
* Kediaman keluarga Crawless
Saat ini Anastasia sedang berada di kediaman keluarga Damian, setelah meninggalkan rumah sakit ia langsung kesana karena Damian dan Leo menyeretnya kesana. Dan saat mereka berkumpul di ruang keluarga, suasana disana.... Begitu mencekam. Damian dan Leo mendapatkan tatapan tajam dari kedua orang tua nya.
" Ehh, ada apa ini? apa ada yg kulewatkan?. " batin Anastasia.
Suasana disana semakin menyeramkan karena tdk ada yg bicara satupun, Damian dan Leo hanya menundukkan kepala mereka. Karena Violetta sedang ada kegiatan sekolah jadi dia tdk pulang. Dan Anastasia, ia duduk diantara kedua orang tua Damian yg menatap mereka dgn tajam.
" Kalian tahu apa kesalahan kalian? " tanya Albert.
" Kami tahu, ayah. " ucap keduanya.
" Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana kalian bisa membiarkan nana terluka ? Bukankah kau bilang akan melindungi nya,Damian." tanya Claudia.
" Maaf ibu. " ucap DamianDamian menyesal.
" Ibu, ini bukan salah kak Ian ataupun Leo, jgn marah kpd mereka. " ucap Anastasia.
Anastasia mencoba menenangkan Claudia dan Albert agar tdk menyalahkan Damian dan Leo. Ia tdk ingin mereka disalahkan, ini terjadi karena dia yg tdk berhati-hati.
" Nana, sayang. Ibu tahu kau tdk ingin mereka disalahkan, tapi ini adalah tanggung jawab Damian karena dia adalah tunangan mu. " ucap Claudia.
" Itu benar, dia harusnya menjaga mu sepenuhnya. " ucap Albert mengiyakan ucapan Claudia.
" Jgn seperti itu, jika ini tdk terjadi aku tdk bisa mendengar kan kebenaran. Lagi pula ini hari yg membahagiakan. " ucap Anastasia tersenyum lebar.
Albert dan Claudia merasa heran, apa yg membahagiakan bagi Anastasia dari penyerangan ini.
" Tdk nana, Ayah dan ibu benar. Harusnya aku menjagamu dgn benar. " ucap Damian.
" Kami juga minta maaf, karena tdk memberitahu ayah dan ibu. " ucap Leo.
" Sudah kubilang tdk seperti itu, lagi pula berkat hal ini aku bisa menemui keluarga kandung ku. " senyum Anastasia semakin lebar.
" Kau bertemu mereka?. " tanya Albert dan Claudia, yg dibalas anggukan oleh Anastasia.
" Ayah dan ibu pasti terkejut, ternyata keluarga kandung kak Nana adalah keluarga Chornelia. " ucap Leo.
Mereka semakin terkejut dgn apa yg diucapkan oleh Leo, mereka tdk menduga kalau keluarga Anastasia yg sesungguhnya adalah keluarga sahabat mereka sendiri.
" Keluarga Chornelia yg itu? " tanya Albert tdk percaya.
" Iya. " jawab Damian.
" Pantas saja nama Anastasia memiliki Chornelia diakhir nya. "
Albert mangut-mangut mengerti ucapan kedua putranya, Damian dan Leo juga setuju dgn ucapan ayahnya tentang nama Anastasia.
__ADS_1
" Itu sangat bagus, mereka adalah orang baik. Ternyata putri mereka adalah orang yg kami sayangi. " ucap Claudia.
" Ibu kenal dgn orang tau ku? " tanya Anastasia.
" Tentu sayang, kami adalah sahabat. " Claudia membelai rambut Anastasia.
Anastasia sangat senang karena Keluarga nya dan keluarga Damian sudah saling kenal dan bahkan bersahabat. Ia ingin keluarga mereka bertemu, Albert dan Claudia juga menyetujuinya karena mereka juga harus menjelaskan tentang pertunangan Anastasia dan Damian.
" Kalau begitu, ibu akan menyiapkan makan malam dulu. " Claudia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah dapur.
" Ibu, Nana mau bantu. " Anastasia segera menyusul Claudia.
Saat ini diruang itu hanya tersisa Albert, Damian, dan Leo. Suasana pun kembali tegang karena Albert menatap mereka dgn wajah serius.
" Jadi jelaskan apa yg terjadi." ucap Albert serius.
Damian dan Leo pun menjelaskan apa yg terjadi, dan pertemuan mereka dgn keluarga Chornelia. Albert pun mengerti dgn permasalahan terjadi antara keluarga Chornelia dgn keluarga Akashia.
" Jadi, itu hanya dendam pribadi antara Julian dgn kedua orang tua Anastasia. " ucap Albert.
" Iya, padahal sejak awal pertunangan tuan Julian dgn nyonya Clara sudah dibatalkan, bahkan sebelum nyonya Clara menikah dgn tuan Aria. " ucap Leo.
" Baiklah, ayah mengerti. Jadi apa kalian sudah tahu siapa yg mencoba mencelakai Anastasia? " tanya Albert.
" Saat ini belum ayah, aku sudah memerintah kan orang-orang kita dan Anastasia, tapi masih belum ada yg menemukan nya. " ucap Damian.
" Tentu saja ayah. "
" Kalau begitu ayo kita makan, aku sudah lapar. " ucap Leo sambil menjalani keluar ruangan.
Albert dan Damian pun mengikuti Leo utk pergi keruang makan, sampai disana mereka langsung makan malam bersama dgn tenang meski tdk ada Violetta. Saat makan malam selesai, Claudia menyuruh Anastasia utk beristirahat karena lukanya.
Dikamar Anastasia tengah sibuk dgn ponselnya, ia sedang menelpon Stev utk menangkap pelaku penyerangan nya tadi siang.
" Stev, tangkap Kayli Fetrisia dan salah satu sniper Red viper yg bekerja sama dgnnya. Kurung mereka berdua diruang siksa sampai aku kembali. " ucap Anastasia dingin.
" Baik Lady. "
Anastasia langsung memutuskan panggilan nya setelah mendengar jawaban dari Stev, ia menjatuhkan dirinya diatas kasur, ia sangat lelah dgn semua persoalan hari ini. Tapi ja juga bahagia bisa bertemu dgn keluarga nya yg sebenarnya. Disaat yg sama ia juga marah kpd keluarga yg telah memisahkan nya dari mereka.
Lamunan Anastasia buyar ketika ia mendengar suara ketukan dipintu kamarnya, ia pun bangun dan melihat kearah pintu. Saat pintu itu terbuka ia melihat sosok Damin yg tersenyum kearahnya, ia membalas senyuman Damian dan mempersilahkan nya masuk.
" Apa yg mengganggu mu, Nana? " tanya Damian.
" Tdk ada. " dusta Anastasia.
" Jgn berbohong kpd ku, itu tdk akan berhasil. " Damian duduk dipinggir tempat tidur Anastasia.
__ADS_1
Anastasia menyenderkan kepalanya dibahu Damian, ia kembali teringat dgn cerita ibunya. Damian yg mendapatkan perlakuan seperti itu dari Anastasia sangat senang karena Anastasia sangat manja kpdnya.
" Jadi ada apa? " tanya Damian lagi.
" Kak, aku teringat dgn cerita mamah, apa yg harus aku lakukan? " tanya Anastasia.
" Hemm... Lakukan saja seperti biasanya kau lakukan. " ucap Damian santai.
" Ihhh... kak Ian, sama sekali tdk membantu. " gerutu Anastasia.
Ia kesal karena Damian, padahal dia yg menyuruh Anastasia menceritakan masalahnya, tapi saran yg ia berikan sama sekali tdk membantu. Damian hanya terkekeh melihat ekspresi Anastasia yg kesal, ia sangat menyukai ekspresi itu.
" Tentu saja, lakukan sesuai keinginan mu. Tapi, ngomong-ngomong aku belum menghukummu karena membuat ku hampir mati ketakutan. " ucap Damian.
" Salah sendiri, wee. " ledek Anastasia.
" Hei, aku seperti itu karena mu, loh. "
" Aku tdk meminta kak Ian utk khawatir, kok. "
Damian mencubit hidung Anastasia saat mendengar jawaban gadis itu, membuat nya kesal kembali.
" Ihhh, kak Ian. Sakit tahu. " gerutu Anastasia.
" Jadi, sekarang aku akan menghukummu. " ucapan Damian.
" Ehh, tung.... "
Damian sama sekali tdk mempedulikan ucapan Anastasia, ia meraih tengkuknya dan langsung me**mat bibir Anastasia. Ia memperdalam ciuman mereka, mengabsen setiap inci mulut Anastasia.
" Kak Ian.. " gumam Anastasia di sela-sela ciuman mereka.
Anastasia benar-benar terbuai dgn ciuman Damian, tdk lama kemudian Damian melepaskan ciuman mereka dan membeli pipi Anastasia.
" Berjanji lah, kau tdk akan meninggalkan ku lagi. " ucap Damian dgn senyumnya.
" Aku akan berusaha. " Anastasia membalas senyumannya.
" Hei, apa-apaan ucapan mu itu?." tanya Damian kesal.
" Balasan mu. " ucap Anastasia terkekeh.
" Dasar kau, ya sudah tidur lah. " ucap Damian.
" Aku ingin kak Ian menemaniku. " pinta Anastasia.
" Baiklah. "
__ADS_1
Damian pun berbaring disamping Anastasia dan mendekatnya dgn sangat erat, seolah-olah tdk ingin Anastasia pergi kemanapun. Mereka pun terlelap dlm alam mimpi mereka masing-masing.