
Clara yg mendengar perkataan Siera menjadi merasa bersalah dan sedih, Prensais dan Sherly yg menyadari hal itu semakin geram dgn tingkah laku Siera. Bukan hanya menghina Anastasia dia juga menyakiti perasaan ibu mereka.
Wajah Anastasia pun berubah menjadi menyeramkan saat Siera mengungkit tentang keluarga nya,tangannya mengepal kuat saat menahan amarahnya, Stev juga marah karena hal itu, tapi saat melihat ekspresi Anastasia yg berubah menyeramkan ia menelan ludahnya kasar.
" Wah, dia membangunkan iblis. " batin Stev.
" Nona Siera, jaga batasan mu!!. " ucap Clara.
" Cukup, Siera cukup!! Jaga bicara mu!!." bentak prensais.
" Kenapa memangnya, hah. Kau tdk bisa mengatur diriku. " ucap Siera frustasi.
" Diam kau wanita ja***g!!, jgn membuat keributan lagi disini!!. " bentak Sherly.
" Yg wanita ****** disini adalah dia, Keluarga nya pasti adalah orang-orang yg tidak tahu malu. " hina Siera, membuat prensais menjadi semakin marah kpdnya.
Anastasia yg tdk bisa lagi menahan amarah nya pun langsung berjalan kearah Siera, ia menampar wajah Siera berkali-kali sampai darah segar mengalir dari sudut bibir nya. Semua orang yg ada disana menjadi takut setelah melihat amarah Anastasia, keluarga nya bahkan tdk percaya kalau Anastasia terlihat berbeda dari dirinya yg tadi.
" Kesalahanmu, karena mencoba berurusan dgn ku, dan yg faling fatal karena kau mengungkit tentang keluarga ku. Jika saja kau tdk mengungkit nya, kau tdk akan seperti ini.Tapi ini hanyalah peringatan, jika kau mencoba lebih hidupmu akan berakhir dgn tragis, dan itu akan segera terjadi kpd adikmu yg mencoba melenyapkan ku!!." ancam Anastasia dingin.
Semua orang merinding mendengar ancaman Anastasia. Prensais, Clara dan Sherly juga terkejut saat mendengar bahwa adik Siera mencoba utk mencelakai Anastasia. Mereka merasa bersalah karena tdk bisa menjaga Anastasia dgn baik.
" Karena aku masih berbaik hati, pergilah. Dan jgn pernah mengusik diriku lagi. " ucap Anastasia dingin.
Tubuh Siera bergetar ketakutan karena ucapan Anastasia, ia tdk bisa menggerakkan nya bahkan hanya sedikit, ia juga terkejut saat mendengar bahwa adik nya telah mengusik Anastasia. Stev merasa sedikit lega karena tdk ada hal lain yg terjadi, tapi ia tdk yakin dgn emosi Lady nya. Karena merasa bosan disana Anastasia pun mengajak Stev utk pergi.
__ADS_1
" Stev, kita pergi. " ucap Anastasia datar.
" Baik, nona. " ucap Stev. ia tdk bisa berbuat banyak dan hanya bisa mengikuti Lady nya, saat emosinya sedang tdk stabil.
Semua orang mematung menatap kepergian Anastasia, merasa tdk percaya kalau gadis secara Anastasia bisa berubah menjadi mengerikan. Prensais juga hanya menatap Anastasia tanpa bergerak sedikit pun, ia masih terkejut dgn sisi lain Anastasia yg baru saja ia lihat.
" Ren, apa yg kau lakukan. Cepat kejar dia, jgn sampai kita kehilangan nya lagi. " ucap Clara, membuyarkan lamunan prensais.
" Iya kak, tadi juga kami sudah dibantu oleh kak Anastasia saat diganggu preman. " ucap Sherly.
" Kalian diganggu preman!!. " ucap prensais tdk percaya.
" Sudah nanti saja cerita nya, sekarang kejar dia, jgn sampai dia pergi lagi. " ucap Clara.
Prensais pun langsung pergi mengejar Anastasia dan Stev sebelum mereka pergi terlalu jauh. Clara dan Sherly ikut mengejar mereka setelah meminta asisten prensais utk menangani perusahaan utk sementara. Prensais melihat Anastasia dan Stev yg masih berjalan menuju parkiran, ia langsung menghampiri mereka.
Stev langsung menghentikan langkahnya dan berbalik, ia melihat Prensais dan keluarga nya sedang berlari kearah mereka.
" Nona Anastasia, tuan Stev, tolong maafkan kami atas kejadian tdk menyenangkan itu. " ucap Prensais.
" Tdk masalah, tuan Prensais. Ini bukan salah anda. " ucap Stev.
" Tapi tetap saja, hal ini terjadi diperusahaan kami, berarti kami juga bertanggung jawab. Kalau boleh, apakah ada yg bisa kami lakukan utk permintaan maaf?. " tanya Prensais.
" Tdk perlu, tuan. Tapi jika anda berkenan, kita bisa melanjutkan hubungan kerjasama kita. "
__ADS_1
" Tentu saja, dgn sebagai hati. "
Anastasia hanya melamun saat Stev tengah berbincang dgn Prensais, ia tengah memikirkan apa yg diucapkan oleh Siera tadi, tentang namanya dgn keluarga Chornelia yg adalah pemilik perusahaan Diamond. Lamunan Anastasia buyar saat ia melihat sebuah mobil yg berjalan kearah mereka dgn kecepatan tinggi, ia pun langsung mendorong orang-orang yg ada disana agar tdk tertabrak oleh mobil itu.
" Awas!!!. " ucap Anastasia.
Anastasia terjatuh bersama dgn Stev dan keluargan Chornelia, ia terduduk saat merasakan kakinya yg sakit, saat sebuah peluru tiba-tiba saja mengenai bahu kirinya.
" Nona!! " ucap Stev.
" Anastasia!!!. " ucap Prensais dan Clara.
" Kak Anastasia!!. " ucap Sherly.
Mereka langsung berlari kearah Anastasia yg bersimbah darah, Prensais memangku tubuh Anastasia dan langsung masuk ke dlm mobil Stev bersama yg lain utk pergi menuju rumah sakit. Saat Stev mengemudikan mobilnya ia merasa agak aneh dgn prensais dan keluarga nya, pasalnya mereka bicara seolah-olah Anastasia adalah bagian dari keluarga mereka.
Tapi Stev menepis pikirkan itu, ia akan menanyakannya saat kondisi Anastasia sudah stabil, ia harus memprioritaskan keselamatan Lady nya. Selama diperjalanan Anastasia juga merasa aneh dgn perlakuan keluarga Chornelia, tapi ia tdk bisa menanyakan nya, ia masih merasakan sakit dibahu kanannya, kesadaran nya juga sedikit demi sedikit semakin menghilang.
Mereka semakin panik karena Anastasia sudah tdk sadar kan diri, Stev pun semakin melajukan mobilnya tanpa memperdulikan sekitarnya, ia sangat mengkhawatirkan Anastasia. Saat sampai dirumah sakit, prensais langsung memangku tubuh Anastasia dan berteriak memanggil dokter seperti orang kerasukan.
" Dokter!! Dokter cepat kemari!!. " teriak Prensais.
Dokter yg melihat mereka pun langsung membawa ranjang kearah Prensais, dgn cepat Prensais membandingkan tubuh Anastasia diranjang itu dan mengikuti nya sampai ruang gawat darurat.
Seorang suster menghentikan langkah mereka saat Anastasia dibawa masuk ke dlm ruangan itu, prensais mengusap wajahmu kasar saat melihat kondisi Anastasia. Ia tdk percaya melihat adik nya ditembak didepan matanya sendiri.
__ADS_1
Tangis Clara pecah saat melihat kondisi putrinya, Ia sangat takut akan kehilangan Anastasia lagi. Sherly terus mencoba menenangkan ibunya yg sedari tadi menangis, Ia juga Khawatir dgn kondisi Anastasia.
Stev langsung menelpon Damian dan yg lainnya utk memberitahukan apa yg terjadi kpd Anastasia, ia merasa sangat bersalah karena tdk bisa melindungi Anastasia. Damian yg menerima panggilan dari stev pun langsung bergegas pergi kerumah sakit tempat Anastasia dirawat.