MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
68


__ADS_3

Zaki mendatangi apartemen Alya karena ingin minta maaf.


Tok ...


Tok ...


"Itu yang ngetok siapa?" tanya Bima.


"Gue buka dulu," sahut Aevan.


Ceklek ...


"Aevan," ucap Zaki dengan mata yang sudah merah.


Brak ...


Aevan langsung ingin menutup pintu tapi dengan cepat ditahan oleh Zaki.


"Papa mohon Van tolong kasih tahu Papa dimana Mama?" tanya Zaki.


"Jangan cari Mama lagi, Papa urus aja Nenek!" tegas Aevan.


"Tolong Papa Van," mohon Zaki.


Aevan tidak tega dan juga malu dengan teman-temannya.


"Gak usah sujud," kata Aevan. / 'Gue malu sama mereka.'


Bima jadi kurang enak dengan Aevan lalu mengkode Boy.


Boy mengangguk dan menyenggol Julia.


"Pulang yuk," bisik Boy.


"Iya," sahut Julia.


Bima juga mengajak Sifa untuk pulang.


"Honey, pulang yuk."


Sifa pun paham dengan keadaan Aevan dan langsung mengangguk.


"Iya," sahut Sifa.


Boy kemudian mendekati Aevan dan menepuk pundaknya.


"Kita pulang ya Van," kata Boy.


Aevan menoleh dan menatap semua temannya.


"Kita tahu kok lu harus selesaikan masalah sama bokap lu," bisik Bima.


"Makasih," sahut Aevan.


"Ya udah Van, kita pulang dulu. Om kita pulang yah," kata Bima.


"Iya Bim," sahut Zaki.


Setelah kepulangan ke empat sahabatnya, Aevan mempersilahkan Zaki masuk dengan nada ketus.


"Silahkan masuk," ketus Aevan.


"Huh, makasih yahh."


"Hemm ..."


() () ()


Sandra menyuruh anak buahnya untuk menculik Sita dan Alya.


Dan sekarang anak buah Sandra berada di depan rumah Sita.


Brak ...


Pintu di dobrak oleh anak buah Sandra.


"Siapa kalian?" tanya Sita tegas.


"Ikut kita," sahut anak buah Sandra langsung menyeret Alya dan Sita.


"Lepasin kita," berontak Alya.


"Jangan macam-macam kalian," kata Sita.


Bugh ...


Ada yang memukul dan langsung menghajar anak buah Sandra.


"Jangan seenaknya kalian," kata orang itu.


"Kalian ini siapa jangan ikut campur urusan kami," sahut anak buah Sandra.


"Mereka urusan saya," sahut Galih.


"Cihh, hanya kacung wanita ini dia. Ayo kita hajar!"


"Kenapa?" tanya Galih. / 'Suruhan siapa mereka ini?'


Saat mereka ingin kabur Darma langsung menghadang dan terjadilah perkelahian antara Galih dan anak buah Sandra.

__ADS_1


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


"Aeekhhhh ..." ringis anak buah Sandra karena tangannya dikunci oleh Galih.


Krak ...


Leher anak buah Sandra di putar oleh Galih sampai remuk.


"Aaaaaa!" teriaknya.


"Jangan ganggu Nyonya Sita dan Alya lagi, paham!"


"Lepaskan kami," mohon anak buah Sandra.


"Saya akan lepas kalau kamu dan yang lainnya mau janji."


"Janji apa?"


"Berhenti jadi anak buah Sandra," sahut Sita dan di angguki Alya.


"Ituuu ..."


Krak ...


Galih makin mengencangkan cengkramannya.


"Aaaaa!" teriaknya lagi.


"Lepaskan teman kami!"


"Maju selangkah, leher teman kalian patah."


"Dasar manusia iblis!"


"Apa tidak salah, kalian yang membantu Sandra memisahkan suami istri dan membuang anak mereka, benar bukan?"


"Darimana kau tahu itu, kacung!" teriak Sandra.


Galih menoleh begitu juga dengan Alya dan Sita.


"Saya tahu semuanya Nyonya," sahut Galih.


"Itu pasti kamu, 'kan Sita yang menceritakan sesuatu hal yang tidak-tidak pada kacungmu ini!" sarkas Sandra.


"Maaf, saya tidak seperti anda jadi berhenti menjadikan alasan itu untuk menghakimi saya!" sahut Sita.


"Mungkin saya gak tahu diri, lalu buat apa anda masih disini. Ingin menculik saya dan memasungnya, memang anda siapa? setelah apa yang terjadi, anda hanyalah orang luar!"


"Dasar perempuan tidak berguna, kalian tangkap wanita sialan itu bersama teman yang satunya."


Sita dan Alya langsung mengambil tongkat besi yang sudah disiapkan jika terjadi sesuatu.


"Ayo maju."


"Mereka berdua hanya perempuan tidak berguna, ayo tangkap dan pasung mereka!"


Hampir satu jam Sita dan Alya bergulat dengan anak buah Sandra.


"Lepaskan tangan saya dari kotoran yang ada di tanganmu sialan!"


Brak ...


Alya memukul orang yang ingin membekap mulutnya.


"Jangan kira aku ini lemah," kata Alya.


Alya langsung mengambil ponsel dan menghubungi Aevan dan meletakkannya di atas meja dan kembali menolong Sita yang hampir diseret keluar.


Bugh ...


"Lepaskan dia, sialan!" hardik Alya.


Bugh ...


"Ayo Mbak berdiri," kata Alya.


"Terima kasih Al," sahut Sita.


Tiba-tiba ...


Bugh ...


Sandra memukul punggung Alya dan menyeret Sita.


"Aaaaa!" teriak Alya kesakitan. "Mbak Sita."


"Alya," kata Sita yang memberontak dari cengkraman tangan Sandra. / 'Ini si nenek peot udah tua juga tenaganya kuat.'


Galih yang masih bertarung melihat Sita di seret jadi khawatir dan fokusnya terganggu.


Bugh ...


Wajah Galih berhasil dipukul dan kembali di pukul.

__ADS_1


Bugh ...


"Akhhh ..." Galih meringis kesakitan sesekali dia melihat Sita memberontak. "Sita ...!"


Sita langsung berbalik dan memukul wajah Sandra dan mendorongnya.


Lalu Sita mengambil tongkat dan melayangkan pukulan itu ke Sandra.


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Tiba-tiba ...


Brak!


Zaki dan Aevan datang dan melihat Sandra dipukul habis oleh Sita.


"Ibu," panggil Zaki.


"Zaki tolong Ibu," sahut Sandra dengan lirih.


"Stop!" tegas Sita.


Zaki terhenti seketika karena ucapan Sita yang sangat tegas.


"Zaki, mungkin aku jahat tapi aku mohon jaga ibumu dengan baik dan jangan pernah mencoba menculikku lagi, aku sudah bahagia bersama putriku, jika setelah ini ibu kamu ingin menuntut karena tindakan penganiayaan maka aku akan tuntut balik ibu kamu atas penculikan anak terhadap anakku."


Zaki terdiam, lidahnya rasa kelu untuk bicara.


Aevan mendekati Mamanya dan membantu berdiri.


"Mama gak papa?" tanya Aevan.


"Mama gak papa wanita jahat itu berusaha menculik Mama dengan Tante kamu Aevan," adu Alya.


Tangan Aevan mengepal karena tidak suka dengan Neneknya.


Ceklek!


Sifa masuk dengan wajah datar lalu memandang Sita dan mendekatinya.


"Apa yang terjadi Ma? apa Nenek peot itu menyakiti Mama lagi?" tanya Sifa.


Sita hanya diam.


Sifa langsung paham dan memeluk Mamanya itu.


Zaki mendekati Mamanya lalu berjongkok.


"Lihatlah Ma, karena Mama dua wanita itu membenci Mama."


"Diam kamu Zaki!"


"Mama tidak sadar karena buta dengan dendam!"


"Sita memang pantas mendapatkan itu."


"Kalau begitu saat ini Mama juga pantas mendapatkan siksaan dari mereka. Zaki tidak akan membantu."


"Anak durhaka kamu."


"Hemmm durhaka ya, lalu Ibu disebut apa?"


"Zaki kamu ..."


"Ayo kita pergi dari sini Ma, Tante, Sifa." Aevan berucap lalu menarik tangan Mamanya dan mendekati Sita dengan Sifa. "Ayo masuk mobil."


Sita dan Sifa mengangguk lalu mengikuti Aevan dan Alya.


"Aevan," panggil Zaki.


"Papa urus Nenek dulu, baru ketemu sama kita."


Zaki menunduk.


"Ayo," ajak Aevan.


() () ()


Bugh


Bugh


Bugh


Malik benar-benar tidak menyangka jika Regan dan Cici menjual barang ilegal dan lebih mengejutkan lagi mereka menjual organ tubuh.


"Dasar manusia biadab!" geram Malik mengepalkan tangannya.


Tanpa mereka sadari ada Dara yang mengikuti mereka dan mengetahuinya juga.


'Harus beritahu Dek Shani,' batin Dada mengirim pesan langsung ke Shani.


() () ()

__ADS_1


NEXT


__ADS_2