MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
46


__ADS_3

♥️DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️


♥️AKUN TIKTOK @Swahy17♥️


♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️


***


Karena Shani terus merengek, akhirnya di izinkan pulang juga.


"Kamu harus istirahat di kamar," kata Shina.


"Iya Mi," sahut Shani.


"Papi, Mami mau bicara sama Papi."


"Kamu mau bicara dimana?"


"Dikamar aja Pi."


Sesampainya di kamar, Shina langsung melontarkan banyak pertanyaan dan kejanggalan.


"Papi gimana penyelidikannya?" tanya Shina.


"Yang mengeroyok Shani itu Mafia Blackmars," sahut Toni.


"Kelompok Mafia, apa Shani punya salah dengan mereka Pi."


"Kalau itu Papi belum tahu."


"Terus sekarang gimana?"


"Kedua Papa kita sedang mencari alasan itu dan sedikit ada informasi."


"Apa itu?"


"Shani itu menjadi target banyak Mafia."


"Apa Pa, kok bisa gimana ceritanya."


"Seperti yang kita tahu, media sudah mengetahui bahwa Shani itu dari keluarga William, kemungkinan besar semua musuh Papa Malik dan Papa Regan ingin membunuh Shani, karena Shani adalah pewaris tunggal harta kita Mi."


"Astaga, itu artinya nyawa Shani terancam dong Pi atau jangan-jangan selama ini Shani sering di ganggu sama mereka tapi Shani gak ngomong sama kita."


"Itu bisa jadi Mi."


"Terus sekarang rencananya apa?"


"Untuk sementara Shani kita sembunyikan dulu."


"Terus sekolahnya."


"Home schooling."


"Mami rasa Shani pasti akan menolak Pi."


"Ini demi kebaikan Shani, mau tidak mau dia harus home schooling."


***


Ternyata selama ini Oma Cici tidak menyukai Shani dia hanya berpura-pura saja.


"Aku harus bisa menyingkirkan anak ingusan itu," gumam Cici yang dari tadi sudah di intai Dara sambil merekam.


'Ouh jadi Nenek peot ini biang keroknya, ok gue pastikan Tuan Regan tahu kelakuan istrinya.' Dara membatin.


Dara mengirim rekaman itu kepada Arga.


”Ga, aku dapat rekaman penting!”


”Bagus, ini berguna buat ngalahin nenek jahat itu.”


”Ok, aku harus pergi dari sini dulu.”


”Hati-hati.”


Dara langsung menutup ponselnya dan segera pergi.


***


Aevan merenungi kesalahannya, benar yang dipikir Aevan dirinya sangat kekanakan.


"Gue emang salah, gue harus minta maaf sama Shani."


Aevan langsung pergi keluar rumah.


"Kamu mau kemana Van?" tanya Alya.


"Keluar aja Ma, bentar aja kok."


"Kamu gak istirahat dulu."


"Dari kemarin Aevan sudah istirahat Ma."


"Ya sudah."

__ADS_1


"Makanya anak itu jangan dimanjain," omel Nenek Sandra.


"Apa sih Nek, jangan mulai deh."


"Kamu yah, sama orang tua ngejawab mulu."


"Ma sudah, Alya mohon jangan ribut lagi."


"Kamu emang ibu yang gak becus didik anak dan ini hasilnya."


"Nenek cukup, jangan pernah salahkan Mama Aevan."


"Kamu memang anak kurang ajar plak ... gak sopan kamu!"


"Mama cukup!" bentak Alya.


"Apa kamu Al, kamu selalu saja bela anak kamu ini."


"Tentu saja aku bela anakku karena darah daging aku, Alya sayang sama Aevan tidak seperti Mama yang tidak sayang sama Mas Vico."


Brak ...


"Berani kamu sama Alya!" bentak Sandra.


"Apa yang harus Alya takutin dari Mama, mau ngancam Alya lagi biar Alya bisa pisah dari Mas Zaki iya, hah!"


"Nenek ngancam Mama, bener kaya gitu Ma?"


"Udahlah Van, kita gak usah bahas Mama udah capek."


"Enggak Ma, Aevan gak jadi pergi."


"Kenapa Nak?"


"Aevan takut disakitin lagi sama Nenek."


"Kamu pikir Nenek ini penjahat."


"Iya, Nenek itu penjahat bagi Aevan."


"Kamu ..." Sandra ingin menampar Aevan tapi langsung disanggah oleh Alya.


"Cukup Ma," dorong Alya sampai Nenek Sandra jatuh.


"Akhhh," ringis Nenek Sandra.


Dan sialnya, saat Alya mendorong mertuanya, Zaki melihat.


"Alya!" kata Zaki langsung membantu Mamanya. "Mama gak papa?" tanya Zaki.


"Alya, apa yang kamu lakukan sama Mama."


"Gak kaya gitu Mas."


"Cukup, aku kecewa sama kamu."


"Mas."


"Lepas!" bentak Zaki.


"Papa jangan kasar sama Mama dong," tegur Aevan.


"Diam kamu! ayo Ma, sini Zaki gendong ke kamar."


"Iya Ki," sahut Sandra ketika digendong membelakangi Zaki, Sandra langsung tersenyum sinis.


"Nenek keterlaluan Ma," kata Aevan.


"Gak papa kok Van."


"Tapi Ma."


"Udah gak papa."


"Ya sudah, Aevan antar Mama ke kamar."


"Makasih ya Nak."


Aevan menuntun Mamanya ke kamar dan hatinya sangat sedih karena Mamanya selalu tertekan.


'Kasihan Mama ini semua karena Nenek,' batin Aevan.


***


Boy dan Julia lagi jalan-jalan.


"Sayang, kita ke rumah Shani yuk."


"Boleh Yang, kita beli buah dulu."


"Aku jadi khawatir deh Yang."


"Khawatir kenapa?"


"Gea sama Finni makin hari makin keterlaluan."

__ADS_1


"Kayaknya kita harus tunggu Shani bisa sekolah dulu deh."


"Emang kamu gak berani Yang."


"Bukannya gak berani Yang, aku gak mau ambil resiko."


"Resiko, maksudnya?"


"Gini, ada info baru yang aku tahu dari Gea."


"Apa Yang."


"Ternyata Gea itu bukan anak kandung Tuan Kazio."


"Hah, kok bisa?"


"Ya bisalah Yang."


"Kamu tahu darimana?"


"Jadi gini, tadi malam Tuan Kazio ketemu sama Bokap. Ternyata Bokap aku itu sahabatan sama Tuan Kazio, nah disitulah Tuan Kazio cerita semuanya tentang rumah tangganya Dan kamu tahu Yang apa yang bikin aku kaget lagi."


"Apa Yang."


"Ternyata dulu itu Tuan Kazio punya anak perempuan tapi sekarang anak perempuan itu dah gak ada karena kesalahpahaman."


"Terus sekarang Ayah kandung Gea siapa?"


"Nah itu Yang, ternyata Gea anak salah satu Mafia paling kejam di Indonesia."


"Hah! aku gak nyangka Yang, tapi siapa?"


"Jhon, King Mafia dari Blackmars. Bokap aku pernah bilang kalau Jhon itu sangat kejam dan musuh bebuyutan keluarga William."


"Hah, itu artinya Shani dong."


"Iya makanya cuma Shani yang bisa ngelawan Gea sekarang."


"Kalau kita ikut melawan, dampaknya bisa ke perusahaan keluarga kita."


"Ya ampun, aku jadi takut deh Yang gimana ini masa kita biarin dia merajalela sih."


"Ya kita tunggu Shani dulu sambil cari caranya."


"Iya sih."


"Nah ini sudah sampai, ayo kita beli buah."


"Ok."


Mereka pun beli buah untuk Shani.


***


Akhirnya ada titik terang dari pencarian Sita.


"Jadi anak aku itu."


"Iya," sahut Bu Mila.


"Tapi apa Bu Mila tidak masalah soal Ibu Sandra."


"Tidak papa, sebenarnya beberapa hari yang ada beberapa orang kesini."


"Kesini, siapa Bu?"


"Saya gak tahu, tapi orang itu menanyakan Sifa dan mereka juga menawarkan diri untuk tetap menghubungi mereka jika Bu Sandra berulah."


"Siapa ya Bu."


"Tidak tahu."


"Ahh gini aja Bu, nanti kalau Bu Sandra bertanya apa saya sudah menemukan Sifa, bilang aja belum."


"Kenapa Bu."


"Saya ingin menyelesaikannya sendiri, saya sangat mengenal Bu Sandra dia sangat licik."


"Iya Bu."


"Oh ya, kalau saya boleh tahu gimana ciri-ciri orang yang bertanya tentang Sifa itu Bu."


"Mereka pakai Jaz dan topeng."


Deg ...


'Kok sama yah, kemarin aku juga ditolong sama orang yang pakai jaz dan topeng.' Sita membatin.


Kemarin Sita hampir di begal dan ternyata anak buah Shani sudah menolongnya.


***


♥️DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE KEMUDIAN FOLLOW AKUN AUTHOR ♥️


♥️AKUN TIKTOK @Swahy17♥️

__ADS_1


♥️AKUN INSTAGRAM @Swahy18♥️


__ADS_2