MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 26


__ADS_3

"Akhir-akhir ini kok aku sering lupa kalau di pikir-pikir"batin lia dan menggaruk kepala nya yang belum mandi.


"Kenapa non, kayak bingung gitu"tanya aminah.


"Hahh, ngga papa bi, lia mau mandi dulu nanti lia balik lagi"jawab lia dan segera keluar dapur menuju ke kamar nya.


Saat lia sudah berada di kamar dan akan masuk ke kamar mandi tiba-tiba handphone nya berdering.


Dan langsung mengambil hp nya dari atas nakas dan mengangkat telpon nya.


"๐Ÿ“žHalo"ucap lia.


"๐Ÿ“žHalo, kak lia ini lisa"jawab lisa yang berada di seberang telpon.


"๐Ÿ“žLisa, kamu apa kabar"tanya lia dengan senyum lebar di wajah nya.


"๐Ÿ“žLisa sehat kak, kakak sendiri gimana sehat kan"jawab lisa dan balik bertanya pada lia.


"๐Ÿ“žAlhamdulillah, kakak sehat, kamu kenapa nelpon kakak ngga kuliah"jawab lia.


"๐Ÿ“žNgga kak kan sekarang udah malam, jadi lisa ngga kuliah"ucap lisa.


"๐Ÿ“žOowh, gitu ya"ucap lia.


"๐Ÿ“žKak lia, lisa boleh nanya sesuatu"ucap lisa.


"๐Ÿ“žBoleh, mau nanya apa"ucap lia.


"๐Ÿ“žkak davin udah bawa kak lia honeymoon"tanya lisa dan membuat lia tersendak oleh saliva nya sendiri mendengar pertanyaan lisa.


Uhuk...uhuk...


"๐Ÿ“žKak lia kenapa kok tersendak gitu kak lia lagi minum ya"tanya lisa dengan suara yang kaget.


"Ee, engga, maksudnya iya kakak lagi minum"jawab lia bohong.


"๐Ÿ“žKak lia gimana sih kok bisa tersendak gitu, apa jangan-jangan kak lia belum di ajak kak davin honeymoon sampai kaget gitu kayak nya lisa nanya kayak gitu"selidik lisa di seberang telepon.


"๐Ÿ“žEem, lisa kakak tutup telpon nya ya mau mandi dulu "ucap lia mengalihkan pembicaraan dan memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak.


Karna lia yang sudah memutuskan sambungan telepon dia sedikit merasa lega setidak nya lia bisa menghindari pertanyaan demi pertanyaan yang akan di lontarkan oleh lia.


Dan langsung mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi dan menyegarkan diri nya.

__ADS_1


****


Di perusahaan davin, nampak davin sedang sibuk dan serius berbincang-bincang dengan klien nya di ruang meeting dan tentu nya bersama dengan asisten nya.


Saat davin sedang fokus mendengarkan persentasi dari salah satu klien nya yang menjelaskan tawaran kerja handphone davin berdering tapi tidak di hiraukan oleh davin setelah beberapa.


Kali Hp davin berdering kini bergantian Hp nya rimos lee yang berdering tapi karna rimos melihat nama kontak yang menelepon nya rimos membisikkan nya pada davin.


"Bos adik mu menelpon ku"bisik rimos.


"Angkat saja"jawab davin dan rimos permisi keluar dan mengangkat telpon nya.


"๐Ÿ“žHalo"teriak lisa dengan suara yang kesal.


Lisa yang berteriak di seberang telpon membuat rimos menjauhkan telpon nya dan mengerucutkan bibir nya.


"๐Ÿ“žKenapa lama banget sih angkat telpon nya"ucap lisa dengan nada tinggi.


"๐Ÿ“žIya sorry, kita di sini lagi meeting maka nya ngga bisa cepat angkat telpon nya"ucap rimos yang membuang nafas kasar.


"๐Ÿ“žKan bisa di tinggal bentar"cetus lisa.


"๐Ÿ“žBikin naik darah aja"ucap lisa.


"๐Ÿ“žIya iya, maaf"ucap rimos.


"๐Ÿ“žSebenar nya lisa mau tanya langsung sama kak davin tapi karna dia nggak jawab telpon lisa jadi lisa nelpon oppa"jawab lisa


"๐Ÿ“žDan karna oppa udah nanya lisa mau apa, pleasee.. Oppa jawab pertanyaan lisa" ucap lisa.


"๐Ÿ“žHm, apa?"tanya rimos.


"๐Ÿ“žApa kak davin belum ajak kak lia honeymoon?"tanya lisa.


Rimos yang mendengar pertanyaan lisa terdiam dan mematung sebentar.


"๐Ÿ“žOoo soal itu... Ehem kalau soal itu saya tidak tahu sebaik nya kamu tanya langsung ke orang nya"jawab rimos sedikit gugup.


"๐Ÿ“žKenapa bisa nggak tau kan oppa asisten kak davin, harus nya oppa tau soal ini karna ini menyangkut masa depan kita oppa ku sayang"tanya lisa dan dengan nada manja.


Rimos terkekeh geli mendengar ucapan lisa tapi itu juga membuat detak jantung nya berdegub lebih kencang padahal lisa sedang tidak ada di hadapan nya hanya suara nya saja yang berada di dekat telinga nya.


"๐Ÿ“žOppa lee kenapa kok diam sih, jangan-jangan oppa lee gugup ya"ucap lisa dengan nada santai.

__ADS_1


"๐Ÿ“žHeehm, tidak.. Kenapa juga aku harus gugul"ucap rimos.


"๐Ÿ“žSudah lah kamu jangan mengganggu ku, saat ini bos davin sedang meeting dan saya juga harus menemani nya"ucap davin dan memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak.


"Setidak nya aku bisa selamat"gumam rimos dan kembali masuk ke ruang meeting.


Namun saat rimos berjalan beberapa langkah davin sudah keluar dari ruang meeting di ikuti juga dengan klien nya yang di belakang.


"Baik pak davin kalau begitu saya permisi"ucap klien itu dan menjabat tangan davin.


"Bos apa kau menyetujui tawaran kerja nya"tanya rimos saat klien itu sudah pergi.


"Hm"jawab davin singkat dan dengan wajah yang datar.


"Bos, lisa tadi menelpon saya dan dia menanyakan.."ucapan rimos terpotong.


"Apa yang dia tanyakan?"tanya davin dan berjalan menuju ke ruangan nya dan di ikutk oleh rimos.


"Dia bertanya soal honeymoon mu dan nona lia bos"jawab rimos.


Davin yang mendengar nya terhenti dan langsung melihat ke arah asiaten nya itu.


"Lalu kau jawab apa?"tanya davin.


"Saya tidak menjawab apa-apa bos"jawab rimos dan di angguki oleh davin.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Di kediaman davin....


Lia sedang sibuk memasak dan menyiapkan makanan untuk orderan pertama nya yang di bantu oleh aminah.


Terlihat jelas bagaimana lia menebarkan senyuman manis nya karna mendapatkan orderan pertama untuk usaha ketring yang baru di mulai nya, ya karna aminah yang membantu nya.


"Non, nanti ini siapa yang antar kan tuan davin melarang non lia keluar rumah"tanya aminah bingung.


"Bibi tenang aja kalau masalah itu serahin aja ke lia"jawab lia tenang dan masih memasang senyum mania di wajah nya.


"Bi, lia boleh minta tolong ngga siapin wadah buat sambal nya"ucap lia dengan sopan dan di angguki oleh aminah.


"Ini non"ucap aminah dan menyodorkan mangkuk berukuran sedang.


"Makasih bi"ucap lia dengan senyum hangat.

__ADS_1


Aminah hanya menanggukkan kepala nya dan melanjutkan tugas nya sedangkan lia sudah mulai mengemas satu persatu makanan ke dalam kotak nasi.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2