MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
98


__ADS_3

Pernikahan Shani dan Leon akhirnya tiba dan di acarakan dalam gedung mewah milik keluarga Ralindra.


Citra menangis haru saat Shani dan Leon sungkem.


"Anak Mama sudah besar," gumam Citra.


Tuan Malik dan Nyonya Ratna sedang bicara dengan beberapa kolega bisnis.


"Cucu anda sangat cantik, Tuan."


"Terima kasih."


"Sepertinya dia seorang Dokter."


"Cucu saya memang seorang Dokter."


"Wahh hebat sekali saya kira ikut berbisnis."


"Entahlah dia lebih suka membaca buku kesehatan daripada buku bisnis."


"Hahaha itu sangat hebat, Tuan Malik."


"Ya saya akui itu."


"Emm bolehkah saya bertanya, Tuan Malik."


"Silahkan saja bertanya apa?"


"Bagaimana kabar Tuan Antoni?"


"Setelah perceraian saya tidak tau lagi."


"Wahh sayang sekali padahal anaknya sangat cantik, Shiana William bukan."


"Yahh."


"Tapi saya dengar Tuan Antoni membuka perusahaan baru di Irlandia."


"Benarkah?"


"Ya Tuan."


"Saya tidak tau itu."


Semua tampak meriah bahkan kehadiran sang sahabat membuat Shani meneteskan air mata.


"Shani ..." Sifa dan Julia langsung melambaikan tangan dari depan bersama Boy dan Bima.


"Ka-kalian ya ampun," ucap Shani. Mereka semua berpelukan dan saling melepas rindu.


Shani bahkan melihat ada cincin di jari kedua sahabatnya.


"Kalian itu cincin apa?" tanya Shani penasaran.


"Ini cincin kawin kami," sahut Sifa.


"Sudah menikah," ucap Shani lagi.


"Iya."


"Sama Boy."


"Heheeh ..."


"Kenapa gak undang aku Fa."


"Maaf Shan, tanggal pernikahan aku sama Boy sama dengan hari ujian kamu waktu itu."


"Astaga kenapa gak dikasih tau sihh, kan aku jadi sahabat gak berguna."


"Ikh enggak ah Shan jangan ngomong kayak begitu."


"Tau nih," tukas Julia.


"Ini juga pasti udah nikah sama Bima," ucap Shani.


"Hehehe baru 3 bulan sih Shan," sahut Julia.


"Ya sama aja namanya gak ada undangan."


"Sekali lagi sorry yahh."


"Huhu gak ada maaf untuk kalian masa acara pernikahan gak kabarin aku sihh," ucap Shani dengan kesal lalu memalingkan muka.


"Duh gimana nih Fa."


"Aku juga gak tau Jul."


Leon hanya tersenyum melihat kejahilan istrinya lalu berbisik.


"Jangan buat mereka nangis, sayang."


"Heehhe ..." Shani cengengesan.


Kemudian Shani merangkul kedua sahabatnya itu.


"Ayo kita foto."


"Udah gak marah lagi?" tanya Julia.


"Ya ngapain marah udah terjadi juga, gak usah di pikirin ayo kita foto."

__ADS_1


"Sayang, aku kesana yah." Leon meminta izin pada Shani untuk gabung dengan temannya.


"Iya sayang," sahut Shani.


Xavier dan Dara juga sedang foto bersama dengan si jagoan, David.


"Ayo jagoan Papa," ucap Xavier.


"Cyaaaaat!" teriak David sambil berpose sampai Xavier dan Dara tertawa.


"Haha lucu banget sih anak mama ini," ucap Dara mencium gemas pipi gembul David.


Di acara pernikahan ini juga, Shianay bertemu laki-laki yang terus memandanginya.


"Om siapa?"


"Nama Om, Toni."


"Kenapa Om ada diluar ayo masuk."


"Tidak papa kok Om disini aja."


"Jangan gitu, makanan di dalam banyak Om ayo Ana antar."


'Ana jadi namanya Ana,' batin Toni.


"Kamu anak yang baik," puji Toni.


"Ana selalu di ajarkan sama Mami, Om."


"Benarkah?"


sedangkan Shina bingung mencari anaknya kemana.


"Nih bocah kemana sih," gerutu Shina.


Tanpa sengaja Shina melihat Shiana main bersama laki-laki.


"Astaga anak itu main sama siapa dia, Ana ... main sama siapa kamu Nak."


"Mami panggil Ana Om."


"Ya sudah Ana temui Mami."


"Om ikut Ana aja."


"Tidak usah, Maki Ana lagi nungguin tuh."


"Ya udah deh Om," ucap Ana lalu berpaling dan memanggil Maminya. "Mamiii ..."


"Ana tadi main sama siapa sayang?"


"Sama Om baik Mi."


"Iya Mi."


"Mana Om baiknya."


"Ada tuhhh."


"Mana gak ada loh An."


"Tadi disitu Mami, Om baik ... Om baik sembunyi yahh."


"Ana kesini," panggil Shina.


"Iya Mami."


"Ayo kita kembali ke dalam bahaya main diluar."


"Tapi Om baik Mami."


"Om baiknya mungkin sudah pulang."


"Ouh gitu ya Mi."


"Ayo masuk," ucap Shina lalu menggandeng tangan mungil anaknya ke dalam sambil menoleh ke belakang dan ternyata Shina memang sudah melihat Toni.


Toni tersenyum getir melihat mantan istri bersama anak mereka.


"Tidak adakah kesempatan kedua untukku, Shina." Itulah kata-kata yang selalu Toni ucapkan setiap langkahnya.


Lalu Galih dah Sita ikut bergabung bersama Tuan Rayhan dan Nyonya Flora.


"Aduhh ada tamu spesial," ucap Nyonya Ratna.


"Ah bisa aja Tante," sahut Sita.


"Silahkan masuk dan makan sepuasnya, ayo." Ratna mempersilahkan semuanya untuk memakan hidangan.


Tuan Darma dan Tuan Kazio langsung duduk di tamu undangan untuk mengajak mereka berbincang.


Sedangkan Citra dan Nyonya Ratna juga sedang sibuk dengan undangan lainnya.


Boy melihat ponselnya sesekali untuk memeriksa chat dari Aevan.


"Kenapa Boy?" tanya Bima.


"Ini Aevan," sahut Boy.


"Dia datang, kan kesini." Shani bertanya tentang Aevan.

__ADS_1


"Iya Shan, dia udah janji sama kita buat datang kesini."


"Udah lama juga kita gak ketemu sama dia," ucap Shani.


"Kamu benar," sahut Boy.


"Nah itu mereka," tunjuk Bima. Julia dan Sifa serta yang lainnya mengarah ke depan, tampak Aevan bersama wanita cantik sedang menggandeng tangannya bersama keluarga besar.


"Itu yang di samping Aevan siapa yahh," ucap Boy.


"Mana aku tau," sahut Bima.


Laras dan Shina saja pangling melihat penampilan Alya.


"Itu beneran Alya, Ras?" ucap Shina sambil mengucek matanya.


"Iya itu Alya," sahut Laras.


Alya tampak tersenyum dan melihat dua sahabatnya.


"Mas, aku mau kesana dulu yah."


"Iya sayang."


Kemudian Aevan mengajak istrinya untuk bertemu teman masa SMA-nya.


"Kamu udah siap sayang?" tanya Aevan.


"Iya," sahut wanita yang bernama Karin itu.


"Ayo."


Sedangkan Tuan Zaki bergabung bersama para lelaki.


"Selamat datang Tuan Zaki, ya ampun tambah ganteng aja."


"Bisa aja Tuan Kazio ini."


"Haha haha ..."


Tuan Malik kemudian menjabat tangan Zaki.


"Bagaimana, sehat?"


"Alhamdulillah sehat."


"Syukurlah."


Zaki tidak mengenal Galih dan Darma, merasa mereka tidak saling kenal Kazio langsung memperkenalkannya.


"Ah iya lupa, emm Tuan Zaki kenalkan ini Tuan Darma Rubianza, suami Citra dan ini Galih suami Bu Sita. Dan yang satunya Tuan Rayhan," ucap Kazio.


"Ouhh ya ya, saya Zaki."


Mereka semua saling berjabat tangan dan berbagi cerita.


Tempat duduk mereka juga sangat dekat dan saling tertawa.


Beberapa anak buah Malik merekam moment itu.


Lalu para dokter datang dengan pasangan mereka masing-masing.


"Selamat Dokter Shani, Dokter Leon, ya ampun udah nikah aja kalian doa kami yang terbaik untuk kalian."


"Terima kasih."


"Kalian sudah makan?" tanya Leon.


"Belumlah Yon," sahut mereka.


"Makan gih tenang aja aku Medan banyak untuk tamu."


"Ck dasar."


"Ayo makan."


Leon dan Shani terus tersenyum karena merasa senang.


"Sayang aku seneng banget," bisik Leon.


"Aku juga," sahut Shani.


"Malam ini gak lepas yah."


"Hah maksudnya."


"Malam ini kamu jadi milikku dan akan buat kamu kesulitan jalan."


Deghhh ...


Shani menelan salivanya karena ucapan Leon sangat mengerikan.


"Hihihihi ..." Leon tertawa cekikikan dan sangat gemas melihat perubahan wajah istrinya itu.


Muahhhhh ...


"Gemes banget deh," ucap Leon sambil mencium pipi Shani.


Shani merona merah pipinya kala di cium Leon.


[][][]

__ADS_1


NEXT


__ADS_2