
♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️
♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️
****
Sesampainya diparkiran, Shani langsung berhadapan dengan Aevan.
"Gue mau ngomong sama lu," kata Aevan dengan muka datarnya.
"Maaf, gak ada waktu."
"Ouh, kan lu memang orang jahat. Gimana punya waktu ngomong sama orang," kata Aevan lagi.
Shani tersenyum.
"Kamu memang suka cari masalah rupanya."
"Gue gak takut sama lu, lihat aja nanti! gue pasti bakalan habisin lu!"
"Gue tunggu, bencong!"
"Brengsek lu!"
"Huh, ayo Sifa kita pergi disini ada hantu."
Shani langsung menarik tangan Sifa.
'Duh mereka berantem keknya, serem banget!' batin Sifa.
Bima langsung menyapa Sifa.
"Pagi Fa," sapa Bima yang tiba-tiba saja mendekati Sifa.
"Eh, pagi juga Bim."
Tiba-tiba Boy dan Julia menyapa Shani dan Sifa juga Bima.
"Hay Shani, Sifa, Boy," sapa Julia.
"Hay juga," sahut Shani dan Sifa.
"Hay bro," sapa Boy.
"Sejak kapan lu berdua dekat?" tanya Bima.
"Sejak peninggalan Yunani," sahut Boy.
"Ya elah lu yang benar anjir."
"Enggak, baru aja kok."
Julia tersenyum pada Shani dan juga Sifa.
"Kamu gak papa, kan Jul?" tanya Sifa.
"Enggak Papa kok, ini semua berkat Shani yang udah nolongin gue."
"Ya syukur deh kalau gitu," sahut Sifa sedangkan Shani cuma diam saja.
"Eh nanti kita ke kantin bareng yak," kata Boy.
"Boleh tuh," sahut Bima.
"Gimana sama kalian?" tanya Boy pada Shani dan Sifa.
"Gue sih ngikut Shani aja," sahut Sifa.
Shani tahu dengan sikap yang satu ini sepertinya Bima mulai menyukai Julia.
"Ya sudah," sahut Shani datar.
"Kalau gitu gue ikut," kata Sifa.
"Yeh nempel mulu lu sama Shani, gak mau nempel sama gue gitu," kata Bima.
"Ogah!" sahut Sifa.
"Ih jutek banget."
"Biarin!"
"Hahaha," tawa Boy.
"Tawa aja lu," kesal Bima.
"Sorry bro, Jul ke kelas yuk."
"Iya."
Boy dan Julia duluan ke kelas sedangkan Bima dari tadi melirik Sifa.
Shani mengetahui itu dan kebetulan sekali ponsel Shani berbunyi.
"Kalian duluan aja," kata Shani lalu mengangkat telponnya sambil pergi. “Halo, iya.“
"Yah gue ditinggal," kata Sifa.
Bima langsung tersenyum. 'Kesempatan emas nih,' batin Bima.
"Udah sini sama gue aja," kata Bima lalu menarik Sifa.
"Eh main tarik-tarik aja lu," sahut Sifa yang tangannya masih ditarik.
"Daripada lu sendiri disitu."
"Ish, dasar!"
"Hehee."
Sedangkan Shani masih telponan sama Dewi.
“Ya saya gak masalah, yang penting sekolah ini atas nama perusahaan Miziana Group.“
Tiba-tiba Aevan langsung menarik Shani ke tempat sepi.
Brugh ...
__ADS_1
Aevan mencekal tangan Shani ke dinding dan wajah mereka bertemu.
"Lepas!" kata Shani datar.
"Kalau gue gak mau, gimana? lu harus tanggung jawab, elu nyuruh orang, kan buat hajar gue."
"Ouh, lu sudah tahu yah."
"Heh, secantik apa sih lu sampai lu gak mau deket sama gue."
"Emang lu siapa, hemm ... lu siapa?"
"Gue Aevan Arsenio! tahu, kan keluarga Arsenio itu siapa?"
"Heh, cowok banci juga ternyata lu banggain marga keluarga rupanya."
"Jangan samain gue sama banci."
"Kalau gitu jangan ganggu gue!"
"Jawab dulu pertanyaan gue, bangsat!"
Brugh ...
Shani langsung memukul Aevan.
"Jangan paksa gue, sialan!" kata Shani dengan geram.
"Dasar cewek kurang aj-"
Bugh ...
Plak ...
"Akhhhh," ringis Aevan ketika ada dua pukulan yang hinggap diperut dan pipi.
Satu pukulan, karena Bima yang memberikannya.
Dan satu tamparan, Sifa yang melayangkannya.
"Gila lu," kata Bima lalu mencengkram kerah baju Aevan.
"Lu cowok, kan?" tanya Bima sangat marah.
Sifa langsung menarik tangan Shani.
"Sini Shan," kata Sifa menarik tangan Shani dan melindunginya padahal Shani bukanlah lawan yang pas untuk Aevan.
"Pengkhianat lu!" teriak Aevan pada Bima.
"Yang pengkhianat itu lu, Van. Pengkhianat dan juga banci lu, gak nyangka gue sama lu bajingan! dasar laki-laki kurang ajar!"
Bugh ...
Bugh ...
"Woy berhenti!" teriak Boy lalu melerai keduanya. "Apa-apaan lu berdua hah?" tanya Boy.
"Lu tanya sama temen bangsat lu ini," sahut Aevan.
"Dia kurang ajar sama Shani," sambung Sifa.
"Bener apa yang dikatakan mereka Van?"
"Gak usah lu tanya dia, gak mempan! otaknya itu sama kaya Gea dan Finni," seru Bima.
"Diem lu, jangan samain gue sama Gea dan Finni!" geram Aevan.
"Lu lihat sendiri, bajingan dia!" kata Bima lagi.
Julia langsung mendekati Sifa dan Shani.
"Lu gak papa, kan Shan?" tanya Julia.
"Gue gak papa," sahut Shani sambil senyum tipis. 'Lu cari mati sama gue Van, habis lu kali ini!' batin Shani.
"Gue gak nyangka sama lu, gue pikir lu itu ... orang baik apa karena ini juga Bima keluar dari The Boys, kayaknya gue juga harus keluar dari The Boys, sorry Van."
"Boy, lu tega ninggalin gue sendiri hah."
"Heh, gue pengen ku berubah."
"Gue gak ngapa-ngapain Shani."
"Halah! gue lihat sendiri kok tadi, lu mau hajar Shani! cowok apaan lu," sahut Sifa geram.
"Diem lu cewek miskin!" seru Aevan.
Bugh ...
Kali ini Boy menonjok wajah Aevan Arsenio.
"Akhh ... Boy, lu ...?"
"Gue gak suka temenan sama orang yang suka merendahkan orang lain, apalagi menghina orang heh! asu tau gak?"
Bima saja terkejut melihat Boy seperti itu.
"Ayo Jul, kita pergi."
Julia dan Boy pergi meninggalkan Bima, Sifa , Shani, dan Aevan.
"Ayo Fa, kita tinggalin manusia sampah kaya dia."
"Tapi Shani."
"Kalian duluan aja ada yang mau gue omongan sama dia."
"Gue khawatir sama lu Shan, nanti lu di apa-apain sama dia kaya tadi."
"Percaya sama gue."
"Ya sudah kalau itu mau lu tapi inget yahh kalau dia mau berbuat jahat teriak aja, gue pasti denger."
"Iya."
"Ok."
__ADS_1
Sifa dan Bima pun meninggalkan Shani dan Aevan.
Shani mendekati Aevan dan tersenyum devil.
Brak ...
Shani dengan cepat menjambak kepala Aevan dan membantingkannya pada dinding.
"Lu bukan apa-apa, hemm ... kalau lu pengen tahu siapa gue sebenernya kita malam ini, apa yang bakalan lu lakuin, setelah itu lu mungkin bisa mikir gue ini siapa?" bisik Shani dengan suara seraknya menahan amarah.
Shani meninggalkan Aevan yang jatuh terlentang.
'Lu sudah cari masalah sama gue, Aevan Arsenio!' batin Shani.
***
Kazio bertengkar dengan Aevan, karena Kazio sudah mengetahui kebusukan Ken yang sudah mencelakai Shani setelah Kazio meninggalkannya ditempat sepi.
"Brengsek lu, Ken."
Bugh ...
Bugh ...
"Hahahaha, terus lu tampar gue itu gak akan bisa balikin anak lu hahaha ..."
Bugh ...
"Lu apain anak gue, hah!"
Krak ...
"Akhh," ringis Ken.
"Jawab gue, sialan!" bentak Kazio.
"Hahaha, kenapa kamu marah Zio hemmmh, kamu pernah bilang kalau kamu gak sayang sama Shani karena anak itu lahir dari rahim Citra!"
Bugh ...
Bugh ...
"Diem lu!" bentak Kazio bahkan dia makin marah saat ingat Shani anak Citra.
"Kamu sama Laras itu memang bajingan!"
Bugh ...
"Aaarghhh!" teriak Ken lalu membalas pukulan ke Kazio dengan brutal.
Bugh ...
Bugh ...
Bugh ...
Krak ...
"Kamu itu bukan lawan saya," kata Ken dengan sombongnya lalu meninggalkan Kazio yang sudah tidak berdaya.
Ternyata Jhon mengintip mereka berdua.
"Hahah ... bertengkarlah kalian, itu semakin membuatku leluasa mengobrak-abrik keluara Arizaya!" gumam Jhon.
Tetapi Arga melihat Jhon dan mendengar apa yang dikatakan Jhon.
'Ternyata orang itu juga musuh,' kata Arga dalam hati.
Setelah William menarik kembali sahamnya diperusahaan Arizaya Official, Daniel terserang stroke dan saat ini masih dirumah sakit.
"Ke a pa asib Yah uuiini," kata Daniel sambil menangis dihadapan Citra.
"Ayah yang sabar yahh," sahut Citra sambil mengelus punggung tangan Daniel.
Darma terus berada disamping Citra.
'Kasihan Tuan Daniel, anaknya yang berbuat ulah tapi beliau yang kena getahnya,' batin Darma.
Tuan Daniel menatap Darma, seakan tahu Darma langsung berucap.
"Tuan Daniel mau apa?" tanya Darma.
"Da mmm iii ma, linungi itra aahhh."
"Saya pasti akan melindungi Citra, Tuan."
"Ayah tidak usah memikirkan Citra, pikirkan kesehatan Ayah nanti Citra yang akan merawat Ayah."
Tuan Daniel menggeleng.
"Angenn Sha aahh ni," kata Tuan Daniel sambil meneteskan air mata.
"Hiks maafin Citra Yah, Citra belum bisa menemukan Shani."
Tuan Daniel dengan sekuat tenaga mengangkat tangan kanannya dan membelai kepala Citra.
"Mu, rus uat ahhh hahhhh."
"Ayah, Ayah!"
Mata Tuan Daniel sudah mulai memutih yang dia tampakkan.
'Prabu Wijaya, aku sepertinya tidak bisa melindungi Citra juga cucu kita, ini karena kebodohanku sebagai Ayah dari Kazio,' kata Daniel dalam hatinya karena sudah tidak kuat lagi menyandang masalah yang dilakukan kedua putranya.
Mata Daniel mulai menutup, pegangannya dikepala Citra sudah melepas.
"Ayaaaaahhh!" teriak Citra terisak.
"Hiks, hiks," suara isak tangis pelan Kazio yang ternyata mendengarkan dari luar. 'Maafkan, Kazio Ayah!' kata Kazio dalam hatinya.
***
Kematian Tuan Daniel Arizaya menggemparkan dunia perbisnisan, termasuk keluarga William dan Ralindra.
Ralindra adalah keluarga Malik dan Ratna, biasa dikenal sebagai keluarga Ralindra.
Tuan Malik Ralindra dan Nyonya Ratna Malindra.
__ADS_1
***
💓DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR 💓