
Saat Anastasia memperkirakan mobilnya, ia pun langsung turun bersama Cavita. Ia sudah di sambut oleh beberapa pelayanan dan juga kepala pengurus rumah itu. Para pelayan itu menunduk hormat ketika Anastasia melewati mereka, beberapa juga tersenyum tulus dan menyapanya. Anastasia juga tersenyum dan balik menyapanya dgn ramah.
Itu jadi pemandangan baru bagi Cavita, Anastasia yg bisanya dingin dan datar saat di monsion miliknya, ternyata sangat ramah dia kediaman orang tua nya.
Mereka pun di antar oleh pengurus rumah itu menuju tepat Aria dan Clara menunggu mereka. Pengurus rumah itu bernama Sin, dia pria yg terlihat seperti berumur sekitar 45 atau 50 tahunan.
" Apa perjalanan anda menyenangkan, nona?? " tanya paman Sin ramah.
" Tentu, paman. Bagaimana keadaan paman?? " ucap Anastasia.
" Saya baik, nona. Terima kasih atas perhatian nya. "
" Jgn sungkan paman, aku sudah menganggap mu keluarga ku sendiri. "
Pria tua itu tersenyum senang, dia sangat terharu dgn kebaikan Anastasia yg sama besarnya dgn kedua orang tuanya. Saat mereka sampai di ruang keluarga, paman Sin pun langsung membukakan pintu utk mereka.
" Mamah, papa. " panggil Anastasia.
" Ah, Nana sayang. Kau datang berkunjung. " ucap Clara yg langsung memeluk putrinya.
" Bagaimana kabar mamah dan papa?? Apa mamah sudah baik-baik saja?? " tanya Anastasia.
" Kami baik, sayang. Dan mamah juga sudah sembuh, semua berkat mu dan yg lainnya. " ucap Clara.
" Bagus lah, aku juga membawa beberapa buah utk mamah. "
" Ya ampun, Terima kasih sayang. "
Mereka pun malah asik mengobrol berdua dan melupakan dua orang lain yg ada di sana.
" Ekhm... Jadi, Nana sayang. Apa kau akan melupakan temanmu begitu saja. " ucap Aria.
Anastasia yg teringat dgn itu pun hanya menepuk jidatnya, bagaimana ia bisa lupa kalau dia datang bersama dgn Cavita. Sedangkan Cavita malah tersenyum kikuk, ketika Aria malah menjadikan nya sebagai alasan untuk menarik perhatian putrinya.
Anastasia pun langsung menghampiri Cavita dan menatiknya ke hadapan orang tua nya.
" Mah, pa. Namanya Cavita, dia adalah satu-satunya teman ku dia negara K dulu. " ucap Anastasia.
" Halo tuan, nyonya. " sapa Cavita sopan.
" Astaga, sayang. Jgn panggil kami seperti itu, panggil saja paman dan bibi seperti Vero dan yg lain. " ucap Clara sambil merangkul Cavita.
Cavita sedikit terkejut mendengar itu, ternyata apa yg dikatakan oleh Vero bahwa kedua orang tua Anastasia sangat ramah benar. Tapi kemudian ia tersenyum dan mengiyakan ucapan mereka.
" Bibi sangat berterima kasih kau mau berteman dgn Nana, sayang. " ucap Clara.
" Tdk bibi, justru aku yg merasa sangat senang karena bisa mendapatkan teman sebaik Nana. " ucap Cavita.
Clara tersenyum senang mendengar jawaban Cavita, dia tahu jika gadis di hadapan nya itu sudah mengalami hal yg sangat menyedihkan. Terlihat jelas di matanya kalau dia sangat merindukan kehangatan keluarga seperti ini.
Perbincangan mereka kembali berakhir ketika Aria bicara kpd mereka.
" Bisakah kalian duduk, kasihan dia jika terus berdiri seperti itu. " ucap Aria.
Mendengar itu Mereka malah tertawa dgn apa yg di ucapkan Aria, sepertinya pria itu hanya kesal karena tdk dibawa dlm obrolan mereka.
Mereka pun langsung duduk karena tdk mau membuat Aria merasa tdk di anggap di sana.
" Mah, Sherly dan kak Ren di mana?? " tanya Anastasia.
" Aku di sini, kak. " ucap Sherly yg berlari kearahnya.
__ADS_1
Ia sedang mandi ketika mendengar kalau kakak tersayang nya itu datang berkunjung, ia pun langsung bersiap dgn terburu-buru karena ingin segera menemuinya.
" Kenapa kakak tdk memberi tahu ku jika mau datang. " gerutu Sherly yg duduk di sampingnya.
" Kan sudah ku beritahu. " jawab Anastasia datar.
" Kapan?? "
" Saat bolos kelas. " jawab Cavita.
" Tapi kan, kakak ada di atas pohon mana ku dengar. " gerutunya lagi.
" Hanya kau saja yg terlalu fokus melihat film drama bersama dgn Vero. " ucap Anastasia pula.
Ia langsung manatap Anastasia kesal, tapi sesaat kemudian ia sadar jika di ruangan itu bukan hanya ada mereka. Ia pun malihat ke arah orang tuanya yg menatapnya dgn tajam dan tdk percaya.
Sherly menelan ludahnya melihat itu, ia melirik ke arah Cavita tapi dia malah membuang wajah nya. Dan saat ia melihat ke arah Anastasia, dia malah menikmati minuman yg di sediakan tanpa peduli tatapan orang tua mereka.
" Oh, ya ampun. Kenapa aku bertanya berusan." jerit batinnya.
Sedangkan Aria dan Clara masih menatap kedua putrinya itu menuntut penjelasan.
" Kalian bolos kelas?? " tanya Aria.
" Nana, kau memanjat pohon?? " tanya Clara.
Sherly masih mematung tdk tahu akan menjelaskan apa, sedangkan Anastasia membuang wajahnya dgn kering dingin yg bercucuran.
" I.. Itu... Iya papa. " jawab Sherly gugup.
" Berapa nilai ujian mu?? " tanya Aria lagi.
" Baiklah, kami tdk akan mempermasalahkan nya lagi. Asalkan nilai mu tdk turun. "
" Eh, benarkah?? " tanya Sherly.
Anastasia dan Cavita yg ada di sana pun ikut terkejut mendengar itu.
" Iya, kami tdk mau menghalangi kebebasan kalian, asalkan nilai kalian bagus tdk masalah. " ucap Clara.
" Lalu, kenapa hanya aku yg ditanyai nilai? " tanya Sherly.
" Karena nilai Nana itu selalu jadi no 1 di Royal Garden. "
Ucap seorang pria yg baru saja datang ke sana, yg tdk lain tdk bukan adalah Prensais, ia baru pulang dari perusahaan ketika tahu Anastasia datang berkunjung.
" Bagaimana kakak tahu?? " tanya Sherly.
" Biar ku tebak, kakak bertanya kpd Stev. " ucap Anastasia.
" Iya benar, kakak juga tahu kau selalu tdk masuk kelas dan menghabiskan waktu di atap. " ucap Prensais yg langsung duduk bersama mereka.
" Bagus sekali, kakak alih profesi dari CEO jadi mata-mata. " ucap Anastasia.
Prensais hanya terkekeh mendengar apa yg di ucapkan adiknya itu.
" Tentu saja tdk, apakah salah jika seorang kakak ingin tahu apa yg selalu adiknya lakukan. " ucap Prensais.
" Itu sih boleh saja, asal jgn cari tahu apa yg aku lakukan dgn kak Ian. " gumam Anastasia.
" Memangnya apa yg kau lakukan dgn Damian? " tanyanya pula antusias.
__ADS_1
" Tdk ada. " ucap Anastasia dgn wajah memerah.
Anastasia mendapatkan tatapan gosip dari keluarga nya sendiri, harusnya dia mengatakan itu dlm hati sesalnya. Sedangkan Cavita malah sedang berusaha keras agar tdk tertawa terbahak-bahak mendengar apa yg di ucapkan oleh Anastasia.
Melihat apa Cavita yg berusaha tdk tertawa itu membuatnya kesal kpd Prensais, seharusnya dia tdk menanyakan itu di depan orang lain.
" Kakak sendiri, apa hubungan kak dgn Cassandra??. Akhir-akhir ini kau selalu menelpon dan mengirim pesan kpdnya?? " tanya Anastasia kesal.
Dan itu membuat semua tatapan penasaran dari yg lain beralih nya, Prensais memiringkan kepalanya sambil mengangkat salah satu alisnya. Sepertinya adik nya itu belum tahu.
" Jadi dia belum memberi tahu mu, ya. " ucapnya dgn senyum diwajahnya.
" Apa? " tanya Anastasia.
" Dia pacar ku. " ucap Prensais dgn senyum mengembang di wajahnya.
Semua orang yg ada di sana terkejut mendengar itu, tapi tdk dgn Cavita yg sudah tahu. Ia tdk bisa lagi menahan tawanya ketika melihat wajah terkejut Anastasia.
" Hahahahha.... Oke aku akan mengucapkan nya, selamat kau akan segera mendapatkan kakak ipar. " ucap Cavita disela tawanya.
Prensais pun ikut tertawa melihat ekspresi Anastasia yg tdk biasa. Sedangkan Aria dan Clara malah langsung membahas soal pernikahan.
" Se... Sejak kapan, kak? " tanya Anastasia yg masih belum bisa memproses jawaban itu dgn benar.
" Sejak 1 minggu yg lalu. " jawab Prensais.
" Cassandra, kenapa dia tdk memberitahu ku. " gumam Anastasia.
" Hei kak, seperti nya kak Nana benar-benar syok. " bisik Sherly.
BRAK....
Tiba-tiba saja Anastasia menggebrak meja dan membuat semua orang yg ada di sana terkejut.
" Yosh, aku harus menginterogasi nya. Akan ku tanyakan kapan dia akan menikah dgn mu, setelah itu aku akan menggelar acaranya. " ucap Anastasia dgn semangat.
" Ee... eh, Nana... " ucap Prensais yg terkejut dgn apa yg ia dengar.
" Ayo, Cavita kita kembali ke monsion. Dah mah, dah pa, aku pergi dulu menginterogasi calon menantu mu. " ucap Anastasia yg langsung mencium pipi kedua orang tuanya.
" Semangat sayang, pastikan dia akan menikah dgn kakak mu ya. " teriak Clara.
" Iya mah. " jawab Anastasia yg sudah berjalan agak jauh.
Anastasia dan Cavita pun segera pergi dari sana, meninggal kan keluarga nya yg masih ada di sana. Prensais pun masih mematung karena Anastasia tdk mendengar kan nya.
" Hayo... Kakak di nikahin oleh kak Nana. " ucap Sherly menggoda kakaknya.
" Sherly?!! " ucap Prensais.
" Selamat nak, akhirnya aku akan memiliki menantu yg baik. " ucap Aria yg menepuk pundak Prensais.
" Papa?!! "
" Akhirnya, ibu bisa punya orang baik yg akan menjaga mu. " ucap Clara terharu.
" Mamah?!! Eh... Ehhhhhhhh.... "
Prensais masih tdk percaya dgn apa yg sedang terjadi, tapi sesaat kemudian ia langsung mengejar Anastasia ke kediaman nya. Sherly pun ikut utk melihat apa yg terjadi, tapi bukan khawatir. Tapi ia malah ingin malihat tonton seru dari kakak kakaknya bersama dgn calon kakak iparnya.
Aria dan Clara hanya bisa menggeleng kan kepala mereka melihat tingkah putra putri mereka. Yah tapi mereka senang karena mereka bisa ceria dgn hal itu, Anastasia juga semakin baik dari pada sebelumnya.
__ADS_1