MAFIA GIRLS DEVIL

MAFIA GIRLS DEVIL
61


__ADS_3

Shani merasa ada yang membawa tubuhnya dan membuka matanya perlahan.


"SIALAN, DIA MEMBAWAKU KESINI."


Bugh ...


"Brengsek!" maki Shani.


"Akhhh ..." ringis Laras.


Shani langsung menjambak Laras karena sudah berani mengelabuinya.


"Berani sekali anda cari masalah sama saya!" bentak Shani.


"Dasar anak kurang ajar kamu," sahut Laras tak kalah sarkas.


Tiba-tiba anak buah Laras datang atas suruhan seseorang.


"Bos," ucap mereka.


"Cepat tolong aku dan tangkap anak kurang ajar ini!" kata Laras.


"Heh jangan cari masalah denganku, brengsek!"


"Kenapa kalian diam saja hah, cepat habisi anak ini!"


Grak ...


Shani makin kuat menjambak rambut Laras dengan kuat lalu mendorongnya saat anak buah Laras mau menyerang.


"Cyaaaaaaaah ..." teriak mereka ingin menyerang Shani.


"Hiyaaaa ..." sahut Shani juga maju.


Bugh ...


Bugh ...


"Cyahhh hoyahhh bugh ..."


Semua anak buah Laras kalah telak dihajar oleh Shani.


"Sialan, aku harus kabur!" gumam Laras.


Saat ingin lari Shani langsung menangkap Laras dan membawanya kembali ke markas.


"Queen," kaget Arga.


"Bodoh kalian, kenapa bisa kecolongan begini bangsat!"


"Maaf Queen kami lalai," sahut Dara.


"Cepat bawa wanita ini ke ruang bawah tanah dan pasung!" tegas Shani.


"Kamu kurang ajar Shani padahal kamu itu anak saya!" kata Laras.


Degh ...


"Hah," kaget Dara begitu juga dengan Arga.


"Anak," gumam Dara.


"Queen, kenapa wanita itu mengatakan jika Queen -" kata Arga kemudian langsung dipotong oleh Shani.


"Diam kalian, bagaimana dengan anggota yang sudah ditugaskan?" tanya Shani.


"Mereka kehilangan jejak Queen, Gea sangat licik!"


Shani mengepalkan tangannya.


"Awasi wanita ular itu," ucap Shani lalu pergi memakai motor mengintai Gea.


"KALI INI GUE SENDIRI YANG MEMBUNUH GEA," KATA SHANI DALAM HATI.


Nasib buruk Gea akan datang karena Shani sudah melihat dan mengintainya di mall.


Shani tersenyum miring.


"Mati lu ditangan gue sialan, dasar anak Jhon!"


"SIALAN LARAS BERANI SEKALI DIA MENGECOHKU, CIHH DIA PIKIR AKU PERCAYA HEHEHE ..."


Shani mengikuti Gea yang shoping bersama Fini di mall sore itu.

__ADS_1


"Lu pilih apa Fin, nanti gue yang bayarin."


"Ok, makasih yahh."


"Gue mau ke toilet dulu yahhh."


"Ok, gue tunggu disini yahh."


Shani sudah memeriksa cctv dengan lihainya dan masuk ke toilet dimana Gea berada.


Gea membasuh mukanya dan mulai menggunakan skincare agar mukanya lebih mulus.


Tiba-tiba ...


Hufh ...


Shani membekap mulut Gea dengan cepat dan memasukkan tubuhnya ke dalam koper.


Karena mall itu termasuk miliknya, jadi ada memiliki ruang rahasia disetiap toilet dan itu yang digunakan Shani untuk keluar.


"Lu cari masalah sama gue, Gea!" ucap Shani lalu membiarkan tubuh Gea menumpuk dalam sampah.


Shani menelpon Arga dan Dara tapi mengingat kejadian tadi saat bersama Laras, Shani mengurungkan niatnya.


"Biar gue aja yang habisin sendiri, baik Arga dan Dara mereka hanyalah sampah tak berguna."


"Ughh ..." suara lenguhan Gea.


"Sudah bangun lu," kata Shani.


"Gue dimana, lu ...?"


"Iya ini gue, kenapa? kaget yahh!"


"Lepasin gue!"


"No, tidak semudah itu ******!"


"Lepasin gue brengsek!"


"Hahahaha ..." tawa Shani.


Kemudian Shani dapat kabar dari anggotanya jika Jhon sudah dalam kepungan mereka.


Drrt drrt ...


"Bagus, jangan lupa ikuti Nenek peot itu!"


"Baik."


Shani menyuruh anggota intinya untuk mengikuti Cici, Mama tiri Papi angkatnya itu.


"Baiklah ******, kamu harus menginap disini untuk sementara. Tunggu aku kembali yah, hahaha ..."


"Sialan lu, Shani brensek lepasin gue sialan! woyy Shani, heyy brengsek! akhhhhh ..."


Shani meninggalkan Gea seorang diri di ruang bawah tanah.


Sedangkan Fini menunggu Gea tapi tak kunjung datang.


"Mana sih tuh anak," gerutu Fini lalu pergi menyusul Gea ke toilet.


Tok tok ...


"Ge, lu masih di dalam gak?" tanya Fini.


Tidak ada sahutan sekali dan itu membuat Fini kesal karena lama menunggu.


"Eh Ge lu denger gak, gue dobrak nih!"


Masih belum ada sahutan.


Brak ...


"Lu denger gue gak sih Ge!"


Deg ...


"Kok gak ada, Ge, Ge, Gea!" panik Fini.


***


Pertemuan Shina dan Citra rupanya jadi pertemuan antar keluarga, karena Toni dan kedua orang tua Shina mengikutinya.

__ADS_1


Sedangkan Citra di ikuti oleh Kazio.


"Bilang aja sama mereka Cit, kalau Shani itu anak kita!" ucap Kazio.


Antoni langsung menajamkan sorot matanya mendengar ucapan Kazio.


"Apa maksud anda?" tanya Antoni.


"Kebetulan sekali saya bertemu dengan anda, Tuan Antoni!" sahut Kazio.


"Apanya yang kebetulan," kata Toni lagi.


"Tuan Antoni saya hanya ingin memberitahu kalau Shani anak angkat anda itu, adalah ..."


"Hentikan Kazio!" bentak Citra.


"Kenapa Citra, bukankah selama ini kamu selalu saja mencari Shani sampai harus meminta bantuan pada Darma meski membayarnya dengan tubuh kamu itu!"


Plak ...


"Tutup mulut kamu sialan!" maki Citra.


"Cih, berani sekali kamu menamparku ******!" kata Kazio dengan geram dan ingin menampar Citra.


"Jangan jadi lelaki banci yang hanya ingin menyiksa wanita, Tuan Kazio!" ucap Darma tiba-tiba datang dan langsung membogem muka Kazio.


Bugh ...


"Hahhhh!" teriak Shina yang melihat dan langsung memeluk Antoni.


"Akhhh ..." ringis Kazio.


Darma langsung mencengkram kerah baju Kazio dan mengatakan hal yang tidak terduga.


"Jangan anda pikir saya tidak tahu, betap liciknya Anda hah! anda sudah selingkuh dengan Laras dan bayi anda bersama Nyonya Citra sebenernya sudah meninggal dan dikubur di belakang rumah sakit! lalu Laras melahirkan dihari yang sama dengan Citra dan bayinya terlahir lakih-laki yang sekarang kamu beri nama Xavier Arizaya! alasan kamu membenci Shani karena kamu menuduh Citra selingkuh dengan Ken padahal itu alasan kamu saja bisa memarahi Citra, benar bukan Tuan Kazio.


"Jahat sekali," kata Nenek Ratna.


"Dasar dajjal!" kesal Shina.


"Darma sudah hiks hiks ..."


"Tidak Nyonya, dia harus diberi pelajaran karena sudah terlalu sering menyakiti anda!"


"Hiks hiks hiks ..." tangis Citra akhirnya pecah dan Ratna sangat kasihan melihatnya dan langsung memeluk Citra.


"Sudah Nak, lupakan masa lalu kamu dengan laki-laki bajingan seperti dia ini!" tunjuk Ratna pada Kazio.


”Kasihan sekali kamu Cit,” batin Shina merasa kasihan pada Citra.


"Tahu darimana lu hah, sialan lu!"


Bugh ...


Bugh ...


"Woy," lerai Tuan Malik.


"Pergi lu dari sini Tuan Kazio," usir Darma.


"Cuihhh awas lu Darma sialan," kata Kazio lalu pergi terbirit-birit.


Darma langsung menanyakan keadaan Citra karena khawatir.


"Nyonya Gak papa?" tanya Darma panik.


"Aku gak papa Darma," sahut Citra tapi secara mendadak jatuh pingsan.


"Citra!" kaget Darma.


"Astaga Citra," kata Shina.


"Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit," tawar Toni."


"Iya, ayo tolong Nyonya Citra kasihan dia."


"Ya sudah Darma, saya serahkan mobil Citra ke kamu yahh kami akan membawa Citra ke rumah sakit."


"Baik tuan, saya juga akan ikut mengantar."


"Baiklah!"


Citra pun dibawa ke rumah sakit.

__ADS_1


***


NEXT


__ADS_2