MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
43


__ADS_3

♥️ DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️


♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️


♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️


***


Kazio dihajar oleh anak buah Shani yang sudah ditugaskan mengawasi pergerakan Citra.


Bugh ...


Bugh ...


Bugh ...


"Akhhh," ringis Kazio.


Sedangkan Citra langsung masuk ke rumah karena takut.


"Siapa mereka, ya ampun."


Citra semakin takut dan mengunci semua jendela dan pintu.


Lalu anak buah Shani langsung menyeret Kazio dan menghajarnya.


Bugh ...


Bugh ...


Bugh ...


"Berani sekali kamu ingin mencari masalah dengan Nyonya Citra, hah!"


"Uhuk, kalian ini siapa?" tanya Kazio menahan sakit.


"Kami selalu mengawasi anda, Tuan Kazio!"


Degh ...


"Kalian ini?"


Bugh ...


Satu tamparan mampu membuat Kazio pingsan.


"Bagaimana, perlu kita bawa."


"Tidak usah, kita taroh saja dalam mobilnya."


"Baik, ayo."


Kazio pun ditaroh dalam mobilnya sendiri.


Sedangkan Citra masih ketakutan.


***


Aevan masih pingsan, Alya dan Zaki mencari cara agar pelaku ditangkap.


Tapi mengingat cctv, sepertinya pelaku ini bukan orang biasa.


"Gimana ini Pa, aku takut loh."


"Tenang, kita tanya Aevan kenapa dia bisa dihajar."


"Tapi Pa-"


"Mama."


Aevan pun siuman dan melihat kedua orang tuanya berdiri.


"Pa, Ma."


"Sayang, kamu gak papa Nak?" tanya Alya.


"Aku gak papa Ma," sahut Aevan.


"Aevan, Papa mau tanya kenapa kamu bisa dihajar?"


"Kenapa Papa tanya Aevan begitu," sahut Alya.


"Mama, Papa sangat tahu watak Aevan yang suka sekali mencari masalah, apalagi saat dia menyukai sesuatu."


"Papa nuduh Aevan."


"Papa tidak menuduh Van, jawab dengan jujur."


"Mereka yang serang Aevan lebih dulu Pa, seharusnya Papa bela Aevan, mereka itu mafia kej-"


Prang ...


"Awas Van," tarik Alya ketika sebuah kaca jendela pecah.


Zaki langsung mendatangi dan melihat seseorang pakai topeng.


"Hey, siapa kamu?"


Dor ...


"Papa!" teriak Alya.


Untungnya Zaki bisa menghindar dan kehilangan jejak orang itu.


Nenek Sandra langsung datang.


"Zaki, kamu kenapa?" tanya Sandra.


"Ada musuh Ma," sahut Zaki.


"Musuh."


"Iya musuh."


Seketika Nenek Sandra melihat secarik kertas kumal bersama batu.

__ADS_1


"Apa itu?" Nenek Sandra pun mengambil secarik kertas itu.


"Ma, sini Zaki lihat."


Nenek Sandra pun memberikan kertas itu.


Zaki membuka kertas itu dan melihat bacaannya sempat kaget.


"Ada apa Pa?" tanya Alya.


Bugh ...


Zaki langsung menampar Aevan.


"Papa!" kaget Alya.


"Akhhhh," ringis Aevan kesakitan.


"Kamu mencari masalah dengan siapa, hah! cari masalah dengan siapa kamu, hah!"


"Papa, ada apa sebenarnya ini?" tanya Alya.


"Kamu tanya sendiri sama Aevan, cari mati kamu Aevan! kamu tahu siapa itu The Meteor hah, apa kamu tahu hah!"


"Pa, jelasin ada apa?"


"Anak kamu ini punya masalah dengan Mafia The Meteor."


"Hah, mafia The Meteor. Aevan, bener Nak?" tanya Alya.


Aevan hanya diam tidak berani menjawab.


"Van, The Meteor itu mafia kejam kelas kakap! dia gak pernah nyenggol kalau gak disenggol duluan, buat salah apa kamu?"


"Aevan ..."


"Jawab," tegas Zaki.


"Aevan bikin Shani marah Ma."


"Shani," ulang Zaki. "Siapa Shani?" tanya Zaki lagi.


"Anak Om Antoni," sahut Aevan.


"Hah," kaget Alya.


"Ishh kacau, heh kamu Aevan tahu kamu siapa itu keluarga William hah?"


"Iya Pa."


'Ya ampun, aku harus tanya sama Shina nih.'


"Tunggu, apa hubungannya keluarga William sama The Meteor?" tanya Alya.


"Benar juga yah," sahut Zaki.


"Kalau masalah keluarga William, Nenek akan tanyakan nanti sama temen Nenek."


"Temen Nenek, temen Nenek yang mana?" tanya Aevan.


"Ratna."


"Iya."


'Astaga, mampus aku.' Zaki membatin.


***


Shani berada dalam kamarnya dan merasa ngantuk.


Ceklek ...


"Sayang," kata Shina sambil masuk ke kamarnya Shani.


"Ughh," suara lenguhan Shani begitu berat mungkin sangat ngantuk.


"Ya ampun anak mami udah bobo siang aja hihihi, pasti kecapean."


Saat Shina ingin menyelimuti Shani ada noda darah dilengan Shani.


"Darah," kata Shina lalu memegang tangan Shani.


Benar saja darah itu bekas luka yang ada dilengan Shani.


Shina langsung memegang lengan Shani.


Shani terganggu dan membuka matanya.


"Mami," kata Shani.


"Sayang."


"Uhh ..."


"Itu lengan kamu kenapa?"


Shani langsung sadar dan menyembunyikan lengannya.


"Mami," kata Shani langsung bangun walaupun matanya sangat berat dan kepalanya pusing.


"Itu lengan kamu kenapa?"


"Gak papa kok Mi."


"Shani, jangan bohong sama Mami itu kenapa lengannya sampai berdarah gitu."


"Gak papa Mi, ini cuma luka kecil jangan dipermasalahkan yah."


"Shani!" tegas Shina.


'Aduhh kalau Mami mode begini gue jadi takut nih.'


"Shani, jawab Mami dengan jujur."


"Ehm ini pulang sekolah tadi dicegat sama orang terus gak sengaja ke gores pisau."

__ADS_1


"Seharusnya kamu cerita sama Mami, kenapa gak cerita?"


"Kan lukanya kecil Mi."


"Mau luka kecil atau besar kamu harus tetap cerita sama Mami."


Shani hanya diam diceramahi Maminya.


"Sini kamu Mami obatin," kata Shina lalu memegang pundak Shani.


"Ekkkhhhhh," ringis Shani.


"Kamu kenapa Shani?" tanya Shina panik dan melihat tangan Shani memegang pundak, karena itu Shina langsung curiga dan membuka kancing baju Shani dan melihatnya.


"Ekhhhh," ringis Shani kesakitan.


"Shani, astaga badan kamu kenapa Nak?" tanya Shina panik sampai dia berteriak memanggil Antoni. "Papiiiii!" teriak Shina.


Antoni langsung datang karena teriakan Shina.


"Ada apa Mi?" tanya Toni.


"Ini Shani Pi, badannya."


"Astaga Shani, kamu kenapa Nak?"


Shani pun pingsan.


"Shani!" teriak Toni dan Shina.


Karena Shani pingsan akhirnya Toni membawanya ke rumah sakit.


Shani harus di infus dan rawat inap karena banyak luka lebam dan goresan pisau.


"Shani kenapa sih Pa, kenapa badannya bisa lebam begitu hiks ..."


"Papa juga gak tahu Mi."


Shani diharuskan tidur untuk mengembalikan staminanya.


"Papi harus cari tahu," kata Shina.


"Iya Mi, Papi sudah suruh anak buah Papi untuk menyelidikinya."


"Bagus, Mami gak sanggup lihat Shani kaya gini."


"Sabar ya Mi."


APA YANG TERJADI DENGAN SHANI?


***


Sifa sangat penasaran dengan pertemuan Ibu Mila bersama Nenek itu.


"Kok gue penasaran yahh."


Sifa terus mengingat sesuatu.


"Gue harus cari Ibu kandung gue, semoga aja Shani mau membantu."


Tring ...


Pesan masuk di ponsel Sifa.


”Hay cantik,” kata Bima.


"Hishh ini anak kemakan kecubung apa," gumam Sifa.


”Apaan sih,” balas Sifa.


”Jalan yuk,” ajak Bima.


”Kemana?”


”Kemana aja, asal lu seneng.”


”Tumben baik.”


”Hahah, siap-siap gih dandan yang cantik gue jemput lu bye.”


"Ishhh, anjrit nih anak aneh banget. Eh tapi ... kalau jalan-jalan seru juga, siap-siap ahh."


Sifa pun siap-siap.


***


Vatha menanyakan misi yang tadi dijalani anak buahnya.


"Bagaimana?" tanya Vatha.


"Kami gagal King."


"Kenapa gagal?"


"Cewek itu jago banget berantemnya Bos, padahal kita udah pakai senjata."


"Ouh."


Bugh ...


Bugh ...


Bugh ...


Dor ...


Vatha menghabisi semua anak buah ya karena gagal menghabisi target.


"Gue jadi penasaran sehebat apa itu cewek! kalian semua, bawa mayat mereka ke ruang bawah tanah."


"Baik King."


***


...♥️ DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️...

__ADS_1


...♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️...


...♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️...


__ADS_2