
Setelah mereka berdua keluar dari kamar tak lupa lia pamit ke erna yah meskipun erna terkadang suka bersikap kasar pada lia, tapi lia tidak memasukkan semua itu ke dalam hatinya karna bagaimana pun erna adalah orang yang sangat berjasa bagi dirinya.
"Tan lia pamit ya, tante jaga kesehatan dan kalau ada apa-apa jangan sungkan buat telfon lia."lirih lia sambil mencium punggung tangan erna dan memeluk nya.
"Iya sayang kamu juga baik-baik ya di sana dan ingat jangan ngebantah suami turuti apa yang dia mau dan lakukan apa yang dia perintahkan."ucap erna lembut pada lia. Tentu saja membuat lia bingung dengan perubahan sikap tantenya yang berkata lembut padanya.
Yah tentu saja erna berkata seperti itu jika saja tidak ada lisa yang memerhatikan interaksi keduanya maka erna sudah pasti akan bersikap dan berkata kasar menyakitkan hati lia.
"Ehem"rimos berdehem karna sedari tadi dia menunggu di dalam mobil tapi orang yang ditunggu malah tak kunjung keluar.
"Apakah sudah selesai karna saya tidak bisa lama-lama, saya harus segera kembali ke kantor."ucap rimos dengan wajah yang datar.
"Udah kok, ayo kak lia kita pulang"ajak lisa dan membawa lia pergi tanpa memperdulikan erna karna sejujurnya lisa tidak suka dengan tantenya lia.
Apalagi ucapan erna pada lia tadi seakan-akan tantenya mengancam lia.
Yah kata-katanya saja yang lembut namun bisa dilihat dari matanya oleh lisa penuh kebusukan dan sandiwara yang apik.
Di dalam mobil adelia hanya diam duduk dibelakang melihat keluar jendela mobil sedangkan lisa duduk di depan bersama rimos yang terus fokus dengan stir mengemudinya.
Lalisa yang juga hanya diam tetapi sesekali mencuri pandang pada rimos membuat rimos risih dan tidak nyaman tapi rimos tetap memilih untuk diam dan hanya fokus pada stir mengemudinya.
Setelah lama di perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman davin dan langsung turun dari mobil rimos karna dia harus segera kembali ke kantor.
Dan adelia telah turun dari mobil rimos tapi tidak dengan lisa yang masih setia memandangi rimos, rimos yang melihat lisa belum turun dari mobil dan terus saja memandanginya sedari tadi.
"Apa kau tidak akan turun dari mobil ku
Aku harus segera pergi ke kantor jadi cepat turun"ucap rimos kesal karna lisa terus saja memandanginya bahlan senyum-senyum sendiri.
"Hahaha, nggak tau ni kaki ku kayak nggak mau turun dari mobil"jawab lisa.
Karna mendengar ucapan lisa akhirnya rimos turun dan membukakan pintu untuk lisa. Lisa yang mendapati rimos membukakan pintu untuknya seakan mau terbang baginya.
"Oppa rimos lee romantis banget sih sampe bukain pintu segala buat lisa"ucap lisa sambil memegangi pipinya yang memerah dengan kedua tangannya.
Melihat hal itu rimos hanya memutar bola matanya malas sedangkan lia ternganga tidak percaya dengan sikap lisa pada asistennya davin itu.
"Ternyata di balik sikapnya yang lembut dan ramah lisa orang yang lebay"gumam lia sambil memerhatikannkeduanya.
"Sudah cepat turun aku bisa terlambat jika kau terus saja di mobil ku"ketus rimos dan lisa langsung turun dari mobilnya.
"Ya udah kalau gitu oppa lee hati-hati ya di jalan jangan lupa kasih kabar ke lisa kalau udah sampai di kantor kak davin"ucap lisa lebay.
__ADS_1
Tak mau berlama-lama di dekat lisa akhirnya rimos memutuskan untuk pergi dan melajukan mobilnya.
Lisa yang hendak masuk dan berbalik tekejut melihat lia yang masih berdiri sedari tadi menunggunya.
"Kak lia kok belum masuk"ucap lisa malu.
"Aduh pasti kak lia liat sikap aku ke oppa lee tadi"batin lisa dengan pipinya yang seketika memerah.
Melihat pipi lisa memerah lia mengerti dan dia tidak mau bertanya pada lisa takutnya lisa malah tambah malu kalau ditanya.
"Ya udah ayo kita masuk kak ntar kesemutan lagi lama-lama berdiri disini"ucap lisa melangkahkan kakinya masuk ke mansion rumah dan di ikuti oleh lia.
Sebenarnya lia merasa takut apalagi kalau davin sudah pulang entah apa yang akan terjadi dengan lia nantinya.
Setelah mereka masuk lia kebingungan mencari kamar di mana dia akan tidur dan lisa yang melihat kakak ipar nya kebingungan langsung mengantarnya ke kamar davin.
"Nah kak lia ini adalah kamar kak davin dan sekarang kamar kak davin menjadi kamar kakak juga."ucap lisa sambil melihat-lihat kamar davin.
"Eem, lisa apa harus ya tidur satu kamar"tanya lia polos.
"Iya dong kak sekarang kak lia kan udah sah jadi istrinya kak davin jadi kak lia harus tidur satu kamar sama suami kakak"jawab lisa dan mengambil barang-barang bawaan lia dan meletakkan nya ketempat yang seharusnya.
Sedangkan lisa tengah merapikan barang bawaan lia, adelia hanya melamun dan mengagumi setiap sudut kamar davin yang besar rapi dan tidak banyak tempelan-tempelan meskipun davin adalah pria berdarah korea itu.
"Kak lia ini semua barang kak lia udah aku beresin ya kalau kak lia butuh sesuatu bisa panggil pelayan di rumah soalnya lisa ada perlu di luar"ucap lisa yang menyadarkan lia dari lamunannya.
"I-iya makasih ya lisa"jawab lia.
"Kak lia nggak usah canggung gitu kan tadi lisa udah bilang kalau kakak sekarang udah jadi istrinya kak davin otomatis kakak juga jadi kakak aku juga"ucap lisa dan mengembangkan senyuman pada lia.
Adelia yang melihat dan merasa diperlakukan baik oleh lisa pun merasa lega setidaknya lisa tidak seperti davin.
Setelah lisa pamit keluar ke lia kini hanya lia yang berada di kamar davin sungguh lia tak pernah menyangka bahkan membayangkan akan menikah dengan pria yang sangat di kenal banyak orang saja tidak pernah terpikirkan olehnya.
Tapi hal ini berbeda meskipun lia menikah dengan pria kaya bahkan blasteran korea tidak membuatnya bahagia layaknya pengantin baru karna yang dipikirkan lia sekarang adalah nasibnya yang menjadi istri dari seorang mafia kejam.
*****
Hari sudah menjelang malam semua orang sekarang sudah pulang bahkan sedang makan malam bersama di meja makan tidak ada suara diantara mereka melaikan bunyi bunyi piring yang terkena pantulan sendok dan garpu.
Lisa yang sudah lebih dulu makan langsung pergi ke kamar nya sedangkan lia dan davin masih duduk di meja makan.
Lia yang sedang menikmati makanannya tersedak karna davin memukul meja dengan gepalan tangannya.
__ADS_1
"Kau, dengarkan aku baik baik jika lisa ada rumah ini bersikap dan tunjukkan senyum bahagia di hadapan nya jangan sampai adikku tau jika pernikahan ini hanya karna untuk melunasi hutang tantemu itu"bentakan davin membuat suasana yang tadinya hening jadi bergeming mengerikan di telinga lia.
"Dan satu lagi kau juga harus melakukan semua apa yang aku perintahkan dan jangan pernah berharap kau bisa bebas melakukan sesuka hatimu dirumah ini"tegas davin dengan mata yang sudah melotot lebar seperti bola matanya mau keluar sedangkan lia hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Setelah davin mendapati anggukan dari lia dia langsung pergi meninggalkan meja makan sedangkan lia hanya diam dan memerhatikan kepergian davin.
Lia yang sudah selesai makam tidak langsung pergi ke kamar karna dia sedang sibuk membereskan semua piring kotor yang ada di meja makan.
Meskipun pelayan disana telah melarang lia untuk membereskannya namun lia tetap kekeh untuk melakukannya.
Setelah lia sudah membereskan piring kotor lia masuk ke dalam kamar dan hendak mau tidur, tapi saat lia mau naik ke ranjang king size milik davin lia terkejut karna davin membetaknya.
"BERHENTII..siapa yang menyuruh untuk tidur di atas ranjang."bentakan davin membuat lia terdiam dan mematung.
"Heh, apa kau tidak mendengarku siapa yang menyuruh mu tidur di atas ranjang"tanya davin yang sudah mendekat ke arah lia.
"Jangan pernah kau berani tidur disini karna aku tidak sudi jika harus tidur bersama mu bahkan sekamar dengan mu membuatku muak"kata kata davin membuat lia kembali tak mampu membendung air matanya.
"Memangnya kenapa tuan bukankah suami istri itu seharusnya tidur bersama apa lagi malam ini adalah malam pertama kita"tanya lia gugup.
"Apa kau sedang berkhayal, jangan pernah kau berharap aku akan melakukan malam pertama bersama mu karna itu tidak akan pernah kau dapatkan"jawab davin dengan memegang kasar lengan lia.
"Kau tidur di lantai"ucap davin dan mendorong lia hingga jatuh ke lantai.
"Tapi tuan jika saya tidur di lantai maka saya akan kedinginan"jawab lia berharap belas kasih dari davin.
"Aku tidak perduli, aku akan lebih sangat bahagia jika kau tidur di lantai. Ini bantal untukmu"ucap davin dan melempar bantal ke lia tapi davin tidak memberikan selimut padanya.
"Selimutnya tuan"ucap lia dengan nada yang bergetar.
"Tidak selimut disini hanya ada satu selimut karna yang lainnya sudah dicuci."jawab davin berbohong pada lia.
Padahal sebenarnya di lemari davin banyak sekali selimut bahkan masih ada yang di balut oleh plastik tapi itu sengaja di lakukan oleh davin hanya untul bisa memberi lia pelajaran.
Tapi karna kepolosan lia dia pun percaya begitu saja dengan perkataan davin dan mau tidak mau lia harus tidur di lantai tanpa selimut.
(si davin kejam banget sih, gak suka aku😏😏🤭🤭).
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Udah sampai disini dulu ya guys nanti tak lanjutin.
Jangan lupa like komen vote dan berikan hadiah mawarnya ya
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏😘😘😋😋