Mafia Girl

Mafia Girl
eps 58


__ADS_3

" Haah... Kenapa kita disuruh pulang cepat sih? "


Leo terus saja menggerutu di sepanjang perjalanan, setelah mereka menerima panggilan dari Veronica, mereka langsung bergegas kembali karena Veronica terdengar sangat panik.


" Berhentilah menggerutu seperti itu, Leo. Kau terdengar semakin cerewet. " ucap Justic.


" Memangnya kenapa? Lagipula kita kan sedang berlibur, tapi malah disuruh cepat kembali. "


" Veronica terdengar khawatir saat menelpon kita, sebaiknya kita memastikan nya dulu. " ucap Zaroon.


" Cih.. "


Leo hanya mendecih mendengar alasan dari mereka, Zaroon hanya menghela nafas nya melihat tingkah adik sahabat nya itu. Ia berpikir bagaimana Damian bisa tahan mempunyai adik yg seperti itu.


Yg lainnya juga tampak jenuh dgn ocehan dari Leo, tapi mereka tdk bisa membuat nya diam. Bahkan protes mereka tdk digubris Leo, ia terus saja mengoceh sepanjang jalan.


" Mohh.... Bisakah kakak diam, kau terus saja mengeluh. Jika kau tdk mau pergi kami bisa meninggalkan mu di pulau ini sendiri. " Violetta yg tdk tahan lagi dgn ocehan kakaknya pun angkat suara dan menatap nya dgn tajam, itu langsung membuat Leo diam seketika.


" Sudah, Sudah Vio... " Sherly mencoba untuk menenangkan Violetta yg sedang kesal, ia tdk mau sampai mereka bertengkar.


Semua yg melihat Leo langsung diam pun bernafas lega, jika tahu begitu seharusnya mereka meminta Violetta utk membuat Leo diam lebih awal.


" Waw... Sepertinya adik lebih galak dari pada kakak. " sindir Jeffry.


" Kau benar. " sahut Jordan.


Ucapan mereka membuat yg lainnya tertawa terkecuali dgn Leo, ia mendengus kesal karena menjadi bahan ledekan teman-temannya.


" Sudahlah, jgn meledaknya lagi. " Katania mulai melerai karena melihat wajah Leo yg kesal.


" Jika kalian terus melakukan itu, dia bisa-bisa kabur loh. " ucap Adrian.


" Baiklah kami akan berhenti. " ucap Jordan.


" Ngomong-ngomong Stev, apa tdk ada yg menghubungi mu? " tanya Cassandra.


" Tdk, telpon ku mati. " jawab Stev.

__ADS_1


Cassandra hanya mangut-mangut mendengar ucapan Stev, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Saat sampai mereka terkejut karena melihat helikopter Anastasia sudah ada disana, dan mereka sedang mengangkut barang-barang mereka.


" Apa kita pulang sekarang, ya? " Sherly yg bingung melihat itu bertanya kpd mereka, tapi tdk ada satu pun yg tahu alasannya. Mereka pun bergegas menuju Villa dan menanyakannya sendiri. Tapi alangkah terkejutnya mereka melihat apa yg ada didalam.


" Nana.. " all.


" Kakak.. " Leo, Jordan, Sherly dan Violetta.


Mereka beteriak bersamaan saat melihat Anastasia yg terluka dan matanya sembab akibat menangis, mereka pun langsung menghadapi Damian dan Veronica yg sedang membalut lukanya.


" Apa yg terjadi? " tanya Katania khawatir.


" Kalian, kemarilah. " ucap Prensais yg tiba-tiba keluar dari kamarnya.


Mereka pun langsung pergi ke tempat Prensais, mereka melihat Diana dan Lucas yg ada disana juga. Keadaan Diana saat ini terus menagis karena mengkhawatirkan Anastasia, dan Lucas yg sedang menenangkannya. mereka semakin bingung dgn keadaan saat ini, apa yg sudah mereka lewatkan?


" Apa yg sebenarnya terjadi? " tanya Leo khawatir.


Prensais masih diam tdk menjawab pertanyaan Cassandra, ia tdk tahu harus mulai dari mana.


" Apa ada yg menyerang? " tanya Katania khawatir.


"LALU?? " all.


Prensais menghela nafasnya berat, mau tdk mau ia harus memberi tahu apa yg terjadi kpd mereka.


" Sebelum itu, Sherly. Berjanjilah kau tdk akan terlalu emosional. "


Prensais menatap adiknya Sherly dgn wajah serius, ia tdk mau hal yg sama terjadi kpd Sherly, bagaimana pun juga ia telah melihat Anastasia yg begitu emosional saat mendengar berita itu, dan tdk mau Sherly melakukan hal yg sama.


Pernyataan kakaknya membuat Sherly semakin bingung dgn keadaan saat ini, tdk hanya dia yg lain nya pun merasakan hal yg sama. Ia pun hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan kakaknya.


Melihat itu Prensais pun kembali menghela nafasnya sebelum menceritakan apa yg terjadi.


" Mamah diculik. " Prensais mengucapkan itu dgn singkat, jelas dan padat. Membuat semua makhluk yg ada disana (-Lucas dan Diana) membelalak kan matanya, Sherly bahkan mematung tdk percaya dgn ucapan kakaknya.


" Bagaimana bisa terjadi?! " tanya Cassandra.

__ADS_1


" Kami belum tahu, Anastasia mendapatkan kabar itu beberapa waktu yg lalu, dan kalian bisa lihat hasilnya. " ucap Prensais lirih.


Mendengar semua itu membuat Sherly yg sedari tadi diam saja meneteskan air matanya, tubuhnya pun mulai terhuyung tapi untungnya ditahan oleh Ryuzen.


" Sherly?! " Prensais kembali panik setelah melihat reaksi adiknya.


Tubuh Sherly pun merosot dan terduduk, dgn Ryuzen tetap memegangi nya. Semua yg ada disana juga mulai panik setelah melihat itu, jika Sherly saja sampai seperti itu, bagaimana dgn Anastasia? Dan luka-lukanya?


" Tdk, kakak bohong. Tdk mungkin. " Sherly berusaha menyangkal semua yg ia dengar, ia tdk tahu lagi harus seperti apa.


" Sherly tenang dulu. " Prensais mencoba membujuknya. " Mamah, pasti baik-baik saja. Papah juga sedang mencarinya. "


" Iya, mamah baik-baik saja. Dia pasti baik. " Sherly mencoba menenangkan dirinya sendiri agar ia tdk menghambat pencarian ibunya.


Mereka semua yg ada disana menjadi tegang dgn situasi saat ini, mereka harus segera mencari dan menangkap dalang dari penculikan ini. Ditambah mereka harus mencari Clara, jika tdk Anastasia bisa-bisa mengamuk atau yg lebih buruk.


" Kak nana bagaimana? apa yg terjadi kpdnya? " tanya Jordan, ia mengucapkan pertanyaan yg sedari tadi ingin ditanyakan oleh mereka. Prensais hanya diam dan menundukan kepalanya, ia tdk sanggup menjawab keinginan tahunan mereka, ia tdk mau mengingat apa yg ia lihat saat itu.


" Kak Nana lari ke kamarnya dan membanting semua barang-barang nya. " ucap Lucas, ia tahu jika Prensais tdk ingin menceritakan itu, tapi dia tdk bisa membiarkan teman-temannya Anastasia penasaran seperti itu, karena itulah ia yg mengambil alih keadaan.


" Saat kami mencoba membuka pintu kamar kak Nana, kami tiba-tiba saja tdk mendengar apapu. Karena itulah kak Ian mendobraknya. Dan kami melihat kak Nana yg duduk dilantai, kemudian kak Nana menusuk kakinya menggunakan gunting. "


Lucas menjelaskan semua yg ia lihat dgn jelas, membuat mereka terkejut mendengar nya.


" Hiks... Kak Nana Hiks... Akan baik-baik saja kan? Hiks... " tanya Diana sambil terus menagis.


Melihat itu Katania pun berjalan mendekati nya dan memeluknya.


" Jgn khawatir, kak Nana itu kuat. Pasti baik-baik saja. "


Katania mengelus kepalanya Diana dan terus memeluknya, ia mencoba menenangkan nya. Ia mengerti Diana ketakutan melihat Anastasia seperti itu, bukan takut karena menyeramkan, tapi takut karena tdk mau kehilangan.


Baginya Anastasia adalah orang yg harus ia dan Lucas lampaui. Diana juga membalas pelukan Katania, ia sangat khawatir dgn keadaan Anastasia. Saat itu, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan masuklah Damian dgn wajah yg tampak kusut.


" Kak Ren, sebaiknya kita berangkat sekarang. Jika tdk Nana pasti akan nekat pergi sendiri. " ucap Damian.


" Kalau begitu ayo, lebih cepat lebih baik. Kita bisa langsung mencari mamah Clara. " ucap Leo.

__ADS_1


Mereka semua mengangguk mengiyakan ucapan Leo, mereka tdk bisa membiarkan Anastasia semakin larut flm kesedihan nya. Karena itulah mereka harus segera menemukan Clara.


__ADS_2