
5 tahun kemudian, Shani sudah jadi Dokter dan kini dia sudah tunangan dengan Dokter tampan yang bernama Leon.
"Sayang, Mami mau pernikahan kita di percepat."
"Aku gimana baiknya aja Yang."
"Alhamdulillah kalau gitu."
"Dokter Leon, udah buat undangan belum?" tanya Dokter lain menggoda.
"Baru aja selesai," sahut Leon.
"Kamu tau betapa hebohnya dia," tukas Shani.
"Tentu saja heboh, siapa sih yang gak senang dapat bini pintar dan cantik."
"Perempuan cantik dan pintar banyak, terus nanti kalau aku sudah tua kamu gimana?" tanya Shani.
Leon menelan salivanya karena pertanyaan Shani ini menjebak.
'Ok Leon, kamu harus tenang. Ingat yang kamu hadapi sekarang ini adalah perempuan,' ucap Leon dalam hati.
Dokter yang tadi menyapa langsung menahan tawanya.
"Pikir sendiri ya bro," ucapnya lalu pergi meninggalkan Leon dan Shani.
Leon hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal itu.
"Aku cari pendamping hidup sayang bukan model," ucap Leon.
Shani manggut-manggut dan membuka ponselnya karena ada pesan dari Mama dan Papa Darma.
Sayang, malam ini mau dimasakin apa Nak? kita mengadakan acara makan malam seperti biasa kumpul-kumpul keluarga, jangan lupa ajak Leon yahh."
Shani tersenyum dan membalas pesan Mamanya itu.
"Mau sop ma, enak tuhh apalagi ada sop buah segerr."
"Baik sayang, kamu sama Leon," kan.
"Iya Ma."
"Kenapa Yang?" tanya Leon.
"Pulang yuk," sahut Shani.
"Ya sudah ayo."
"Ambil tas dulu yahh."
"Iya sayang."
Shani dan Leon baru 3 bulan menjalin hubungan karena pas dan cocok mereka memutuskan untuk menikah beberapa hari lagi.
Dirumah Citra pun juga ada Shina dan Tuan Malik serta Ratna.
"Gimana apa persiapan pernikahannya sudah siap?" tanya Tuan Malik.
"Udah siap Pa," sahut Citra.
"Baguslah kalau gitu," tukas Tuan Malik lagi.
Tok tok ...
"Ada tamu Cit," ucap Ratna.
"Iya Ma, kayaknya keluarga Kazio udah datang."
"Bukain gih, Mama mau iris bawang dulu."
"Baik Ma."
Saat Citra membuka pintunya sudah ada David, anak Xavier dan Dara.
"Nenek ...!"
"Ouhh jagoan Nenek."
"Emmuahh kangen Nenek."
"Nenek juga rindu sayang."
"Benarkah?"
"Iya dong."
"Ma," ucap Xavier mencium tangan Citra.
"Kamu pasti capek, Vier."
"Sedikit Ma."
"Ayo semuanya masuk, Laras, Kazio, Dara."
__ADS_1
"Udah lama gak kesini," cicit Laras.
"Ya kamu, kan keliling dunia Ras."
"Hehehe ..."
"Shani belum datang, Cit?" tanya Kazio.
"Belum Kaz," sahut Citra.
"Tapi kesini sama Leon, kan?" tanya Laras.
"Kayanya sih," sahut Citra.
"Leon sayang sini kasihan Nenek," ucap Dara.
"Iya Ma," sahut Leon.
Anaknya Shina yang bernama Shiana mendatangi David yang sudah berumur 6 tahun sedangkan Shiana 5 tahun.
"Ya ampun Shiana," ucap Ratna kaget melihat sang cucu dengan bedak tebal di wajah.
Laras saja tertawa terpingkal-pingkal karena lucu.
"Sini Nenek benerin bedaknya."
"Ndak mau," ucap Shiana.
"Dek Shiana ayo main," aja David.
"Kalian main di ruang tengah aja yahh," ucap Tuan Malik.
"Iya Kek," sahut David.
Laras dan Dara membantu memasak sedang laki-lakinya membakar.
Shani dan Leon pun datang dan tampak sumringah melihat semua keluarganya berkumpul.
"Aaaa ponakan Aunty," ucap Shani langsung memangku David. "Dek Shiana juga aaa gemes sini duduk sini sayang."
Leon mencium gemas pipi Shiana bahkan ikut memangku Shiana.
"Gemes banget Yang, pasti anak kita juga kayak gini."
"Aaamiin."
"Oh ya sayang semua teman aku nanti hadir semua."
"Bagus dong Yang asal jangan ada bibit pelakor aja."
"Aku pegang yahh, emm temen aku juga mau datang."
"Siapa?"
"Temen masa SMA mereka katanya bakalan datang di hari pernikahan kita."
"Pasti asyik ketemu teman SMA ya sayang."
"Iya, David sama Shiana lanjut main yahh."
"Iya Aunty."
"Baik Kakak."
"Ayo Yang," ajak Leon.
"Iya."
Di dapur, tampak heboh karena Shina menangis akibat iris bawang merah.
Shani yang melihat saja langsung panik.
"Mami ... Mami kenapa nangis?" tanya Shani.
"Eh kamu sudah pulang sayang, gak papa kok ini gak tahan sama bawang merah."
"Ouhh kirain tadi apa?"
"Ya ampun Shin, udah kayak dicongkel aja mata kamu." Laras jadi tertawa melihat Shina menangis.
"Ketawa aja terus Ras, nihh kamu yang lanjut!" kesal Shina.
"Yang nyerobot siapa yang nangis siapa," sindir Nyonya Ratna.
"Hahahaha ..." Citra dan Laras makin tertawa.
"Mama ..." rengek Shina.
"Mami ... Mami ... lagian kalau gak kuat iris bawang kenapa pilih itu," ucap Shani.
"Ya daripada Mami megang daging, bau."
"Banyak alasan kamu Shin," cibir Nyonya Ratna.
__ADS_1
"Ishh Mama ..."
"Sudah Nek jangan digodain terus Mami, nanti nangis loh."
"Shani ..."
"Hahahaha ..." Laras dan Citra makin tertawa apalagi melihat wajah Shina yang merah menahan cemberut.
"Leon, kamu bantuin Papa Darma sama yang lain aja yahh." Ratna menyuruh Leon.
"Baik Nek."
"Tapi Mama kamu udah di kasih tau, kan Leon?" tanya Citra.
"Udah kok Ma," sahut Leon.
"Bagus deh," tukas Citra lagi.
"Anak Mami ini pasti capek, ke kamar yuk."
"Haduuhh ada yang kecapean nihh," sindir Citra.
"Iya Cit kayak habis motong daging jadi mau istirahat," sambung Laras.
"Kalian sok tau," sahut Shina.
"Udah ah Shina kalau mau istirahat ya istirahat aja, gak usah pakai Shani." Ratna memarahi anaknya itu.
"Ishh Mama mahh."
"Tapi kamu pasti capek Shani, istirahat yahh." Citra menyuruh Shani istirahat.
"Iya Ma, Shani ke atas dulu yahh."
"Nanti Mami bangunin sayang."
"Iya Mi."
Ratna melihat Shina tidak naik menyusul Shani.
"Kamu gak istirahat, Shin?"
"Gak ah nanti kalian sindir lagi."
"Akhirnya sadar juga," ucap Citra menahan tawanya.
"Jangan merajuk Shin, nanti di ledekin sama Shiana loh." Laras ikut menggoda Shina.
"Ishh ish kalian bertiga menyebalkan!" ucap Shina lalu mengambil jus naga dan meminumnya.
Ratna yang melihat kelakuan Shina hanya menggelengkan kepala.
[][][]
Shani langsung mandi dan membersihkan diri dari keringat dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk.
"Hufff ahhh enak sekali, rasanya mau patah semua tulang."
Shani sesekali masih memantau mafianya untuk menjalankan sebuah bisnis.
Tuan Bima dan anaknya sudah di jeblok ke penjara karena berniat ingin menghancurkan perusahaan Kakek Malik.
5 tahun Shani berjuang sendirian tanpa sahabat itu bukan hal yang mudah.
Tapi kali ini Shani dipinang langsung dari seorang anak keturunan marga Alexander, yaitu Leon Alexander.
Orang tua Leon juga sudah merestui hubungan anaknya itu dengan Dokter Shani Arizaya.
Kakek Malik dan sang istri secara langsung membanggakan Shani dihadapan publik.
Shani senang karena sebentar lagi akan menyandang status Nyonya Alexander muda.
Terasa berat mata Shani akhirnya memejamkan matanya padahal dibawah semua orang sedang sibuk.
Darma menyuruh Leon untuk pergi ke kamar tamu.
"Leon kamu mandi gihh, di kamar tamu."
"Iya Pa."
Kazio juga ikut menyusun acara makan malam.
Tok tok ...
"Tuan Darma, ada tamu yang datang."
"Itu pasti Tuan Axel dan Nyonya Grace," sahut Darma.
"Ayo kita sambut," ucap Tuan Malik.
"Iya Pa."
Tuan Malik, Tuan Darma, dan Tuan Kazio langsung pergi ke depan dan menyambut calon keluarga mereka beberapa hari lagi.
__ADS_1
[][][]
NEXT