MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 9


__ADS_3

Jujur saja jika adelia sekarang ini sedang duduk bersanding dengan orang yang sangat ia cintai maka lia akan tersenyum bahagia bahkan sangat bahagia.


Tapi kenyataan nya dia sekarang ini seperti sedang sedang berada di kawasan srigala.


"Apa sudah bisa kita mulai"Tanya pak penghulu pada davin dan lia. Dan di angguki oleh davin dan lia.


"Baiklah kalau begitu untuk wali nikah perempuan nya silahkan dimulai.


"Davin joon kyu saya nikahkan dan kawin engkau dengan adelia binti ****** dengan mahar sebesar 1 miliar rupiah dan seperangkat alat sholat di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya adelia binti ****** dengan mahar 1 miliar rupiah dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


"Bagaimana para saksi, SAH"ucap pak penghulu.


"SAAAH"dan para tamu undangan juga mengesah kan davin dan adelia kini pak penghulu membacakan do'a al-fatihah.


Setelah selesai membaca do'a, davin dan adelia bertukar cincin.


Adelia mencium punggung tangan davin yang kini telah sah menjadi suaminya begitu juga dengan davin yang membalasnya dengan mencium kening lia tapi setelah itu davin berbisik kepada lia.


"Kau bersiaplah dan kuatkan mental mu karna malam kau aku buat memderita"Bisikan davin seketika membuat lia takut dan merinding mendengar ucapan davin. Ingin sekali rasanya lia menangis tapi itu tidak mungkin.


Dan setelah selesai semua para tamu undangan dan juga pak penghulu di persilahkan untuk menikmati hidangannya


Berbeda dengan lisa yang terus mengintili rimos sedari mereka datang. Bahkan rimos di pusing oleh lisa karna lisa terus saja menggodanya.


"Oppaa, about when we will follow brother davin up the aisle"goda lisa pada rimos membuat rimos merasa geli dengan ucapan lalisa.


"Will never, kau itu masih kecil jadi fokus saja dengan belajarmu" ucap rimos dan berlalu pergi menghampiri davin dan lia.


"ehem, Selamat ya bos sekarang kau sudah menjadi suami dan kepala rumah tangga." ucap rimos seperti ingin menggoda atasannya itu.


"Diam kau, aku menikahinya hanya untuk membuatnya menderita tidak lebih"bisik davin mendekatkan wajahnya ke telinga rimos agar tidak di dengar oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.


Sedangkan lisa kini sudah berada di samping adelia dan bersikap sangat sopan dan lembut pada adelia.


"Hai kak lia, aku lalisa adiknya kak davin,


Kak lia pasti belum tau kan sama lisa"ucap lisa dengan sopan ramah kepada lia.

__ADS_1


"Hah, tuan davin punya adik ya kok aku nggak tau ya. Kemarin juga waktu aku ke rumah tuan davin nggak ada kamu"tanya lia bingun karna memang waktu ia datang tidak ada lisa.


"Heheh, iya kak soalnya aku waktu itu sedang kuliah di New York makanya waktu itu kita gak ketemu."Jawab lisa dengan senyum manis nya dan di balas di balas juga dengan senyuman oleh lia.


"Kak lia jangan canggung gitu ngomong sama lisa, kan sekarang lisa jadi adik kak lia dan kak lia juga sekarang jadi kakak iparnya lisa."ucap lia


"Heheh, iya"jawab lia sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Setelah lia dan lisa lama berbincang-bincang mereka berdiri karna para tamu undangan akan mengucapkan selamat sekaligus pamit.


Setelah para tamu undangan dan pak penghulu memberi ucapan selamat dan pergi meninggalkan tempat itu, davin adelia, rimos dan juga lisa akan pulang ke kediaman davin. Tapi tidak dengan rimos karna dia hanya ingin ikut mengantarkan pengantin baru.


Sedangkan erna dia hanya dianggap patung oleh davin dan rimos tapi tkdak dengan lia.


"Maaf tuan tapi seperti nya saya harus pulang terlebih dahulu ke rumah tante saya karna saya harus mengemasi barang-barang saya di sana."ucap lia gugup.


"Tidak perlu biarkan saja barang-barang mu itu di rumah tantemu karna asisten ku sudah menyiapkan pakaian-pakaian baru untukmu"ucap davin dingin dan dengan wajah datarnya.


"Tapi tuan saya masih harus mengambil barang-barang peninggalan kedua orang tua saya."tolak lia takut jika davin akan memberikan pelajaran padanya jika ia membantah tapi dia juga tidak bisa meninggalkan barang peninggalan orang tuanya.


"Udah lah kak davin biarin aja kak lia pulang bentar kerumah tantenya, nanti biar lisa yang nemenin kak lia."ucap lisa mencoba meyakinkan davin.


Tanpa perpikir lagi davin menyetujui tapi jika rimos yang mengantarnya dan di angguki oleh lisa.


Rimos yang mendengar ucapan davin mengernyitkan dahinya tak mengerti maksud ucapan davin tetapi berbeda dengan lisa yang mengerti dengan ucapan davin dan membuatnya kesal.


"Ya udah kalau gitu kita pergi sekarang, ayo dan kakak davin pulang sendiri nggak papa emangnya"tanya lisa pada davin karna lisa tidak tega melihat kakak nya pulang sendiri padahal sudah beristri.


"it's okay my dear sister"jawab davin dan meminta rimos mengantar mereka.


Mereka pun pergi meninggalkan davin sendiri. Tapi entah kenapa sejak tadi erna hanya diam saja tidak mengeluarkan sepatah kata pun tapi itu akan lebih karna jika dia bicara maka dia tidak akan digubris.


Kini davin hanya sendiri dia pun memutuskan untuk pulang mengganti pakaian karna setelah itu davin akan pergi ke kantornya.


*****


Di rumah erna.....


Adelia, lalisa sudah sampai di rumah erna dan masuk setelah erna membuka pintu

__ADS_1


Sedangkan rimos menunggu di mobil.


"Nak lisa mau minum apa biar tante buatin"erna menawarkan lisa untuk minum tapi lisa menolak dan langsung pergi menyusul lia ke kamar.


Adelia yang sudah berada di dalam kamarnya dan mengambil beberapa barang peninggalan orang tuanya tak terkecuali foto mereka bertiga,, lia teringat dengan kedua orang tua bahkan tawa bahagia yang dulu lia rasakan seakan menghilang entah kemana.


Tok...tok...tok....


Klek....


Lisa masuk setelah mengetuk pintu dan menghampiri lia yang sedang menangis sambil memandangi foto.


"Kak lia kangen ya sama orang tuanya kakak"ucap lisa dan lia langsung mengusap air mata nya.


"Eh, lisa kamu ngagetin aja"jawab lia


"Kak kalau kakak mau lisa bakal temanin kakak buat ziarah ke makam orang tua kak lia, gimana"ucap lisa penuh pengertian pada lia karna lisa paham betul dengan kesedihan lia dan dia juga tau bagaimana rasanya kehilangan karna dia juga adalah orang yang di tinggalkan oleh orang tuanya.


Adelia memeluk lisa begitu pun dengan lisa yang membalas pelukan lia. Walaupun masih sedikit canggung tapi lia bersyukur karna lisa adalah orang yang sangat lembut dan selalu bersikap baik pada lia saat pertama kali mereka bertemu.


Berbeda sekali dengan davin yang sangat kejam.


"Ya udah kak lia jangan nangis lagi ntar cantiknya ilang loh"ucap lisa dengan nada merayu lia agar mau tersenyum.


"Ya udah kita pulang sekarang, kak lia udah semua kan barang-barangnya."tanya lisa dan membawa tas berisi barang-barang lia.


"eh, lisa sini tasnya biar kak lia aja yang bawa"ucap lia tak enak jika lisa harus menjenjeng tas nya itu apalagi kalau rimos melihatnya pasti akan di adukan ke davin.


"Enggak papa kok kak, biar lisa aja yang bawa"ucap lisa ngotot.


Adelia tidak bisa meraih tas itu karna lisa langsung memegangi tangan lia.


Setelah mereka berdua keluar dari kamar tak lupa lia pamit ke erna yah meskipun erna terkadang suka bersikap kasar pada lia, tapi lia tidak memasukkan semua itu ke dalam hatinya karna bagaimana pun erna adalah orang yang sangat berjasa bagi dirinya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.


Jangan lupa like, komen, dan vote

__ADS_1


Dan hadiahnya 🌹🌹🌹🤭🤭🤭


..............TERIMA KASIH............


__ADS_2