MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 8


__ADS_3

"Iya itu udah nama panjang nya adelia nama panggilan nya adalah lia."Jawab davin kesal tapi dengan menekan kata-kata nya.


"uh, adelia di panggil lia nama yang bagus pasti orang nya juga cantik"Ucap lisa namun davin hanya diam.


Mendengar bahkan menyebut nama nya saja sudah membuat tangan davin gatal ingin memberi pelajaran kepada wanita itu.


Saat sudah sampai di rumah davin lisa langsung pergi masuk ke kamar nya, tapi langkah nya terhenti saat melihat seorang pria tengah menghampiri davin.


Saat lisa mendekat ke arah kakak nya dan bisa jelas melihat pria itu sontak lalisa berteriak histeris.


"Aaaaakhh, OPPAA RIMOOS LEE.


Oh My Good mimpi apa ini, kak davin tolong cubit pipi lisa."Teriakan histeris lisa membuat davin dan rimos mengernyitkan dahi mereka karna melihat ekspresi lalisa.


Dan karna lisa meminta davin mencubit pipinya davin pun melakukan nya.


"Aakh, SAKIT tau. Kak davin kalau mau cubit pipi lisa pake ati dong sakit nih"losa kembali berteriak membuat davin mengerucutkan bibirnya tapi tidak untuk rimos yang hanya tersenyum-senyum melihat kekonyolan adik dari davin.


"Iiicch, tadi kau bilang minta dicubit sudah aku lakukan malah berteriak. Das*r tidak sopan."Gerutu davin pada lisa yang nampak kesal padanya.


"Iya tapi kan bisa lembut dikit kali"Jawab lisa kesal tapi lalisa langsung diam mematung dengan senyuman manis nya melihat ketampanan rimos lee.


"Ternyata aku nggak mimpi, oppa lee masih aja kayak dulu tampan."Ucap lisa sambil memgangi kedua pipi dengan tangan nya.


Davin yang melihat adik nya seperti itu langsung menjitak jidat adik nya dan meminta nya masuk ke kamar untuk istirahat.


"Heh, udah mandangin nya sana masuk ke kamar."titah davin, namun lisa malah membalas kata-kata davin dengan tatapan kesal dan melangkahkan kaki nya untuk menaiki tangga.


Saat lisa mau menaiki anak tangga malah kaki nya terpentok ke anak tangga nya dan


sontak membuat davin dan rimos menoleh ke arah lisa karna kembali berteriak.


"Aakh.... aaww.... sakit....oh now kaki kakiku lecet bagaimana ini


Haaaa aaaa oppa lee gendong."rengek lalisa pada rimos sambil mengulurkan kedua tangan nya.


(Aduuuh, kok aku jadi baper ya😂😂)


Bukan nya rimos yang membantu lalisa melainkan kakak nya sendiri dan itu membuat lisa sangat kesal pada kakak nya itu.

__ADS_1


"Apa kaki mu baik-baik saja"tanya davin sedikkt khawatir.


"Iya tadi nya sakit, tapi karna kak davin yang sudah membantu ku sakit nya langsung ilang."jawab lisa kesal.


"Apa kak davin sengaja melakukan ini kenapa kak davin selalu mengganggu ku di saat seperti ini, aakh seharusnya oppa lee yang membantu ku untung kaki ku tidak patah."gerutu lisa dalam hati.


(Untung aja kaki nya nggk patah kalau beneran bisa bahaya🤭🤭).


"Apa kau bisa jalan menaiki tangga, jika tidak aku akan membantu mu"tanya davin dengan senyum yang nampak di tahan.


"Tidak perlu aku bisa jalan sendiri"jawab lisa kesal


"hufh, menyebalkan sekali"gerutu lisa yang sudah meninggalkan davin dan rimos menaiki tangga.


"Awas kaki nya, nanti kepentok lagi"ucap davin dengan nada mengejek.


"IIHH, KAK DAAVIINN" lagi dan lagi lalisa berteriak tetapi dengan itulah bisa membuat davin tertawa terbahak-bahak sedangkan rimos hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat adik kakak ini.


Sebenarnya rimos dan lisa sudah saling kenal sejak kakanya davin memberikan kepercayaan nya sebagai tangan kanan davin dalam menjalankan perusahaan nya.


Dan sejak itu juga lalisa mulai mengagumi rimos bukan hanya karna ketampanan nya tapi juga karna rimos adalah orang sangat baik padanya bahkan selalu membantu nya jika lisa membutuhkan bantuan.


"Hem, mungkin dia


tidak akan pernah berubah"Jawab davin dan meninggalkan rimos menuju ke kamar nya.


Begitu juga dengan rimos yang kembali ke kamar tamu.


🍁🍁🍁🍁


Cahaya matahari yang cerah tidak membuat hati lia merasa cerah dan juga tidak akan membuat wajahnya ceria seperti sebelum-nya karna hari ini dan seterusnya akan menjadi sangat menyedihkan bagi nya.


Namun berbeda dengan erna dia bahkan menari nari sambil berdandan di kamar nya karna sangat bahagia akhir nya dia bisa bebas dari hutang-hutang nya dan juga melepaskan bebannya menampung adelia.


Setelah puas menari-nari dan juga merias dirinya, erna keluar dari kamar nya menuju ke kamar adelia.


Ceklek...


Erna masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu dan menghampiri adelia yang masih menangis di depan cermin.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis dan kenapa kau belum siap juga apa kau tau hari ini adalah hari yang sangat penting untuk dirimu sendiri. Cepat kau siapkan dirimu itu jangan sampai nanti anak buah tuan rimos datang dan kau belum siap" ucap erna memasang wajah malas dan hendak keluar kamar lia tapi langkahnya terhenti saat melihat adelia tak menggubris nya.


"HEI, apa kau tidak mendengar perkataan ku dan kenapa kau malah menangis aku menyuruh untuk segera bersiap-siap bukan menangis."Bentak erna dengan tatapan tajam pada adelia.


"Cepat kau siap-siap keburu mobil nya datang nanti, kau mengerti."ucap erna dengan nada suara kasar.


Setelah mendapat anggukan dari adelia erna langsung pergi meninggalkan adelia.


*****


Ditempat lain dimana acara pernikahan akan di langsungkan davin, rimos, dan lalisa sudah begitu juga dengan pak penghulu,wali nikah dan beberapa tamu undangan juga sudah berdatangan.


Tetapi hanya beberapa saja karna pernikahan di adakan secara sederhana saja.


Tak berselang lama mobil yang ditugaskan untuk menjemput adelia dan erna juga sudah tiba.


Semua para tamu undangan menoleh ke arah mobil dan melihat adelia yang turun dari mobil yang di bimbing oleh erna serta tak lupa juga erna melebarkan senyuman manisnya sedangkan adelia memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum dan berusaha menahan air matanya.


Setelah berjalan beberapa langkah adelia sudah berada di dekat kursi di mana dia harus duduk bersebalahan dengan davin.


Jujur saja jika adelia sekarang ini sedang duduk bersanding dengan orang yang sangat ia cintai maka lia akan tersenyum bahagia bahkan sangat bahagia.


Tapi kenyataan nya dia sekarang ini seperti sedang sedang berada di kawasan srigala.


"Apa sudah bisa kita mulai"Tanya pak penghulu pada davin dan lia. Dan di angguki oleh davin dan lia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jujur aku sampe senyum-senyum sendiri waktu nulis cerita di bab ini 😁😁😁


Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.


Jangan lupa tinggalin jejak nya


Jangan lupa like, komen, dan vote


Dan hadiahnya 🌹🌹🌹🤭🤭🤭


..............TERIMA KASIH............

__ADS_1


__ADS_2