
♥️ DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️
♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️
♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️
***
Ternyata panti yang didatangi Sita sudah tidak ada.
"Hiks, padahal aku berharap panti ini masih ada."
"Bos, kita masuk mobil dulu."
Saat Sita ingin masuk mobil ada warga yang menyapa.
"Siang Bu, ada apa yah ke panti ini?" tanya salah satu warga tersebut.
"Ini Pak, saya mau cari panti Mentari Tenggelam tapi kok sekarang gak ada yah, bahkan bangunannya seperti angker begini."
"Ouhh, memang Ibu gak tau yahh kejadian yang menimpa di panti ini."
"Kejadian apa ya Pak."
"Yang saya dengar, setelah panti ini menerima bayi dari seorang nenek-nenek panti ini terbakar dan penghuninya tidak ada yang selamat!"
Deg ...
Jantung Sita seperti terlepas mendengar cerita itu.
"Tidak ada yang selamat," kata Sita.
"Iya Bu."
"Iya, makasih ya Pak."
"Sama-sama Bu, saya pergi dulu."
Sita langsung menjadi lemah dan hampir pingsan, untung saja ada anak buahnya yang menangkap.
"Bos, kasihan Bos Sita pasti dia syok!" kata anak buah Sita yang bernama Novan.
Novan pun memasukkan Sita ke mobilnya dan mengantar kembali ke rumah Sita.
***
Sedangkan Shani sengaja memisahkan diri dari Sifa dan yang lainnya supaya bisa menyusul Arga.
"Aevan, aku harap saat kita bertemu aku bisa mengendalikan diri."
Shani semakin melajukan mobilnya dan parkir didepan markas untuk mengambil jubahnya.
Setelah berpakaian lengkap, Shani langsung meluncur ke medan pertempuran The Meteor dan Blackscorpio.
Arga dan Dara berusaha menghindar dari serangan balik Aevan bersama anak buah yang lain.
Dor ...
Dor ...
Dor ...
"Jangan bersembunyi kalian, pengecut!" teriak Aevan.
"Mereka pasti bersembunyi dibalik pintu itu, King."
"Serang semua anggota Meteor," titah Aevan.
Bugh ...
Bugh ...
Bugh ...
"Aaaaa, cyah cayhh cyahhh ..." teriak anggota lainnya saat berkelahi.
Anggota Meteor sedikit terpojok.
"Terus gempur mereka habis-habisan!" teriak Aevan.
Bugh ...
Aevan berhasil menampar Dara dan itu membuat Arga murka.
"Akhhh," ringis Dara.
"Ouhh dari suara sepertinya kamu ini cewek," kata Aevan tersenyum devil.
Dor ...
"Cih," decih Aevan langsung menghindar dari tembakan itu.
Shani yang menembak Aevan karena sudah ingin mendekati Dara yang terluka.
"Queen," kata Dara.
"Berdiri," sahut Shani.
"Baik Queen."
"Ouhh, jadi lu Queen dari The Meteor bagus sini lawan gue."
Shani tidak menjawab ucapan Aevan.
Bugh ...
Bugh ...
Bugh ...
Serangan Shani sangat cepat bahkan membuat Aevan kewalahan.
Krak ...
Shani berhasil mematahkan lengan Aevan.
"Akhhhh," ringis Aevan tapi langsung ditepisnya dan lanjut berkelahi.
Bugh ...
Bugh ...
__ADS_1
Bugh ...
Krak ...
Shani berhasil lagi memukul dagu Aevan sampai mulutnya berdarah.
Dengan cepat Shani membanting Aevan saat oleng tadi.
Brak ...
"Akhhh," ringis Aevan.
Kecepatan Shani diakui Arga sangat cepat.
'Queen Shani memang sangat kuat,' batin Arga yang mengagumi sosok Shani sebagai penyelamat hidupnya.
Shani perlahan maju dan mencengkram kerah baju Aevan.
"Kau," ucap Aevan yang masih berdarah mulutnya.
"Mafia juniornya seharusnya tidak congkak," kata Shani lalu anggota Meteor langsung menggempur balik BC karena Queen mereka sudah mencengkram baju King musuh.
Dor ...
Dor ...
Dor ...
Boomm ...
Sebuah lemparan granat mengenai gerombolan BC dan mereka semua terjebak disana.
"Aaaaaa!" teriak yang lain.
Brak ...
Shani menghajar Aevan sampai babak belur.
Bugh ...
Bugh ...
Bugh ...
"Apa bisa, lu gak usah ikut campur sialan!" kata Shani.
"Kami tidak pernah ikut campur!" sahut Aevan.
"Hahah, sepertinya lu melupakan sikap saat bersekolah. Mana sikap congkak lu itu, hemmm ... kemana?" tanya Shani.
"Lu, lu ini siapa?"
"Bukan siapa-siapa cuma gak suka aja sama sikap kekananakan lu."
"Gue bilang lu siapa, brengsek!"
Bugh ...
"Gue bilang lu tetap duduk, biar tahu sopan santun."
"Gue tanya lu, apa kita saling kenal hah! kayaknya lu kenal banget sama gue, sialan!"
"Oh ya, gimana yah kenal atau enggak itu bukan urusan lu dan juga tidak masalah buat gue, yang pasti lu udah bikin gue terganggu."
TM, The Meteor.
"Hahahah tapi lu dah ganggu Shani," kata Shani lagi sengaja tidak mengaku Shani dihadapan Aevan saat ini.
"Shani, apa lu bilang Shani."
"Iya, lu cari mati sama gue Aevan Arsenio!"
"Lu ada hubungan apa sama Shani, brengsek!"
"Hahaha ... jawab saja pertanyaan gue bajingan."
"Jangan harap gue jawab pertanyaan lu itu!"
Krak ...
Bugh ...
Bugh ...
Bugh ...
Brahhh ...
Aevan pingsan karena terus dihajar oleh Shani.
Anggota BS juga banyak yang kalah dan sisanya menyerah.
"Bakar markasnya!" titah Shani.
"Baik Queen."
Arga mendekati Shani dan menanyakan Aevan.
"Kita apakan dia Queen."
"Buang ke rumahnya," sahut Shani.
"Hah," bingung Arga.
Shani langsung berpaling tidak menjawab apapun.
Arga pun membopong tubuh Aevan sedangkan Dara mengikuti dari belakang.
"Oh ya, hati-hati ada mafia lain yang akan menyerang kita nantinya."
"Siapa Queen?" tanya Arga.
"Blackmars," sahut Shani.
"Hah, Blackmars?" bingung Dara.
"Aku gak pernah dengar nama mafia itu Dar," kata Arga.
"Aku juga Ga," sahut Dara.
"Sampai kapan kalian merumpi atau api itu akan melahap kalian," tegur Shani.
__ADS_1
"Haaaaa panas Ga, ayo kita pergi." Dara langsung ngacir pergi ke mobil, sedangkan Arga sedang membopong Aevan.
"Ishh nih bocah makan apa sih berat banget," gerutu Arga.
Markas BS sekarang sudah dibakar dan anggota yang masih hidup dibawa ke markas TM.
"Lempar, kasih peringatan untuk keluarganya agar Aevan Arsenio jangan suka ikut campur urusan orang lagi!" titah Shani.
"Baik Queen," sahut Arga lalu menyelipkan secarik kertas disakunya Aevan dan mendorong tubuh Aevan yang pingsan itu tepat dihadapan satpam keluarga Arsenio.
"Woy! teriak satpam itu tapi mobil yang ditumpangi Shani dan yang lainnya pergi begitu cepat. Setelah agak jauh, Shani baru menekan tombol untuk memasang plat.
***
Citra dapat informasi baru jika jasad Shani tidak dalam jurang itu.
"Apa kamu yakin Dar?" tanya Citra.
"Saya yakin Nyonya," sahut Darma.
"Apa artinya anak saya masih hidup."
"Kemungkinan kecil Nona, karena kita tidak tahu keberadaan Nona Muda Shani."
"Huh ... saya minta tolong Dar cari informasi yang lebih lagi biar saya bisa tenang dikit, saya sangat bahagia jika memang anak saya masih hidup, kita harus cari bukti biar Ken dan juga Laras bisa masuk penjara."
"Nyonya tenang saja mereka pasti akan masuk penjara."
"Saya percayakan semuanya ke kamu."
"Terima kasih Nyonya."
"Oh ya, bagaimana kalau saya ikut mencari Shani. Saya ingin sekali ini aja mencari langsung di jurang itu."
"Jangan Nona, itu berbahaya."
"Saya gak peduli Darma, hati saya sakit melihat video itu."
Darma tidak tega melihat Citra seperti ini.
"Baiklah, nanti Nyonya siap-siap."
"Terima kasih Darma kamu boleh pergi."
"Saya permisi."
Citra hanya mengangguk.
Saat Darma keluar dari rumah Citra, Kazio melihatnya.
'Ngapain Darma keluar dari rumah Citra,' batin Kazio.
Tok ...
Tok ...
"Apa Darma yah, aduhh ... iya tunggu sebentar."
Ceklek ...
"Kamu," kata Citra.
"Ini aku, Kazio."
"Mau ngapain kamu kesini?" tanya Citra dengan sinis.
"Tadi Darma kesini yah."
"Kalau iya emang kenapa? apa urusannya sama kamu."
"Aku minta kamu jangan terlalu dekat sama Darma, kamu itu perempuan gak baik apalagi seperti tadi berduaan dalam rumah bersama Darma."
"Aku tidak seperti kamu, Kazio. Coblos sana, coblos sini kecamkan itu! lebih baik sekarang kamu pergi," usir Citra.
"Kalau gitu kamu ikut aku," kata Kazio lalu menarik tangan Citra.
"Lepas!" bentak Citra.
"Apa salahnya kamu ikut aku, sebentar."
"Salahnya karena kamu penjahat, kamu aja tega sama anak apalagi sama aku."
"Citra kita bisa perbaiki hubungan kita, jadi kamu harus ikut aku."
"Jangan paksa aku Kazio, kita sudah bercerai jangan membuat aku makin menderita lagi."
"Makanya kamu ikut aku dan dengarkan dulu."
"Aku tidak mau mendengarkannya Kazio, mulut kamu itu penuh racun rayuan yang membuat aku menderita nantinya."
"Aku tidak peduli kamu ikut aku sekarang!" tarik Kazio dengan paksa.
"Lepaskan aku Kazio, kamu gila apa!"
"Ikut aku, aku tadi bicara baik-baik sama kamu tapi apa? kamu menolakku, tidak akan aku biarkan kamu dekat dengan Darma."
"Jangan serakah kamu Kazio, lepaskan aku."
"Jangan harap, cepat masuk mobil."
"Aku tidak mau, lepaskan aku!"
"Kamu menguji kesabaranku, Citra!" bentak Kazio lalu membopong Citra seperti karung beras.
"Kazio brengsek, lepaskan aku!" terika Citra.
Bugh ...
Bugh ...
Bugh ...
Kazio terjatuh dan Citra langsung ditangkap seseorang agar tidak jatuh.
***
INI GENRE MAFIA, MAAF JIKA ADA KATA-KATA KASAR KALAU TIDAK SUKA SILAHKAN SKIP ATAU TIDAK USAH BACA SEKALIAN YAH🥰🥰 MASIH BANYAK GENRE BERADAP LAINNYA.
♥️ DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️
♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️
__ADS_1
♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️
***