Mafia Girl

Mafia Girl
eps 108


__ADS_3

**


...----Skip aja 2 minggu kemudian.----...


Akhirnya Anastasia dan Damian pun kembali ke negara S, mereka langsung kembali ke kediaman Anastasia karena Damian bilang kalau ada yg harus ia bicara dgn Adrian dan Stev. Anastasia hanya mengiyakan ucapannya karena ia juga sangat ingin berkumpul dgn sobat-sobatnya apalagi katanya mereka sedang berkumpul di sana.


Saat mereka sampai, mereka langsung di sambut oleh orang-orang yg ada dia sana. Bahkan para mafioso DA juga hadir menyambut Lady dan tuan mereka.


" Kak Nana, Kak Damian. " teriak Lucas dan Diana. Mereka langsung berlari menghampiri Anastasia dan memeluknya.


" Hai, kalian berdua. " Anastasia membalas pelukan kedua nya.


" Ayo masuk dulu, kalian pasti lelah. " ucap bibi Mei.


" Iya, ayo. "


Akhirnya semua orang masuk dan kembali melakukan perkerjaan mereka masing-masing. Saat di dlm Anastasia tdk sengaja bertabrakan dgn seorang pelayan yg ada di sana.


" Ah, Ma.. Maafkan saya, nona. " ucap pelayan itu membungkuk dan gugup.


" Tdk apa-apa, pergilah. " ucap Anastasia.


Pelayan itu kembali membungkuk dan pergi dari sana.


" Kau tdk apa-apa?? " tanya Veronica.


" Iya, tapi dia siapa?? "


" Dia pelayan baru, dia bekerja sekitar seminggu yg lalu. Karena pelayan yg lain harus berhenti karena akan di nikahkan oleh keluarga nya, itulah katanya. " ucap Cavita.


" Memangnya ada apa?? " tanya Katania.


" Aku tdk mempercayai nya, apa kalian mengawasinya?? "


" Iya, kami semua mengawasi setiap orang di sini, sih. Bahkan telpon mereka di sadap oleh Adrian. " bisik Veronica.


Anastasia hanya mengangguk mendengar itu, entah kenapa dia merasa tdk asing dan sangat tdk menyukai orang itu.


" Siapa namanya?? " tanyanya.


" Alexandra Atlanta. " ucap Katania.


" Tetap awasi dia, sepertinya aku merasa tdk asing dgnnya. Ngomong-ngomong Cassandra tdk di sini?? "


" Tdk, dia sedang berkencan. " ucap Cavita.


"Yasudah, ayo kita rayakan kedatangan Nana kita!! . " teriak Veronica, Yg disetujui yg lainnya.


***


Posisi Stella, saat ini dia masih melakukan kegiatan bersih-bersih di tempat lain. Sejujurnya dia masih sangat syok saat berpapasan dgn Anastasia, takut jika dia tdk bisa mengenalinya. Tapi ia benar-benar beruntung bisa terhindar dari itu, meski tdk akan berlangsung lama.


" Aku harus segara mengakhiri ini, setelah itu aku akan pergi jauh dari sini. " batinnya.


***

__ADS_1


Di ruang Anastasia, saat ini di pakai oleh Damian dkk utk membahas apa yg sebelumnya mereka rencanakan. Disana hanya empat orang yg berkumpul, diantara nya adalah Stev, Adrian, Jeffry dan Damian sendiri.


Mereka cukup banyak mengumpulkan informasi tentang semua rencana pria bernama Haris ini, tapi rencana utamanya masih belum diketahui, yaitu rencana tentang bagaimana dia akan mendapatkan Anastasia.


" Jadi, bagaimana mereka akan melakukan rencana mereka?? " tanya Damian.


" Seperti pria itu mencoba utk menyingkirkan kami dari dlm, terbukti dari keberadaan Stella di sini. " ucap Jeffry.


" Stella, dia ada di sini?? " Damian terkejut dgn apa yg diucapkan Jeffry kpdnya.


" Iya, perempuan bernama Alexandra Atlanta itu adalah Stella. "


" Sangat tdk diduga. Lalu?? "


Akhirnya Mereka pun mendiskusikan semua yg sudah mereka dapat dan merencanakan rencana mereka sendiri, tapi keberadaan pria itu masih belum diketahui, itulah yg membuat Damian agak cemas. Orang itu pasti akan melakukan rencana lain jika yg sekarang gagal, tapi tujuan nya apa hingga harus melenyapkan Vero dkk dan orang-orang yg ada di kediaman ini.


Dan tentang rencana nya yg sebenarnya benar-benar tdk ada petunjuk.


" Lalu, apa langkah kita?? " tanya Adrian.


" Biarkan dia menunjukkan teringnya dulu, baru tangkap. " ucap Damian.


" Oke, baiklah. " jawab mereka.


" Bagaimana dgn kondisi dua keluarga kami?? " tanya Damian.


" Kedua nya baik, tuan. Kami menempatkan penjaga yg akan berjaga 24 jam secara bergiliran. Tuan Ryu dan yg lain juga rutin datang memastikan keadaan secara langsung. " ucap Stev..


" Berarti sejauh ini dia tdk mengincar dua keluarga, ya. " Damian berpikir sejenak. " Iya baiklah, kita sudahi saja dulu. Ingat utk tdk bergerak lebih dulu. " ucapnya


" Baik. " all.


Iya, mereka mengingatkan semuanya tentang diri mereka dulu, bahkan hingga sekarang pun tdk berubah. Mereka pun akhirnya bergabung dgn para gadis di sana.


Saat hari semakin petang, Anastasia dan Damian memilih utk menginap, lagipula mereka sudah jarang tinggal di sana nantinya.


***


Malamanya Stella mendapatkan sebuah panggilan dari telpon nya, karena suasana di monsion cukup sepi dia pun mengangkat telpon itu setelah ia rasa cukup aman.


" Halo." ucapnya.


" Apa dia sudah kembali?? " tanya orang di sebrang sana.


" Iya, mereka sudah kembali. "


" Kalau begitu besok kau jalankan rencana kita. "


" Apa setelah ini kau akan membiarkan ku pergi?? "


" Tentu saja, kau bisa pergi ke manapun yg kau suka. "


" Baiklah. "


Meski ragu Stella harus melakukan nya demi kebebasan nya, meski sebenarnya dia juga rela jika harus mati sekarang karena itu bisa menjadi jalan pelarian nya dari kehidupan nya yg sekarang.

__ADS_1


" Haah.... Pada akhirnya tdk bisa lari darinya kah. " gumamnya sambil tersenyum kecut.


Ia pun melangkah kan kakinya pergi dari tempat itu dan kembali ke kamarnya. Benar-benar hidup yg sial baginya, dan lebih sial lagi karena dia tdk menyadari kehadiran seseorang di balik patahan lorong di sampingnya.


Seseorang sudah mendengar kan semua yg mereka bicara kan dari awal sampai akhir, dia adalah Adrian. Tadinya dia hanya ingin lewat dan mengambil minum, tapi melihat tingkah Stella yg mencurigakan saat melihat kesana kemari dia pun jadi penasaran. Dan setelah nya dia tdk terkejut lagi mendengar itu, karena dia sudah menduganya begitu juga dgn yg lain. Hal ini hanya tinggal diberitahukan saja kpd yg lain selain Anastasia, dan rencana mereka akan dimulai.


Adrian pun juga memutuskan utk pergi dari saat ketika dia sudah tdk melihat Stella lagi di sekitar sana.


Adrian kembali ke kamarnya dan langsung mengutak-atik ponsel nya, ia mengirimkan pesan kpd semua yg terlibat dlm drama ini termasuk Damian.


// isi pesan //


*Tuan Damian, dia akan memulai rencana nya besok, dari yg kudengar dia akan membuat kami tidur nyenyak dgn obat, dan membunuh kami saat itu.


~Adrian*~


Kira-kira seperti itulah isi pesannya, Dan saat Damian menerima pesan itu ia tersenyum senang karena semuanya jelas. Meski dia harus lebih berhati-hati utk orang itunya jika sendiri.


// balasan Damian //


Bagus, kita juga jalankan akting kita.


// Adrian //


Baik.


Dan itulah saatnya mereka mencari tahu apa rencana mereka yg sebenarnya.


***


Pagi harinya, Anastasia dan Damian kembali ke rumah mereka. Dan ternyata mereka malah mendapatkan kunjungan dari orang tua mereka di sana, situasi saat ini benar-benar membahagiakan apalagi utk Anastasia. Tentu saja saat ini tdk terlalu memikirkan semua hal-hal yg membuat nya tertekan.


Kali ini Anastasia benar-benar sudah kembali seperti dulu, tapi entah sampai berapa lama kebahagiaan ini berlangsung. Damian benar-benar harus membuat penjagaan di tempatnya lebih ketat lagi.


" Damian, bisa kita bicara?? " tanya Clara tiba-tiba.


" Tentu, mah. " jawab Damian.


Mereka pun pergi ke ruangan kerja Damian, membiarkan Orang tua Damian dan Aria yg menjaga Anastasia.


" Ada apa, mah?? " tanya Damian setelah mereka duduk.


" Mamah sudah tau semua nya dari Cassandra, apa kau yakin dia Stella?? " tanya Clara.


" Entahlah, mah. Hanya satu cara utk membuktikan nya, dan lagi semua bukti mengarah kpd orang itu. "


" Mamah, jadi khawatir. Sebenarnya apa yg pria itu inginkan, padahal dia pasti sudah tahu jika Nana sudah menikah dgnmu. "


Semua nya tdk bisa diterima begitu saja, apalagi jika rencana yg didengar Clara dari Cassandra benar adanya. Anastasia pasti akan berubah lebih dingin dari pada sebelumnya.


" Ian, juga tdk tahu mah. Tapi seperti nya, orang itu tdk akan berhenti sampai mendapatkan Nana. " ucap Damian.


" Apa kau sudah tahu dimana orang itu sekarang?? " tanya Clara.


" Sayangnya belum, tapi kami akan melindungi Nana apapun yg terjadi. Jadi jgn khawatir, mah. "

__ADS_1


Damian mencoba menenangkan perasaan Clara yg pasti sangat khawatir saat ini, ia bisa mengerti itu bagaimana pun juga dia adalah ibu dari Anastasia, dan dia sudah pernah merasakan bagaimana kehilangan putrinya.


" Iya, mamah percaya padamu. " ucap Clara tersenyum.


__ADS_2