
Saat ini Anastasia sedang kejar mengejar bersama dgn orang-orang Haikal, sebelumnya ia juga melihat mobil yg selalu di tumpangi oleh Zaroon di persimpangan. Tapi karena keadaan yg tdk memungkinkan utknya berhenti ia terus melaju meninggalkan mereka.
Bukan hanya di kejar, dia juga mendapatkan tembakan dari orang-orang di belakangnya. Tangan nya bahkan terluka karena peluru yg hampir mengenainya.
" Bngst, kapan mereka pergi? " umpat Anastasia.
Anastasia segera mengambil senjatanya lagi dan menembaki orang-orang yg mengejarnya. Ia mengarahkan senjata itu kebelakang utk menembak, meski dgn situasi nya saat ini ia kesulitan utk menargetkan sasaran dgn tepat.
Dor... Dor..
2 mobil terkena tembakan itu dan oleng hingga menabrak pembatas jalan dan meledak, dgn orang-orang yg masih ada di dalamnya.
" Shit, mereka terlalu banyak. " ucap Anastasia.
Anastasia semakin menambah kecepatan nya utk menghindari mereka, tapi mereka juga melakukan hal yg sama, membuat Anastasia tdk bisa menghindari mereka.
" Hahahahahaha.... Kau tdk akan bisa kabur. " ucap pria itu dari belakang.
Mereka terus menembaki Anastasia, dan peluru-peluru itu juga semakin melubangi mobil kesayangan nya itu.
" Br*****k, akan ku buat kalian jadi daging cincang. " ucap Anastasia.
Anastasia mengubah posisi mengemudi nya, membuat mobilnya sekarang menghadap mobil mereka. Iya, Anastasia berjalan mundur, ia memanfaatkan jalanan yg sepi dan lurus agar ia bisa melihat mereka dgn baik.
Anastasia kembali menembaki mereka, dan 3 mobil kembali hancur karena tembakan dari nya. Anastasia pun kembali membalikkan mobilnya dan semakin menambah kecepatan nya.
" Ja***g si***n." umpat pria itu.
Ia pun kembali mengejar Anastasia yg semakin jauh. Karena Anastasia yg sibuk menghindari semua peluru dari orang-orang itu, ia jadi tdk memperhatikan jalanan dgn baik.
Tepat di depannya adalah jalan yg terputus dan dia ada di jalan layang, ketika menyadari itu Anastasia tdk lagi sempat utk menginjak rem mobilnya. Ia pun memilih menendang pintu mobilnya dan melompat keluar dari sana, tubuhnya menghantam kerasnya aspal dan berguling di sana. Sedangkan mobilnya terjun bebas dan meledak di bawah sana.
" Ah, sialan!. Semua senjata ku ada di sana. " umpat nya kesal.
Ia mencoba utk berdiri dgn merasakan sakit di sekujur tubuhnya, tubuhnya juga penuh dgn luka karena itu. Tdk lama orang-orang yg mengejarnya juga berhenti di sana, mereka semakin bertambah setiap melewati jalanan yg ia lewati. Mereka pun memojokkan Anastasia agar tdk bisa lagi kabur.
" Hahaha... Bagaimana? tdk bisa kabur lagi, kan. Jika kau ikut dgn mudah kau tdk akan terluka seperti ini. " ucap Haikal.
" Jika aku ikut dgn mu juga bukan berarti tdk akan terluka, bngst. " ucap Anastasia geram.
" Haha... Umpatan yg indah, tangkap dia. "
Para anak buahnya pun maju utk menangkapnya, tapi bukan Anastasia namanya jika manyarah begitu saja. Ia memukuli orang-orang yg mencoba menangkap nya, beberapa bahkan terlempar dari atas sana, menyusul mobil kesayangan miliknya.
Meski begitu ia juga mulia merasa kesulitan, tubuhnya benyak menerima luka dan sekarang ia juga mendapatkan pukulan dari orang-orang itu.
Jumlah mereka yg banyak membuat nya kesulitan utk melawan balik, darah segar pun ia keluar kan dari mulutnya saat satu dari mereka memukul perutnya.
Pria yg dari tadi hanya menonton pun juga tdk tinggal diam, ia memukul Anastasia dgn sangat kuat. Membuatnya terbaring di sana, dan pria itu juga menginjak perutnya.
" Ughhh.... " Anastasia meringis.
" Haha... Bagaimana rasanya? Apakah sakit? Bisakah kau rasakan rasa sakit yg adikku Terima waktu itu? " tanya nya.
Anastasia mencoba memberontak dan mengangkat kaki pria itu, tapi usahanya sia-sia. Keadaan pria itu jauh berbeda dgn nya, pria itu masih dlm keadaan pria sedangkan dia sudah sangat kelelahan.
" Bagaimana jika kita bersenang-senang sedikit. " ucap Haikal.
__ADS_1
Anastasia tdk mengerti dgn ucapan pria itu, ia hanya fokus berpikir bagaimana membuat ba*****n itu mengangkat kakinya dari perutnya.
Namun mereka dikejutkan dgn mobil yg tiba-tiba saja terjun, dan mendarat di depan mereka.
* Beberapa saat sebelumnya.
Damian tengah mengemudikan mobilnya utk menyusul Anastasia, ia bahkan seolah lupa dgn rem dan terus menambah kecepatan.
" Kak, bisa kah kau membawa kami dgn cepat menuju kak Nana? " tanya Leo.
" Diamlah, jika kau tdk mau ku turunkan di sini. " jawab Damian.
Leo menjadi kesal dgn ucapan kakaknya, namun saat ia akan menjawabnya Ryuzen lebih dulu memberi info yg penting.
" Damian, aku melihat nya. " ucap Ryuzen.
Mendengar itu Damian otomatis menghentikan mobilnya, membuat Leo yg duduk di belakang menabrak kursi depannya.
" Bngst, kalau mau rem itu bilang dong, kak!!" ucapnya kesal.
" Dimana dia? " tanya Damian.
Ryuzen menunjuk kearah Anastasia berada, mereka melihat kalau Anastasia tdk bisa melawan mereka lagi. Damian menjadi semakin murka melihat tubuh kekasihnya di injak oleh seseorang yg tdk ia kenali. Ia pun sedikit memundurkan mobilnya, itu berhasil membuat Ryuzen dan Leo bingung.
" Kak, apa yg kau lakukan?! Kita harus segera menolong kak Nana!!" ucap Leo.
" Aku tahu. " jawab nya.
" Tunggu jgn-jgn kau mau... "
Belum sempat Ryuzen menyelesaikan kata-katanya, Damian lebih dulu menginjak gas mobil itu dan membawanya menuju pembatas yg ada disana. Setelah mereka menabrak pembatas itu, mereka langsung terjun menuju tempat Anastasia yg ada di bawah sana.
Sedangkan Ryuzen hanya berpegang dgn erat sambil menunjukkan wajah panik.
Dan saat mobil mereka mendapat dgn aman, mereka segera turun dari sana. Damian langsung menatap orang-orang itu dgn tajam, rahangnya mengeras ketika melihat apa yg ada di hadapan nya. Tangannya mengepal kuat, ia sudah sangat ingin mencincang pria di hadapan nya itu.
Sedangkan Ryuzen dan Leo menampilkan wajah kusut. Ryuzen memukul kap mobil itu dgn keras dan segera memaki Damian.
" Ba***e, jika kau mau mati. Matilah sendiri, bngst!! " ucapnya yg benar-benar sangat marah.
Damian hanya menatap nya datar kemudian kembali kpd orang-orang itu. Sedangkan Leo...
" Sial, rasanya aku mau muntah. " ucapnya.
" Wah, wah. Lihat siapa yg datang. " ucap Haikal.
Sejujurnya ia terkejut karena Damian bisa datang, tapi ia tdk terlalu khawatir. Ia masih punya banyak orang, sedangkan Damian hanya 3 orang. Ia juga memiliki Anastasia yg bisa ia jadikan sebagai sandra.
" Jauhkan kaki mu dari wanita ku. " ucap Damian dingin.
" Kak Ian. " batin Anastasia sambil melirik nya.
Haikal tertawa keras mendengar perintah dari Damian, ia tdk percaya pria itu marah dan menatapnya dgn bengis hanya karena wanita yg ada di bawah kakinya ini.
" Haha... Apa yg akan kau lakukan jika aku tdk mau? " tanyanya.
" Ku pastikan kau akan menyesali hal itu. " ucap Damian semakin dingin.
__ADS_1
" Benarkan? "
Dia mengangkat kakinya yg menginjak Anastasia, dan beralih menjambaknya. Ia memaksa Anastasia utk bediri. Anastasia hanya meringis dan memegangai rambutan yg di jambak pria itu.
" Bagaimana jika aku melakukan ini? " tanya nya lagi.
Haikal mengeluarkan stun gun dari balik bajunya, ia pun menempelkan stun gun itu ketubuh Anastasia.
" Aaarrgghhhh.... " jerit Anastasia.
Emosi Damian semakin memuncak, ia berusaha utk maju dan menyerang namun Ryuzen menahannya. Leo pun sama, dia paling benci jika ada yg membuat kak Nana nya menderita.
" Lepaskan, aku Ryu. " ucap Damian.
" Tenang dulu, mereka segera datang. " bisik Ryuzen.
Damian hanya mendecih kerena rencana Ryuzen, Mereka berusaha mengulur waktu utk yg lainnya datang. Mereka tdk bolah mengambil keputusan yg salah, karena itu akan membuat Anastasia semakin berada dlm bahaya.
Haikal tersenyum puas melihat mereka tdk bisa melakukan apa-apa. Ia pikiran jika Damian, Ryuzen dan Leo, tdk akan melakukan apapun karena mereka hanya bertiga. Namun senyumnya pupus ketika mendengar tawa lain dari Anastasia.
" Hehehe... Menyedihkan. " gumam Anastasia.
" Apa maksudmu? " tanya Haikal.
" Hehe.. Aku bilang padanya dia harus merasakan apa yg ku rasakan, tapi aku malah lengah terhadap hal seperti ini. " gumamnya.
" Katakan dgn jelas, apa maksud mu? "
Haikal semakin kesal karena Anastasia tdk bicara dgn jelas. Sedangkan Anastasia hanya tertawa dan tdk memperdulikan ucapan Haikal.
" Ha... Hahahahah..... " tawanya semakin keras ketika mengingat sesuatu yg pernah ia katakan.
Semua orang menatap Anastasia bingung, gadis itu bukan tertawa karena senang tapi tertawa dgn sangat mengerikan.
" Benar juga, dia yg membuatku melakukan itu padanya. Aku tdk bersalah, jadi ini bukanlah hukuman yg harus ku terima.. Hahaha.... " ucap Anastasia.
" Apa maksud gadis ini, apa dia sudah gila?? " batin Haikal bertanya-tanya.
" Hei kak, sepertinya kak Nana mengingat ucapan nya sendiri kpd Ronald Akashia waktu itu, deh. " bisik Leo.
" Sepertinya begitu. " sahut Damian.
Haikal menjadi sangat kesal karena Anastasia tdk menjawab setiap pertanyaan darinya, gadis itu bahkan tdk memperdulikan nya.
" Katakan apa yg kau maksud?! " ucapnya kesal.
" Aku tdk bicara dgn mu, ba*****n!! " ucap Anastasia.
Anastasia memukul wajah Haikal hingga tersungkur, tentu saja ia juga jadi terbebas dari tangannya. Hal itu di manfaat oleh Damian dan yg lain utk mendekati Anastasia, mereka melumpuhkan orang-orang yg bediri di depan mereka dan pergi ke arah Anastasia.
" Nana?!! " panggil Damian saat Anastasia hampir ikut tersungkur.
" Wanita Si***n!!. " geram Haikal.
Saat ia hendak memerintah bawahan nya, Cassandra dan kedua mobil teman mereka yg lain sampai di sana. Mereka langsung keluar dari sana dan berjalan menghampiri mereka.
Mereka menatap orang-orang itu dan juga Haikal dgn tatapan tajam, mereka melihat kondisi Anastasia yg benar-benar babak belur dibuatnya.
__ADS_1
" Dua pilihan, ikut dgn kami secara suka rela atau dgn paksaan. " ucap Cassandra.