisa bicara karena rasa sakit yg ia rasakan.
" Kurasa tdk, selamat tinggal. "
Anastasia pun menembak kepala nya dan ia langsung mati seketika. Anastasia juga menjatuhkan pistolnya dan memegangi bagi kanannya yg kembali terasa sakit.
" Nana. " Damina menghampiri dan memegangi nya yg mulai terhuyung agar tdk jatuh.
" Kau baik-baik saja nana? " tanya Katania.
" Bahu kanan ku sakit. " ucap Anastasia.
" Kau terlalu banyak bergerak, padahal sudah kubilang utk banyak beristirahat. " ucap Jeffry.
" Aku antar kekamar. " Damian pun memangku Anastasia dan membawanya ke kamarnya.
Damian membaringkan nya dgn sangat lembut dan meminta Jeffry utk memeriksa nya.
" Dia baik, hanya saja dia terlalu lelah. " jawab Jeffry.
" Tapi kurasa bukan hanya itu. " ucap Ryuzen.
" Apa maksud kakak? " tanya Jordan.
" Dia terlalu benyak memikirkan hal yg seharusnya tdk ia pikirkan. "
" Benar, dia selalu mengalami sakit kepala karena terlalu stres. Aku harap kalian bisa membuatnya menceritakan masalahnya, agar ia tdk menanggung nya sendiri. " Jeffry melihat kearah vero dkk.
" Tapi kak nana, itu orang yg keras kepala. Dia tdk mungkin akan memberitahukan hal itu secara cuma-cuma. " ucap Leo.
__ADS_1
" Apa lagi jika kaitannya dgn masalalu. " tambah Sherly.
" Lalu apa yg akan kita lakukan? " tanya justic.
" Utk sementara ini, kita serahkan kpd Damian. Karena hanya dirinya lah yg bisa manjadi sandaran Anastasia. " ucap Zaroon, mengintip kekamar Anastasia.
Disana Damian terus memegangi tangan Anastasia yg sedang beristirahat, ia memandangi Anastasia dgn tatapan yg sendu.
" Kalau begitu, ayo kita biarkan mereka berdua dulu. " ucap Katania.
" Aku setuju. " ucap Stev.
" Kalau begitu, ayo pergi utk makan malam. " ajak Veronica.
" Hei, Anastasia sedang dlm keadaan seperti ini, kau hanya memikirkan makanan. " bentak Cassandra.
" Sudahlah jgn bertengkar lagi. " ucap Adrian yg mencoba melerai mereka.
" Yasudah ayo lagi. " ajak Prensais.
Mereka pun pergi dari sana dan menuju kamar mereka masing-masing utk beristirahat, ada juga yg pergi ke ruang TV. Prensais dan Sherly juga memutuskan utk menginap karena hari sudah larut.
* Dikamar Anastasia.
Damian terus memandangi Anastasia yg terbaring dihadapannya, hati nya sangat sakit ketika mengingat saat ia mendengar Anastasia tertembak. Ia bahkan belum sempat menemukan siap pelakunya, tapi ternyata Anastasia sudah menangkap nya lebih dulu dan menghilangkan bukti yg ada.
" Kenapa kau harus seperti ini, Nana. Kenapa kau selalu menanggung semuanya sendirian??." ucap Damian lirih.
Ia mencium punggung tangan Anastasia dan terus menatapnya. Ia tdk tega melihat nya seperti ini, ia ingin Anastasia terus tersenyum seperti dulu. Ia sangat menyesalkan semua yg terjadi sebelum nya, jika ia tdk meninggalkan Anastasia, jika ia menjaganya, jika ia terus di sisiNya. Mungkin Anastasia tdk akan seperti ini.
__ADS_1
" Cepatlah sembuh, Nana kecilku. "
Damian mengecup kening Anastasia dgn lembut dan pergi meninggalkan nya utk membiarkannya beristirahat dgn tenang. Ia juga pergi kekamar nya sendiri dan beristirahat.