
Saat Damian sampai di rumahnya, ia sudah terlambat, keadaan disana benar-benar kacau, semua penghuni nya sudah tewas di tempat, hanya satu orang yg selamat dan setelah melihat kedatangan majikan nya dia langsung menceritakan semua yg terjadi. Dan yg lebih buruknya lagi Anastasia dan Violetta tdk ada di sana. Damian menggerakkan giginya, dia benar-benar marah sekarang.
" Arghh... Sial, sial, sial!! Harusnya aku tdk meninggalkan mereka sendiri!! " ucapnya frustasi.
Tdk lama kemudian yg lainnya datang menyusul, mereka terkejut dgn semua mayat penjaga yg ada di halaman rumah itu.
" Apa-apaan ini?? " ucap Prensais.
" Cih, ayo cari Damian terlebih dahulu. Dia bisa-bisa mengamuk nantinya. " ajak Justic.
Mereka pun segera masuk kedlm rumah dan yah, benar saja. Damian sedang marah besar, terlihat dari wajahnya jika dia bisa mengamuk kapan saja.
" Ryu, kumpulkan semua anggota!! Cari keberadaan mereka bagaimana pun caranya!! " ucap Damian saat menyadari keberadaan mereka.
" O... Oke. "
Ryuzen pun segera berlari pergi dari sana utk mengumpulkan semua anggota BDK, tdk hanya dia tapi Veronica dan Cavita juga ikut segera mengumpulkan semua anggota DA saat tahu kalau Anastasia dan Violetta diculik.
Hal itu tentu saja menjadi sebuah tamparan keras bagi keluarga Chornelia dan Crawless, saat mereka tahu bahwa dua anggota keluarga mereka dibawa pergi oleh orang yg tdk mereka kenal.
Mereka segera mengerahkan semua orang mereka utk mencari keduanya, sementara itu mereka dikumpulkan atas permintaan Cassandra utk memastikan keselamatan mereka.
****
Ditempat lain, Anastasia pun mulai sadar dari pengaruh bius nya, hal pertama yg ia lihat adalah sebuah kamar yg asing baginya. Ketika ia ingat dgn Violetta ia pun segera bangkit dari atas kasur utk mencari nya, namun saat ia mencoba utk melangkah ia malah terjatuh.
Sekarang dia baru saja sadar kalau ternyata tangan dan kakinya dirantai bersama, membuat pergerakan nya menjadi terbatas, itu membuatnya semakin marah. Ia kembali bangkit dan segara pergi ke arah pintu meski dgn langkah yg kecil.
Ia mencoba membuat pintu itu tapi ternyata dikunci, ia menggerakkan giginya menahan amarah yg sudah di ubun-ubun. Ia mundur beberapa langkah dan dgn sekuat tenaga ia mencoba mendobrak pintu di depannya itu, ia terus mendobrak pintu itu hingga akhirnya dpt terbuka.
Ia segera keluar dari sana meski bahunya terasa sakit karena mendobrak paksa pintu keras itu, bahkan darah pun mengalir dari kepalanya karena ia membenturkan kepalanya ke pintu.
" HARIS LEONARDO!!!. " teriaknya menggema di tempat itu.
Para penjaga yg sebelumnya bergegas ke sana karena mendengar suara dobrak-an pun terkejut, ternyata orang yg melakukan nya adalah permpuan yg dibawa bosnya kesana. Dan mereka lebih terkejut lagi ketika Anastasia tiba-tiba meneriakkan nama bos mereka.
" Nona, mohon tetap di dlm sana. Dan kami akan meminta seseorang mengobati luka mu. " ucap salah seorang dari mereka.
Anastasia yg mendengar ucapan orang itu, langsung menghadiahi nya dgn dua kepalan tengan. Iya, itu karena dia tdk bisa memukul dgn satu tangan karena tangannya dirantai.
__ADS_1
Orang itu pun langsung terjungkal karena pukulan itu, teman-temannya pun juga terkejut dgn apa yg mereka lihat. Tanpa menunggu orang itu bangun Anastasia segera menghampiri nya dan menarik kerah bajunya.
" KATAKAN DIMANA HARIS LEONARDO BERADA!! " bentak Anastasia.
Ia tdk bisa mengontrol emosi nya saat ini, dia benar-benar marah. Penjaga itupun juga sedikit ketakutan karena melihat tatapan membunuh dari Anastasia.
" Tu.. Tuan sedang melakukan suatu urusan, mohon anda tenang dan menunggu nya di dlm. " ucap penjaga itu.
" AKU TDK PEDULI DGN URUSAN NYA!! BAWA AKU KE TEMPATNYA!! "
Anastasia terus memaksa utk bertemu dgn Haris sampai para penjaga itu menurutinya dan membawanya kpd Haris, ia perlu menanyakan apa yg pria itu lakukan kpd Violetta.
Mereka membawa Anastasia ke ruang bawah tanah yg ada dirumah itu, disana bisa dibilang cukup besar. Bahkan sampai ada kurungan seperti sebuah penjara disana, dan didlmnya ada orang-orang yg seperti nya bernasib sama dgn Anastasia, yaitu menjadi tahanan pria gila itu. Perbedaan nya, orang-orang itu pasti akan dijadikan sebagai korban pembunuhan Haris, sedangkan Anastasia adalah orang yg sangat diinginkan oleh Haris.
Anastasia menatap mereka dgn rasa iba, dan orang-orang itu menatap Anastasia dgn sama tapi juga penasaran, mereka pasti menyadari kalau Anastasia tdk akan berakhir seperti mereka. Anastasia terus berjalan melewati mereka semua, seberapa inginnya dia membantu mereka pun dia tdk bisa melakukan, apalagi Violetta yg masih ada di tengan pria itu.
Para penjaga itu membawa Anastasia ke sebuah ruangan lagi yg ada disana, ia dpt mendengar suara teriakan seseorang dari dlm sana, orang itu pasti sedang disiksa oleh nya, ia hanya berharap kalau itu bukan Violetta.
" Itu pasti bukan Vio, apapun asal bukan Vio. Jika tdk akan ku bunuh sikopat sia*an itu sekarang juga. " batinnya.
Saat pintu itu terbuka, hal pertama yg ia syukuri adalah itu bukan Violetta. Tapi dia masih belum bisa tenang ketika ia tdk tahu apa yg terjadi kpd gadis malang itu.
Haris pun menolah kpd mereka, ia menunjukkan seringai aneh ketika melihat Anastasia yg ada di sana. Sedangkan Anastasia sendiri, sudah pasti dia menatap Haris dgn tatapan kebencian.
" Hai Sayang, kau sudah bangun. " ucapnya kpd Anastasia.
" Sialan kau! KATAKAN APA YG KAU LAKUKAN KPD VIO?!! " teriak Anastasia.
" Hemmm.... Gadis yg waktu itu, ya. Dia ada di sana. "
Haris sedikit membalikkan badan nya, dan nampak lah Violetta yg diikat disamping tubuh seseorang yg sebelumnya disiksa oleh Haris.
" Ka.. Kakak. " ucap Violetta ketakutan.
" Vio!. "
Anastasia bergegas menghampiri Violetta, tapi saat ia akan melewati Haris, dia mencekal tangannya.
" Lepaskan aku, ba*****n!! " geram Anastasia.
__ADS_1
" Luka apa yg ada di kepalamu itu?? " tanya Haris.
" Bukan urusan mu!! Dan lepaskan Vio!! . "
Haris sedikit memikirkan perkataan Anastasia, ia melirik Violetta sebentar kemudian kembali kpd Anastasia.
" Aku bisa melepaskan nya, asalkan kau mau menikah dgnku. " ucapnya.
" Kalau aku tdk mau?? " tanya Anastasia.
" Tdk masalah, lagipula kau ada di sini sekarang. Tapi, jgn harap kau akan bertamu dgn gadis itu dlm keadaan hidup. "
Yg dikatakan oleh pria itu jelas sebuah Ancaman, itu berarti dia akan membunuh Violetta kapan saja jika Anastasia tdk menurutinya. Baiklah, sekarang dia hanya bisa bertaruh pada keberuntungan nya, dgn sengaja ia menggigit lidahnya sendiri sampai darahnya keluar dari sudut bibir nya.
Haris yg terkejut melihat darah dari bibir Anastasia langsung melepaskan tangannya, tapi dia malah beralih mencekik leher Anastasia. Membuat Anastasia melepaskan gigitaan dari lidahnya sendiri.
" Kau!! Apa kau berniat mati begitu saja?!!" geramnya.
" Ukh... Kau.. bilang.. kau akan...membunuh Vio jika... jika kau tdk menurutimu.... Kalau begitu... aku juga akan membunuh... diriku sendiri... agar bisa.. menemaninya. "
Anastasia tdk bisa bernafas dgn Haris yg mencekiknya, Haris pun nampaknya tdk senang dgn perkataan Anastasia, tapi dia melonggarkan cekikan nya.
" Kuberi kesempatan. " ucap Anastasia membuat Haris menatapnya dgn serius. " Aku akan tinggal di sini, dgn begitu kau bisa terus melihatku. Asalkan Vio tetap disisiku, dimanapun selama aku ada di tempat ini. "
" Cih. "
Haris pun melepaskan tangannya dari leher Anastasia, membuatnya terduduk karena hampir kehabisan nafasnya. Anastasia pun memegang lehernya dan menghirup oksigen dgn rakus, jika sebentar lagi saja dia tetap dicekik pria gila itu dia benar-benar akan kehabisan nafas.
" Baiklah, tapi tepati janjimu. Kau akan tinggal di sini bersama dgn gadis itu, dan kau juga harus menuruti perkataan ku. "
Anastasia sama sekali tdk menjawab ucapan Haris dan masih diam terduduk ditempatnya, sampai salah satu anak buah Haris melepaskan ikatan Violetta. Ia langsung bengkit menghampiri Violetta dan memeluknya dgn erat, Violetta pun balik memeluknya dgn tubuh yg gemetaran dan menangis dgn sesegukan.
" Hiks... Kakak... Hiks.. Vio takut.. " ucapnya sembari menangis.
" Shuuttt.... Vio tenang ya, kak Nana ada di sini. "
Anastasia terus mencoba utk menenangkan Violetta yg ketakutan, apalagi jika diingat dia melihat bagaimana pria itu menyiksa seseorang dgn sadis tepat di depan nya. Meski sebenarnya dia juga sangat ingin menangis dgn keras, tapi jika ia lakukan maka Vio juga pasti akan semakin gelisah.
Yg bisa ia lakukan sekarang, hanya menunggu seseorang membantunya keluar dari tempat itu.
__ADS_1