MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
45


__ADS_3

♥️DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️


♥️AKUN TIKTOK @Swahy17♥️


♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️


***


Shani merengek minta pulang.


"Aku mau pulang Mi, please."


"Enggak sayang, kamu masih sakit dan harus rawat inap."


"Shani gak suka dirumah sakit."


"Shani, Mami mohon kali ini aja yah."


"Ya udah, biar Shani pulang sendiri." Shani langsung melepaskan infusnya kemudian beranjak dari kasur.


"Kamu mau ngapain Nak, balik ke kasur lagi kamu jangan ngiyel."


Ratna langsung menghampiri Shani dan menyuruhnya tetap dikasur.


"Sayang, Nenek mohon yah kamu harus tetap dirumah sakit. Kamu masih sakit sayang," pinta Nenek.


"Tapi Shani gak betah disini Nek," sahut Shani.


"Apa yang buat kamu tidak betah sayang?" tanya Shina.


Shani tidak menjawab tapi matanya melirik ke arah Oma Cici, Citra menyadari itu.


'Kenapa Shani melirik Tante Cici yah,' batin Citra.


Cici mendekat dan memeluk Shani.


"Tetap dirumah sakit ya sayang," kata Cici dengan lembutnya.


"Tuh, semua orang pengen kamu sembuh sayang. Ayo naik ke kasur sini," kata Shina menepuk kasur.


"Ekhh," Shani menahan sakit saat lengannya dipegang oleh Oma Cici.


'Shani seperti kesakitan, jangan-jangan Tante Cici ...' batin Citra mulai mencurigai Oma Cici.


Dengan terpaksa Shani kembali rebahan walaupun hatinya sangat menolak.


"Ini sudah malam sayang, kamu tidur yah."


"Iya Mi."


"Mama sama Ibu sebaiknya pulang aja, biar Shina yang jaga Shani. Kamu juga pulang Cit, bair kamu di anter sama sopir."


"Maaf Shin, aku mau menemani kamu disini gak papa, kan."


"Kamu yakin."


"Iya."


"Sekali lagi terima kasih karena tadi kita udah tidur malah kebangun lagi, maaf yahh Shani emang suka gitu."


"Gak papa," sahut Citra.


"Ya sudah Cit, Mama sama Ibu mau pulang dulu."


"Iya Ma, hati-hati yahh."


Shani hanya bisa menunduk dan menghela nafasnya.


"Tidur sayang, ini sudah malam."


"Iya Mi."


"Tadi kedinginan," ledek Citra.


"Itu, kan tadi Tante."


"Hihihi ..." tawa Citra.


"Iya, Iya. Sekarang Mami minta kamu bobo yah," kata Shina.


Shani mengangguk.


***


Pagi ini Sifa menunggu Shani namun tak kunjung datang.


"Bu, Sifa berangkat dulu yahh."


"Gak bareng Shani, Sif."


"Enggak Bu."


"Tumben."


"Gak tau juga Bu."


"Ya sudah."


Tin tin ...


"Loh, Nak Bima."


"Pagi Bu."


"Pagi juga."


"Bima kesini mau jemput Sifa, boleh gak Bu."


"Tanya sama Sifa ya Nak."


"Ouh iya Bu."


"Ya sudah Ibu masuk dulu."


"Ayo naik, hari ini gue anter lu."

__ADS_1


"Dasar."


"Iya dong, kan tadi malam kita dinner gimana sih."


"Ikh udah deh jangan bahas itu lagi."


"Kenapa?"


"Malu tahu."


"Hahaha ..."


"Ketawa lagi lu."


"Udah ah ayo berangkat."


Mereka berdua pun berangkat.


***


"Yakin, kita bisa sekolah lagi Ge?" tanya Finni.


"Buktinya kita sekolah, kan."


"Iya juga yah."


"Ekhem, kalian sudah siap?" tanya Jhon.


"Siap Pa," sahut Gea dengan manja dan itu membuat Jhon gemas.


"Blueeekk, gue jijik lihat lu semanja itu Ge."


"Enak aja lu, Ge. Gue yang jijik lihat muka lu," kesal Gea.


"Sudah, ayo masuk mobil."


"Gue gak sabar bikin perhitungan sama Shani."


"Gue juga Ge."


"Sepertinya kalian dendam sekali sama anak itu."


"Tentu saja Pa, gara-gara dia kita dikeluarkan dari sekolah."


"Untuk ada Om jadi kita bisa balik lagi ke sekolah."


"Ya sudah, pokoknya nanti disekolah kalian gak usah takut karena semua guru sudah Om tekan disana."


"Makasih ya Pa, makin sayang deh sama Papa."


"Iya sayang."


***


Kazio harus menerima kenyataan jika selama ini dirinya dibodohi oleh Laras.


"Bodoh kamu Zio," gumam Kazio.


Tanpa pikir panjang Kazio menelan banyak obat tidur sampai overdosis.


"Tuan, Tuan kenapa?"


Tok ...


Tok ...


Brak ...


"Tuan!" teriak art.


Kazio pun dibawa ke rumah sakit atas bantuan tetangga.


Selama dirumah sakit, Kazio ditangani dengan baik dan ternyata satu rumah sakit dengan Shani.


Shani saat ini sedang disuapi oleh Shina dengan bubur.


"Ummm gak enak Mi, mau soto."


"Enggak."


"Mau soto Mi."


"Shani, enggak! kamu masih sakit harus makan yang ini, ingat!"


"Mami gak sayang sama Shani."


"Mami sayang."


"Enggak."


"Kamu ini ada-ada aja, ayo aaa lagi makan."


"Gak enak, hambar."


"Namanya juga makanan rumah sakit sayang."


"Ummm gak mau."


"Biarin ajalah Shin, kasihan juga."


"Citra, aku tahu tapi ini demi kebaikan Shani juga."


"Mama Citra, belikan soto dong."


"Ehh," kaget Citra.


"Kamu panggil apa tadi," kata Shina.


'Astaga gue kelepasan lagi.'


"Mama, kenapa emang soalnya Mami jahat sama Shani gak bolehin makan soto. Ayo Mama Citra belikan yahh."


"Enak aja, enggak!"


"Ikh Mami."

__ADS_1


Tok ...


Tok ...


"Siapa yang datang," kata Citra.


Ceklek ...


"Hay," sapa Sifa dan ketiga temannya Bima, Boy, dan Julia.


"Kalian," sahut Shani.


"Ya ampun temen-temennya Shani yah."


"Iya Tante."


"Sini, ayo masuk kenapa berdiri dipintu." Shina menyuruh mereka duduk.


"Eh iya Tante," sahut Sifa.


"Nih gue belikan buah-buahan segar buat lu," kata Sifa.


"Makasih."


"Oh iya ini dari gue," seru Julia.


"Dan ini dari kita berdua gue sama Boy," tukas Bima.


"Makasih, repot-repot kalian."


"Gak papa kok," sahut Sifa.


Boy menyuruh Julia duduk disofa.


"Hem makasih, oh ya Shani kok lu bisa gini sih?" tanya Julia.


"Gue juga gak tahu, tiba-tiba gue diserang."


"Masa sih."


"Iya."


"Ada berita yang lebih heboh," kata Bima.


"Oh itu," sambung Sifa dengan muka juteknya.


"Kenapa emang?" tanya Shani.


"Gea sama Finni balik sekolah," sahut Bima.


"Apah," kaget Shani.


"Iya Shan, sekarang dia makin merajalela membully orang."


"Tapi lu tenang aja masalah sama Sifa dan Julia sudah ada bekingannya, jadi gak bakalan di bully." Bima berujar dengan mantap.


"Siapa bekingannya."


"Gue sama Boy, lah siapa lagi."


"Ouh iya, iya masuk akal."


"Tapi Shan, masa takut sama kupu-kupu sih." Sifa meledek Bima.


"Hahahahah ..." tawa Julia.


"Nape lu ketawa pea!" kesal Bima.


"Santai Bos calon bini gue tuh," sambung Boy.


"Bini, bini. Ishh gue hajar juga lu, tau rasa."


"Yee, kepedean banget nih cowok." Sewot Julia.


"Hahaha ... kasihan deh," ledek Sifa.


"Udah ah," tegur Julia.


***


Oma Cici bertemu dengan Jhon.


"Tante," kata Jhon.


"Jhon."


"Ada apa Tante?"


"Aku lagi kesal Jhon."


"Kesal kenapa Tante?"


"Anak pungut itu makin kurang ajar sama aku."


"Sabar Tante."


"Gimana gak sabar, semua harta Toni bakalan jatuh ke anak itu."


"Heh, ya biar bagaimanapun Toni bukan anak Tante."


"Ya makanya itu, saya gak mau harta itu jatuh ke tangan anak pungut itu."


"Tapi anak itu sangat beruntung Tante, dia seperti punya aura kuat dan keberuntungan terus mendampinginya."


"Ah bodo amat, kamu cari cara untuk melenyapkan anak itu."


"Iya Tante."


***


♥️DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️


♥️AKUN TIKTOK @Swahy17♥️


♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️

__ADS_1


__ADS_2