Mafia Girl

Mafia Girl
eps 87


__ADS_3

Saat ini Anastasia sudah sampai di dapur yg ada di perusahaan, ia mengintip dari luar bersama dgn Ryu. Di dlm dapur itu terlihat Siska yg sedang membuat kopi utk Damian dgn senyum aneh di wajahnya.


" Hihihi.... Tuan Damian, dgn ini kau pasti akan jadi milikku. " gumamnya.


Perempuan itu memasukkan sesuatu kedalam kopi itu, yg Anastasia yakini bahwa itu obat tidur yg dimaksud anak buahnya. Ia pun segara memberi kode utk Ryuzen, dan di balas anggukan olehnya.


Setelah itu Ryuzen berpura-pura memanggilnya dan membawanya agak jauh dari sana utk bicara. Hal itu tentu di manfaatkan oleh Anastasia, dia langsung membuang kopi yg di buat Siska tadi dan menggantinya dgn kopi buatannya.


Saat ia keluar dari sana ia langsung pergi ke ruangan Damian labih dulu setelah memberi tahu Ryuzen lewat bahasa isyarat. Ia pun pergi ke ruangan Damian dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


" Kak Ian. " panggilnya.


" Bagaimana? " tanya Damian.


Anastasia hanya mengacungkan jempol nya dan tersenyum di sana. Tapi ia kemudian jadi panik sendiri karena mendengar suara langkah kaki menuju ke sana.


Ia pun langsung masuk ke ruang pribadi Damian dan memperhatikan dari sana.Tapi saat pintu terbuka ternyata yg datang malah Ryuzen.


" Shit, ku kira perempuan itu. " batin Anastasia kesal.


Saat Ryuzen ikut masuk ke sana, ia menatapnya datar, membuat yg ditatap merasa bingung.


" Apa? " tanyanya.


Sedangkan Damian terlihat diam-diam tersenyum di luar sana, membuat Anastasia jadi semakin kesal.


Tapi tdk lama kemudian kembali terdengar suara pintu di ketuk dari luar, Anastasia pun langsung mengintip lewat celah tersembunyi di sana sedangkan Ryuzen malah fokus dgn telpon ya.


" Masuk. " jawab Damian datar.


Pintu itu pun terbuka dan masuklah Siska dgn secangkir kopi di tangannya.


" Tuan, saya membuatkan kopi utk anda. " ucapnya dgn senyum manis.


" Hemm... " jawab Damian.


Siska pun menaruh kopi itu di hadapan Damian, dan seperti biasa Damian selalu meminumnya lebih dulu. Dan saat itulah drama nya di mulai.


Setelah meminum itu, Damian berpura-pura merasa ngantuk dan tidur di sana, sesuai rencana Anastasia. Siska yg malihat itu tersenyum penuh kemenangan di wajahnya.


" Akting nya kaku sekali. " ucap Ryuzen yg mulai ikut mengintip bersama dgn Anastasia.


" Diamlah, jika tdk aku akan membuat mu melakukan nya juga. " ucap Anastasia.


Di luar sana Siska pun mulai mendekati Damian ketika memastikan dia tdk sadar. Ia pun mulai membelai wajah tampan Damian dgn senyum senang di wajahnya. Jujur saja, sebenarnya Anastasia juga kesal melihat itu, tapi dia ingin membuat ini menjadi pelajaran yg tdk akan pernah di lupakan perempuan itu.


" Tuan Damian, jika saja kau tahu kalau aku sangat mencintai mu. " ucapnya.


Di dlm ruang pribadi.

__ADS_1


" Rasanya aku mau muntah. " ucap Ryuzen.


" Aku ingin memotong tangannya. " ucap Anastasia.


Siska terus mengelus wajah Damian, sampai saat ia ingin menyentuh tubuhnya, tangannya di cekal oleh Damian yg sudah bangun. Tentu saja hal itu membuat perempuan itu terkejut dan ketakutan, apalagi Damian yg menatapnya dgn tajam dan penuh intimidasi.


" Tu... Tuan Damian.. " ucapnya takut.


Damian tdk merespon apa yg diucapkan oleh Siska, pandangan nya malah tertuju kpd pintu ruang pribadi nya.


" Apa sekarang kau puas?? " tanyanya.


Mendengar itu, dua orang yg sedang bersembunyi di sana pun keluar, membuat Siska terkejut melihat kehadiran mereka.


" Ah, kak Ian tdk seru. Kau mengakhiri nya sebelum hal seru di mulai, setidaknya biarkan dia membuak pakaian nya dulu, kemudian kita lempar keluar. " protes Anastasia.


" Kau yakin?? " tanya Ryuzen.


" Haah?? "


" Dgn tangan mengepal seperti itu kau masih ingin melihat kelanjutan drama kecil ini. "


Anastasia tercengang, ternyata pria di sampingnya saat ini teliti sekali, pantas saja Damian memintanya menjadi asisten nya. Padahal dia sedah sangat berusaha menyembunyikan kecemburuan nya saat perempuan itu menyentuh Damian, tapi itu dpt di ketahui langsung oleh Ryuzen.


" Iya, iya. Terserah kau saja lah, Ryu. " ucap Anastasia. " Lalu, apa kau senang melihat ku lagi Nona Siska? " tanyanya.


" Kenapa ya?? Oh, mungkin karena aku tdk mau ketinggalan melihat kau berusaha merebut kak Ian ku. " jawabnya santai.


Anastasia berjalan mendekati perempuan yg masih ada di hadapan Damian itu, meski Damian melepaskan tangannya dia tdk bisa kabur ke manapun. Pintu di ruangan ini terkunci otomatis sesuai keinginan Damian, dan di dlm sana ada 2 iblis dan 1 pengikut mereka.


Anastasia menyeringai dgn lebar saat jarak di antara dirinya dan Siska semakin menipis, menebarkan rasa takut kpd orang yg ada di hadapan nya. Siska hanya diam mematung di tempat, ia seperti tdk bisa bergerak atau melawan. Tubuhnya semakin gemeteran di sana, bahkan rasanya kakinya sudah tdk bisa langsung menumpu tubuhnya.


Anastasia memperhatikan reflek Siska yg diam saja karena seringai dan juga tatap dinginnya, ia menendang kaki bagian belakang perempuan itu. Membuatnya berlutut di bawah kakinya, dan ia juga menjambak rambut nya sehingga dia memandang matanya.


" Kau pikiran aku tdk tahu rencana mu?? " tanya Anastasia dingin.


Membuat perempuan itu semakin ketakutan. Sedangkan dua pria lainnya disana hanya menatap aksi Anastasia di sana.


" A... Aku... " ucap Siska terbata.


" Sstttt.... Tdk perlu menyangkal perbuatan mu. " potong Anastasia sambil menaruh telunjuk nya di depan bibir nya.


Ia melepaskan tangannya dari rambut Siska dan kembali mengembang kan senyuman janggal bagi perempuan itu.


" Padahal sudah ku peringkat 3 kali, loh. Pertama saat aku mengumumkan bahwa aku tunangan kak Ian. Kedua teror yg kau alami itu termasuk peringatan dariku. Dan yg ketiga saat di toko buah, apa kau sudah lupa dgn itu?? " ucap Anastasia menghitung dgn jarinya


" Tdk... Aku... "


" Padahal aku berniat melupakan rencana pembunuhan mu, loh. Yg pertama kali itu aku melepaskan nya dan membuatnya pergi dari negara ini. Dan yg kedua saat penembakan di Royal Garden, kau hampir membuat orang lain juga ikut terbunuh. Apa kau benar-benar ingin masuk penjara, ya? "

__ADS_1


Saat Ryuzen dan Damian mendengar penembakan di sekolah itu, mereka sangat terkejut. Tdk ada satupun kabar yg beredar tentang hal itu, bahkan tdk ada satu pun anak buah mereka yg melaporkan ini.


" Tunggu dulu, maksud mu dia merencanakan penembakan di sekolah?? " tanya Ryuzen.


" Iya, begitulah. " jawab Anastasia.


" Itu berarti luka di pipimu itu.... "


" Iya, benar. "


" Sepertinya kau benar-benar cari mati. " ucap Damian dingin.


Suasana di sana semakin mencekam karena Damian ikut dlm hal ini, iya aura yg is keluar kan lebih menyeramkan dari pada Anastasia.


Anastasia hanya menghela nafasnya katika Damian ikut campur, ia tdk akan punya kesempatan utk melanjutkan nya.


" To.. Tolong ampuni aku, Tuan. Aku mengaku salah, aku mohon. " ucap Siska menangis karena ketakutan.


" Kau pikiran aku sebaik itu?? Jika saja semua pembunuhan itu berhasil apa kau tahu apa yg akan ku lakukan?? Sama saja dgn saat ini, bahkan mungkin lebih. " ucap Damian.


" Haah... Kak, buang saja dia. Aku sudah bosan lihat wajahnya. " ucap Anastasia.


" Setuju. " sahut Ryuzen.


" Kalau begitu seret wanita ini pergi dari sini, Ryu. Lemparkan dia ke laut. " ucap Damian.


Yg mendapat tatapan tdk senang dari Ryuzen, iya pada akhirnya dia lah yg selalu menjadi korban utk membereskan semua yg terjadi.


" Ck, apa kau puas. Kau membuatku memiliki kerja tambahan. " ucap Ryuzen yg memanggil beberapa pengawal dan membawa Siska pergi dari sana.


Siska terus memberontak, ia terus memohon utk mengampuni nya, tapi semua usaha yg is lakukan sia-sia. Akhirnya dia menyadari apa yg Anastasia katakan waktu itu, seharusnya dia menuruti nya dan menjauh sejauh-jauhnya.


Sedangkan di dlm sana akhirnya menjadi lebih tenang, hanya tinggal mereka berdua yg ada di sana. Damian sempat meminta penjelasan kpd Anastasia tentang penembakan itu, dan Anastasia menjelaskan nya dgn senang hari. Itu karena penyebab nya sudah pergi jauh.


" Kak Ian, aku kembali dulu ya. " ucap Anastasia saat ia melihat notif di telpon nya.


" Tdk kau harus membayar ku, bahkan semalam pun kau tdk melakukan nya. " ucap Damian.


" Moh, lain kali saja. Saat ini sangat penting, ya, ya. " mohon Anastasia.


" Tdk. " tolak Damian.


" Oh ayolah, aku janji saat di monsion nanti. " bujuknya.


" Asalkan kau tdk kabur seperti semalam. "


" Oke, aku mencintaimu kak. "


Anastasia pun mengecup pipi Damian setelah mengucapkan itu, dan langsung berlari pergi dari sana. Damian sendiri tersenyum senang mendengar ucapan Anastasia yg bilang kalau dia mencintai nya.

__ADS_1


__ADS_2