Mafia Girl

Mafia Girl
eps 71


__ADS_3

** Di kamar Anastasia.


Setelah menyiksa Ronald Akashia ia langsung membaringkan tubuhnya yg terasa lelah. Saat waktu makan malam tiba ia pun bangun dan pergi ke bawah, ia menuju dapur dan melihat bibi Mei yg sedang memasak kan makan malam utk mereka.


" Apa yg akan bibi masak? " tanya Anastasia.


Bibi Mei sempat terkejut mendengar suara Anastasia, ia pun menoleh dan melihat gadis itu berjalan kearahnya, ia pun tersenyum kearahnya.


" Bibi akan memasak sup saja, lagi pula yg lainnya sudah jadi. " bibi Mei menunjuk makanan yg tinggal di sajikan.


" Kalau begitu bibi siapkan itu saja, biar aku yg membuat sup. " ucap Anastasia datar.


" Kau bisa memasak? "


" Iya, aku bisa. "


" Baiklah kalau begitu. "


Bibi Mei pun beralih menyiapkan makanan itu di meja makan. Tdk lama kemudian yg lainnya pun datang dan duduk di meja makan.


" Dimana kak Nana? " tanya Sherly.


" Oh, dia sedang memasak sup di dapur. " jawab bibi Mei.


" Benaran?! kak Nana bisa masak?! " tanya Leo yg terkejut.


Bibi Mei hanya mengangguk mengiyakan ucapan Leo, mereka memang tdk pernah melihat Anastasia memasak, pergi ke dapur saja tdk pernah. Mereka lebih sering melihat Anastasia menyuruh seseorang membawakan apa yg ia inginkan.


Mereka pun mulai makan bersama karena. Karena suasana monsion Anastasia saat ini tdk pernah sepi seperti sebelumnya, apalagi dgn Damian dkk yg selalu menginap bergiliran dan juga Sherly yg sekarang tinggal di sana karena lebih dekat ke sekolah dibandingkan jika harus dari kediaman Chornelia.


" Nana, ayo makan dulu. Biarkan saja dulu sup itu. " ucap bibi Mei.


" Sebentar lagi, bi. " teriak Anastasia dari dapur.


Ia masih fokus dgn sup nya dan tdk pergi dari sana, ia berdiri sambil terus mangduk sup itu sendiri, tapi sebenarnya ia tdk benar-benar sendirian di sana. Seorang pria misterius berdiri dibelakang Anastasia, menatap gadis itu yg seperti tdk menyadari keberadaan. Ia menyeringai dlm topeng yg ia kenakan, ia berpikir pasti mudah menyingkirkan perempuan di depannya ini.


" Bagus, dia tdk menyadari ku. " batinnya.


Ia mengeluarkan sebilah pisau dari balik jubah yg ia kenakan, dan berjalan mendekati Anastasia, dgn perlahan supaya tdk menimbulkan suara yg akan membuatnya menyadari keberadaannya.


Anastasia juga mematikan kompor saat ia rasa kalau sup nya sudah jadi. Pria itu langsung mengangkat pisau itu bersiap utk menikam Anastasia dan...


BUAK.....


********


Saat itu Damian beserta yg lainnya sedang menikmati makan malam mereka, karena Anastasia yg masih sibuk dgn sup itu, mereka pun makan lebih dulu dari pada Anastasia.


" Kenapa kak Nana lama sekali? Memangnya sup apa yg ia buat? " tanya Jordan.


" Sepertinya ia sedang beradu mulut dgn bawang lagi. " ucap Veronica.


Ucapan Veronica berhasil membuat mereka (-Bibi Mei, Katania dan Diana) bingung, mereka tdk mengerti dgn maksud beradu mulut dgn bawang itu. Sedangkan bibi Mei, Katania dan Diana malah tertawa.


" Apa maksud mu, Vero? " tanya Damian bingung.


" Apa maksud mu, Nona Nana beradu mulut dgn bawang? " tanya Adrian.


" Iya itu terjadi saat Aku, Nana dan Katania membantu Bibi dan Diana. Saat Anastasia mengupas dan memotong bawang ia terus saja memarahi bawang itu, dia bahkan mengumpat pada bawang itu. " Jelas Veronica.


" Pfft... Buahahaha... ternyata kak Nana bisa seperti itu juga.. Hahaha... " ucap Jordan yg tertawa terbahak-bahak.


Yg lainnya pun ikut tertawa terbahak-bahak mendengar kisah itu, mereka tdk menyangka Anastasia yg seperti itu bisa tdk tahan dgn bawang.

__ADS_1


" Kau tahu, Nana itu tdk suka mencium bau yg menyengat." ucap Damian.


" Benarkah? Kenapa? " tanya Cassandra.


" Karena dia... "


BRUK....


Ucapan Damian terpotong karena tiba-tiba saja tubuh seseorang terlempar tepat di sebelah nya, yg lainnya pun kaget melihat seseorang yg terlempar begitu saja.


" Apa apaan ini? " tanya Stev yg masih terkejut.


Damian yg merasa kesal karena ucapan nya terpotong pun dgn sengaja menginjak dada pria itu dan menekannya, membuat pria itu meringis karena Damian menekan dadanya dgn kuat. Dan dgn sengaja Damian juga menyiram wajah pria itu dgn air panas yg ada di atas meja itu.


" Arghhh... " teriak pria itu saat Damian menyiram nya dgn air panas.


" Hei kak, kau berlebihan. " ucap Leo datar.


" Kenapa? Kau kasihan kpdnya? " tanya Damian.


" Tdk, kau menyia-nyiakan air begitu saja. Seharusnya kau menyiram nya menggunakan air keras. " jawab Leo dgn ekspresi yg dibuat serius.


" Bukannya itu malah semakin parah? " tanya Katania tdk mengerti dgn jalan pikiran Leo.


Lalu Anastasia pun keluar dari dapur sambil memegang pisau di tangannya, ia juga terlihat sedikit terkejut karena pria itu ada di bawah kaki Damian.


" Ah, aku melempar nya terlalu jauh. " ucapnya datar. Ia pun berjalan mendekati pria itu.


" Hei, apa kau mau mengajak ku berkencan? Kenapa kau memakai minyak wangi yg sangat menyengat, kau tahu hidungku ini sensitif sekali loh?? " tanya Anastasia.


Pertanyaan itu membuat Damian melihat pria yg ia injak dgn tajam, berani sakali dia ingin mengajak gadisnya berkencan.


" Aku datang bukan utk mengajak mu berkencan, tapi jika mau mau aku bersedia. " ucap pria itu.


Tapi setelah nya pria itu merasa merinding, ia menyadari tatapan horor yg di berikan Damian ketika ia bilang bersedia jika Anastasia ingin berkencan dgnnya.


" Jadi kenapa kau datang ke sini? " tanya Anastasia.


" Aku datang utk memenuhi permintaan klayen ku, dia ingin kau mati. Tapi jika kau bersedia menemani ku malam ini kau tdk perlu mati, bagaimana? " ucapnya yg tdk menyadari situasinya saat ini.


" Hemm.... Kau blak-blakan sekali, apa kau sadar sedang bicara dgn siapa? "


Tiba-tiba saja Anastasia menancapkan pisau ditanganya, tepat di sebelah kepala pria itu. Membuatnya diam karena ketakutan, sekitar 2 senti lagi pisau itu benar-benar akan mengenai Kepala nya.


" Kau ingin menyingkirkan ku, sepertinya klayen mu itu tdk memiliki otak sampai harus meminta orang seperti dirimu yg melakukannya.


Tapi kau juga tdk berguna karena tdk menyelidiki dulu siapa orang yg kau incar. " ucap Anastasia memprovokasi.


" A.. Apa kau bilang?! " tanya pria itu terpancing.


" Ia seperti yg ku bilang, kau tdk berguna. " Anastasia menampilkan senyum meremehkan kpd pria itu.


" Kau... " ucapnya geram.


" Apa kau mau segera mati?! " tanya Damian dingin dan penuh penekanan.


Pria itu bergidik ngeri ketika mendengar ancaman dari Damian, ia tdk pernah merasakan tekanan yg begitu kuat saat berhadapan dgn seseorang. Tapi pria di hadapan nya ini berbeda, jelas sangat berbeda.


" Katakan siapa yg menyuruhmu?! " tanya Damian.


" A.. Aku tdk bisa mengatakan nya. " ucapnya gemetar.


" Tdk masalah, kau bisa bicara dgn peliharaan kekasih ku terlebih dahulu sebelum bicara dgn ku. "

__ADS_1


Pria itu semakin gemeter saat mendengar kata peliharaan, apa yg dipelihara oleh mereka? kenapa terdengar seperti hal yg mengerikan? Ia pun dipaksa utk bangun dan berlutut oleh Damian.


" Nana, bisa kau bawa mereka masuk. " pinta Damian.


Anastasia hanya mengangguk dan langsung memanggil kesayangan-kesayangannya itu.


" Alfa, Seth. " teriak Anastasia.


Seketika seekor Harimau dan Srigala berlari menghampiri gadis itu, membuat pria itu semakin gemeter melihat nya.


Alfa dan Seth memang tdk tinggal di kandang, mereka hanya dikandang saat keadaan tertentu saja, jika tdk mereka dibiarkan utk berkeliaran di monsion yg luas itu.


Beberapa pelayanan bahkan pernah panik dan pingsan melihat mereka, tapi lama-kelamaan mereka juga terbiasa dgn hal itu.


Alfa dan Seth juga sangat patuh kpd Anastasia, mereka tdk pernah menyerang orang-orang di kediaman karena Anastasia melarangnya. Mereka sangat menyayangi Anastasia yg sudah merawat mereka dgn baik.


" Jadi, apa yg akan kau pilih? " tanya Damian.


" Ba.. Baiklah!! Aku akan mengatakan nya, ta.. tapi jgn bawa mereka kepada ku!! " ucapnya ketakutan dgn putus asa.


" Bagus, kalau begitu katakan. "


"No.. Nona Siska yg menyuruh ku!! Dia bilang kalau dia adalah kekasih anda, jadi saya berani melakukan ini. " ucapnya.


Damian terkejut mendengar bahwa sekretaris nya lah yg mencoba menyakiti gadisnya, rahangnya mengeras dan tangannya mengepal kuat karena menahan marah. Matanya menatap tajam pria dibawah kakinya, membuat yg ditatap menelan ludahnya.


" Harusnya aku mengetahui nya. " ucap Damian.


" Apa yg akan kakak lakukan? " tanya Leo.


" Tentu saja aku akan menyingkirkan nya. " jawab Damian.


" Tunggu kak Ian, Jgn lakukan itu. " ucap Anastasia.


" Kenapa? "


" Permainan nya tdk akan seru jika kau mengakhirinya diawal. "


Anastasia pun berjalan mendekati pria suruhan itu dan mencengkram wajah nya dgn kuat.


" Hei, berikan akun yg kau gunakan utk menghubungi perempuan itu. Dan kau... pergi menjauh dari negara ini, jika tdk kau akan berakhir dimulut anak-anak ku itu. " ucap Anastasia menyeringai, menunjuk Alfa dan Seth.


" Ba.. Baik. " ucapnya ketakutan.


" Kalau begitu pergilah. "


Anastasia langsung bangkit dan menendang pria itu, dia pun langsung lari terbirit-birit seperti sudah bertemu hantu. Anastasia tanya tersenyum puas dgn apa yg ia lakukan dan apa yg terjadi, sedangkan yg lainnya merasa heran.


" Kenapa kau membiarkan nya pergi? " tanya Cassandra.


" Aku tdk berminat kpd penipu sepertinya. " ucap Anastasia datar.


" Penipu?" tanya Leo dan Jordan bingung.


" Dia bukan pembunuhan bayaran yg asli, dia hanya pengecut yg tdk bisa apa-apa. " ucap Anastasia.


" Lalu kanapa kau tdk membiarkan ku menyingkirkan Siska, apa kau lupa dgn apa yg terjadi sebelum nya? " tanya Damian.


Anastasia hanya penatap Damian, jelas sekali kalau dia sangat mengingat tentang kejadian Kayli, tapi Anastasia punya cara sendiri utk membuat perempuan yg bernama Siska itu jera dgn perbuatan nya.


" Tdk perlu khawatir, aku tdk akan bekerja sendiri kali ini. " ucap Anastasia tersenyum.


Damian hanya bisa menghembuskan nafasnya berat, bagaimana pun ia tdk akan bisa melawan keinginan gadis itu. Ia terpaksa menyetujui itu asalkan Anastasia benar-benar tdk melakukan nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2