
Tdk lama setelah kepergian Damian, Violetta pun datang. Ia langsung saja masuk ke dlm rumah dan menghampiri Anastasia yg duduk di ruang TV.
" Kak Nana. " panggilnya sambil memeluk Anastasia.
" Hai, Vio. Sedah lama tdk bertamu. " ucap Anastasia.
" Kak Nana, bagaimana dgn liburan mu?? "
" Iya, semuanya baik. Tapi aku bosan diam dirumah tanpa ada teman. "
" Tenang saja, ada Vio. Sekarang rumah tdk akan lagi sepi, hohoho..... " Mereka bedua tertawa bersama karena tingkah masing-masing.
Tapi tiba-tiba saja semua kesenangan mereka berakhir, mereka mendengar suara tembakan dari luar rumah. Violetta pun menjadi takut dan memeluk Anastasia dgn erat.
" Ka.. Kak, apa itu?? " tanya Violetta yg ketakutan.
" Kakak juga tdk tahu. " jawab Anastasia.
Saat Anastasia hendak mengintip dari jendela, ada seorang pelayan yg berlari tergesa-gesa kearah mereka.
" Nyonya Anastasia, nona Violetta. Tolong bersembunyi di tempat yg aman. " ucapnya sambil berlari kearah mereka.
" Ada apa ini?? " tanya Anastasia.
" Diluar... Diluar ada.... "
Dor....
Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya dia sudah mati tertembak lebih dulu.
" Kyaaaa...... "
Violetta berteriak sangat keras, dia pasti terkejut melihat semua yg terjadi tiba-tiba ini. Karena maski dia tahu dan kadang melihat Anastasia atau Damian membunuh seseorang dia selalu memilih utk menutup mata dan telinga nya.
Anastasia bisa merasakan nya, tubuh Violetta yg bergetar ketakutan di pelukan nya.
" Apa yg harus ku lakukan, aku tdk memegang senjata?? " batin Anastasia.
Dan setelah pelayan itu mati, masuklah sekumpulan orang berpakaian hitam, menerobos masuk ke sana dgn senjata yg mereka bawa.
" Siapa kalian?!! " bentak Anastasia.
Ia mengalihkan Violetta utk berdiri di belakang nya.
" Nona, tolong ikut kami dgn baik-baik. " ucap salah satu dari mereka.
" Aku bertanya siapa kalian?!!. " bentak Anastasia lagi.
" Ya ampun, ya ampun. Kau tetap galak seperti biasanya ya. " ucap seseorang.
__ADS_1
Kali ini bukan dari orang berpakaian hitam itu, lalu seseorang keluar dari balik orang-orang itu. Anastasia tersentak, orang yg ia hindari saat ini ada di depannya. Iya, Haris Leonardo ada di depannya. Dan situasinya saat ini tdk begitu baik utknya, ia tdk memegang senjata, dan Violetta juga ada di sisinya.
" Sialan. " umpannya dlm hati.
" Haris Leonardo!! Utk apa kau melakukan ini?!! " tanya Anastasia geram.
" Utk apa?? Tentu utk mendapatkan mu kembali, sayang. " ucap Haris dgn seringai nya.
" Kalau begitu kau bisa pergi. Aku sudah menjadi milik Damian dulu, saat ini, hingga kapanpun. "
" Aku tdk peduli. Aku tetap akan membawamu pergi. Jadi, apa kau ikut sayang?? "
" Tdk akan pernah. "
Anastasia menolaknya dgn tegas, meski dia pun tahu kalau pria itu pasti akan memaksanya. Tapi sekarang dia harus memastikan kalau Violetta aman terlebih dahulu.
" Hemm.... Begitukah, kalau begitu jgn salahkan aku menggunakan kekerasan. Tangkap dia. " suruh Haris kpd anak buahnya.
Para anak buahnya pun langsung bergerak utk menangkap Anastasia, tentu saja bukan hal yg mudah utk menangkapnya. Anastasia terus melawan dan menyerang mereka sembari melindungi Violetta sebelahnya, dan itulah kelemahan nya.
Saat ia tengah disibukkan dgn orang-orang yg mencoba menangkapnya, salah satu anak buah Haris tiba-tiba saja menyekap Violetta.
" Kyaaa.... "
Anastasia yg mendengar teriakkan Violetta pun langsung berbalik, dan melihat Violetta yg sedang berusaha membebaskan diri dari tangan salah satu anak buah Haris.
" Vio!! " ucap Anastasia, ia segera berbalik utk menyelamatkan nya, saat.....
Dor.....
Saat sebuah peluru bius mengenainya, alhasil ia pun langsung ambruk karenanya.
" Kakak!! " teriak Violetta, ia mulai menangis karena melihat Anastasia yg tdk sadarkan diri.
" Jika bukan karena aku, Kak Nana pasti bisa melawan mereka. Jika bukan karena aku, kakak tdk akan seperti ini. Jika bukan karena aku.....Kakak..... " batinnya.
" Kakak!! Kak, bangun!! Kakak!!. " tangis Violetta.
Tapi sekenceng apapun dia berteriak Anastasia tdk bangun. Haris yg melihat Anastasia ambruk pun berjalan mendekati nya, ia mengangkat tubuh Anastasia dan mengelus pipinya.
" Akhirnya kau ada ditanganku. " ucapnya dgn senyum puas dk wajahnya.
" Jauhkan tanganmu darinya!! Jgn sentuh kakakku!! " bentak Violetta.
Ia tdk menyukai pria itu, ia membencinya. Ia tdk rela ada yg menyentuh kakak ipar nya selain keluarga dan teman-temannya.
" Haha... Sayang sekali, tapi siap jadi milikku. " ucap Haris.
" Kau baji*gan!! Lepaskan aku!! "
__ADS_1
Violetta masih terus berontak utk menyelamatkan kakak ipar nya, maski dia tdk sekuat kakaknya tapi dia ingin menyelamatkan nya dan menjauhkan nya dari pria didepannya ini.
Karena Violetta yg terus saja berontak, anak buah Haris pun memukulnya hingga pingsan. Itu lebih baik begi mereka.
" Ayo pergi. " ucap Haris.
" Bagaimana dgn gadis ini, bos?? " tanya anak buahnya.
" Bawa gadis itu bersama kita. "
Haris butuh Violetta utk menekan Anastasia dan Damian secara bersamaan, dgn ini dia punya senjata lain utk melawan Damian jika dia datang padanya nanti.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah itu dgn membawa Anastasia dan Violetta, mereka pikir sudah menghabisi semua orang di rumah itu. Tapi tanpa mereka sadari masih ada satu pelayan wanita yg tersisa, dia berada di bidang saat penyerangan itu. Dan ia bersembunyi di sana, saat ia keluar diam-diam ia melihat mereka membawa Anastasia dan Violetta.
" Aku harus menelpon, tuan Damian. Iya, aku harus menelpon nya. " gumamnya.
****
Saat penyerangan itu terjadi, Damian baru saja sampai di kediaman lama Anastasia. Ia sudah disambut oleh Stev yg menuntunnya pergi keruangan dimana Stella dikurung.
Saat mereka sampai, disana sudah berkumpul orang-orang mereka seperti Ryu dkk, Vero dkk, bahkan Prensais dan Sherly pun ada di sana.
" Yo, adik ipar ku. Kenapa tdk berkunjung kerumah?? " tanya Prensais.
" Tadinya akan berkunjung sekarang, tapi malah dapat kabar dari sini. " ucap Damian.
Ia mengalihkan pandangan nya kpd Stella, ia diikat di dinding, Kali ini dia tdk terlihat ketakutan seperti semalam. Sepertinya dia sudah pasrah akan nasibnya, atau dia memang sudah tdk punya keinginan utk hidup, mungkin keduanya.
" Hai Stella, sudah lama tdk bertemu. " sapa Damian.
" Jgn basa-basi dgn ku, Damian. Bunuh saja aku langsung. " ucap Stella.
" Hemm... Sebenarnya aku bisa memberimu kemudahan. Aku akan melepaskan mu jika kau memberitahu rencana orang itu. "
" Sejak awal dia memang tdk berencana membebaskan ku, atau menolong ku. Dia hanya menggunakan ku utk umpan, kau tahu bukan utk apa?? Tapi tdk ku sangka kau malah terjebak dlm rencana nya. "
Saat Damian akan mengajukan pertanyaan lagi, ia tiba-tiba saja mendapatkan panggilnya dari nomor telpon Violetta. Setelah ia mengangkatnya, matanya membelalak saat mendengar apa yg terjadi. Ia mematung tdk merespon dan melakukan apapun, dan hal itu membuat yg lainnya bingung.
" Woy, ada apa?? " tanya Justic.
" Huh, dia sudah memulainya sejak kalian menangkapku. Aku hanya alat sekali pakai baginya, utk mencapai ambisinya. " ucap Stella.
" Apa yg kau katakan?? " tanya Cassandra.
Saat itu Damian tiba-tiba saja berlari keluar dari ruangan itu, ia langsung pergi begitu saja.
" Hei, Damian tunggu. " ucap Zaroon.
Mereka langsung menyusul Damian yg pergi dgn raut khawatir dan marah. Sebelum pergi, Jeffry pun menyuruh dua orang berjaga di dlm utk menjaga Stella, yg lainnya menjaga dan memperketat keamanan luar. Dan setelah nya ia pergi menyusul yg lainnya.
__ADS_1