MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 50


__ADS_3

Kini davin sudah berada di dalam kamar lalu meletakkan nampan yang ia bawa ke atas nakas dan membangunkan lia, namun saat davin membangunkan lia dengan membelai lembut rambut istri nya davin malah terkejut karna melihat helaian rambut tiba-tiba ada di tangan nya.


"Apa ini kenapa rambut lia rontok"gumam davin yang kembali membelai rambut istri nya itu dan lagi rambut lia rontok.


Davin tidak mengatakan apa pun tapi di mata nya penuh pertanyaan.


"Sayang bangun...."ucap davin dan kini beralih membelai pipi lembut lia.


Lia mengeliat dan perlahan-lahan membuka mata nya.


"Mas davin"ucap lia.


Namun davin tidak bereaksi sedikit pun setelah melihat wajah sang istri yang pucat.


"Kamu baik-baik saja"tanya davin dan lia malah tersenyum.


"Hei kenapa tersenyum aku bertanya pada mu"ucap davin.


"Mas davin kok tiba-tiba berubah, kemarin-kemarin manggil lia 'kau' sekarang 'kamu'"ucap lia.


"Lupakan, aku membawakan makanan untuk mu jadi habiskan"ucap davin dan mengambil piring berisi nasi serta lauk pauk dan menyuapi lia.


"Aaaa"ucap davin.


"Mas aku bisa makan sendiri tidak di suapi"ucap lia yang masih mengunyah makanan nya.


"Kalau kamu makan sendiri pasti sedikit jadi aku akan menyuapi mu sampai makanan ini habis, dan ingat jaga kesehatan mu"ucap davin.


"Iya iya"ucap lia.


"Oo iya besok lia akan melakukan penerbangan ke indonesia dan jadi kamu akan ikut dengan ku untuk menjemput nya karna itu keinginan nya dan lagi pula besok hari libur jadi aku bisa seharian di rumah"ucap davin yang terus menerus menyuapi lia hingga membuat lia tersendak.


"Uhuuk..uuhuuk..uhuk.."lia batuk karna tersendak makanan apa lagi makanan nya sedikit pedas.


"Lia pelan-pelan maka nya"ucap davin khawatir dan memberikan air minum.


Setelah membaik lia kembali berkomentar.


"Itu salah mu mas kamu dari tadi terus menyuapi ku tanpa berhenti dan tidak memberi ku minum juga"ucap lia dan merajuk.


"Maaf aku tidak bermaksud untuk melakukan itu, maafkan aku"pinta davin dengan tulus.


"Tidak papa, setiap orang juga pasti pernah melakukan itu tanpa sengaja dan aku tahu kamu seperti itu kan karna mas pengen nya lia menghabis kan makanan itu"ujar lia dengan lembut.


"Aaa"ucap lia yang beralih mengambil sendok dan menyuapi davin.


"Tidak aku sudah makan tadi bersama rimos"ucap davin.

__ADS_1


"Loh mas, tuan rimos masih di sini"tanya lia.


"Iya dia menginap di sini karna ada beberapa pekerjaan yang harus aku kerjaan bersama dia jadi aku meminta nya untuk menginap saja"jawab davin.


"Tapi mas bilang tadi mas besok libur kan"ucap lia dan di angguki oleh davin.


"Truss.."ucap lia.


"Trus apa, aku besok memang libur karna kan besok lisa akan pulang jadi aku libur"ucap davin.


"Ooo aku kira besok hari minggu maka nya mas davin libur"ucap lia dan di balasi oleh senyuman manis oleh davin.


"Ayo makan habisi makanan nya"ucap davin dan menyodorkan sendok ke mulut lia tapi lia menolak nya.


"Aku sudah kenyang mas"ucap lia.


"Sedikit lagi"pinta davin tapi lia menggeleng cepat.


"Hmm, baiklah kalau begitu istirahat lah kamu seperti nya harus banyak-banyak istirahat karna muka mu pucat"ucap davin dan lia mendengar davin mengatakan bahwa diri nya pucat langsung terdiam.


"Kenapa diam ayo tidur"ucap davin.


"Eeemmb, mas emang nya lia benar pucat ya"tanya lia gugup.


"Iya"ucap davin dan mengangguk mantap.


"Lia jika ada sesuatu yang tidak bisa kamu selesaikan maka beritahu aku dan jangan merahasiakan apa pun dari ku"ucap davin dengan menatap lekat mata lia.


"Cup"davin mendaratkan ciuman singkat di bibir lia dan kening lia.


"MAS DAAVIINN..."lia teriak karna mendapati davin yang selalu mencuri ciuman nya tapi itu sudah menjadi kesenangan tersendiri untuk davin.


"Habis nya kamu tidak menjawab ku, kadi itu bukan salah ku"ucap davin tersenyum miring.


"Terserah, aku mau tidur lagi pula besok kan harus ke bandara menjemput lisa"ucap lia yang berdecak kesal dan meninggalakan davin tidur.


"Lisa besok pulang nya mungkin sore atau bahkan bisa malam"ucap davin namun tidak di gubris oleh lia.


"Lagi-lagi dia sudah tidur, kenapa dia cepat sekali tidur nya"gumam davin namun lia diam-duam mendengar nya dan mengintip dengan satu mata nya.


Davin pergi menuju ke ruang kerja karna mungkin rimos sudah menunggu nya jadi dia pergi dengan membawa beberapa berkas yang berada di dalam tas kerja nya.


Sedangkan lia yang merasa bahwa davin sudah pergi membuka mata nya yang berkaca-kaca.


"Mas davin, maafkan lia karna terus berbohong"lirih lia dan kembali memejamkan mata nya.


***

__ADS_1


Di ruang kerja tampak rimos sudah menunggu davin yang sedang duduk di sofa ruang kerja itu sambil menatap layar handphone nya.


Dan tidak lama kemudian davin masuk ke ruangan dan langsung duduk di kursi kerja nya.


"Apa yang kau lakukan dengan istri mu di kamar bos, hingga kau sekali lagi membuat ku menunggu mu?"tanya rimos kesal karna sudah dua kali ia di buat menunggu lama dan merasa sangat bosan.


"Iya tadi aku tidak melakukan apa-apa"jawab davin santai.


Namun tiba-tiba saja davin teringat akan beberapa helaian rambut lia tapi davin lupa untuk menanyakan hal itu dan ia memutuskan untuk bertanya pada rimos sang asisten nya.


"Rim, kira-kira apa yang terjadi ketika rambut seseorang itu rontok dengan lebat"tanya davin yang memegangi dagu nya sembari berpikir.


"Itu karna tidak cocok pemakaian shampo"jawab rimos asal.


"Eh, tapi tunggu dulu sebenar nya ada beberapa hal yang menyebabkan rambut itu rontok lebat"ucap rimos setelah menyadari nya.


"Apa"tanya davin penasaran.


"Iya setahu ku itu bisa di sebab kan karna orang itu sedang mengidap penyakit serius seperti kanker otak tapi biasa nya kanker otak itu tidak hanya dengan rambut yang rontok saja tapi juga orang itu akan merasa pusing dan merasa sakit di kepala nya dan juga daya ingat nya menjadi lemah."jawab rimos yang mengulas kembali pengetahuan nya.


"Bagaimana kau tahu itu"tanya davin setelah mendengar jawaban dari asisten nya.


"Tentu saja aku tahu, apa bos tidak tahu kalau aku dulu pernah kuliah di bidang study kedokteran maka nya aku jadi sedikit tahu tapi sayang aku tidak dapat melanjutkan nya"jawab rimos yang menyombongkan diri tapi cengengesan.


"Oh iya aku merasa tidak percaya, tapi kenapa kau tidak melanjutkan kuliah mu"davin lagi-lagi bertanya namun rimos juga tidak bosan untuk meladeni bos nya itu.


"Itu karna aku sering bolos hehehhh"jawab rimos cengengesan.


"BENARKAH"ucap davin merasa tidak percaya dan mendekatkan wajah nya sontak rimos kaget dan menjauhkan wajah bos nya itu.


"Tidak mungkin kau seperti nya orang yang rajin dan bertanggung jawab lalu kenapa kau bolos dan menjadi brandal"tanya davin yang benar-benar merasa tidak percaya.


"Itu karna ada sesuatu hal tapi aku hanya bolos tidak brandal bos"jawab rimos seperti tidak terima di katakan brandal.


"Lagi pula itu hanya masa lalu untuk apa di bahas"ucap rimos dengan wajah yang tidak bersahabat dan davin mengerti dengan sikap rimos yang seperti itu.


"Okeh, baiklah aku tidak akan mengungkit nya tapi kau juga harus bisa melupakan nya"ucap davin dan menepuk-nepuk bahu rimos dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


"Aku permisi ke kamar mandi sebentar bo"ucap rimos yang merasa tidak tenang dan di angguki oleh davin.


Rimos keluar dari ruang kerja davin dengan wajah nya yang sedikit memerah sedangkan davin memahami bagaimana perasaan asisten sekaligus sahabat nya itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


(Kira-kira ada apa ya dengan masa lalu rimos).


📢 PENGUMUMAN....

__ADS_1


Teman-teman untuk beberapa hari kedepan kayak nya aku bakal up satu bab sehari ya, soal nya aku sedang USP (Ujian Satuan Pendidikan) jadi harus fokus belajar...😊😊😊


TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH MAMPIR DI CERITA KU....🙏🙏🙏


__ADS_2