MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
52


__ADS_3

*AKUN TIKTOK @Swahy17*


*AKUN INSTAGRAM @Swahy18*


***


"Jhon, itu Jhon." Laras menunjuk kotak itu dengan histeris kemudian Jhon mengambil kotak itu dan membukanya.


"Brengsek!" maki Jhon karena isi kotak itu adalah mata yang dicongkel lalu ada catatan untuk Laras.


"Itu ada catatannya Jhon."


"Ouh iya."


*ISI CATATAN*


HAHAHAHAH ... BAGAIMANA JHON, APA MATA INI ADALAH MATA-MATA YANG KAMU KIRIMKAN HAHAH. SELAMAT MENIKMATI.


"Brengsek!" maki Jhon lalu menelpon anak buahnya.


Tut ...


Tut ...


“Halo, tolong cari orang yang tadi pagi datang ke rumah.“


“Baik Tuan.“


"Bagaimana Jhon?" tanya Laras.


"Kamu tenang sayang, aku pastikan akan mendapatkan siapa pelakunya."


"Aku gak mau yah ancaman itu jadi kenyataan," kata Laras.


"Aku pastikan itu sayang," sahut Jhon.


Dari luar, ada Gea dan Finni juga yang berteriak.


"Aaaaaa!" teriak Gea dan Finni bersamaan.


Laras yang mendengar langsung panik dan keluar begitu saja karena teriakan itu, Jhon juga ikut dibelakang mendatangi.


"Gea, kamu kenapa sayang?" tanya Laras.


"Itu Ma," tunjuk Gea ke arah cermin.


"Astaga, akhhh ancaman apalagi itu Jhon."


Jhon langsung pergi ke ruang kerjanya dan cek cctv dalam kamar Gea dan Finni.


"Ayo! ayo! ayo!" desak Jhon dan melihat ada dua orang yang masuk.


"Siapa mereka Pa?" tanya Gea yang juga ikut ke ruang kerja Papanya itu.


Shani dalam cctv itu sengaja menantang Jhon dengan menghadap ke arah layar.


"Sialan, kayaknya mereka ini bukan orang sembarangan!" kata Jhon.


"Pa, Gea gak mau tahu yahh cari orang itu."


"Iya Om, Fini takut."


"Aku bisa atasi itu, kalian tenang aja."


"Yakin kamu Jhon," kata Laras lagi karena merasa ragu.


"Jangan meremehkan seorang Jhon Zwinara, Laras. Kamu tahu siapa aku ini, hah!"


"Ya siapa tahu, kan kamu kecolongan Jhon."


"Huh!"


Gea dan Fini pamit karena ingin mandi mau berangkat sekolah.


"Pa, Gea mau mandi dulu."


"Iya sayang."


"Gue ikut," seru Fini.


"Ahh ngikut gue aja lu."


"Yee, kan gue nginep dirumah lu."


"Iya dehhh."


Jhon langsung merangkul pinggang Laras dengan posesif karena Laras begitu **** dimata Jhon.


"Sayang," kata Jhon.


"Apa," sahut Laras ketus.


"Heheh, olahraga yuk."


"Haishhh kamu ini."


Jhon langsung mengangkat Laras ala bridestyle dengan gagahnya.


***


Shani yang pagi ini sangat bosen.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya Shina.


"Bosen Mi," sahut Shani dengan cemberut.


Shina jadi sedih tapi ini demi kebaikan Shani juga.


"Sayang, gini aja deh gimana kalau kita jalan-jalan pagi ini. Mumpung ada Tante Citra, gimana?" ajak Shina.


Shani pun mengangguk.


"Boleh Mi," sahut Shani.


"Ya sudah siap-siap gih."


"Iya Mi."


Sedangkan Citra kembali ke dalam kamarnya sambil memakai baju yang sudah disediakan.


"Apa keputusan aku ini benar yah," gumam Citra memandang pantulan dirinya sendiri dicermin.


Tok ...


Tok ...


"Iya masuk, gak dikunci kok."


Ceklek ...


"Kamu lagi ngapain Cit?" tanya Shina.


"Lagi gak ngapa-ngapain kok, emang kenapa?" sahut Citra.


"Aku sama Shani mau jalan-jalan, ikut yuk."


"Jalan-jalan kemana?"


"Kemana aja yang penting Shani gak bosen."


"Oh, boleh kok. Aku siap-siap dulu yahh," kata Citra.


"Iya Cit, aku juga mau siap-siap."


"He em."


Shina pun pergi ke kamarnya dan bersiap merias diri dengan cantik.


"Oh iya, aku belum pamit sama Papi. Telpon aja deh, Papi sih berangkatnya pagi banget."


Tut ...


Tut ...


“Halo sayang, ada apa?“ tanya Toni dalam telponnya.


“Ummm gimana yahh, diluar masih belum aman sayang.“


“Tapi Mami kasihan sama Shani Pi,“ sahut Shina.


“Ya sudah, gini aja kalau mau jalan-jalan harus pakai bodyguard.“


“Ya sudah deh Pi, gak masalah yang penting Shani bisa jalan-jalan.“


“Ya sudah tapi tetap hati-hati yah.“


“Iya Pi.“


Tut ...


Shina menutup telponnya dan keluar kamar menuju Citra. "Cit, udah siap belum?"


"Udah siap kok."


"Ayo kita ke bawah."


"Yuk."


Shani menunggu diruang tamu sambil berpikir. 'Gue harus cari cara biar bisa sekolah lagi tapi sebelumnya gue harus bisa cari musuhnya Papi,' batin Shani.


"Aduh, aduh ini anak Mami mikirin apa sih." Shina dan Citra baru saja turun dari tangga.


"Gak ada kok Mi," sahut Shani.


"Oh ya sudah yuk kita jalan-jalan," kata Shina.


"Ayo," sahut Citra kemudian menggandeng tangan Shani dan Shina.


'Mami gandeng tangan gue,' batin Shani.


Mereka pun naik mobil dengan bodyguard yang sudah disediakan.


"Kita mau kemana Nyonya?" tanya sang sopir.


"Kita ke mall aja Mang," sahut Shina.


"Baik Nyonya," sahut sopir itu.


Sesampainya di mall, Shina dan Shani juga Citra keluar dari mobil banyak pasang mata yang melihat dengan kagum.


"Wahh mereka sangat cantik yah, siapa ya kira-kira?"


"Astaga mereka sangat cantik sekali."

__ADS_1


"Itu siapa yahh, cantik banget!"


"Aaa bidadari dari surga itu datang ke mall."


Citra sedikit risih dengan pujian para pengunjung yang melihat mereka.


"Sudah abaikan saja Cit," kata Shina.


Saat ini mereka belanja diperhiasan.


"Ini pasti cocok buat kamu Cit," kata Shina.


"Enggak deh, kamu aja."


"Gak papa, aku yang belikan. Shani sayang kamu pilih yang mana Nak?"


"Shani gak pilih apa-apa Mi."


"Pilih dong sayang kamu Mami beliin kalung yah atau gak anting, apa gelang sayang. Cit pilih, nanti aku yang bayar."


"Udah gak papa Shin, aku temenin kalian beli aja."


"Gak boleh gitu yahh, aku ajakin kamu shopping."


"Tapi-"


"Udah ambil, ayo cepet!"


Huhh ...


"Baiklah."


"Aku bayar dulu," kata Shina menyerahkan kartu blackcard yang hanya ada beberapa saja didunia.


"Habis ini kita kemana lagi Mi?" tanya Shani.


"Kita ke toko sepatu yuk," ajak Shina.


"Ayo Mi, ayo Tan."


"Iya," sahut Citra begitu senang melihat Shani sangat bahagia.


Semua barang dibeli oleh mereka bertiga dari perhiasan, sepatu, baju, bahkan benda bermerk lainnya.


"Ahhh kita udah beli semua nih makan dulu yuk," ajak Shina.


"Ayo, Shani juga udah lapar nih."


"Ya sudah kita pesan makan."


Mereka semua masuk ke restoran dan memesan makanan yang paling enak dan mahal direstoran itu.


"Mbak, Billnya?" tanya Shina.


Mbak itu mendatangi meja ke arah Shina dan bertanya mau mesan apa.


"Silahkan Nyonya William mau pesan apa?"


"Kita pesan seperti biasa yah," kata Shina.


"Baiklah Nyonya, tunggu sebentar yah."


"Baik Mbak," sahut Shina.


Pelayan itu pun pergi, setelah lama berbincang-bincang makanannya datang.


"Nah ini dia," kata Shina.


"Woahhh," kata Citra.


"Ini makanannya enak banget Cit, kami sudah langganan disini."


"Ouh pantes Shin kamu hafal banget."


"Ya dong."


"Mami sama Tante coba deh makanan ini," kata Shani menyuapi Shina dan Citra bergantian.


Mereka sangat senang dan itu tidak lupa dipotres oleh Citra maupun Shani.


"Ahhh kentangnya aku Shin," kata Citra yang perutnya mulai begah.


"Hahahaha ... ya udah nih kita pulang yuk udah siang juga, kamu juga harus istirahat sayang. Nanti mau jamnya home schooling, kan."


Karena Shani adalah anak semata wayangnya Shina maka jam home schooling harus dijadwalkan menjelang sore karena khawatir Shani akan kecapean akibat kecelakaan masa lalu.


"Iya Mi," sahut Shani.


"Ok."


Tanpa sadar, mereka sudah di ikuti oleh anak buah pihak musuh.


Para bodyguard pun dengan jeli memandang samping kiri dan kanan, kalau ada musuh.


Tiba-tiba ...


Dor!


Shani langsung tumbang.


"Shani!" teriak Shina dan Citra.

__ADS_1


***


NEXT


__ADS_2