
Setelah mereka memenangkan pertarungan itu, Anastasia dan yg lainnya mengintrogasi beberapa orang yg sebelumnya menyerah. Sekitar 20 orang berlutut dihadapan Anastasia yg duduk dikursi Leader mereka, sedangkan sisanya berbaring tak bernyawa di aula itu.
Anastasia duduk dgn tenang sambil melihat Damian yg menyiksa seseorang yg hampir melukainya. Pria itu berteriak dgn memilukan saat mendapatkan penyiksaan itu, tapi usaha apapun yg dilakukan olehnya utk bisa lepas dari nya tdk akan berguna.
" Akkhhh.... " jerit pria itu saat Damian memotong jari-jati tangannya.
" Sakit kah? " tanya Damian dgn seringai yg menghiasi wajahnya.
Damian tdk mempedulikan teriakan putus asa dari pria itu, ia masih saja menyiksa nya tanpa belas kasihan.
Disaat yg sama Clara dan yg lainnya datang kesana, mereka kaget melihat banyaknya mayat yg ada disana dan Damian yg tengah menyiksa seseorang. Clara menutup mulut dan hidung nya saat bau darah yg menusuk hidungnya, pandangannya beralih kpd Anastasia yg duduk tenang di kursi di ruangan itu.
" Nana.. " panggil Clara.
Mendengar itu membuat Anastasia menyadari kehadiran Clara dan yg lainnya, tapi ia masih tetap menatap kedepan dan tdk menjawab perkataan Clara. Veronica terlihat berjalan kearah Anastasia yg sedang mengelus dua hewan kesayangannya, ia berdiri disamping Anastasia dan membungkuk kpdnya.
" Kondisinya? " tanya Anastasia datar.
" Banyak luka lebam di sekujur tubuhnya, juga beberapa sayatan yg ada di kedua lengan. " jawab Veronica.
Anastasia tdk menjawab lagi perkataan Veronica, ia hanya mengetuk-ngetuk kan jarinya sambil terus menatap orang-orang yg ada didepannya. Kemudian ia beralih menatap Alfa dan Seth, karena bosan menunggu Leader Black Eye, ia pun memikirkan sebuah pertunjukan kecil.
" Kalian menginginkan mereka? Kalau begitu mereka milik kalian. " Anastasia menyeringai setelah mengucapkan itu kpd Alfa dan Seth.
Alfa dan Seth langsung berlari kearah para pria yg berlutut didepannya, mereka langsung mencakar dan menggigiti orang-orang itu. Anastasia hanya tersenyum mendengar suara jeritan dari orang-orang itu, tdk ada rasa kasian sedikit pun saat melihat mereka diterkam oleh binatang peliharaan nya.
Semua orang yg ada disana menelan ludah mereka melihat kekejaman yg diperlihatkan Lady mereka, bahkan anggota BDK pun juga merinding dibuatnya. Gadis yg seperti malaikat itu memiliki sisi iblis yg tdk akan diduga oleh orang-orang yg tdk melihat nya langsung.
Saat pertunjukan itu tengah berlangsung, bertepatan dgn Damian yg sudah puas bermain-main dgn orang yg disiksanya. Ia pun berjalan mendekati Anastasia sambail mengelap tangannya yg dipenuhi darah.
" Kau yakin ingin membuat Alfa dan Seth membereskan orang-orang itu, Nana? " tanya Damian.
" Aku bosan, Leader mereka ternyata seperti siput, sudah tahu markas diserang tapi dia masih belum sampai juga." ucap Anastasia samabil menopang dagunya. " Ngomong-ngomong kau sudah selesai? "
" Iya aku sudah membereskannya. " Damian tersenyum sambil menunjuk orang yg sudah tdk bernyawa lagi.
" Padahal suaranya enak didengar. "
" Kalau kau mau mendengar nya lagi, kau bisa menyisakan satu dari mereka utk ku siksa lagi. "
" Tdk. "
Mereka berdua berbincang seolah membicarakan hal yg seru, tapi kenyataan nya itu adalah hal yg sangat mengerikan. Bahkan Vero dkk dan Leo dkk tdk mengerti dgn jalan pikiran kedua orang itu, apa lagi keluarga nya.
" Kalian bicara seolah sedang membicarakan pertandingan sepak bola, apa kalian sadar dgn apa yg sedang kalian lakukan? " tanya Leo.
__ADS_1
" Tentu saja. " ucap keduanya kompak.
" Aku tdk mengerti dgn jalan pikiran kalian. "
" Kalau begitu kau tdk perlu memikirkan apa yg kami pikiran. " ucap Damian ketus.
Mendengar itu membuat Leo kesal, ia kembali berdebat dgn kakaknya tentang hal sepele seperti itu. Anastasia dan yg lainnya juga bosan dgn pertengkaran dua saudara itu, merekapun memutuskan tdk memedulikan keduanya yg sedang berdebat.
" Mereka mulai lagi. " batin Ryuzen.
" Kapan mereka akan bersikap dewasa? " batin Albert.
Anastasia hanya menatap kedua orang itu datar, ia tdk tertarik utk ikut dlm perdebatan keduanya. Tdk lama kemudian ia mendengar sesuatu dari luar, ia pun kembali menyeringai karena apa yg ia tunggu sudah datang.
" Sepertinya kita kedatangan tamu penting. " ucap Anastasia menyeringai.
Ucapan Anastasia berhasil membuat perdebatan Leo dan Damian berhasil, mereka pun menatap Anastasia bingung, begitu pula dgn orang-orang yg ada dideket nya.
BRAKK....
Tiba-tiba saja pintu markas itu terbuka dgn sangat keras, menampilkan seorang pria yg berdiri disana sambil menatap orang-orang nya yg berbaring tdk bernyawa.
" Araa, ternyata tuan Simon sudah datang. " ucap Anastasia santai.
" Siapa kalian? berani sekali kalian melakukan ini!! " ucap pria bernama Simon itu dgn marah.
" Darkness Angel? Blood Demon King? Apa sebenarnya maksud kalian? "
Pria itu sangat bingung, kenapa kedua mafia teratas itu ada di markas nya dan menghancurkan nya. Padahal seingat nya dia tdk pernah menyinggung salah satu dari mereka, dan lagi bagaimana mereka bisa bersama.
" Sepertinya kau tdk tahu? " ucap Anastasia saat melihat raut kebingungan dari pria itu.
" Apa yg tdk ku tahu? " tanya nya sambil menatap Anastasia tajam.
Anastasia hanya memiringkan Kepala nya mendengar pertanyaan dari pria itu, ia tdk menyangka kalau dia tdk menyadari sesuatu.
" Stev, bisa kau jelaskan kpd tuan Simon, tentang kenapa kita kemari. " ucap Anastasia sambil tersenyum lebar.
" Baik Lady. " jawab Stev seraya menundukkan tubuhnya.
Saat ia mendengar perintah Lady nya ia pun berjalan kedepan pria itu, tdk terlalu dekat hanya sampai dia ada di depan Anastasia, dan ia pun mulai memberitahu alasan mereka kesana.
" Kami kesini karena harus membawa kembali, nyonya Clara. Lady datang sendiri kesini utk memberi pelajaran karena berani menangkap nyonya. Dan seperti yg kau lihat kami sudah membereskan orang-orang mu, hanya tinggal dirimu. " ucap Stev dingin.
" Haah... Apa apaan ini, kalian menghancurkan kelompok ku hanya karena aku menangkapnya. Apa hak kalian? jika kau ingin wanita itu kembali kenapa harus menghancurkan orang-orang ku? " tanya pria itu tdk sadar dgn situasinya saat ini.
__ADS_1
Anastasia pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri pria itu, Stev juga memberi jalan kpd Lady nya utk berhadapan dgn pria itu.
" Artinya, kau berani sekali menculik ibuku dan menyakiti nya. Sepertinya kau benar-benar sudah bosan hidup karena sudah menyinggung ku. " ucap Anastasia sambil menatap pria itu dgn tajam.
Pria itu tersentak mendengar ucapan Anastasia, gadis itu baru saja bilang menangkap ibunya? itu berarti dia adalah anak Clara. Tapi yg ia ketahui Clara memang memiliki seorang putri, tapi dia tdk memiliki rambut berwarna putih seperti Anastasia. Apa itu artinya dia adalah orang yg dibicarakan oleh temannya.
" Itu artinya kau... "
" Iya, namaku Anastasia Zaffrina Chelsea Chornelia. Orang yg selama ini dicari sahabat mu utk disingkirkan, dan sayang sekali kalian yg akan ku singkirkan. " ucap Anastasia dgn seringai nya.
Pria itu menjadi gugup karena situasi yg tdk menguntungkan baginya, bukan hanya keberadaan Anastasia yg membuatnya terkejut, tapi disana juga ada Damian yg notabe nya adalah king mafia. Tdk ada lagi kesempatan lari lagi utknya.
Anastasia juga menyadari kebimbangan pria itu, para mafioso nya telah menghalangi jalan keluar dari sana. Dia bahkan dikepung oleh dua kelompok yg ada di atasnya, tentu saja pria itu bimbang dgn apa yg harus ia lakukan. Tapi dlm situasi saat ini, ia sangat ingin membalas karena sudah menyakiti Clara, dan dia pasti akan membuat pria itu membayarnya.
" Bagaimana jika kita buat sebuah kesepakatan? " tanya Anastasia dgn santai.
" Kesepakatan? " tanya balik pria itu.
" Iya, Kesepakatan. Jika kau bisa membunuh ku, Darkness Angel menjadi milikmu. "
Pria itu tersentak mendengar tawaran Anastasia, tentu saja itu adalah tawaran yg sangat menggiurkan. Apalagi Darkness Angel yg dipenuhi oleh orang-orang yg berbakat, membuatnya menjadi kelompok yg sempurna.
Orang-orang yg ada disana juga terkejut mendengar apa yg Anastasia ucapkan, itu berarti ia mempertaruhkan nyawanya sendiri utk melawan pria itu.
" Nana, apa yg kau bicarakan?!" tanya Prensais.
" KAU MENJADIKAN NYAWA MU SEBAGAI TARUHAN?! APA KAU SUDAH GILA?! " bentak Damian.
" Apa? kau sendiri selalu melakukan itu, masa aku tdk boleh. " ucap Anastasia kesal.
" AKU TDK AKAN PERNAH MENGIJINKAN NYA!! KEMARI SEKARANG!! "
" Tdk mau, bleee.... " tolak Anastasia sambil meledaknya.
Mendengar penolakan dari Anastasia membuat Damian kesal, ingin sekali ia membawa Anastasia pergi dan mengurungnya agar tdk melakukan hal-hal yg berbahaya lagi. Apalagi sekarang ia malah menjadikan nyawa nya sebagai taruhan.
" Jadi tuan Simon apa jawaban mu? " tanya Anastasia.
" Apa jaminan kalau mereka tdk akan membunuh ku jika aku menghabisimu? " tanya balik Simon.
" Hemm... Kau tahu? Mereka terikat sumpah dgn ku, mereka akan menuruti semua keinginan ku. Dan sekarang aku ingin menjadikan ini sebagai taruhan, jadi mereka harus menerima mu apapun yg terjadi. " Anastasia mencoba meyakinkan pria didepannya itu.
Simon terlihat sedang memikirkan perkataan Anastasia, harusnya apa yg ia ucapkan adalah kebenaran. Setiap mafia pasti melakukan sumpah kpd ketua mereka, karena itu jika ada yg mengalahkannya mereka bisa memilih utk pergi atau setia.
" Baiklah, aku menerimanya. " ucap Simon.
__ADS_1
Pria itu percaya kalau dia bisa menang menghadapi gadis itu, menurutnya Anastasia adalah wanita yg lemah. Bagaimana pun dia adalah orang yg telah lama ada di dunia mafia, karena itulah ia sudah tahu setiap teknik yg dilakukan oleh para mafia yg telah ia hadapi. Dan ia yakin jika gadis itu tdk memiliki cukup pengalaman utk bertarung melawan orang seperti nya.
Anastasia menyeringai mendengar persetujuan dari Simon, ia tahu apa yg pria itu pikiran. Tapi yg tdk pria itu ketahui bahwa Anastasia bukan lah wanita lemah, dia adalah orang yg tdk mungkin dilawan meski lawannya adalah pasukan militer khusus sekali pun, jika ia ingin mengalahkan nya makan butuh lebih dari sebuah regu militer utk melumpuhkan nya.