
Tiga minggu kemudian, selama itu Anastasia tinggal bersama dgn orang yg paling dia benci dan ingin ia hindari. Dan selama itu juga Damian terus mencari keberadaan Anastasia yg tdk bisa dilacak sampai sekarang. Serta tiga minggu juga Stella yg masih menjadi tahanan dimarkas Vero dkk mendapatkan penyiksaan yg menyakitkan dan terus ditanyai tentang keberadaan Haris Leonardo.
Bahkan sekarang pun, Damian datang kesana utk kembali bertanya kpd nya. Yg ia rasakan hanya rasa sakit dari penyiksaan yg mereka lakukan, juga bekas-bekas penyiksaan itu. Padahal tadinya dia berpikir mungkin dia akan mati lebih cepat jika Damian tahu Anastasia diculik, tapi malah sebaliknya.
Tubuhnya sekarang penuh dgn luka cambuk dan sayatan, bahkan lebam karena dia dipukuli oleh Damian dkk, pada akhirnya dia merasakan apa yg Anastasia rasakan dulu. Kuku-kuku jarinya pun sudah dilepas satu persatu, bahkan dia kehilangan beberapa jari nya, penampilan nya benar-benar kacau sekarang.
" Ini terakhir kalinya aku bertanya, Stella. Katakan dimana Haris Leonardo sekarang?. " tanya Damian dgn suara yg dingin dan tatapan yg sangat tajam.
" Sedah kubilang, aku tdk tahu. Kau bilang tempat sebelumnya sudah kosong dan hanya ada pelacak yg kau berikan kpd Anastasia sebelumnya. Tapi hanya tempat itu yg aku ketahui. " ucap Stella lemah.
Stella melihat Damian menatapnya tdk percaya, bahkan mungkin dia kembali kesal dan akan menyiksanya lagi.
" Berpikir lah seperti dia, Damian. Jika kau ingin menemukan Anastasia kembali berpikir lah seperti Haris Leonardo. " ucap Stella. " Pikirkan, jika kau jadi dia. Akan kau bawa ke mana Anastasia pergi. Tempat dimana kau tdk bisa menemukan nya lagi, tempat yg tdk mungkin digunakan Anastasia utk meminta bantuan kpd orang lain. " lanjutnya.
Damian diam sebentar, kemudian dia menyadari arti dari perkataan Stella. Benar, tempat dimana tdk akan ada orang yg membantu Anastasia, tempat dimana dia tdk akan menemukan Anastasia bahkan jika dia menggeledah setiap sudut negara S atau negara manapun.
" Jordan, cari seluruh informasi tentang kapal-kapal yg pergi dari negara S selama tiga minggu terakhir. " ucap Damian.
" Ehh, kenapa kau ingin tau tentang itu, kak?? " tanya Jordan.
" Sudah, lakukan saja. " suruh Zaroon.
Jordan pun hanya mengangguk dan segera pergi dari sana, sedangkan Damian dan Zaroon masih disana dan memikirkan apa yg akan mereka lakukan kpd Stella.
" Nah, Terima kasih sudah memberiku petunjuk. Jadi... Hadiah apa yg pantas utkmu, ya. " ucap Damian kpd Stella.
" Apa kau ingin disembuhkan dan hidup di suatu tempat?? " tanya Zaroon.
" Tdk. " jawab Stella. " Bunuh saja. Tdk ada lagi yg kumiliki, lagipula aku sudah bosan dgn hidupku. " lanjutnya.
" Yakin? "
Stella hanya mengangguk lemah, dia sudah benar-benar putus asa dgn hidupnya. Zaroon pun melirik Damian sebentar, dan Damian hanya mengangguk.
" Kuserahkan dia padamu. "
Setalah mengatakan itu, Damian pun segera pergi dari sana, meninggalkan Zaroon yg mengurus Stella.
" Itu bocah main pergi aja lagi. "
Zaroon agak kesal dgn sikap Damian, ia pun beralih menatap Stella.
" Maaf ya, akan kulakukan dgn cepat. "
" Lakukan saja. " ucap Stella.
Setelah mendengar itu, Zaroon pun segara mengarahkan pistol nya dan menembak Stella. Ketika Stella benar-benar sudah mati, ia pun menyuruh salah satu bawahan nya utk membereskan mayak Stella, dan ia pun pergi menyusul Damian.
" Hemm....Mungkin aku harus berhenti jadi mafia. " ucapnya sambil berjalan menjauh dari tempat Stella sebelumnya. " Sepertinya jadi pemuka agama bukan ide yg buruk. " gumamnya.
****
Disaat yg bersamaan, saat ini Anastasia sedang makan siang bersama dgn pria yg menyekapnya itu, mau tdk mau dia harus menurutinya demi keselamatan Violetta. Selama tiga minggu itu Anastasia merasa seperti sebuah boneka ditangan pria itu, ia menyuruh para pelayan nya mendandani Anastasia dgn gaun ala putri-putri raja, benar-benar membuat nya sangat kesal.
Meski dia juga bersyukur karena pria itu tdk pernah meminta lebih, hanya sekedar pelukan darinya. Selama itu juga dia hanya ada di dlm kamar, kecuali jika pria itu memanggilnya utk sekedar makan bersama atau menemaninya. Ia sekamar dgn Violetta, tentu saja dia tdk akan membuat Violetta jauh dari jangkauan nya.
__ADS_1
" Apa makanan nya tdk enak?? " tanya Haris membuyarkan lamunan Anastasia.
" Tdk. " jawabnya.
" Lalu kenapa kau diam saja? Apa ada yg kau inginkan?? "
" Bisa kau lepaskan rantai ditangan dan kakiku? "
" Hemm.... Kalau itu aku tdk bisa melakukan nya. Kau bisa memukulku nantinya. "
Sudah Anastasia duga, pria itu tdk akan melepaskan rantai itu. Tentu karena dia tdk mau Anastasia memberontak kpdnya, karena dia pasti tdk akan bisa lagi diancam atau apapun mengingat sekarang Violetta pun ada padanya.
" Kalau begitu buang semua gaun merepotkan ini, aku tdk menyukai nya. "
" Kenapa?? Kau bosan dgn gaun-gaun itu?? Kalau begitu aku akan membeli kan yg lain. "
" Apa kau bodoh, bukan itu maksudku. Aku tdk mau memakai gaun yg merepotkan utk ku pakai sehari-hari. "
" Mmm.....Akan ku pertimbangkan. "
" Ck. "
Anastasia memutar bola matanya malas, ia tdk pernah suka dgn sikap pria itu yg seenaknya, ya meskipun Damian juga seenaknya sih.
Mereka pun melanjutkan makan siang mereka, dan setelah selesai Anastasia kembali ke kamarnya. Saat ia membuka pintu ia langsung mencari keberadaan Violetta, ternyata dia ada dibalkon kamar itu. Ia pun masuk dan menutup pintu kamarnya, ia pun segara menghampiri Violetta di sana.
" Vio. " panggilnya.
Violetta pun berbalik, ia tersenyum senang karena Anastasia sudah kembali.
" Apa yg kau lakukan disini?? " Anastasia berdiri disamping nya.
" Mmm.... Hanya melihat lautan. " Violetta pun kembali mengalihkan perhatian nya kdp laut yg luas didepannya.
Iya benar, laut. Mereka ada di pulau pribadi milik pria itu, karena itu Damian agak kesulitan menemukan mereka.
" Mm... Kak, apa kakak pikir kak Damian akan menemukan kita?? " tanya Violetta dgn wajah sedih.
" Tentu saja, dia pasti akan datang menjemput kita. " jawab Anastasia tersenyum.
" Tapi ini sudah tiga minggu, kak Damian belum datang menjemput kita. "
Violetta kembali menatap Anastasia, kali ini air matanya pun mengalir di pipinya. Anastasia tahu jika Violetta pasti sangat merindukan keluarga nya, juga kehidupan nya yg normal. Karena dia juga merindukan hal itu, orang-orang yg selalu ada di samping nya, dan semua hal yg biasa ia lakukan tanpa aturan dari orang lain.
Anastasia pun merangkul dan memeluk Violetta utk menenangkan nya, selama ini Violetta tdk mau bertamu dgn siapapun penghuni tempat ini. Dia masih trauma dgn kejadian saat itu, dia semakin waspada kpd setiap orang yg ada disini. Bahkan jika itu pelayan yg datang utk mendandani Anastasia pun dia selalu mengunci dirinya di kamar mandi.
" Jgn khawatir, dia pasti datang. Dia pasti menjemput kita. " Anastasia mengelus kepala Violetta dgn sayang.
Violetta hanya mengangguk sambil menangis dipelukan Anastasia, tdk ada yg ia percayai di tempat ini kecuali Anastasia. Dan dia tdk mau percaya pada siapapun lagi yg ada di tempat ini.
*****
Setelah kembali dari tempat Stella, Damian pergi ke ruang kerja yg biasa Anastasia pakai saat di kediaman nya dulu. Dia juga memanggil yg lain utk berkumpul, termasuk Vero dkk.
" Ada apa kau memanggil kami, Damian?? " tanya Cassandra.
__ADS_1
" Apa kau menemukan, Nana?? " tanya Katania.
" Yah, bisa dibilang begitu. Tapi aku belum tahu letak pastinya. " ucap Damian.
" Itu bagus, dimana dia sekarang?? " ucap Jeffry.
Tok... Tok... Tok...
Sebelum Damian menjelaskan nya, pintu ruangan itu diketuk dari luar. Setelah yg mengetuk masuk, ternyata itu adalah Jordan dan Leo.
" Jadi, sudah kalian temukan?? " tanya Zaroon.
" Tentu saja, ada kami pasti tdk akan ada info yg tdk ditemukan. " ucap Leo menyombongkan diri.
" Jgn banyak bicara yg tdk jelas dan cepat jelaskan. " ucap Justic datar.
Tentu saja itu membuat Leo agak kesal, tapi yah apa yg dia ucapkan itu benar adanya.
" Jadi?? " tanya Cavita.
" Sesuai yg kak Damian inginkan, kami sudah mencari informasi yg diinginkan. Ada banyak kapal-kapal yg meninggalkan negara S selama tiga minggu ini.... " jelas Jordan.
" Ada terlalu banyak sampai aku pusing. " potong Leo.
" Diam bodoh!! " ucap Jordan kesal.
Mereka berdua malah saling melemparkan ejekan kpd masing-masing, sedangkan yg lain dibuat penasaran dgn informasi yg dibicarakan dan ada juga beberapa yg tdk mengerti.
" Kenapa malah ngomongin kapal?? " tanya Veronica.
" Diam, dan dengarkan saja. " ucap Ryuzen.
" Lanjutkan, Jordan. " pinta Prensais.
" Iya, seperti kata ku tadi. Ada banyak info kapal-kapal yg meninggalkan negara S, aku juga mendapat info tentang berbagai penerbangan yg ada. Dan ada satu yg membuatku yakin jika itu pasti dia. "
" Wow, apa itu?? " tanya Kriss yg penasaran sedari tadi.
" Sebuah Heli pergi meninggalkan negara S tiga minggu yg lalu, dan itu bertepatan dgn hari dimana kak Nana dan Vio diculik. Setelah ku perkiraan asalnya dari jalur terbang nya, dia.... Pergi setalah dari kediaman kak Damian. "
Mendengar itu membuat mereka terkejut dan juga gembira tentu saja, akhirnya mereka menemukan celah utk mencari Anastasia.
" Benarkah?? Lalu kemana dia pergi?? " tanya Cassandra yg antusias.
" Sepertinya mereka pergi ke lepas pantai di sebelah barat, disana hanya ada satu pulau dan sepertinya itu milik orang itu. " ucap Leo.
" Bagus, sekarang kita mendapatkan mereka. " ucap Justic.
" Kenapa kita tdk memikirkan dari awal, ya?? " tanya Veronica.
" Lalu.... Selanjutnya bagaimana, Damian?? " tanya Cavita.
Semua orang pun langsung memandang Damian yg sedari tadi diam saja, Damian yg sedang duduk pun bengkit dari duduknya.
" Siapkan pasukan. Besok, kita bawa kembali mereka berdua dan hancur pria itu utk selamanya. " ucap Damian dgn tegas.
__ADS_1
" Baik. " all.