MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
37


__ADS_3

♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️


♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️


***


Sekolah langsung dipulangkan karena meninggalnya Tuan Daniel Arizaya, walaupun sekarang sekolah ini nantinya akan dijual pada PT.Miziana Group tapi tetap saja untuk menghormati Tuan Daniel.


"Gila aja lu main pepet aja, iya gak Jul?" tanya Bima.


"Apaan sih Bim," kesal Boy.


"Hahaha ..." tawa Bima.


"Gak lucu tau gak!"


"Ini Sifa sama Shani kemana sih?" bingung Bima.


"Masih dikelas kali," sahut Julia.


"Enggak tadi keluar kok," sambung Bima lagi.


"Nah itu mereka," tunjuk Boy.


"Hey kalian," sapa Sifa.


"Hay juga," sahut Julia.


"Fa duduk sini," ajak Bima.


"Ogah, mau deket sama Shani aja." Sifa menjawab sambil meledek.


"Huu dasar cewek," kesal Bima.


"Hahaha gak dapet lu," ledek Boy.


"Diem lu keledai!" kesal Bima lagi.


"Kalian mau pesan apa?" tanya Julia.


Sifa hanya diam karena dia tahu makanan dikantin ini sangat mahal.


"Samain aja sama kalian, lu minumnya apa Fa?" tanya Shani pada Sifa.


"Gu-gue," gugup Sifa.


"Iya minumnya apa?"


"Air putih aja," sahut Sifa.


"Ouh, air putih satu sama jus alpukat dua."


Sifa melongo saat Shani mengatakan jus Alpukat dua.


"Lu pesen jus dua buat siapa satunya?" tanya Sifa berbisik.


"Buat lu," sahut Shani.


"Gue air putih aja, jangan traktir mulu malu tahu!"


"Udah lu makan aja, nih uang buat lu."


Shani menyelipkan uang satu juta ke tangan Sifa.


Tangan Sifa menolak tapi dipaksa sama Shani.


"Kalian berdua bisikin apa sih," kata Bima.


"Gibahin lu," sahut Sifa.


"Masa? Shani gak gitu loh, bohong yahhh!"


"Serah lu, lah Bim."


"Ikh dasar."


"Ouh ya guys, kayaknya kita hari ini langsung pulang deh, kalian gak baca di mading," kata Boy.


"Iya tadi gue baca sihh, acara pemakaman Tuan Daniel, kan." Bima menatap Sifa.


"Apaan sih natap gue kaya gitu," gumam Sifa.


Bima hanya tersenyum sambil mengunyah kentang goreng.


Shani terdiam mendengar obrolan mereka karena yang mereka bicarakan tak lain adalah Kakek kandungnya.


'Kakek meninggal, kasihan Kakek padahal selama ini Kakek mencari aku tapi ... aku menutup data akses serapat mungkin!'


Dari kejauhan Aevan mengintip perkumpulan mereka.


"Kurang ajar kalian, lihat aja nanti gue habisi!" gumam Aevan dengan sorot mata yang tajam.


Tiba-tiba Sifa sangat kepo dengan permasalahan Julia dan dua cecunguk itu.


"Eh Jul sorry yah sebelumnya, setahu gue lu sama Gea dan Finni itu sahabatan, kok bisa berantem sih?" tanya Sifa.

__ADS_1


"Gue juga penasaran, kasih tahu dong," sambung Bima.


"Udah Jul, kalau kamu gak kuat gak usah cerita!" kata Boy menenangkan Julia yang mulai gelisah.


Sifa merasa bersalah.


"Maaf ya Jul, gue gak ada maksud buat lu gak nyaman."


"Gak papa kok, mungkin ini waktunya gue cerita dan kebetulan ada Shani juga karena ada hubungannya dengan Shani."


"Maksudnya Jul," kata Sifa makin kepo.


Shani mencoba mendengarkan kata Julia lebih detail.


Julia mulai menceritakan dari awal kenapa dia sampai bertengkar dengan mereka.


"Jadi gitu ceritanya," kata Julia.


"Gila, itu kriminal banget namanya!" sahut Sifa.


"Jangan-jangan ... Shan, waktu lu sama nyokap apa itu juga salah satu rencana Gea sama Finni.


"Mungkin juga iya, mungkin juga tidak!" sahut Shani.


"Kacau, tapi aku salut sama kamu Jul menolak rencana itu, kalau enggak duhh gak kebayang kamu berbagi tubuh sama cowok laknat macam itu." Boy membayangkan Julia dijamah sama cowok lain.


"Ish apaan sih," kata Julia.


"Jadi karena itu Gea sama Finni menarik lu waktu itu disekolah?" tanya Sifa.


"Iya," sahut Julia.


"Anjing banget mereka! gila itu udah kriminal loh," seru Bima.


"Makanya, gue dah keluar dari The Angel."


"Itu harus Jul, gue aja udah keluar dari The Boys, nahhh cocok tuh Aevan sama mereka hahahaha ..." kata Bima sambil tertawa.


"Gue juga udah keluar dari The Boys," sambung Boys.


Bima memicingkan matanya.


"Gue gak yakin kalau lu keluar," kata Bima.


"Kok lu gak yakin," sahut Boy.


"Kan, lu itu sohib banget sama Aevan."


"Itu, kan dulu gimana sih."


"Ogah!" sahut Boy.


"Hahaha," tawa mereka semua kecuali Shani.


Shani menelisik semua sudut di kantin ini.


'Sepertinya ada yang mengawasi,' batin Shani.


Lalu Shani memegang ponselnya dan menyuruh anak buahnya untuk berpencar di setiap ruangan dan sudut lalu cari penyusup itu.


”Cari mereka!”


”Baik Queen.”


Tidak lama kemudian sebuah serangan dari mafia A'X.


Dor ...


Dor ...


"Aaaaaaaa!" teriak murid lain.


Boy langsung saja menarik Julia untuk bersembunyi.


Begitu juga dengan Bima yang langsung menarik Sifa.


Tapi Sifa malah memikirkan Shani.


"Shani, Shani Bim!"


"Gak ada waktu Fa."


Dor ...


"Aaaa," teriak murid yang kena tembakan.


Shani langsung memakai jubah dan topeng yang dibawakan anak buahnya.


"Ayo serang balik mereka," titah Shani.


Hufhh ...


Shani melompat saat menuruni anak tangga dan langsung berhadapan dengan anak buah A'X yang berada dilantai satu.


Bugh ...

__ADS_1


Bugh ...


Bima dan Sifa bersembunyi dalam lemari, mereka juga melihat pertarungan Shani dengan anak buah A'X.


"Bim, gue takut."


"Lu aman sama gue."


"Mereka berantemnya pakai senjata api."


"Mereka ini ...?"


"Apa Bim."


"Mereka ini Mafia dan yang pakai jubah sama topeng itu ...?"


Dor ...


Shani menembak musuhnya tanpa perasaan, bahkan otak musuh berserakan dimana-mana.


"Queen," panggil Arga dibalik topengnya lalu melempar senjata milik Shani.


Shani menoleh dan menyambut senjatanya yaitu kerambit tajam dan runcing.


Bima sangat terkejut dengan senjata itu.


'Senjata itu?' batin Bima. 'Apa mereka ini dari Meteor,' batin Bima lagi.


Craish ...


Shani mencabik leher musuh dengan sangat kuat tanpa perasaan.


"Aaaaakhhh," teriak musuh.


Shani kembali melompat untuk menghajar beberapa musuh lainnya.


Disituasi ini, semua guru dan murid tertangkap.


"Aaaa," teriak Bu Sita.


Crakkkss ...


Shani langsung menggayat leher musuh itu saat ingin menembak Bu Sita.


Bugh ...


Bugh ...


Bugh ...


Semua menyerang Shani tapi masih bisa di atasi oleh Shani sendiri.


Bu Sita gemetar takut melihat darah dan perkelahian didepan matanya.


Jrak ...


Kerambit Shani menembus perut musuh dan ususnya keluar.


"Cyahhhh, hoyahhh!" teriak Shani saat menghajar musuh.


'Mafia darimana ini?'


Boy berusaha melindungi Julia dari musuh yang mendekat.


"Boy awas!" teriak Julia.


Bugh ...


Untungnya ada Arga yang langsung menendang musuh itu dan menghajarnya dengan brutal.


Bugh ...


Bugh ...


Bugh ...


"Ayo kita pergi dari sini Jul," kata Boy lalu menarik Julia.


Ditempat lain, pemakaman Tuan Daniel hampir dimulai tapi entah kenapa suasananya sangat mendung.


'Ada apa ini?' batin Kazio.


Salah satu anak buah Kazio membisiki.


"Tuan, Arizaya High School diserang mafia dan para guru juga murid disandra," bisik anak buah Kazio.


Betapa kagetnya Kazio, apa yang harus dia lakukan sekarang mana para tamu disini adalah orang penting salah satunya, keluarga William dan Ralindra.


***


♥️ DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️


♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️


♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️

__ADS_1


__ADS_2