
"Mas davin"ucap lia dengan manja setelah berhasil melepaskan pautan nya.
"Hm, kenapa sayang?"tanya davin.
"Kita kapan ke bandara bukan nya kita mau jemput lisa"jawab lia.
"Hufh"davin membuang nafas kasar.
"Sebentar lagi, lisa juga mungkin masih berada di pesawat"ucap davin dan menggaruk kening nya yang tiba-tiba gatal.
"Apa tidak sebaik nya kita ke bandara sekarang mas karna lebih baik kita yang menunggu lisa jangan sampai kita yang membuat lisa menunggu"ucap lia.
"Ayo lah mas kita jemput lisa sekarang saja dan kalau nanti nya lisa belum sampai di bandara kita luang kan waktu sebentar untuk berdua"ajak lia sambil menaikkan satu alis nya.
Setelah davin berpikiri dan berpikir akhir nya ia setuju ajakan lia dan memutuskan untuk bersiap-siap dan memberitahu rimos.
"Aakh, baik lah kamu bersiap-siap lah aku akan menemui rimos dulu hmm"ucap davin.
"Baik lah SUAMIKU SAYANG"ucap lia dan menekankan kata-kata nya membuat davin salah tingkah.
"Apa kamu mencoba untuk menggoda ku, hmm"ucap davin dan tersenyum licik.
"Apa ini mas davin tadi seperti salah tingkah kenapa sekarang dia seperti nya sedang menyusun rencana untuk ku, sebaik nya aku harus cepat-cepat pergi dari sini"batin lia yang merasa sudah tidak aman.
Baru saja davin hendak mendekatkan diri nya pada lia, tapi lia sudah beranjak lebih dulu hingga membuat davin berdecak kesal.
__ADS_1
"Hei, mau kemana"ucap davin sedikit berteriak.
"Siap-siap kata nya mau jemput lisa"ucap lia yang sudah masuk ke kamar mandi.
"Dasar aku akan membalas mu nanti"gumam davin dengan senyum licik nya.
"Hahh sudah lah sebaik nya aku temui dia dulu, karna jika dia tidak ikut adikku itu akan berteriak keras nanti nya"ucap.davin dan beranjak dari duduk nya.
Davin pergi untuk menemui rimos lee sedangkan lia mengintip dari cela-cela pintu yang sedikit ia buka saatendemgar davin membuka pintu kamar nya.
"Mas davin sudah keluar, hahhh syukur lah"ucap lia sambil mengusap-usap dada nya.
Lia keluar dari kamar mandi masih dengan pakaian yang sama karna memang lia masuk ke kamar mandi hanya untuk menghindari serangan dari davin dan untung nya lia bisa menghindar dari davin.
Ceklek...
Davin membuka pintu kamar rimos dan melihat rimos seperti sedang gusar memikirkan sesuatu yang tengah duduk di tepi ranjang.
"Rim"panggil davin sambil menepuk bahu rimos dan duduk di tepi ranjang.
"Hmm, bos kenapa kau ke sini"tanya rimos.
"Kau ini jangan memanggil ku seperti itu ini bukan kantor tapi rumah ku dan kau disini ku anggap sebagai keluarga ku bukan tamu ku"ucap davin.
"Hihi, iya lagi pula aku terbiasa memanggil mu seperti itu sekarang apa lagi terkadang aku datang ke rumah mu karna pekerjaan jadi aku semakin terbiasa"ucap rimos tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Kau masih memikirkan hal itu"tanya davin yang tahu tentang kondisi rimos saat ini.
"Tidak"jawab rimos singkat.
"Jangan bohong"ucap davin.
"Dan ini adalah salah ku karna aku kemarin mengungkit nya aku minta maaf"ucap davin.
"Tidak ini bukan salah mu lagi pula itu sudah menjadi masa lalu dan aku sekarang sedang berusaha dan masih berusaha untuk melupakan nya"ucap rimos dan di angguki oleh davin.
"Kau kenapa ke sini apa ada hal penting"tanya rimos.
"Aaakh iya aku sampai lupa, sebenar nya aku dan lia akan ke bandara untuk menjemput lisa"ucap davin.
"Apa kau akan ikut"tanya davin.
"Hmm"jawab rimos yang hanya berdehem dan senyum tipis.
"Oke, aku akan menunggu mu kau bersiap-siap lah"ucap davin yang beranjak dari duduk nya dan di angguki oleh rimos
Davin keluar dari kamar rimos dan rimos pun bersiap-siap untuk ikut pergi menjemput lisa di bandara.
Sedangkan davin kembali ke kamar nya yang juga akan bersiap-siap dan lia sudah siap untuk pergi menjemput lisa dengan baju tunik bersetelan celana jeans yang terlihat sangat cocok untuk lia.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1