
♥️ DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️
♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️
♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️
***
Sesampainya disekolah, Shani dan Sifa langsung ke kelas dan bertemu dengan yang lainnya.
"Pagi Sifa," sapa Julia.
"Pagi juga Jul," sahut Sifa.
"Hay Shan, makin keren aja lu." Boy memuji Shani.
"Hemm ..."
"Buset!" kata Boy.
"Hahaha ..." tawa Bima.
"Diem lu," ketus Boy.
Kemudian Aevan masuk, Boy dan Bima langsung memasang muka datarnya.
"Shhht," kode Sifa pada Julia.
Julia hanya mengangkat bahunya.
Shani sudah menyuruh anak buahnya untuk menyerang Blackscorpio.
Ting ...
Sebuah pesan masuk ke ponsel Shani.
”Kami sudah mengepung markas BS.”
”Bagus, tentukan jam terakhir menghancurkan markasnya!”
”Baik Queen.”
Shani menutup ponselnya.
"Eh guys kita ke kantin sambil nunggu bell," ajak Bima.
"Yoi bro, gaskeun ayo Jul." Boy langsung menarik tangan Julia.
"Eh Boy, pelan-pelan tahu!"
Bima juga mengajak Sifa dan Shani yang tertinggal.
"Eh Bima, lu ini itu Shani sama si Aevan di kelas."
"Oh iya."
"Ayo balik," kata Sifa.
Mereka pun balik dan saat sampai depan kelas, Bima dan Sifa langsung berhenti karena ingin mendengar pembicaraan mereka.
"Shutt, kita dengerin dulu." Bima berujar dan di angguki oleh Sifa.
Aevan mendekati Shani yang masih berdiri.
"Hebat juga lu, bisa dapetin mereka semua pakai pakai pelet apa?"
"Hehe, mungkin pelet cinta atau gak tau juga sih. Mereka kali yang mau temenan sama gue, karena teman lama banci!"
Aevan langsung mencengkram kerah baju Shani tapi dengan santainya Shani menghadapi emosi Aevan.
"Jangan sombong! lu itu cuma cewe, ingat itu!"
"Siapa yang ngaku cowok, gue gak pernah ngaku sebagai cowok dan gue emang cewek, baru nyadar lu!"
"Cih!" decih Aevan lalu melepaskan cengkeramannya.
Shani langsung menyemprot tubuhnya dengan sanitizer.
"Gue takut ada kuman yang nempel!"
"Awas lu!"
"Iya banci!"
Brak ...
Aevan menendang kursi sampai bergeser.
Saat Aevan keluar sudah ada Bima yang menatap tajam.
"Dasar banci, gak pantes lu jadi king BS!" sinis Bima.
"Maksud lu apa, bangsat!" maki Aevan dan mencengkram kerah baju Bima.
Bima langsung menepis tangan Aevan.
"Emang susah yah, ngomong sama orang bebal kaya lu! ayo Fa, kita ajak Shani ke kantin."
"Iya," sahut Sifa lewat sambil melirik Aevan yang tengah menatapnya dengan tajam.
"Lu gak usah natap Sifa kaya gitu dong, bikin emosi aja!" kata Bima dengan geram.
"Santai aja, gak gue rebut tuh bini lu."
"Maksud lu apa?" sahut Sifa.
"Ohh, sorry!"
Bugh ...
Bugh ...
Bugh ...
__ADS_1
"Dasar banci lu!" maki Bima.
"Brengsek!" sahut Aevan.
Akhirnya mereka berdua bertengkar, sampai-sampai murid lain ikut melerai.
"Eh jangan berantem dong."
"Woy, woy! udah dong, sekolah ini."
Aevan langsung ditarik begitu juga dengan Bima.
"Awas lu!" maki Aevan.
"Apa lu, sini lu banci."
"Sialan lu!"
"Diam!" bentak Sifa.
Semua murid terdiam dan semua bubar.
"Gue males lihat wajah lu Van, sok banget! emang lu gak sadar yahh, gila banget!" kata Sifa sambil menahan emosinya.
"Sifa ayo kita pergi!"
Aevan langsung pergi begitu saja agar tidak malu.
"Huuuuuu!" ejek murid lain.
Shani melihat dari balik tembok.
"Aevan Arsenio, masuk buku binggo heh!"
Boy dan Julia tidak tahu keributan Bima dan Sifa.
"Hah! kata Bima langsung duduk menghela nafasnya.
"Kenapa lu?" tanya Boy.
"Ada hantu."
"Hah, hantu?" sahut Julia.
Julia melihat Sifa dengan muka yang ditekuk.
"Lu kenapa Fa?" tanya Julia.
"Gak papa?" sahut Sifa.
"Ini Shani mana?" tanya Boy.
"Tadi sih dikelas," sahut Sifa.
"Nah itu dia datang," kata Julia sambil menunjuk Shani yang baru masuk kantin.
"Shan?" panggil Sifa.
Shani langsung menuju ke arah mereka.
"Gak darimana-mana kok," sahut Shani.
"Eh guys, gue pesen beberapa makanan see food kalau kalian mau menu lain pesan aja." Ucap Boy sambil meminum lemon tea.
"Samain aja," sahut Bima.
"Gue-" kata Sifa.
"Sifa samain aja sama kita," sambung Bima.
"Bim," kata Sifa.
"Udah, tenang aja."
"Tapi-"
"Shuuut, diem!"
Sifa pun pasrah.
***
Gea dan Finni meminta bantuan pada mafia Blackmars.
"Mau apa datang kesini?" tanya King BM yang bernama Vatha.
"Kita minta bantuan king," kata Gea.
"Bantuan apa dan apa hadiahnya."
"Uang satu miliar," sahut Gea.
"Cih, jelaskan?" kata Vatha.
Fini dan Gea pun dipersilahkan duduk.
"Kami ingin, King membunuh seseorang."
"Siapa?"
"Ini fotonya," kata Gea.
Vatha mengambil foto itu dan melihat wajah cantik Shani.
"Kenapa kamu ingin membunuhnya."
"Karena dia kami jadi begini, terusir!" sambung Fini.
"Ouh, begitu yahh."
"Gimana?" tanya Gea lagi.
"Baiklah, nanti aku akan menyuruh anak buahku untuk membunuhnya!"
__ADS_1
"Jangan sampai gagal," kata Gea.
"Jangan meragukan kemampuan BM, bocah ingusan!"
"Kami tidak meragukan hanya saja mafia sebelumnya gagal membunuh wanita itu," seru Fini.
"Itu pasti mafia remahan," sahut Vatha.
"Kami pegang janji kalian," kata Gea.
"Ayo kita kembali, Gea."
"Ayo."
"Tunggu," kata Vatha.
Gea dan Fini menoleh ke arah Vatha.
"Ada apa?" tanya Fini.
"Kalian ini, terutama kamu!" menunjuk ke arah Shani.
"Apa dengan saya," sahut Gea.
"Kamu ini mirip sekali dengan wajah sahabatku, siapa nama Ayahmu?"
"Ken, Ken Arizaya."
"Ouhh, ternyata bukan. Ya sudahlah, pergi sana!"
"Hishhh, dasar!" dengus Gea.
"Ayo kita pergi," kata Fini.
Vatha hanya melihat dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
***
Arga dan Dara langsung memberikan intruksi pada anggota Meteor saat mengepung markas Blackscorpio.
"Kalian kepung dari sisi ke sisi, nanti kita lempar granat!" titah Arga.
"Baik Tuan," sahut anggota lain.
"Dara."
"Iya."
"Siapkan ranjau!"
"Baik Ga."
Dara pun menyiapkan banyak sekali ranjau dibagian depan markas.
Arga menyiapkan racun di ujung belati.
"Kalau Queen sudah mantap seperti ini, aku hanya bisa pasrah!" gumam Arga.
***
Shina bertemu dengan Alya dan Citra.
"Pagi kalian," sapa Alya.
"Baru sampai Al," seru Citra.
"Eh ada si cantik," kata Alya melihat ke arah Shina.
"Ish jijiknya," sahut Shina.
"Hahaha ..." tawa Alya.
"Aku ajak temen aku yahh," kata Shina.
"Ajak aja Shin, siapa?" tanya Alya.
"Nyonya Afgina," sahut Shani.
"Istri Tuan Rayhan yah," sambung Citra.
"Iya Cit."
"Dia cantik loh," puji Alya.
"Iyalah dia cantik, kan dia sahabat aku!" sahut Shina.
"Yee kepedean, sahabatnya yang dipuji si onoh yang bangga!" ledek Alya.
"Biarin!" sahut Shina lalu menelpon Flora. ”Halo Flo, heyy gimana? kesini yahh ngumpul sama gue dan temen-temen. Ok, gue tunggu yahh.”
"Gimana?" tanya Citra.
"Ok, dia mau kesini."
"Eh kalian pesen dong, dari tadi aku aja yang mesen! sambung Alya.
"Heheh, yuk ah kita pesen." Tukas Citra.
"Ok," sahut Shina.
***
"Kurang ajar! maki Kazio lalu menatap Ken dengan tatapan tajam.
"Apa, hemmm sini kita one by one!"
"Pembunuh lu, hah! brengsek emang lu, udah ngancurin perusahaan!"
***
NEXT
♥️ DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️
__ADS_1
♥️AKUN TIKTOK @authorbtm♥️
♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️