MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 25


__ADS_3

Davin yang masuk ke kamar nya dan melihat lia yang tidur dan menyenderkan kepala nya dari samping di bawah kasur nya menghampiri dan memindahkan lia ke atas kasur.


Dengan hati-hati davin meletakkan lia ke kasur nya dan menyingkirkan rambut lia yang menutupi mata nya.


"Kau adalah wanita yang baik bahkan sangat lemah lembut"gumam davin sambil membelai wajah lia.


"Kenapa jantung ku berdegub kencang seperti ini dan perasaan ini"ucap davin dalam hati dan memegangi dada nya.


"Apa benar aku mencintai nya tapi kenapa bisa?"gumam davin yang bertanya pada diri nya sendiri.


Karna merasa tidak kuat dengan perasaan dan jantung nya yang berdegub kencang davin beranjak dan memutuskan untuk ke kamar mandi namun saat davin beranjak dari tepi ranjang sebuah tangan mungil memegang jari kelingking dan ternyata itu adalah tangan lia.


"Hiks...hiks...hiks... Tuan davin"ucap lia yang masih memejamkan mata nya.


"Lia kau kenapa?"tanya davin sambil memegangi wajah lia tapi lia tidak menjawab nya.


"Ternyata kau sedang bermimpi"ucap davin. Cup.. Davin memberikan kecupan singkat di bibir mungil lia dan mencium kening nya setelah itu davin pergi dan masuk ke kamar mandi.


****


Keesokan harinya matahari sudah terbit dan ketika lia mengerjapkan mata nya lia merasakan ada yang aneh dengan pinggang nya dan benar saja lia kaget dan refleks karna tangan davin yang melingkar di pinggang lia.


"Aaaaaaaaaaakkkkkhhhhhh..."teriak lia yang bangun dari tidur nya dan juga membangunkan davin.


"Lia ada apa, kenapa kau berteriak"tanya davin khawatir karna lia berteriak tiba-tiba.


"Tuan kenapa saya bisa tidur dengan anda dan tangan mu tadi"lia tidak mau melanjutkan perkataan nya karna malu.


Davin terdiam kaku dan bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan lia.


"Aku tidak tahu dan seharusnya yang menanyakan hal itu bukan kau tapi aku"ucap davin bohong padahal diri nya yang telah memindahkan lia ke kasur nya dan karna dia juga sudah merasa lelah dan mengantuk davin memutuskan untuk tidur di kasur nya.


"Kenapa kau bisa tidur di sini buka nya di lantai"ucap davin yang gugup dan davin juga tidak ingin mengakui nya karna merasa gengsi.


"Tapi saya juga tidak tahu kenapa saya bisa tidur bersama tuan"ucap lia bingung.


"Mungkin kau semalam kedinginan dan tanpa kau sadari kau berjalan dan tidur di kasur ku"ucap davin yang lagi-lagi berbohong.


"Benarkah apa kah seperti itu"ucap lia polos.


"Hm, mungkin saja"davin terkekeh geli karna lia yang percaya dengan perkataan nya dan turun dari kasur king size lalu masuk ke kamar mandi untul menyegarkan diri nya sedangkan lia masih bingung dan bertanya-tanya.


Davin menghidupkan shower nya dan lagi-lagi dia tersenyum karna mengingat ucapan lia bahkan davin juga tahu bahwa tanpa dia sadari tangan melingkar di pinggang lia.


"Dasar tangan nakal"ucap davin sambil memukul tangan nya.


****

__ADS_1


Lia yang sudah berada di dapur dan sedang berbicara dengan aminah.


"Bi gimana udah di beli kan semua bahan-bahan untuk masak buat ketring."tanya lia dengan bisik-bisik takut jika pelayan yang lain nya tahu dan melapor pada davin.


"Udah non bibi simpan dalam kulkas"jawab aminah yang juga bisik-bisik pada lia.


"Ok, ya udah kalau gitu nanti bibi mau kan bantuin lia masak"ucap lia dan di angguki antusiaa oleh aminah.


Davin yang sudah duduk di meja makan dan melihat lia yang sedang bisik-bisik dengan lia berdehem.


"Eh, tuan anda sudah selesai makan nya"tanya lia.


"Apa kau sedang bercanda pada ku"jawab davin dan balik bertanya kepada lia.


"Tidak saya tidak bercanda"ucap lia santai.


"Hhm, aku ingin kau yang menyiapkan sarapan ku"titah davin dan lia mengerucutkan bibir nya yang tetap terlihat menggemaskan untuk davin.


"Kau, apa bibir mu itu mau aku beri pelajaran"ucap davin kesal melihat bibir ranum lia yang menggoda bagi nya.


"Maksud tuan"tanya lia dengan polos sambil memegangi dan meraba bibir nya.


"Ouwh... Apa dia benar-benar tidak mengerti maksud ku"batin davin


"Sialan"gumam davin dan masih bisa di dengar oleh lia.


"Tidak, tidak papa"jawab davin dan menyantap makanan nya.


"Dengar hari ini aku akan ke kantor dan kemungkinan aku akan pulang larut malam jadi kau jangan pernah berani untuk keluar rumah tanpa seizin ku, jika aku tahu kau keluar rumah maka kau akan mendapat hukumam dari ku"ucap davin dengan datar dan davin memperingatkan lia dan mengancam nya, membuat lia ternganga tidak percaya.


"itts, dia kembali lagi"gumam lia kesal.


"Siapa yang kembali"tanya davin yang mendengar ucapan lia.


"Hhah, tidak bukan siapa-siapa"jawab lia


"Tapi sikap mu yang kembali lagi, sangat menyebalkan dan juga menakutkan"batin lia.


"Baiklah aku pergi"ucap davin dan beranjak dari duduk nya.


"Ingat jangan keluar tanpa seizin ku"bisik davin dan entah di sengaja atau tidak cup davin mencium pipi lia.


Lia yang mendapat ciuman mendadak seketika mematung dan memegangi pipi kanan nya sementara davin sudah melangkahkan kakinya keluar mansion.


"Apa yang dia lakukan kenapa dia mencium ku, apa dia sadar melakukan hal itu"batin lia yang masih memegangi pipi nya.


Lia memutuskan pergi keluar mansion dan mengejar davin.

__ADS_1


"Tuan davin"panggil lia.


Davin yang mendengar lia memanggil nya menoleh ke arah belakang dan melihat lia yang tengah berdiri dan berjalan mendekat ke arah nya.


"Ada apa"tanya davin.


"Kenapa tuan melakukan itu tadi, apa tuan sengaja melakukan nya"jawab lia dan melontarkan pertanyaan pada davin.


"Memang nya apa aku lakukan"tanya davin dan mengangkat kedua alis nya.


"Menyebalkan sekali apa dia sedang pura-pura."batin lia kesal.


"Hei kenapa kau diam"tanya davin lagi.


"Em, itu tadi apa tuan sadar melakukan hal itu"jawab davin dan juga melontarkan pertanyaan pada davin.


"Aku sadar melakukan nya lia"batin davin.


"Ooh, apa kau membicarakan soal di meja makan tadi"jawab davin dan lia mengangguk mantap.


"Iya aku sadar, dan kau jangan pernah melupakan apa yang aku katakan di dapur tadi"ucap davin yang menahan senyum di wajah nya karna melihat lia yang sudah kesal dan pipi nya yang memerah.


"Apaaa"ucap lia dan mencebikkan bibir nya.


"Haah, sudah lah aku akan terlambat jika terus saja berdiri di sini"ucal davin dan masuk ke dalam mobil nya.


Jujur saja sebenar nya davin sudah tidak sanggup menahan rasa kegelian nya terhadap lia apa lagi melihat pipi lia seperti tomat.


"Dasar pria menyebalkan"maki lia saat mobil davin sudah pergi.


"Hufh, tapi tidak papa setidak nya hari ini aku bisa memulainya."ucap lia dan menghembuskan nafas kasar nya dan kembali masuk ke mansion rumah.


Di dapur....


"Bi"panggil lia.


"Iya non"jawab aminah.


"Bibi sudah belanja"tanya lia.


"Iya non sudah waktu itu kan sudah bibi bilang kalau semua belanjaan nya ada di kulkas."jawab aminah.


"Hehehe, lia lupa bi"ucap lia menyengir dan menunjukkan gigi putih nya.


"Akhir-akhir ini kok aku sering lupa kalau di pikir-pikir"batin lia dan menggaruk kepala nya yang belum mandi.


(Lia kok akhir-akhir ini sering lupa ya😅).

__ADS_1


__ADS_2