MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
74


__ADS_3

() () ()


Malik langsung menyuruh anak buahnya untuk berjaga di di sekitar rumah.


"Perketat penjagaan!"titah Malik.


"Baik Tuan!" sahut anak buah.


Malik langsung menghubungi istrinya dirumah memastikan Shina dan Shani.


"Halo Pa ada apa nelpon?" tanya Ratna.


"Halo juga Ma, emmm ada shina gak dirumah?"


"Ada kok Pa dia lagi istirahat di kamar."


"Shai sudah pulang dari sekolah?"


"Baru aja dia pulang Pa, kenapa sih?"


Tidak mungkin aku kasih tahu kalau nyawa Shina dan Shani terancam.


Papa, halo ... Papa."


"Iya Ma."


"Kok diam sih."


"Gak papa, oh ya Ma bilang sama mereka bertiga kalau mau keluar harus pakai bodyguard!"


"Iya Pa."


"Ya sudah Papa tutup dulu telponnya.


"Iya Pa."


Malik langsung menghubungi Darma karena ingin bertemu.


"Halo Darma, saya ingin ketemu sekarang juga."


"Baik Tuan," sahut Darma.


Tidak lama kemudian mereka bertemu dan itu sudah dibooking oleh Malik.


"Tuan," kata Darma lagi membungkuk hormat.


"Darma, saya dpat kiriman dari seseorang."


"Kiriman apa itu, Tuan?" tanya Darma.


Malik membuka ponselnya dan memdengarkan suara rekaman Shani.


"Anda tahu siapa yang mengirim ini?" tanya Darma.


"Itu yag saya belum mengetahuinya sampai sekarang, sudaha satu bulan dia memberi info pada saya."


"Inii aneh," gumam Darma lalu punya ide untuk melacak akun itu. "Tuan, saya inginmelacak akun itu siapa tahu kita bekerja sama."


"Kamu benar Darma."


Setelah pertemuan itu Malik tambah waspada dan membatasi ruang gerak Shina maupun Shani."


Bahkan saat Shni inginkerja kelompok pin dijaga dengan ketat.


"Setiap hari lu kaya gini, Shan?" tanya Bima.


"Ya begitulah, bisa gak di izinin gue kerja kelompok kalau gak bawa bodyguard."


"Namanya juga cucu kesayangan, iya gak?" celetuk Julia.


"Kali ini gue setuju sama lu," sahut Sifa.


"kalian jangan terlali berlebihandeh," kata Shani lagi.


Gue harus cari celah buat ngejebak mereka dan mengakuinya.


Tiba-tiba Zevan datang dan duduk disamping Shani dengan tidak tahu malunya merangkul pinggang ramping Shani.


Shani langsung melepaskan tangan kekar regan di pinggangnya.

__ADS_1


"Ya ampun cewek gue nih, cuek banget sih pengen cium tahu."


Bima dan Boy hanya menatap denga tajam mau melihat sikap Shani bagaimana baru mereka bertindak.


Hati Sifa sangat dongkol melihat kelakuan Zevan yang tidak tahu malu.


Idih dasar gak tau diri, cowok apaan kaya gitu yang ada pengen gue tonjok tuh mukanya.


Begitu juga dengan Julia yang tidak senang dengan sikap Zevan.


Apaan sih nih cowok bukannya bantuin jawab soal malah asyik ngegoda Shani.


Regan sadar dirinya jadi pusat perhatian bukannya minder malah makin jadi tingkahnya itu.


"Widih gue di pandang dua cewe sekaligus, seganteng itu gue. Emang sih gue ini ganteng makaya kalian berdua terpesona sama kegantenga gue, percayalah."


"Gue cabut dulu yah udah selesaikan," kata Shai.


"Iya Shan udah selesai kok," sahut Sifa.


"Kita balik aja yuk ada kuman disini," cibir Bima.


"Lu benar Bim," sahut Boy.


Zevan langsung ngekor mengikuti Shani sampai teras dan itu benar-benar membuat Sani emosi.


Ddengan gerakan cepat Shani memukul wajah Zevan sampai pingsan padahal cuma satu kali pukul.


Bima dan Boy berdecak kagum dan memberikan dua jempol mereka.


"Good job, kita suka gaya lu. Iya gak Boy," kata Bima sambil tersenyum.


"Heou, lagian itu cowok aneh banget bisa satu kelompok sama kita," sahut Boy.


"Gue pulang dulu," kata Shani.


"Nih anak gimana Shan?" tanya Bima.


"Buang!"


"Anjritt!" jerit mereka berdua.


"Nona Muda jangan keluar, bahay! Biar bodyguard yang menyelesaikannya.


"Hemmm," sahut Shani datar dengan deheman saja. / Mereka sudah mulai, suruhan Tuan Regan dan Nyonya Cici.


zevan ini sangat suka mengikuti Shani tapi selalu gagal tapi karena kegagalannya itu membuat Zevan makin penasaran alaupu selalu berakhir bonyok karean dihajar Shani tanpa belas kasih.


Bodyguard yang bertugas mengawasi Shani dan sang sopir lagsung turun tngan dan bertarung.


Mereka semua kalah dengan bodyguard padahal jika Shani lihat bela diri para preman tadi sudah sangat bagus, akan tetapi bodyguard yang kakek sewa sangat menakjubkan.


Bodyguard itu langsung menyuruh sang sopir untuk tetap jalan.


"Ayo Nona kita harus pulang," ucap sopir itu dan Shai hanya mengangguk.


() () ()


Sesampainya di rumah Shani langsung naik ke atas karena sudah capek.


Citra yang melihat mobil Shani yang dipakai tadi suda ada didepan langsug bertanya.


"Shani sudah pulang?" tanya Citra.


"Iya Nyonya," sahut sopir itu.


"Kalau gitu Shani-nya mana yahhh."


"Nona Shani tadi langsung pergi ke atas."


"Ya sudah terima kasih ya Pak."


"Sama-sama, Nyonya."


Citra pun pergi ke atas unuk menemi Shani.


"Sayang, Mama boleh masuk."


"Masuk aja Ma, gk dikunci kok.

__ADS_1


Citra pun masuk an melihat Shani lagi rebahan seperti kelelahan."


"Kamu kenapa sayang?" tanya Citra.


"Gak papa kok Ma," sahut Shani.


"Yakin sayang."


"Iya Ma."


"Ya sudah kamu istirahat gih."


"Iya Ma."


Shni pun tertidur sampai sore lalu mandi dan berkumpul sam keluarga.


Jam makan maam sudah tiba dan semuanya fokus tanpa obrolan.


() () ()


Malamnya, Shani mengendap keluar karena ingin bertemu dengan anggotanya dimarkas.


Yes, lebih baik gue cepat-cepat pergi biar bisa menyusun rencana unuk menyerang Tuan Regan dan Nyonya Cici.


Sesampainya dimarkas, Shani langsung disambt dara dan memulai rapat penting.


"Jadi bagaimana kalau kita menjebak mereka bertiga sedikit umpan,' kata Dara.


"Umpan, siapa yang jadi umpan?" tanya yang lain.


"Saya," sahut Dara.


"Kita sudah bicarakan hal ini Kak Dara," ucap Shani.


"Gak papa Dek, udah jangan khawatir Kakak bisa jaga diri kok."


"Tapi-"


"Rapat selesai, kalian bisa kembali ke posisi masing-masing.


Shani langsung mencekal lengan Dara dan menanyakan perihal umpan tadi.


"Dek, kita sudah bahas ini sebelumnya.


"Tapi kenapa Kak? Itu berbahaya, bisa-bisa nanti Kakak tertangkap!"


"Percaya sama Kakak!"


Shani hanya diam tanpa bicara apapun, Dara mengerti itu dan langsung memeluk adik angkatnya itu.


"Kakak akan menyamar jadi diri kamu menggunakan jasa make up internasional, percaya sama Kakak dalam misi ini."


"Tapi gue gak mau lu dalam bahaya!"


"Dan gue lebih gak mau lu di incar sama mereka, ngerti itu!"


"Kak, please gue mohon."


"Kamu gak percaya sama kemampuan Kakak."


"Gue percaya kok."


"Saat kode dari Kakak kamu boleh mengamuk kapan pun itu."


Shani langsung memeluk Dara dengan erat karena sudah di anggap sebagai Kakak sendiri.


"Udah jangan nangis."


"Siapa juga yang nangis."


"Idih gak mau ngaku lagi."


"Beneran tahu."


"Iya-iya deh, kiss dulu."


Shani pun menyetujui rencana itu dan akan melaksanakannya dalam waktu dekat.


gue harus waspada jika itu terjadi kemungkinan buruk mereka akan menyuntk mati korban.

__ADS_1


() () ()


__ADS_2