
JANGAN MARAH-MARAH NANTI CEPAT TUAðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
() () ()
Kedatangan Shani disekolah menghebohkan satu sekolahan.
"Shani sudah sekolah woyy!"
"Itu, 'kan Shani."
Shani hanya memasang wajah datarnya dan itu menarik perhatian seseorang.
'Siapa dia?' batin orang itu.
Sifa langsung melambaikan tangannya kepada Shani.
"Shani," panggil Sifa.
"Heyyz," kata Shani juga melambaikan tangannya.
Hufft
Sifa langsung memeluk Shani dengan erat.
"Gue kangen banget sama lu."
"Gue juga."
"Temen-temen pasti seneng karena lu dah masuk."
"Masa?"
"Iya dong."
Sifa langsung menahan Shani depan kelas.
"Ets tunggu dulu," kata Sifa.
"Kenapa?" bingung Shani.
"Lu tunggu disini jangan kemana-mana?"
"Hemmm."
Sifa masuk ke kelas dan memberitahu semuanya.
"Temen-temen ada kejutan buat kalian," kata Sifa.
"Siapa Fa?" tanya Julia.
"Bikin gue penasaran aja," timpal Boy.
"Siapa Yang?" tanya Bima.
"Ayang ebeb gue!"
Sifa langsung menarik tangan Shani.
"Ini dia, ayank ebeb guee!"
"Shani," kaget yang lain.
Julia langsung memeluk Shani dan menanyakan kabarnya.
"Gimana keadaan lu?" tanya Julia.
"Baik-baik aja kok," sahut Shani.
"Udah lama lu gak masuk," kata Bima.
"Iya," sahut Shani.
"Duduk dulu Shan," kata Sifa.
Shani pun duduk dan meletakkan tasnya.
Semua orang mendekat karena ingin mendengar cerita Shani.
"Kenapa kalian mendekat?" tanya Shani bingung.
"Kita mau denger cerita lu," sahut Bima.
"Iya gue juga," pungkas Boy.
"Mereka mau lu cerita selama gak masuk sekolah," kata Sifa.
"Iya masa gak cerita sama sekali lu," tukas Julia.
"Gue gak ada cerita," kata Shani dengan datar.
"Yahhhh!" ucap mereka semua.
Jam pertama sudah selesai dan saatnya istirahat, banyak anak murid keluar dari kelasnya.
Kring kring
"Yeeee, istirahat."
Bima langsung mengajak Sifa ke kantin.
"Ayang kita ke kantin yuk," ajak Bima.
"Aku mau nunggu Shani dulu yahh," sahut Sifa.
"Ok, aku tunggu di kantin yahh."
Sifa mengangguk.
__ADS_1
Boy juga berniat mengajak Julia.
"Kantin yuk Yang," ajak Boy yang sudah menggenggam tangan Julia.
"Kamu duluan aja, aku mau bareng Sifa dan Shani."
"Ouh ya sudah. Bim, kita duluan."
"Ok."
Sifa dan Julia menarik tangan Shani untuk ke kantin.
"Ayo kantin," ajak Sifa.
"Hemmm."
Shani, Sifa, dan Julia pergi ke kantin dan itu banyak mengundang mata.
"Wah cantik-cantik yah mereka."
"Gila, primadona sekolah Boss."
"Cantik."
"Dua sudah ada pasangannya tapi kalau yang satunya sudah punya belum yah."
"Moga aja sih belum jadi gue bisa daftar deh hahaha."
"Wkkk ngaca lu, tampang modal jengkol doang."
"Ye sadis amat."
Itulah bisikan para murid yang melihat mereka bertiga.
"Kaya biasa lu selalu jadi perhatian Shan," goda Julia.
"Hahaha karena Shani emang cantik sih," timpal Sifa.
"Terserah kalian saja itu sama sekali tidak berpengaruh."
Saat sampai di kantin, Bima dan Boy langsung melambaikan tangannya.
"Sayang sini!" panggil mereka berdua.
"Ya udah kita kesana aja," kata Julia.
"Iya," sahut Sifa lalu mereka bertiga duduk yang sudah dipesankan Bima dan Boy.
"Kita pesan semua siapa tahu kalian suka," ucap Bima.
"Tapi untuk ini, aku yakin kamu suka Beb." Boy mengambilkan makanan kesukaan Julia.
"Gue yang ini aja," kata Shani mengambil ayam.
Tiba-tiba ada cowok datang mendekati meja mereka.
"Hemm, siapa lu?" tanya Boy.
"Gerald, gue Gerald."
"Ouhhz," sahut Boy ber-oh ria.
"Boleh gak gue duduk disini," pinta Gerald.
"Masih banyak kursi lain," sahut Shani tanpa menoleh.
"Tapi gue pengen disini," kata Gerald lagi.
"Ya sudah duduk aja," kata Shani.
"Hemm gitu dong," sahut Gerald yang langsung duduk disamping Shani.
Dan saat itu juga Shani langsung mengangkat makanannya dan duduk di meja samping.
"Eh Shani," kaget Julia.
Bima menatap tajam ke arah Gerald.
"Kenapa lu pindah?" tanya Gerald dan tidak dijawab oleh Shani. / 'Benar-benar menarik.'
Gerald pun pindah duduk di samping Shani dan itu membuat Boy dan Bima jadi geram.
Sifa langsung memegang tangan Bima dan menggelengkan kepala.
Boy sudah ingin berdiri tapi langsung ditahan Julia.
Gerald dengan sok akrab menanyakan perihal keluarga sama Shani.
"Ouh ya, gue Gerald Vins. Lu tahu, 'kan siapa keluarga Vins?" tanya Gerald.
Shani tidak menyahut karena dia muak.
Tiba-tiba ponsel Shani berdering.
“Halo.“
“Gawat Dek, markas di serang.“
“Gue kesana.“
Shani langsung mematikan ponselnya dan pergi begitu saja meninggalkan Gerald.
Gerald hanya tersenyum dan rasanya sangat tertantang untuk ukuran perempuan.
'Dia sangat beda dari cewek lain, ok lu bakalan jadi milik gue Shani!'
Melihat Shani pergi, Sifa langsung panik.
__ADS_1
"Itu Shani mau kemana?" tanya Sifa.
"Gak tau Yang," sahut Bima lalu menatap Gerald. / 'Dia ini!'
Gerald juga ikut pergi karena ingin tahu Shani mau kemana.
Di jalan, Shani melihat ada orang yang mengikutinya.
'Sialan!'
Shani langsung tancap gas dan berbelok-belok membuat Gerald kesusahan.
'Apa dia tahu kalau gue ikutin.'
Shani sudah tidak melihat Gerald lagi dan langsung kembali ke jalur awal.
"Gue gak suka lu sok akrab!" gumam Shani.
Tidak lama, Shani sampai di markas dan sudah banyak anak buahnya yang tumbang.
"Sial."
Shani langsung memakai topeng dan masuk.
Shani menembak satu peluru ke arah musuh yang tengah mengeroyok anggota Meteor.
"Aaaakhhh!" teriak musuh itu sangat jelas.
"Queenz," ucap anggota Meteor lalu menghampiri Shani.
"Susun formasi!" titah Shani.
"Baik."
'Mafia D'Havk,' batin Shani.
Shani langsung menghajar mereka satu persatu dan semuanya tumbang.
"Kalian ini ada masalah apa dengan kami?" tanya Shani.
"Tidak ada, kami hanya ingin memperluas kekuasaan saja!"
"Ouh begitu yah." Dari belakang, tanga Shani sudah siap dengan pistolnya.
"Entahlah."
Dorrr
Musuh itu tiba-tiba tumbang saat Shani menarik pelatuk dengan cepat.
"Bawa tubuhnya ke kolam piranha!"
"Baik Queen."
Lalu Shani menyuruh anak buahnya untuk menangkap musuh dan mengeksekusinya dibawah nanti.
"Kak Dara," panggil Shani.
"Iya Dek ada apa?" tanya Dara.
"Selidiki seseorang," pinta Shani.
"Siapa Dek?"
"Nanti gue kasih fotonya."
"Baik."
"Kita ke bawah," ajak Shani.
"Baiklah."
Baru selangkah Shani masuk ruang bawah tanah sudah ada terdengar teriakan yang menyedihkan.
"Aaaaa."
"Aaaaaa!"
"Hari ini gue malas nyiksa, kalian kalau ada masalah dirumah siksa mereka saja itu lebih efisien."
Semua anggota Meteor tersenyum menyeringai ke arah musuh.
Semua musuh bergidik ngeri melihat senyum anggota Meteor.
Shani langsung keluar dan ingin kembali ke sekolah lalu tanpa sengaja melihat Regan dan Cici.
"Itu mereka mau kemana?"
Shani penasaran lalu mengikuti mobilnya dan tidak lupa kasih kabar sama Dara untuk menyuruh dua anggota untuk menyusulnya.
Shani menelpon Dara.
“Kak Dara, suruh dua anggota untuk menyusul.“
“Baiklah Dek,“ sahut Dara.
Lalu telpon mati dan Dara memanggil anggota.
"Kalian berdua susul Queen kita sekarang,"
"Baik Nona!"
Dua anggota kemudian menyusul Shani, mereka sudah tahu lokasi Shani.
() () ()
NEXT
__ADS_1