Mafia Girl

Mafia Girl
eps 81


__ADS_3

** Ruang musik Royal Garden


Saat ini kelas Anastasia tengah berkumpul di sana, tentu utk mengikuti pelajaran musik. Semua orang telah berada di sana kecuali satu orang, iya siapa lagi kalau bukan Anastasia sendiri.


Beberapa hari terakhir, Anastasia jarang mengikuti pelajaran yg ada di sana, dan lebih banyak menghabiskan waktu di atap.


" Cas, telpon Nana. Jika dia tdk datang sekarang maka dia tdk akan mendapatkan nilai. " ucap Katania.


" Dia sih tdk akan perduli tentang itu. " sahut Cavita.


" Benar juga sih, dia itu meski tdk belajar sudah pintar. Aku jadi penasaran berapa IQ nya. " ucap Veronica.


" Tentu saja, IQ 250 gitu apanya yg susah. "


" Kak Vita, apa itu benar?!! " tanya Jordan.


Cavita mengangguk mengiyakan ucapan dari Jordan, dia juga sedikit aneh sih, apa Anastasia tdk memberitahu mereka di adalah orang terpintar di negara K waktu itu.


" Menurut mu bagaimana dia menyelesaikan semua nya selama ini? " tanya Cavita.


" Masuk akal juga. " ucap Adrian.


" Kalian baru sadar, ya? " tanya Kriss.


" Tapi utk ini telpon saja, biar orang-orang juga mendengar dia bernyanyi. " ucap Katania.


" Aku setuju. " sahur Sherly.


Cassandra hanya mengangguki perkataan dari Katania, ia pun mengeluarkan telpon nya dan langsung menghubungi Anastasia.


Di atap, Anastasia masih seperti biasa malas-malasan. Tapi tidur nyenyak nya terganggu karena mendengar telpon nya berbunyi, ia pun bangun dan berjalan kearah pinggir atap sambil mengangkat telpon dari Cassandra.


" Why? " tanyanya.


" Nana, hari ini datang ke kelas musik ya. " pinta Cassandra.


" Malas, ah. " jawab nya.


" Ayolah, kami mau kau hadir. Sebentar.... saja, ya? "


" Hemm.... Baiklah. "


Wajah Cassandra pun langsung berseri mendengar kalau Anastasia akan datang.


" Kalau begitu cepatlah, sebentar lagi gurunya datang. " ucap Cassandra.


" Buka jendela nya. " jawab Anastasia.


" Apa?? Kenapa harus membuka jendela?? " tanya Cassandra.


Tapi ia tdk mendapatkan jawaban dari Anastasia, telpon nya mati secara sepihak dan Anastasia lah yg melakukan nya. Cassandra masih tdk mengerti dgn ucapan nya utk membuka jendela, memangnya ada hubungannya??


" Ada apa? " tanya Leo.


" Dia meminta ku membuka jendela. " jawab Cassandra.


" Utk apa memangnya? "


" Mana ku tahu, dia langsung mematikan telpon nya. "


Tok.. Tok.. Tok..


Lamunan mereka buyar ketika mendengar suara kaca yg di ketuk. Karena posisi mereka memang berada di sisi jendela, jadi mereka mendengar itu dgn sangat jelas.


Saat mereka melihat kearah suara itu, mereka di kejutkan dgn Anastasia yg bergelantungan di sana. Iya secara ruang musik masih ada di lantai dua dan Anastasia muncul dari mana?. Murid yg lain juga ikut terkejut karena itu, mereka sempat mendengar Cavita yg berteriak karena terkejut.


Veronica dgn cepat langsung menggeser kaca jendela itu agar Anastasia bisa masuk.


" Laba-laba manis, apa yg kau lakukan bagaimana jika kau jatuh?! " tanya Cavita.


Ia masih belum terbiasa dgn perilaku Anastasia yg berubah menjadi orang yg dingin, datar, nekat, dan tdk mau melakukan hal yg menurutnya merepotkan.


" Kau terlalu berlebihan, aku tdk akan mati hanya karena jatuh dari ketinggian seperti itu. " ucap Anastasia


" Jika kau terluka bagaimana?!! Kecoa itu pasti akan mengomel tdk jelas kpdku nantinya!! " ucap Cavita kesal.


" Kecoa?? Ah, maksud mu Tedy bear?? Tengah saja dia tdk akan mengomel, lagi pula itu jalan tercepat. "

__ADS_1


Anastasia mengucapkan itu tdk sangat santai, tapi tentu saja hal itu tdk membuat Cavita berhenti mengomel. Anastasia hanya menutup telinga nya ketika mendengar semua sumpah serapah dari sahabat masa kecilnya itu, dan tdk lama kemudian guru yg mengajar pun datang.


" Baiklah, anak-anak kita akan mulai pelajaran musiknya. Kali ini kita akan belajar memainkan piano dan juga bernyanyi. Anastasia silahkan maju memainkan piano dan bernyanyi. " ucap guru itu, yg bernama pak Febrian.


" Haah..... " sahut Anastasia.


Ia tdk mendengar kalau ia harus bernyanyi di sana, tentu saja dia sedikit terkejut.


" Kenapa aku? " tanyanya.


" Hemm... Veronica bilang kau yg akan bernyanyi di pelajaran ini. " ucap pak Febrian.


Mendengar itu ia pun langsung menatap Veronica dgn tajam, dan yg di tatap hanya cengengesan. Ia juga melihat kalau yg lainnya mulai penasaran dan menatapnya dgn penuh harap.


" Kenapa tdk kau saja, Vero?" tanya Anastasia.


" Ayolah, kau itu pemain piano yg hebat dan kami juga ingin mendengar mu bernyanyi lagi. " jawabnya.


" Ayolah kak. " mohon Sherly.


" Oke. " ucap nya pasrah.


Ia pun maju ke depan dan duduk di depan piano itu, ia pun bersiap utk bernyanyi dan memainkan nya piano itu.


---🎶🎶 Memories - Maroon 5 ----


🎶 Here's to the ones that that we got


Cheers to the wish you were here, but you not


Cause the drinks bring back all the memories


Of everything we've been through.


🎶Toast to ones here today


Toast to the ones that we lost on the way


Cause the drinks bring back all the memories


🎶There's a time that i remember


When i did not know no pain


When i belived in forever


And everything would stay the same


🎶Now my heart feel like december


When somebody say your name


Cause i can't reach out to call you


But i know i will one day, ay


🎶Everybody hurts sometimes


Everybody hurts someday, ay-ay


Everything gon' be alright


Go and rise a glass and say, hey


🎶Here's to the ones that we got


Cheers to the wish you were here, but you not


Cause the drinks bring back all the memories


Of everything we've been through


🎶Toast to ones here today


Toast to the ones that we lost on the way


Cause the drinks bring back all the memories

__ADS_1


And memories bring back memories, bring back you


🎶 Du.. du.. du.. du.. du.. du - dururu... du.. du.. du - dururu... du.. du.. du..


🎶Memories bring back memories, bring back you...


Dan begitu lah Anastasia mengakhiri lagu yg ia nyanyikan, ekspresi yg di perlihatkan orang-orang yg ada di sana tdk jauh berbeda dgn apa yg ditunjukkan Veronica dan yg lainnya saat ia pertama kali bernyanyi utk Diana.


Anastasia sudah menduganya, orang yg selalu irit ngomong seperti pasti akan terlihat aneh jika bernyanyi seperti itu. Tapi kemudian seisi kelas menjadi heboh secara mendadak, Anastasia jadi terkejut karena hal itu.


" Woww... Itu nyanyian terindah yg pernah ku dengar. " siswa A.


" Itu terdengar seperti suara malaikat. " siswa B.


" Kyaa... Anastasia, aku benar-benar mengidolakan mu. " siswi A.


" Ajari kami Anastasia. " siswa B.


Anastasia terpaku, dia tdk menyangka mereka akan seperti itu, Guru yg mengajar pun diam tdk berkutik di sampingnya. Anastasia hanya menghela nafasnya lelah, sepertinya akan ada gosip lain tentang dirinya di sekolah itu.


** Tempat lain, Negara K.


Saat ini Stella sedang berusaha menelpon seseorang, iya siapa lagi kalau ayah kandungnya. Dia tdk mendapatkan satupun info sejak terakhir kali dia menghubungi nya, ia sudah mencoba puluhan kali tapi pria itu tetap tdk menjawabnya.


" Arghhh... Kemana si tua bangka itu!!, kenapa dia tdk memberiku info yg ku butuhkan lagi!! " ucapnya geram.


Ia melemparkan ponselnya ke sofa yg ada di sana dan ia juga menjatuhkan dirinya disana. Ia benar-benar kesal karena ayahnya itu tdk membantunya melakukan apapun, jika saja ayahnya lebih berguna dia pasti bisa mendapatkan apapun tanpa bersusah payah.


Iya meski sekarang dia juga tdk perlu melakukan itu, tapi ia masih butuh pria itu utk mencari Anastasia. Ia tdk mau rencana yg ia bengun selama ini hancur karena Anastasia tiba-tiba datang dan merebut apa yg ia dapatkan sekarang.


" Kemana sebenarnya perempuan ja***g itu, kenapa dia tdk bisa di lacak oleh siapa pun? " gumamnya.


Lamunan nya buyar ketika ia mendengar bel apartemen nya berbunyi, ia pun bangkit dan menghampiri pintu itu. Saat ia membuka nya wajahnya langsung berseri karena melihat siapa yg datang.


" Michael. " sapanya manja.


Yup, dia adalah mantan tunangan Anastasia, atau lebih tepatnya mentan tunangan yg tdk d inginkan olehnya.


" Hai, sayangku. Apa kabar mu? " tanyanya.


" Aku baik, ayo masuk. " ucap Stella.


Michael pun masuk ke sana dan duduk di tempat Stella tadi, sedangkan Stella pergi utk mengambil minuman. Tentu ia harus berusaha terlihat baik di hadapan tunangan nya saat ini kan, dan yg akan menjadi suami nya sebentar lagi.


" Kapan kau kembali Mic, ku dengar kau pergi utk mengatasi cabang perusahaan. " ucap Stella.


" Aku baru saja sampai, aku sangat merindukan mu. " jawab Michael.


" Ihh, dasar gombal. "


Mereka pun tertawa bersama karena itu, Stella sendiri puas dgn keadaan Michael yg sangat mencintai nya saat ini. Tentu dia akan semakin menabur kebencian di hati Michael utk Anastasia, agar pria itu juga membantu nya menyingkirkan duri di hidupnya.


" Ngomong-ngomong apa tdk ada masalah saat aku pergi? " tanya Michael.


" Tdk, ada Mic sayang. " ucapnya dgn wajah senang, tapi kemudian ia mengubah raut wajah nya seolah khawatir.


" Hanya saja aku masih takut. " ucapnya.


" Ada apa? " tanya Michael. lagi.


" Bagaimana jika kak Anastasia datang dan merebutmu dari ku lagi. Padahal aku sudah sangat mencintaimu. " ucapnya menitahkan air mata palsu nya.


Ia akan terus melakukan nya sampai dia bisa memiliki Michael sepenuhnya, jika sampai Anastasia datang utk balas dendam. Maka ia akan siap dgn kedua keluarga yg melindungi nya, ia juga akan membuatnya merasa iri dan cemburu akan hubungan nya dgn Michael.


" Stella sayang, kau tdk perlu khawatir. Aku tdk akan kembali kpd ja***g seperti nya, yg ada hanya kamu. Lagi pula kita akan segera menikah, jadi jgn khawatir apa pun lagi ya. " ucap Michael menenangkan.


" Tapi bagaimana jika.... " Stella sengaja menggantung kata-katanya.


" Stella, dengar. Jgn khawatirkan orang lain, aku akan selalu ada utk mu. "


" Iya. "


Stella menunjukkan senyum senang ketika mendengar itu, ia pun memeluk Michael utk membuatnya semakin percaya jika dia benar-benar tdk berdaya. Michael pun juga membalas pelukannya, ia berpikir seperti apa yg di inginkan Stella.


Meski sebenarnya ia masih memiliki sedikit perasaan kpd Anastasia, tapi ia sudah terlanjur kecewa kpd tuduhan palsu yg di buat Stella.


" Huh, aku tdk perlu khawatir lagi. Sekarang aku punya orang yg bisa mendukung ku, dan dia lebih baik karena mereka punya segalanya. Aku tdk akan membuat mu hidup tenang Anastasia, lihat saja kau pasti akan hancur. " batin Stella dgn senyum licik mengembang di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2