
"Selama ini aku sudah mengawasimu dan dari sana aku tahu tentang dirimu"ucap davin dengan menghela nafas panjang.
"Hah, sejak kapan tuan mengawasiku"tanya lia kaget dengan ucapan davin.
"Sejak aku tahu kau adalah keponakan dari wanita itu, dan sejak itu lah aku mulai meminta anak buah ku untuk mengawasimu."jawab davin
"Tapi saat pertam...."ucapan lia langsung terpotong karna davin menyelanya.
"Iya pertama kali aku bertemu dengan waktu di rumah ku saat itu aku sudah tau."ucap davin santai.
"Lalu kenapa saat itu tuan bersikap kasar pada saya padahal saat itu asisten mu yang telah salah"ucap lia.
"Eh tapi tunggu jangan-jangan tuan davin juga tahu kalau aku ingin memulai usaha ketring dan apa jangan-jangan dia juga tau aku memakai uang itu."batin lia bertanya-tanya sambil menggigit bibir bawahnya membuat wajah nya yang begitu menggemaskan.
"Kenapa kau diam dan jangan menggigit bibir mu seperti itu"ucap davin.
"Hahh, tidak..tidak papa tuan"ucap lia dan menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
"Saya permisi sebentar"ucap lia dan saat lia hendak berdiri lia malah terjatuh karna kaki nya yang tak seimbang dan dengan sigap davin menarik tangan lia agar tak jatuh ke lantai.
Hingga akhirnya tangan kiri lia yang di tarik oleh davin refleks lia mencium pipi kiri davin dan membuat davin melotot dan terdiam kaku.
"Ma-maaf tuan"ucap lia terbata dan tentu nya merasa malu.
Davin yang sedari tadi terdiam kaku menatap lia dengan tatapan yang aulit di artikan dan itu membuat lia sangat gugup dan takut.
"Aduh, mati aku dia pasti bakal marah besar sekarang, lia cepetan kamu pergi dari sini, cepat lari"gerutu lia dalam hati nya.
Davin yang terus menatap lia dengan wajah yang sulit di artikan dan lia yang sudah siap lari terbirit-birit dari hadapan davin.
Hingga lia yang sudah pergi dari hadapan davin, davin sejenak menghembuskan nafas panjang karna ke kakuan nya dan memegangi pipi kirinya.
****
"Hufh, untung saja dia tidak menahan ku jika tidak habis aku"ucap lia sambil mengelus-elus dada nya.
__ADS_1
"Non lia"ucap aminah yang berdiri di belakang lia dan mengagetkan lia.
"Eh, bibi ngagetin aja, heheh"ucap lia dengan menunjukan gigi putih nya yang rapi.
"Non lia kenapa"tanya aminah.
"Aaakh, lia ngga papa bi"jawab lia yang menggaruk tengkuk leher yang tak gatal.
"Ya udah lia ke taman belakang dulu ya"ucap lia.
"Non lia kan baru sembuh dari demam, masa malam-malam begini ke taman"ucap aminah dan mengerutkan dahi nya.
"Aduh, kok malah gini sih"gumam lia.
"Eh, iya udah malam ya, ya udah lia ke kamar aja kalau gitu"ucap lia dan kembali menggaruk tengkuk leher nya yang lagi-lagi tidak gatal.
Bibi aminah yang melihat sikap lia menyungging kan senyum di wajahnya.
Saat ini lia sudah berada di depan pintu kamar davin, entah kenapa lia merasa gugup saat mau masuk.
Tapi lia memberanikan diri untuk masuk dan mengintip terlebih dahulu kondisi kamar apakah davin sudah tidur atau belum.
Lia membuka pintu perlahan-lahan dan mata nya yang sudah traveling ke seluruh sudut kamar davin tapi orang nya tidak ada di kamar.
"Apa mungkin dia di kamar mandi, aah tapi itu lebih baik aku bisa tidur sekarang"gumam lia dan mengambil bantal, seperti biasa lia tidur di lantai tanpa selimut.
Lia berpikir lebih baik kedinginan setiap malam dari pada harus mendengar bentakan dari davin.
"Hooaah, saat nya tidur"ucap lia dan mengeliat karna mengantuk.
Setelah lia terlelap tidur davin keluar dari kamar mandi dan menuju ke kasur nya, namun ketika davin melihat lia yang tidur di lantai, entah kenapa tiba-tiba saja ada rasa yang mengganjal yang di rasakan davin padahal sebelum nya tidak pernah.
Davin mendekat ke arah lia dan berniat untuk memindahkan nya ke atas ranjang.
Lia yang sudah dipindahkan ke tempat tidur dan davin memutuskan untuk tidur di ruang kerjanya, karna jujur saja davin belum bisa benar-benar move one dengan masa lalu nya yang menyakitkan.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁
Ke esokan hari nya davin bergegas ke kamar nya untuk menyegarkan badan nya karna sudah merasa lebih baik dari demam nya jadi ia memutuskan perg ke perusahaan montara untuk meeting penting.
Davin yang tanpa sengaja melihat lia yang masih tertidur dengan senyumam manis di wajah lia, davin berpikir jika lia sedang bermimpi tapi davin tak ingin membangunkan lia dan langsung pergi ke kamar mandi dengan membawa handuk nya.
Lia yang sudah bangun dari tidur nya tapi ketika mendengar suara pintu yang terbuka lia berpikir bahwa itu adalah davin jadi lia pura-pura masih tidur karna takut davin masih mengingat kejadian semalam dan benar saja davin yang hanya mengenakan handuk berjalan mendekat ke arah lia.
"Ternyata kau sangat cantik jika sedang tidur"gumam davin sambil mengelus-elus pipi mulus lia.
Lia yang merasakan hal itu merasa geli dan karna pujian davin terhadap nya yang tak langsung itu membuat lia tersenyum bahagia tapi di tahan oleh lia.
"Hahahah, benarkah aku cantik, heem baru kali dia mengeluarkan pujian manis nya"batin lia.
"Tapi aku tidak bisa mencintai seseorang di dalam hidup ku, meskipun di luar sana mungkin ada yang menanti ku"davin kembali bergumam dan kata-kata davin dengan suara rendah itu membuat wajah lia cemberut karna mendengar kata-kata davin barusan.
"Kenapa dia tidak bisa mencintai seseorang di dalam hidup nya, apa karna..., jika dia tidak bisa mencintai seorang wanita lalu dia mencintai siapa...laki-laki, oh tidak apa tuan ku ini b3l0k"batin lia bertanya-tanya.
"Jika saja kejadian di masa lalu itu tidak pernah ku alami mungkin aku tidak akan seperti ini"ucap davin.
"Kenapa tuan davin, apa.. kejadian apa yang menimpa mu di masa lalu, apakah kejadian itu yang tidak aku ketahui yang membuat mu tidak bisa untuk mencintai dan memberi cinta kepada wanita yang mencintai mu bahkan mungkin kepada ku yang adalah istri mu sendiri."lia terus saja bertanya di dalam hati kala davin mengucapkan kata demi kata yang membuat lia semakin penasaran dan membuat dada nya sesak.
"Kenapa dada ku terasa sesak sekali"batin lia sambil memegangi dada nya tapi di ketahui oleh davin saat lia memegang dada nya.
"Hei... Lia kau baik-baik saja....lia"ucap davin sambil memukul-mukul pipi lia dengan pelan.
"Hah, tidak... Dada ku tiba-tiba terasa sesak tuan"ucap lia dengan air mata yang berlinang.
"Dada mu sesak tapi kenapa kau menangis..., apaa..."ketika davin belum selesai berbicara lia langsung memeluk nya dengan erat tapi menangis dalam diam.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Heheh udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.
Jangan lupa like, komen, dan vote
__ADS_1
Dan hadiahnya 🌹🌹🌹🤭🤭🤭
..............TERIMA KASIH............